Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Adrian Sherry Part 2


__ADS_3


Gelak tawa mewarnai pagi Adrian dan Sherry, keduanya menjalin hubungan tanpa sepengetahuan orang tua Adrian dan juga Catherine. Adrian menatapnya lekat, memandang kekasihnya yang tengah tertawa lepas di depannya. "Sejak kapan kamu pinter ngegombal Dri, bukankah selama ini sikapmu begitu dingin dan ketus pada perempuan. " sindir Sherry.


Adrian menciumnya, Sherry membalas ciuman sang kekasih. Setelah ciuman mereka berakhir, keduanya ke luar dari kamar. Di mansion hanya ada mereka, para maid sibuk dengan pekerjaan masing masing.


Drt


drt


Adrian berdecak saat melihat Catherine menghubungi dirinya lagi,dia mematikan langsung ponselnya. Sherry yang melihatnya merasa heran dengan sikap sang kekasih. "Catherine hubungi kamu lagi Yank? " tanya Sherry memastikan.


"Iya. " jawab Adrian singkat. Mereka ke luar dari mansion, Adrian melajukan roda empatnya dengan kencang. Keduanya telah sampai, Adrian merasa heran melihat keluarganya yang berkumpul di tambah kehadiran Catherine di tengah tengah mereka.


"Tumben kalian ngumpul. " ucap Adrian heran sekaligus penasaran.


"Duduk Adrian dan kamu juga Sherry. " ujar Mommy Binar pada putera dan puterinya. Adrian dan Sherry menuruti keinginan mommy. Mommy Binar menghela nafas panjang, menatap Adrian dengan raut tak dapat di artikan.


"Catherine bilang, kau mengabaikannya nak apa itu benar? " tanya Mommy dengan lembut.


"Jadi Cath mengadu sama mommy. " sahut Adrian datar sambil melirik kearah Catherine dengan sorot tajamnya. Dia menghela nafas berat, rasa kesalnya kian menjadi pada Catherine.


"Ya? "


"Catherine itu tunangan kamu sayang, kenapa kamu mengabaikannya? " ujar Mommy tampak mengintimidasi puteranya. Sherry hanya diam tak berkomentar, memperhatikan interaksi Mommy dan Adrian.


"Aku lelah dengan sikapnya mom, berhenti bersikap membelanya karena dia hanya tunangan aku bukan istri aku mommy. " tegas Adrian kesal merasa di pojokan oleh ibunya. Mommy Binar langsung terdiam, bukan maksud dirinya memojokkan putera sambungnya itu.

__ADS_1


"Oh ya Cath, dengar baik baik ini. Mulai sekarang kita putus, jangan lagi mengganggu hidupku. " ujar penuh penekanan membuat semua orang terkejut.


"Adrian. " teriak Daddy Bara terkejut dengan keputusan puteranya itu. Adrian tak mempedulikan kemarahan daddynya, pria itu justru mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Sherry.


"Bagaimana bisa kamu berkata demikian Adrian? " tanya Mommy dengan raut kecewanya.


"Apa ada wanita lain yang kau cintai. " cecarnya penasaran.


"Iya Mom. " jawab Adrian lantang membuat semua orang terkejut dan suasana menjadi heboh sekarang. Sherry merasa bersalah, sesekali melirik kearah Adrian yang memberi kode melewati tatapan matanya. Mommy Binar memijit pelipisnya, pusing dengan tingkah putera sambungnya ini.


"Siapa dia Adrian, katakan. " desak Daddy penasaran sambil melirik tajam kearah puteranya. Adrian hanya diam tanpa memberitahu keluarganya, biarlah mereka sendiri yang cari tahu. Pria itu bangkit, memilih pergi dari sana, Sherry menatap kepergiannya dengan sendu. Dia beralih pada sang mommy angkat, menenangkan wanita paruh baya itu.


Sementara Catherine menangis sesegukan, tidak terima atas keputusan sepihak dari Adrian. Sherry yang melihatnya hanya diam, tak berniat menenangkan gadis itu. "Jika Mommy Binar tahu hubunganku dengan Adrian, apa mommy dan daddy akan menerimaku!


"Mom, Dad aku ke kamar dulu ya. " pamit Sherry dengan lembut.



Sherry segera memeluknya dengan erat, Adrian menggendongnya lalu mendudukannya di kloset kamar mandi. Keduanya saling memeluk satu sama lain, seolah olah takut kehilangan. "Aku takut honey, bagaimana jika Daddy tak merestui hubungan kita. " gumam Sherry lirih.


