Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 127 ~ extra part 11 Melisa story chap 10


__ADS_3

Pagi ini Adam harus pergi ke kantor, ada masalah kecil di sana. Tapi meninggalkan istrinya sendiri juga membuatnya tak tenang. Akhirnya dia memutuskan mengajak istrinya pergi ke kantor, Melisa yang sudah siap berjalan menghampiri sang suami.


"Mas ayo kita turun sekarang. " ajak Melisa dengan nada lembut.


"Eh iya sayang ayo. " Mereka keluar dari kamar, Adam merangkul pinggang istrinya dan bersama sama menuruni anak tangga. keduanya pergi ke meja makan, Adam dengan sabar menyuapi istrinya itu.


Setelah selesai Adam dan Melisa beranjak dari sana dan ke luar dari penthouse. Keduanya masuk ke mobil dan sopir melajukan mobilnya kencang.


Setibanya di kantor Adam dan Melisa turun dari mobil, bergandengan tangan memasuki kantor. Leon sang asisten datang menghampiri mereka berdua, lalu berbisik di telinga Adam.


"Sayang, kamu masuk saja ke ruangan aku, Leo antar istriku ke tanganku. " pinta Adam.


"Baik Tuan, Mari nyonya saya antar. " Melisa mengangguk, dia berjalan melewati suaminya menuju ke ruangan Adam. Sedangkan Adam masuk ke dalam ruangan meeting, dia langsung duduk dikursinya.


"Apa masalahnya hingga mengadakan meeting mendadak seperti ini!


"Kami ingin anda turun dari jabatan tuan


Adam, citra anda sedikit turun ketika anda menikahi wanita pilihan anda. " ujar salah satu dewan direksi.


Adam tersenyum sinis, dia memasang wajah dinginnya ke semua orang yang berada dalam ruangan. "Pekerjaan dan masalah pribadi, tak boleh disangkut pautkan dan mengenai sisa istriku itu bukan urusan kalian. " geram Adam.


Vanilla merasa geram, melihat Adam yang membela Melisa. Dia berbisik sesuatu pada telinga papinya, dengan keberaniannya papi Arman menatap kearah Adam sambil berkata. "Seharusnya Anda menikahi puteri saya ini tuan adam bukan wanita lain yang memiliki masa lalu kelam. " seru papi Arman.


Brak


Semua terjangkit kaget mendengar gebrakan meja yang cukup keras. Adam mengeraskan tahannya, menatap tajam orang orang dalam ruangan dengan wajah dinginnya terutama Vanilla dan pipinya. "Sekali lagi kalian menghina istriku, aku akan membacklist perusahaan kalian. Untuk kamu nona Vanilla dan tuan Aman, kalian akan mendapat kejutan spesial dariku. " ujarnya datar.

__ADS_1


.


Adam bangkit dari kursinya, ke luar dari ruangan dengan raut dipenuhi emosinya. Dia bergegas ke ruangan miliknya, cklek diapun membuka pintu lalu masuk ke dalam. Adam langsung menjatuhkan dirinya di sofa, Melisa mendatangi suaminya lalu duduk di sebelahnya. "Kenapa mas, kok kayaknya kamu terlihat sangat marah. "


"Di ruangan meeting orang orang menghina kamu sayang, ini semua ulah Vanilla dan papahnya. " geram Adam.


Melisa langsung mengusap dada sang suami, berusaha menenangkan suaminya itu. Adam menoleh dan wajahnya berubah lembut menatap sang istri tercinta. Ada rasa penyesalan karena membuat istrinya berada di keadaan yang sulit, orang orang akan sering menghina Melisa.


"Sudah mas abaikan saja yang kayak gini, hinaan seperti ini aku rasakan semenjak perpisahanku dengan Edzard dulu, anggap saja ucapan orang orang hanya lelucon meski itu menyakitkan. "


Adam menggeleng, dia tak akan sanggup jika wanitanya di hina orang orang. Tiba tiba dia memiliki ide dan kembali memandang istrinya sambil tersenyum. Dia langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi satu satunya sahabat yang dia kenal.


