
PLEASE VOTE DAN GIFT, POKOKNYA RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR BIAR OTHOR SENANG 🤗🤗🤗
pukul 09.00 pagi
Di Mansion Zayn
Senja tergelak mendengar cerita Mentari, Rafandra hanya bisa pasrah menjadi obyek bahan ghibah dua wanita di depannya, sesekali dia melirik kearah sang istri namun Mentari mengabaikannya.
"Eh bagaimana kalau kelak anak anak kita dewasa, anak kedua ku Edzard kita jodohin dengan anakmu Nja bagaimana. " usul Mentari menyampaikan ide di kepalanya.
"Tidak! Ogah banget aku besanan sama si unta tua itu. " decak Rafandra.
Mentari berdecak kesal, memberi cubitan di paha suaminya. Rafandra langsung berteriak kesakitan, kemudian menimang baby Edzard sambil menahan rasa sakit di pahanya.
"Lagian kamu ada ada saja deh sayang, calon anak Senja belum lahir masa iya udah dijodohin segala. " protes Rafandra.
"Suka suka aku dong Dad. " sahut Mentari dengan sewot.
Rafandra menelan ludahnya kasar, istrinya kalau sudah ngegas gini enggak bisa di bantah, lebih baik dia menurut daripada tidur di sofa.
"Oke oke terserah Mommy!
Senja tertawa melihat perdebatan Mentari dengan suaminya itu. Mentari tersenyum puas, kembali menatap sahabatnya Senja. " Berarti udah deal ya. " ujarnya memastikan.
"Iya Tari!
Senja dan Tari saling melempar senyum satu sama lain. Mommy datang dan duduk di sebelah menantunya, dia menatap kedua tamunya dengan senyuman hangat. "Eh ada tamu rupanya, kalian teman Senja dan Zayn.
"Iya Tante, aku Mentari dan ini suamiku Rafandra. " jawab Mentari sambil tersenyum.
"Oh gitu aku Mommy Farah, mertuanya Senja. " mommy memperhatikan ketiga anak Tari secara bergantian. "Ketiganya anak kamu nak Tari? "
"Iya Tante, yang sulung Dirga dan si kembar namanya Edzard dan Elysia. "
Mommy Farah nampak antusias, Mentari menyerahkan Puteri kecilnya pada mertua Senja. Mommy mengusap pipi si bungsu dengan lembut, Senja mengulum senyumnya melihat mertuanya sangat bahagia. "Sabar ya mom, Zayn junior masih dalam perut, masih lama lahirnya. " ujar Senja sambil nyengir.
Mommy tersenyum kearah menantunya, lalu beralih pada baby Ely dalam gendongannya itu. wanita paruh baya itu nampak sangat menyukai anak kecil ataupun bayi. "Nja gendong baby Ely nya, Mommy mau buat minuman. " Mommy memberikan baby Ely pada Senja, setelah itu bangkit dan berlalu pergi.
Senja pun menatap kearah Dirga yang tengah mencium adik lelakinya. "Dirga, kamu sayang sama adik kembar apa tidak. " cecar Senja.
Dirgapun menoleh dan menatap Senja sambil tersenyum. "Tentu saja sangat sayang sama dedek kembar aunty, rumah lebih ramai tambah adanya si kembar. " balas Dirga.
__ADS_1
"Duh pintar banget sih ponakan aunty!
Tak lama kemudian Mommy kembali, setelah itu ikut bergabung bersama mereka. Satu jam kemudian, Rafandra dan keluarga kecilnya berpamitan pulang. Setelah kepergian Tari dan keluarganya, Senjapun menaruh kepalanya di pangkuan Mommy, Mommy tentunya tak keberatan.
"Oh ya sayang ceritakan sama mommy, bagaimana masa kecilmu dulu!
" Ya enggak gimana gimana sih mom, hanya saja dulu itu aku sangat nakal. Aku pernah manjat pohon mangga milik tetangga, saat kami masih berada di kampung. "
"Lalu reaksi ibu kamu gimana sayang!
" Tentu saja kesal dan marah, dia meneriaki memanggil nama Senja mom. Ibu sangat takut kalau aku jatuh dan kenapa kenapa makanya Ibu memarahiku. " ungkap Senja sambil tersenyum.
Mommy tergelak mendengar cerita dari menantunya itu, Senja tersenyum mengingat masa kecilnya dulu di kampung. "Ibu berhenti mengomel setelah aku mengadu sama ayah hahaha. " ujar nya sambil terkekeh.
