
Siapa yang mau nyekik Adam hayo wkwk
Layaknya Melisa bakal jadi singel parents
Jangan lupa vote dan komen
Pagi ini Melisa tengah berkemas, menyiapkan segala keperluan mereka yang akan berangkat ke Paris. Setelah selesai Diapun ke luar dari kamar, menuruni anak tangga dengan hati hati.
Tok
tok
tok
Melisa memutuskan untuk pergi ke depan, dia meraih handle pintu lalu menariknya ke dalam. Terlihat seorang pria berdiri di depan pintu hal itu membuat Melisa bingung. "Maaf Tuan anda siapa ya kenapa anda di depan pintu rumah saya? "
"David Mahendra, sahabat dari Adam bukankah kamu istrinya? "
"Eh iya Tuan, tapi maaf mas Adamnya baru saja ke luar tadi. " Davidpun mengangguk, dia kini duduk di kursi teras depan, Melisa merasa tidak enak hati karena tak membiarkan tamunya masuk.
"Kalau begitu tuan silakan masuk ke dalam, Anda bisa menunggu suamiku di ruang tamu. " ujar Melisa dengan ramah. Davidpun bangkit, berjalan masuk ke dalam di susul Melisa.
.
Melisa meminta pelayan membuatkan minuman untuk tamunya. Dia berusaha menghubungi suaminya Adam namun hanya operator yang menjawabnya. "Ini dua tiket kalian pergi ke Paris, soal urusan wanita bernama Vanilla biar jadi urusanku! David menyerahkan dua lembar tiket pada Melisa lalu ditaruhnya di atas meja.
"Terimakasih ya, maaf telah merepotkan kamu tuan David!
Pelayan datang menyajikan minuman setelah itu menyingkir dari sana. Sementara Melisa mengirim pesan pada suaminya namun tak kunjung di balas oleh Adam. Perasaannya mulai gelisah, dia takut terjadi sesuatu pada suaminya itu. David yang mengetahui Melisa sedang cemas hanya bisa menghela nafas pelan dan melirik istri sahabatnya itu.
"Mungkin saja Adam ada urusan yang perlu dia urus makanya pagi pagi sudah pergi!
"Iya benar apa yang dikatakan olehmu Tuan! Melisa bangkit dan kembali menghubungi suaminya.
__ADS_1
##
Sementara Adam kini tengah mengumpulkan bukti bukti mengenai kasus korupsi yang dilakukan ayahnya Vanilla. Kini Dia bertemu dengan pengacaranya di sebuah Restauran.
"Bawa kasus ini ke jalur hukum, aku tak mau Vanilla dan ayahnya hidup tenang setelah menghina istriku. "
"Siap tuan saya akan siapkan berkas berkasnya segera!
Adam mengangguk, dia bangkit dan ke luar dari restauran. Sebelum masuk ke mobil, dia meraih ponselnya dan terkejut ada banyak panggilan dari sang istri dan juga David.
"Jadi David sekarang ada di mansionku! Adam buru buru masuk ke mobil, melajukannya kencang menuju ke mansionnya. Dia mencoba berfikir positif mengenai istrinya dan juga David.
Setelah tiga puluh menit, Adam akhirnya sampai di rumahnya. Dia segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam mansion. Dia terkejut saat melihat David yang tengah memijat tengkuk Melisa, dengan wajah penuh amarah dan cemburu dia langsung bergegas menghampiri mereka di ruang tamu.
"David, apa yang kamu lakukan? "
Melisa terkejut melihat kepulangan suaminya namun dia sangat senang suaminya dalam keadaan baik baik saja. Wajahnya yang tampak pucat setelah muntah muntah dia abaikan. Dia bangkit dan pergi menghampiri suaminya.
"Mas Adam, kamu ke mana saja aku sejak tadi hubungi kamu!
"Tadi aku muntah muntah mas, sahabatmu itu hanya membantuku saja kok. " jawab Melisa dengan jujur.
"Jangan bohong sama aku. " bentak Adam emosi. Melisa sangat terkejut melihat suaminya membentuknya. David berusaha menyangkalnya namun Adam menatapnya tajam, penuh kebencian.
