Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 72 - TEMAN DEKAT EDZARD


__ADS_3

Kisah Jingga ada lapaknya sendiri ya sesuai judulnya ups, ada yang bisa nebak judulnya apa???🤔🤣🤣🤣


Biar makin penasaran soalnya kisah Jingga belum aku publish, mau fokus ini dan lapak sebelah wkwk


VOTE VOTE VOTE


***


Di Kediaman Romanov


Sore itu Mentari menghampiri Edzard yang berada di ruang tamu sambil membaca buku. "Ed, kenapa kamu tidak suka dengan Jingga nak? "


"Karena Ji kecentilan mom, dia selalu mencari perhatianku ckck kecil kecil sudah genit gimana dewasanya entar. " dengus Edzard dengan wajah datarnya.


Mentari menghela nafas panjang, ternyata sikap Jinggalah yang membuat puteranya risih, tapi meskipun begitu dirinya sudah sangat suka pada si kecil Jingga. "Apa kamu tahu sayang, dulu mommy juga bersikap centil dan genit pada Daddy kamu. " ungkap Mentari.


"Sekarang kamu sudah tahu, apa kamu malu punya mommy seperti mommy. " ujar Mentari menatap lekat puteranya.


"Jelas bedalah Mom, mommy adalah mommy aku sedangkan Jingga bukan siapa siapa. " Edzard kembali membaca bukunya, terdengar suara dengusan namun dia abaikan. Mentari hanya bisa menggeleng, memberitahu Edzard itu sangat sulit. Tak lama Elysia ikut bergabung bersama mereka berdua. "Kenapa mom, KPK kayaknya mommy kesal sekali, apa karena si kutub es selatan ini. " tunjuknya pada sang kakak.


"Iya sayang kakakmu itu sangat sulit diberitahu soal Jingga!


Elysia melirik kearah sang kakak kemudian memicingkan kedua matanya. "Awas lho kak Ed, dari benci jadi cinta, dari risih jadi bucin saat kalian dewasa nanti. " sindirnya.


"Saat kakak kelak bucin ke Jingga, Jingga mungkin sudah berpaling ke pria lain suatu hari nanti saat dewasa, "


Edzard tak peduli dengan ocehan dari adiknya, Elysia mendengus kesal melihat sikap kakaknya yang dingin dan datar melebihi kutub utara dan selatan. Elysia memilih mengunyah cemilannya sambil menonton televisi.


Edzard bangkit dan berlalu pergi meninggalkan sang mommy dan adiknya, Elysia hanya mencibir kepergian kakaknya itu. Selesai makan, Elysia menaruh kepalanya di atas pangkuan sang mommy tercinta. Mentari tersenyum tipis, melihat puteri kesayangannya yang kini bermanja padanya. "Mommy, memangnya enggak papa jodohin kak Ed dengan Jingga? "

__ADS_1


"Kenapa sayang hem kamu juga mau di jodohkan ya!.


"No mommy aku masih kecil, tapi Mom kayaknya Jingga bakal berusaha banget meluluhkan hati si beku itu. " gumam Elysia sambil memandang wajah sang mommy.


"Sudah sayang jangan di pikirin, lebih baik fokus pada sekolahmu, soal Edzard dan Jingga kelak hanya waktu yang bisa menjawab semuanya. " Elysia manggut manggut, dia menikmati usapan lembut di kepalanya.


Tok tok tok


Elysia bangun dan langsung bangkit setelah itu pegi ke depan pintu. Terlihat seorang gadis tersenyum kearahnya, Elysiapun menyuruhnya masuk ke dalam. Ya gadis itu adalah Melisa Yoana Lee, teman satu kelasnya Edzard.


"Sore bibi, apakah Edzardnya ada? " ucap Melisa dengan senyuman di bibirnya.


"Ada nak bentar biar di panggilin Elysia. " Mentari tersenyum tipis di hadapan teman puteranya itu, Elysia langsung pergi ke kamar sang kakak di lantai atas.


10 menit berlalu Edzard menghampiri mereka dan langsung duduk, memandang kearah Melisa. "Hai Edzard, aku ke sini ingin minta diajari matematika! ucap Melisa sambil tersenyum.


" Oke, aku ambil bukunya dulu, kamu siapin saja bukumu. " Melisa mengangguk, dia menatap kepergian teman sekelasnya itu.