"David, aku perlu bantuanmu bla bla. " Adam menjelaskan keinginannya pada sang sahabat. Setelah selesai diapun segera mematikan dan memasukkan dalam saku.


"Demi kebaikanmu, aku sudah putuskan kita akan tinggal di Paris selama tiga bulan. " ungkap Adam pada istrinya. Melisa tentunya sangat terkejut dengan keputusan yang diambil suaminya.


Melisa menitikkan air matanya, dia sangat terharu dengan apa yang dikatakan suaminya. Diapun benar benar sangat beruntung mendapatkan suami seperti Adam yang menerima dirinya sepenuh hati. "Maafkan aku mas, maaf karena aku menyusahkanmu!


"Sst sayang jangan bicara seperti itu sayang, aku suamimu dan kewajibanku membahagiakan kamu dan melindungi kamu. "


Adam memeluk istrinya ke dalam pelukannya, Melisa mengulas senyumnya, dia sangat nyaman berada di pelukan sang suami. Adam melepaskan pelukannya, menghapus air mata istrinya dengan lembut. Dia melirik jam tangannya sekilas lalu bangkit dan mengajak istrinya keluar.


##


"Akhirnya kalian keluar juga. " ucap Dexter datang sambil memegang sebuket bunga, lalu menyerahkannya pada Melisa.


"Bunga cantik untukmu Mel! Adam langsung merebutnya setelah itu melemparnya jauh. Dexter berdecak kesal menatap tajam kearah Adam begitu juga sebaliknya. Melisa menghela nafas pelan, memeluk pinggang sang suami.

__ADS_1


"Sudahlah mas abaikan saja dia, sebaiknya kita pergi dari sini. " Adam mengajak istrinya pergi, keduanya berjalan melewati Dexter yang menatap mereka tak suka.


"Ck sangat sangat menyebalkan!


Adam memutuskan mengajak istrinya pergi ke taman kota pada saat sore hari, sampai di sana dengan gentle Adam memberinya sebuket bunga mawar merah. Melisa dengan senyuman manisnya menerima buket itu kemudian tersenyum jahil. "Cuma bunga yang dikasih mas, enggak ada yang lain nih. " ledeknya.


Adam langsung terkekeh mendengar nada bicara istrinya yang kini meledeknya. Dia kini tersenyum misterius, mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kalung berlian dengan inisial tiga A khusus untuk istrinya, Melisa terkejut dan melongo dengan kejutan suaminya.


"Mas Adam tiga A, maksudnya gimana? "


"Jika calon anak kita kembar tiga sayang, maka inisialnya hurufnya A. " serunya. Melisa menatap binar bahagia di wajah sang suami, dia berharap apa yang diinginkan suaminya menjadi kenyataan.


Adam langsung memasangkan kalungnya di leher sang istri setelah itu tersenyum puas karena ternyata kalungnya sangat cocok di leher Melisa. Melisa menatap sang suami sambil mengusap perut ratanya. "Daddy kamu sangat manis ya sayang, mommy semakin mencintai daddy kamu. "


Adam dan Melisa duduk di bangku taman mereka berdua menikmati udara sore hari sambil bercanda. Keduanya juga melihat para pasangan tengah berpacaran, ada juga seorang suami yang mengusap perut buncit istrinya. Adam meraih tangan wanitanya kemudian berkali kali mengecupnya.


"Sayang, selama ini aku menjadi pria yang sangat emosional dan juga pencemburu jika menyangkut kamu, mungkin dua hal ini yang membuatmu enggak nyaman 'kan!


.


"Aku sih enggak papa mas, asalkan emosi dan cemburu kamu dalam batas wajar dan tak berlebihan. " Melisa menatap dalam pria yang sangat dicintainya. Adam mengangguk, dia berusaha menjadi suami yang baik yang tak temperamen dan juga pencemburu akut. "


"Jika aku hilang kendali, tolong tampar aku ya sayang agar aku sadar, aku tak ingin menyakiti hati kamu lagi dan berakibat kehilangan kamu. "


"Terus calon anak kita punya Daddy baru dong sayang. " godanya dengan nada bercanda. Adam langsung melirik tajam istrinya, Melisa terkekeh dan bergelayut manja di lengan suaminya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2