
Sementara di Kampus, Jingga hanya bisa menghela nafas panjang. Dia merasa sangat kasihan pada Jenny, dihadapkan pada hubungan yang rumit. "Ji, entar sepulang kuliah aku akan datang menjenguk Jenny, kamu mau ikut enggak!
"Enggak dulu deh kayaknya, soalnya aku dan mommy nanti mau ke butik, mencari gaun pengantin buat aku! Winnie mengangguk, dia paham dengan kesibukan Jingga sekarang ini.
Mereka masuk ke kelas, sebentar lagi dosen akan datang. Melisa masuk ke dalam, dia langsung duduk di kursinya mengabaikan tatapan Winnie dan Jingga kepadanya.
Jingga pun berdecih melihat kelakuan Melisa barusan. "Masih punya muka juga kamu Melisa, datang ke kampus, barengan lagi sama Dexter!
Melisa menatap tajam kearah Jingga, terlihat dia sangat membenci Jingga. "Apa kamu belum puas, menghancurkan pestaku tempo hari
hah. " geram Melisa.
"Belum sampai kamu mengatakan semuanya di hadapan umum mengenai hubunganmu dengan dosen baru itu. " tegas Jingga dengan santai.
Melisa merasa kesal dengan Jingga, plak dia melayangkan tamparannya ke wajah Jingga. Winnie yang melihatnya segera mendorong Melisa menjauh, lalu memberinya tatapan tajam. Jingga terkekeh, menatap sengit kearah Melisa. "Kamu menamparku, tandanya kamu mengizinkanku menyebar video aibmu itu, oke Fine!
"Dasar wanita brensek. " maki Melisa emosi. Dia kembali duduk di tempatnya, dia mengambil ponselnya dan menghubungi Dexter. Dexter masuk ke dalam ruang kelas, dia menatap datar kearah Jingga.
"Nona Jingga jika anda tidak bisa diam, lebih baik keluar dari mata kuliahku!
Jingga bangkit, berjalan mendekati Dexter kemudian berbicara pelan di dekat dosen barunya itu. " Pria menjijikkan, ingat pak dosen anda cuma penghangat ranjang dan tak akan pernah naik kasta. " ujarnya pelan. Jingga berlalu ke luar, Winnie mengambil tasnya dan segera menyusul sang sahabat.
Dexter berdecak kesal, diapun memulai mata kuliahnya dengan mood yang buruk. Melisa tersenyum puas karena Jingga dan Winnie di usir dari kelas.
Winnie memilih pulang duluan, Jingga masuk ke mobil. Mike memperhatikan raut wajah sang kekasih yang terlihat ditekuk. "Kenapa kamu terlihat sangat kesal baby, ada apa katakan!
"Huft aku diusir dari kelas Mike, ini semua pasti suruhan si Melisa, setelah tadi aku memprovokasinya." Mike mengenggam tangan gadisnya kemudian mengecupnya lembut, penuh kasih sayang.
"Sabar sayang, bagaimana kalau kita ke butik sekarang, supaya kekesalanmu hilang! Jingga mengangguk, Mike segera melajukan mobilnya kencang.
***
Sampai di butik mommy Senja segera meminta pelayan menunjukkan beberapa gaun pengantin.
__ADS_1
Setelah mencobanya, Jingga menunjukkan gaunnya di hadapan mommy dan Mike. Mike melongo, melihat penampilan luar biasa calon istrinya. Kini dia berdiri di belakang gadisnya, menggigit pelan leher gadis kesayangannya.
" Astaga Mike, kenapa kamu gigit leherku. " gerutu Jingga. Mommy tertawa melihat kelakuan calon menantunya, Mike hanya nyengir tanpa dosa.
"Ganti yang lain, leher dan bagian lain milik aku, kamu enggak boleh menunjukkannya pada pria lain. " tegas Mike. Jingga berdecak pelan, dia pergi ke ruang ganti dan pelayan mengambil gaun lain dan membawanya ke sana.
Tak lama Jingga kembali, Mike mengamati dengan jeli kemudian mengangguk. Jingga merasa lega, setidaknya gaun kali ini di setujui calon suaminya. Setelah selesai berganti pakaian, Mike dan Jingga pamit pada mommy Senja.
"Mom, aku dan Mike, pergi ya mau cari cincin!
"Iya sayang, lagian mommy harus cepat cepat pulang sebelum si bayi besar mencari
mommy. " Jingga tertawa, dia tahu siapa yang disebut bayi besar oleh mommynya. Keduanya ke luar dari butik dan masuk ke mobil, Mike melajukan mobilnya kencang menuju ke toko perhiasan.