"Dasar nakal kamu Nja!
"Hehe lucu ya Mom, Ibu bucin sama ayah sejak dulu. Tapi aku sangat salut dengan perjuangan ibu dalam mendapatkan ayah hingga seperti sekarang! cerocos Senja.
Ibu dan Ayah datang, bergabung bersama mereka. Drt drt drt, Senja mengangkat kepalanya dan langsung menyambar ponselnya di atas meja.
"Halo sayang ada apa kangen ya!
Terdengar suara tawa di ujung sana membuat Senja mencibirnya. Dia kesal kenapa suaminya malah menertawakan dirinya.
"Em iya entar aku ke sana, bye Masku love
you. " Sambungan terputus, Senja kini memperhatikan orang tua dan mertuanya secara bergantian.
"Mom aku antar makan siang Mas Zayn ya!
"Iya nak kamu hati hati oke. " Senjapun mengangguk kecil, dia segera ke dapur dan menyiapkan makanannya. Setelah siap dia mengambil tas lalu bergegas ke luar dari mansion.
Dia langsung masuk ke dalam taksi, taksi melesat jauh meninggalkan mansion Zayn. Selama perjalanan, Senja berkirim chat dengan sang suami.
Tring
from kutu loncat
Bisakah kita bertemu Senja!
Senja mengerutkan kening, tumben si kutu loncat memanggil namanya dengan benar dan sepertinya ada hal penting yang ingin dia sampaikan.
__ADS_1
to Kutu loncat
Iya nanti jam 02.00 siang di cafe biasa.
Senja menyimpan kembali ponselnya dalam saku. Sesaat kemudian taksipun berhenti, dia keluar dari taksi setelah itu berjalan pelan memasuki kantor suaminya sambil membawa makanan dalam rantang. Dia berjalan melewati para karyawan yang menyapanya, setelah Lift terbuka dia segera ke luar.
Tok tok tok
Senja membuka handle pintu, masuk ke dalam da menutupnya pelan. Zayn langsung bangkit dan menghampirinya, dia mengajak istrinya duduk di sofa. "Tumben mas Zayn, kok gak pesan makanan lewat gofood saja. "
"Enggak papa, lagian pengen banget meluk istri karena sudah kangen berat dan rindu juga sama masakanmu. " kelakarnya.
"Gombal!
Zayn terkekeh mendengar ucapan istrinya dia menatap lekat wanitanya itu dengan pandangan memuja. Senja terlihat salah tingkah saat menyiapkan makanannya, jantungnya berdebar kencang kala suaminya menatapnya intens. "Sudah mas jangan lihatin Senja kayak gitu, aku enggak akan kabur kok sama Lee Min hoo. " candanya.
"Halu gak baik bagi kesehatanmu Nona!
"Dih cemburu masnya. Makan gih biar kenyang, biar kuat ngehadepin kenyataan Mas, kenyataan tak bisa memiliki Lee Min Hoo. " Zayn tertawa kencang mendengar ucapan istrinya itu, diapun memakan makanannya dengan lahap.
Selesai menghabiskan makanannya, Zayn langsung merengkuh tubuh sang istri dari samping. "Eh mas tadi Mentari dan Rafa datang berkunjung ke rumah kita lho. " ungkap Senja.
"Buat apa si kecoa itu datang!
"Ish Mas gak sopan tahu panggil orang dengan sebutan kecoa. " tegur Senja.
"Memangnya si kecoa itu orang. " sahutnya, Senja memukul dada suaminya kemudian mereka tertawa bersama. "Memangnya Mas kira si Rafa setan apa ya. "
"Memang!
Senja tergelak kencang, suaminya ini benar benar menyebalkan jika sudah kesal pada orang. Dia merapatkan pelukannya, memeluk tubuh kekar suami tercintanya. Zayn tak menyangka hidupnya sangat berwarna semenjak Senja hadir dan menjadi bagian dalam hidupnya. Berkali kali dia mencium puncak kepala istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Mentari melahirkan kembar lho mas, laki laki dan perempuan namanya Edzard dan Elysia. " jelas Senja.
"Ya sudah kita buat kembar tiga atau empat biar aku tidak kalah dari si kecoa itu. " ucapnya enteng.
Senja mencubit tangan sang suami kemudian mendengus pelan. "Memangnya aku kucing, bisa melahirkan anak empat sekaligus. "
"Iya kamu kucing, kucingku yang manis dan seksi!
"Gombal!
__ADS_1
tbc