Adrian melepaskan pelukannya, mencium sang kekasih penuh gairah, Sherry tentu saja membalasnya. Tautan bibir mereka terlepas, Adrian menatap sang kekasih dengan tatapan penuh cinta. "Kita hadapi bersama sayang, sampai kapanpun aku tak akan melepaskanmu!


"Sudah sebaiknya kembalilah ke kamarmu, mommy dan daddy bisa curiga dengan kita. " Sherry mendorong pelan tubuh sang kekasih. Meski tak rela Adrian mengangguk, mengecup sekilas bibir Sherry lalu ke luar dari sana. Sherry menghela nafas pelan, rasanya sesak jika dirinya dan Adrian harus menjalani hubungan tanpa ada orang yang tahu.


Malam harinya Sherry bersiap, gadis itu tampil cantik dan menawan dengan gaun merahnya ikut menghadiri pesta yang di adakan Aunty Delima dan Uncle Galen. Dia hanya mampu menahan nafas kala melihat kemewahan yang di adakan oleh bibirnya itu, hal itu terkadang membuat Sherry berkecil hati.


"Aku merasa tidak pantas berada di tengah tengah keluarga Adrian. " batin Sherry tersenyum kecut. Gabriella datang bersama orang tuanya menyambut kehadiran mereka, kedua gadis itu saling memeluk satu sama lain, sudah lama tak bertemu.

__ADS_1


"Sherry, kamu cantik banget malam ini. Gimana kalau aku kenalin kamu ke teman kak Gerrald? " tawar Gabriella dengan senyum menggodanya. Sherry menanggapinya dengan senyuman tipis, keduanya banyak bercerita mengenai kampus.


"Jadi kamu lagi dekat dengan senior kamu di kampus? " tanya Sherry setelah meledek. Gabriella dengan malu malu mengangguk, Sherry tergelak dan turut memberikan ucapan untuk Gabriella. Gabriella langsung menyenggol lengan Sherry agar berhenti menggodanya.Sherry mengambil minuman, mengedarkan pandangannya dan tertegun melihat sosok Catherine datang bersama seorang pria yang ada di sisinya. Diapun tak ambil pusing, memilih berbincang lagi dengan Gabriella, Reva ikut bergabung bersama mereka.


Tanpa Sherry sadari, ada sepasang mata yang menatapnya penuh arti. Dia Alex Drax Antonio, salah satu CEO muda Drax corporation. Kesuksesannya dalam memajukan perusahaan membuat semua orang mengenalnya. "Wah ternyata Anda turut hadir dalam pesta ini Tuan Drax? " tanya Gerald dengan senyuman miringnya.


"Tentu saja Tuan Gerald, demi menghormati Tuan Galendra dan Nyonya Delima, tentu saja harus hadir. Ini sebuah kehormatan untuk saya karena kalian menggundang saya!


"Siapa tahu di sini saya akan menemukan wanita yang tepat untuk di jadikan istri. " kekehnya dengan senyuman penuh arti. Gerald tergelak mendengarnya, dia hanya bisa menyetujui ucapan tamunya itu. Adrian datang, sorot matanya tampak tajam kearah Alex, Alex menanggapinya dengan senyum tipis.


"Kau mengenal Catherine Tuan? " tanya Gabriel mencairkan suasana.


"Em tentu saja, Nona Catherine pernah menjadi model dalam iklan di perusahaan saya. " jawab Alex dengan lugas. Adrian hanya diam, mendengar obrolan Gerald dan Alex. Tak lama Alex pamit izin ke toilet, pria itu segera pergi dari sana. Tanpa di sangka dia bertemu dengan gadis yang menjadi obyek perhatiannya.


Bruk


"Oh maaf Tuan saya tidak sengaja. " ucap Sherry dengan tatapan menyesalnya.


"Tak apa Nona, Oh ya bolehkah saya tahu nama kamu? " tanya Alex tanpa basa basi. Sherry mengangkat dagunya, tatapan mereka bertemu tanpa sengaja. Alex menjelaskan jika dirinya hanya ingin berteman tanpa bermaksud apa apa.


"Sherryanne Alceena Rain. " ucapnya singkat.


"Saya Alex Drax Antonio, senang berkenalan dengan wanita cantik seperti kamu. " ujarnya dengan senyum di bibirnya. Mereka segera kembali ke pesta, tanpa sengaja Adrian melihat Sherry yang kembali bersamaan dengan Alex. Rahangnya mengeras, tak suka dengan pemandangan di depannya yang membuat hatinya mendidih.


Keduanya sempat mengobrol sedikit membuat Adrian cemburu, pria itu segera menarik tangan Sherry lalu membawanya pergi. Alex mengulum senyumnya, tatapannya penuh arti melihat kepergian Sherry dan Adrian.


"Menarik. "

__ADS_1


__ADS_2