"Dam, kamu hanya salah paham, aku cuma memijat leher istrimu saja. "
"Pergi dari sini brensek! David bangkit dan pergi dari sana meninggalkan pasangan suami istri tersebut. Adam beralih menatap istrinya dengan sorot tajamnya.
"Aku enggak suka kamu di sentuh pria lain Melisa, mengerti tidak! ujarnya dengan nada tinggi. Tubuh Melisa bergetar, hatinya sangat sakit melihat suaminya membentaknya lagi.
"Hah sekali murahan tetap saja murahan, masa lalu kamu tak akan bisa dihapus jika kamu menginginkan sentuhan pria lain. "
Deg
__ADS_1
Hati Melisa terasa tercabik cabik mendengar ucapan Adam, suaminya. Air matanya terus meluncur ke bawah menatap sendu kearah pria yang sangat dicintainya. Dengan cepat dia lepas kalung di lehernya beserta cincin di jari manisnya. "Ya mas Adam, aku hanya wanita murahan yang memuaskan tubuhku ke pria lain, aku kembalikan ini kepadamu. " ujarnya sambil melempar kalung dan cincinnya.
"Bersiaplah secepatnya kita akan bercerai. " tegas Melisa.
Melisa berjalan melewati suaminya menuju ke kamarnya, lima belas menit dia kembali dan berjalan melewatinya suaminya yang terdiam membeku. Adam menatap nanar kalung dan cincin yang ada di bawahnya kemudian dia ambil.
Tanpa banyak bicara dia mengejar istrinya yang telah pergi begitu saja. Dia mencari cari sosok istrinya namun dia tak menemukannya.
"Sialan, brensek. " makinya emosi.
##
Di dalam taksi Melisa mematikan ponselnya, dia memutuskan pergi ke bandara tanpa menghubungi kedua mertuanya. Dia terus menangis terngiang ngiang dengan ucapan adam padanya. "Mas kamu ingkar janji ya padahal kemarin kamu sudah janji sama aku. "
Melisa terus menangis dalam taksi hingga tiba di bandara. Setelah bayar, dia langsung turun dan bergegas check in. Keputusan dirinya udah bulat, berpisah dengan Adam dan melanjutkan hidupnya sendiri beserta calon anaknya.
Wanita hamil itu masuk ke pesawat dan pesawat lepas landas menuju ke Bali setelah satu jam.
Di sisi lain Adam mengamuk di dalam kamarnya, dia membanting semua barang barangnya teringat dengan ucapan sang istri. Pria tampan itu berusaha menghubungi Melisa namun nomor istrinya tidak aktif.
Tubuhnya langsung luruh ke lantai, akankah pernikahannya dengan Melisa berakhir di pengadilan. Dia tak pernah menginginkan hal ini namun semuanya terjadi karena sikap brenseknya yang menyakiti hati istrinya.
"Maafkan aku sayang maaf hiks. " Adam menangis, ya dia menangisi penyesalan yang dirasakannya karena kesalahan terbesarnya kembali menyakiti wanita yang dia cintai. Wanita yang harusnya dia jaga dan lindungi namun dia cemooh dengan kata kata kejinya.
Adam kini tengah menghubungi anak buahnya, memerintahnya mencari tahu keberdaan Melisa istrinya. Setelah itu menaruh pendeknya dan langsung melihat kalung serta cincin istrinya yang dia genggam. "Enggak sayang, maafin mas sayang, mas tak mau bercerai dari kamu. " gumamnya sambil menangis tersedu sedu.
Dia mengambil figura foto pernikahannya dengan Melisa, dia menatap sendu foto anak istri yang tersenyum. Dialah salah satu pria yang selalu menghapus senyum di bibir wanitanya dengan kesedihan.
"Mas mohon kembalilah sayang, mas janji akan memperbaiki segalanya. " gumam Adam.
Adam POV
Tuhan ampuni aku, aku menyakiti hati istriku dengan kata kata keji dari mulutku. Aku mohon kembalikan istriku ke sisiku dan jangan biarkan dia pergi dariku.
__ADS_1
Meluas sayang, mas mohon kembalilah dan caci maki suamimu yang tak berguna ini asalkan kamu tak pergi ninggalin mas.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? "