***
Mike dan Jingga kini tengah mencari cincin, untuk pernikahan mereka. Hingga beberapa saat kemudian akhirnya mereka sepakat memilih cincin dengan berlian di atasnya, Mike segera membayarnya. Dia mengambil paperbag kecil, setelah itu mereka pergi dari sana. Keduanya masuk ke mobil, Jingga menyandarkan dirinya di jok lalu memasang sabuk pengamannya begitu juga dengan Mike.
"Bersiap siaplah sayang, minggu depan setelah menikah aku akan menggempurmu. " ujarnya antusias. Jingga tersenyum geli melihat calon suaminya yang begitu semangatnya membahas malam pertama mereka kelak.
Hadeh dasar duda kurang belaian wkwk
"Sayang aku lapar!
" Maafkan aku baby, kita ke restauran dulu ya! Jingga mengangguk, Mike tancap gas dan melajukan mobilnya kencang.
**
Di dalam restauran Mike dan Jingga menunggu pesanan mereka, bibir Mike tak henti hentinya tersenyum hal itu membuat Jingga menggeleng pelan. "Aku semakin mencintaimu nyonya Jingga Jordan Malik!
"Iya Tuan Mike Jordan Malik, i love you too! balas Jingga dengan senyuman manisnya. Mike terpangah mendengar pernyataan cinta dari Jingga, Jingga tertawa melihat reaksi yang ditunjukkan si duda mesum.
__ADS_1
"Awas sayang, lalat masuk hihihi! Mike ikut tertawa mendengar ledekan sang kekasih, dia sangat senang akhirnya bisa memenangkan hti Jingga. Tak lama kemudian pesanan mereka datang, keduanya saling menyuapi satu sama lain.
Selesai makan siang, Mike membayar tagihan mereka setelah itu bangkit dan keluar dari Restauran. Dia melajukan mobilnya menjauh dari Restauran, lagi lagi menepikannya di tepi jalan. Sekali sentak tubuh Jingga berada di atas pangkuannya, Mike langsung memagut bibirnya dengan liar dan panas. Jingga merasa kewalahan menghadapi sikap sang kekasih yang begitu mendominasi.
Setelah ciuman mereka berakhir, Jingga menghirup udara sebanyak banyaknya dan menatap kesal kearah sang kekasih. " Aku sudah enggak tahan baby, bisakah pernikahan kita dipercepat besok!
"Sabar sayang, lagian minggu depan kita sudah nikah, mr mesum. " Jingga membelai rahang kokoh Mike dengan lembut. Mike mengusap wajahnya frustrasi, lalu menahan nafas dalam dalam kemudian menghembuskannya pelan. Jingga merasa kasihan dengan kekasihnya namun mau bagaimana lagi, dia tak bisa berbuat apapun.
Jingga turun dari pangkuan Mike, Mike kembali melakukan mobilnya setelah dirinya merasa tenang. Sampai di mansion keluarga Jingga, keduanya turun dan bergegas masuk ke dalam.
Skip
"Mami dan Papi di sini juga!
Mami Kirana dan Papi Andra tersenyum tipis melihat kedatangan putera mereka. Jingga dan Mike segera duduk di sofa, memperhatikan orang tua masing masing. " Kami tadi sudah mencari gaun dan juga cincinnya. " jelas Jingga.
"Iya Jingga sayang, mommy kamu sudah bilang tadi sama mami nak!
"Son saat menikah kelak kamu harus hati hati, malam pertamamu bisa jadi malam pertama berdarah karena istrimu haid. " ledek Papi Andra.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi Papi. " geram Mike dengan nada jengkelnya. Semua orang tertawa mendengar ucapan Mike, Mike hanya bisa mendengus kesal.
"Mana bisa gitu Mike, itu sudah jadi hukum alam bagi para wanita ckck. " sahut Daddy Zayn setengah meledek calon menantunya.
Mikepun tersenyum licik, menyeringai jahil kearah calon mertuanya. "Daddy, bagaimana kalau Jingga aku eksekusi dulu sebelum
nikah. " Daddy melotot, dia langsung melempar bantal namun Mike sigap memghindarinya kemudian tertawa tanpa dosa.
"Kamu mau aku potong masa depanmu Mike! dengus Daddy Zayn.
" Nanti Daddy enggak bisa punya cucu dong. " sahut Mike dengan entengnya.
Mommy dan Mami tertawa melihat kelakuan jahil Mike yang menjahili Daddy. Mike langsung bertos ria dengan Papi Andra, Daddy hanya bisa mengumpati keduanya.
__ADS_1