Edzard dan Melisa belajar bersama, dari kejauhan Elysia memperhatikan interaksi keduanya. Dia menghembuskan nafas berat, mengingat sahabatnya Jingga.


"Little Ji, sainganmu sungguh berat kelak. " batin Elysia dengan miris.


"Maaf ya aku nyusahin kamu, aku benar benar. lemah dalam hal matematika Edzard. " sesal Melisa.


Edzard tersenyum tipis, mengacak rambut Melisa lalu mengangguk. Kedua pipi Melisa merona diperlakukan lembut oleh pangeran esnya itu yang menjadi idola para gadis gadis. Mommy Tari tercengang, baru pertama kali melihat puteranya memperlakukan seorang gadis seusianya dengan lembut berbeda saat dia bersama Jingga.


Mommypun bangkit dan memilih pergi, membiarkan puteranya belajar dengan Melisa. Dia memilih pergi ke teras, mengeluarkan ponselnya yang bergetar dan seulas senyum terbit di bibirnya. "Hallo."


"Halo Ji sayang ada apa hemm, tumben videocall bibi? "

__ADS_1


"Kak Edzaldnya kemana Bibi, Jie pengen dengal suala kak Ed. " ujar Jingga dalam video.


"Edzard sedang belajar sayang sama temannya, maaf ya!


" Endak papa Bibi, Ji tutup videonya! Videocall berakhir, Mommy Tari menyimpan kembali ponselnya dalam saku. Daddy datang dan langsung duduk di sebelah sang istri tercinta.


Cup cup cup Daddy Rafa menciumi seluruh wajah sang istri, Mommy berdecak kesal dan mendorong dada sang suami dengan pelan. "Apaan sih Dad, datang datang langsung nyosor!


Daddy Rafa membalasnya dengan kekehan, dia sangat senang membuat istrinya kesal. Dia merangkul wanitanya itu dengan posesif, memandangnya penuh cinta. " Putera kita kayaknya dekat dan ramah pada temannya itu ya Mom!


"Iya Dad, tapi mommy heran kenapa dia sangat benci pada Jingga. " gumam Mommy dengan raut herannya. daddy hanya mengedikkan bahu pertanda dia tidak tahu mengenai Edzard.


****


Dirgapun masuk ke dalam mansion, dia baru pulang dari rumah Lila, calon gadis incarannya. Dia menaikkan sebelah alisnya, mendengar gelak tawa dan langsung pergi ke ruang tamu. Dirga langsung menghampiri adiknya, lalu duduk tak jauh dari Edzard dan Melisa.


"Ehem, tumben bisa ketawa Ed biasanya masang wajah kutub terus, sepertinya gadis di sebelahmu itu spesial ya. " ledek Dirga.


Edzard mengabaikan ucapan sang kakak sedangkan pipi Melisa nampak merona. Dirga melirik sekilas kearah Melisa setelah itu kembali memandang Edzard dengan senyuman tengilnya. "Edzard, kamu tinggal pilih Jingga atau Melisa. " goda Dirga pada sang adik.


"Diamlah Kak! balas Edzard dengan nada datarnya. Melisa tampak mengerutkan dahi mendengar nama Jingga yang di sebut sebut hal itu membuat Dirga yang melihatnyapun terkekeh.


" Jingga, calon adik iparku di masa depan Mel! Edzard langsung meliriknya tajam, memberi kode agar berhenti berbicara namun tak dipedulikan Dirga. Edzard menatap Melisa dengan lembut sambil tersenyum. "Jangan dengarkan ocehan kakakku yang ngawur barusan. " ujar Edzard.


Dirga tak tersinggung dengan ucapan pedas Edzard, malahan dia tertawa kecil melihat raut kesal di wajah adiknya. Sedangkan Melisa hanya bisa tersenyum canggung di hadapan kakak beradik itu. Dirgapun bangkit, sebelum pergi dia menatap kearah Melani. "Apa yang aku katakan tadi adalah keinginan, siapa tahu saat dewasa memang Jingga jadi iparku. "


Setelah mengatakan hal itu Dirga langsung pergi sebelum si manusia kulkas memuntahkan semburan esnya ckckck. Melisa memandang Edzard dengan raut penuh tanda tanya. "Lebih baik kita belajar, jangan mikirin hal hal konyol Mel!


" Iya Ed kamu benar! Merekapun kembali belajar di selingi gelak tawa. Dari jauh Elysia mendengarkan percakapan Dirga dan Edzard setelah itu melenggant pergi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2