Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 28 - Obsesi Gila


__ADS_3

Sampai di rumah, Tya langsung melempar tasnya ke ruang tamu, lalu menjatuhkan dirinya di sofa. Mami Zoya menghela nafas kasar, melihat kelakuan Puteri bungsunya itu. "Ada apa lagi Tya, kenapa kamu terlihat sangat kesal?


"Apa karena Zayn lagi. " tebak Mami Zoya.


Tya hanya diam tak menanggapi maminya itu. Dia masih sangat kesal dengan Senja, Mami Zoya hanya menggeleng pelan kemudian berkata. "Lebih baik kau cari pria lain saja Tya jangan Zayn. "


"Tidak Mi, hanya Zayn yang aku inginkan. " kekeh Tya.


"Terserah kamu, Mami sudah lelah menasehati kamu yang keras kepala. Kamu dan mendiang kakakmu itu sangat berbeda. "


Tya mengepalkan tangannya, dia sambar tasnya berlalu pergi dengan perasaan kesalnya. Dia menaiki tangga menuju ke kamarnya, brak membanting ponselnya dengan kasar. "Ck lagi lagi aku dibandingin dengan Vania, padahal jelas jelas dia sudah tidak ada di dunia. " geram Tya.


Tidak, apapun caranya aku harus mendapatkan Zayn. Sia sia jika dia menyerah karena dirinya berhasil menyingkirkan Vania dan sekarang giliran Senja yang harus disingkirkan pikirnya.


Tya mengambil bingkai foto dari dalam laci kemudian menatap lekat foto itu. Dia sudah lama telah mengagumi Zayn saat Zayn masih bersama dengan Vania kakaknya. "Aku tidak akan rela jika kamu dimiliki gadis udik itu


Zayn. " ucapnya perlahan.


Tya memasukkan foto itu dalam laci, setelah itu menghubungi orang suruhannya. "Bagaimana apa yang dilakukan gadis udik itu. " cecar Tya dengan nada tak sabaran.


"Dia berada di rumah orang tuanya Nona!


" Oh baiklah terus awasi dia. " Setelah itu sambungan terputus, seringai terbit di sudut bibirnya. Dia memiliki rencana licik saat ini, Tya melirik jam tangannya menunjukkan waktu 05.00 sore.


"Aku harus bersabar sebentar!


Tya pun bangkit, pergi ke kamar mandi. Satu jam kemudian dia selesai berendam dan kini tengah berganti pakaian. Setelah selesai, dia menyisir rambutnya kemudian memberikan lipstik di bibirnya itu.


Setelah semuanya beres, Tya menyambar tasnya lalu ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu. Dia berjalan melewati Maminya yang berada di ruang tamu. Mami Zoya merasa sedikit heran melihat penampilan puterinya itu. " Tya, hari sudah gelap kamu mau ke mana lagi sayang. " cecar Mami Zoya.


"Mau main ke rumah teman Mi! balasnya berbohong. Tyapun melenggang ke luar dari mansion tanpa menunggu Maminya kembali menasehati dirinya.


Mobil lamborghini itupun melesat jauh, melewati jalanan. Selama di perjalanan, Tya tak hentinya menyunggingkan senyum miring nya mengingat rencananya pasti akan berhasil pikirnya.


Tak lama kemudian akhirnya sampai di kediaman Zayn. Tyapun langsung turun dari mobilnya, dia menggeram melihat sebuah mobil berada di sebelah mobilnya. " Siapa pemilik mobil mewah ini. " pikir Tya merasa penasaran.

__ADS_1


Tya tak ambil pusing, dia langsung mengetuk pintu mansion Zayn. Cklek pintu terbuka, Andra menatap Tya dari atas sampai bawah. "Maaf Nona saya tidak menerima cabe cabean seperti kamu untuk datang ke mari. " ucap Andra ketus.


"Minggir. " Tya memaksa masuk ke dalam, Andra berdesis kesal dan segera menutup pintunya kemudian menyusul si cabe cabean wkwk.


"Malam kak Zayn. " sapa Tya dengan nada centilnya. Zayn mengangkat wajahnya, dia langsung melirik tajam kearah Andra.


"Nih si cabe cabean yang maksa masuk Zayn. " jelas Andra dengan raut kesalnya.


"Tutup mulutmu. " bentak Tya dengan nada sini sinisnya.


Tya memalingkan wajahnya, kembali menatap Zayn dengan tatapan penuh damba hal itu sontak membuat Zayn merasa risih dengannya. Sementara Tya dengan berani duduk di pangkuan Zayn, namun dengan cepat Zayn mendorongnya keras hingga tersungkur di lantai.


"Auw. "


"Jaga sikapmu wanita murahan, sebagai seorang wanita harusnya jaga diri bukan mengejar ngejar pria dan mencoba merayunya. Sekali kali aku tegaskan, aku tidak tergiur dengan tubuh menjijikan itu gadis manja. " geram Zayn penuh penekanan.


Zayn melirik kearah Andra dengan tatapan menusuknya. "Singkirkan cabe cabean itu atau perlu lempar saja ke kolam buaya milik sepupu kamu Ndra. " ucap Zayn dengan kejam.


"Siap Boss!


"Auw auw sakit sialan. " tubuh Tya terasa sakit semuanya akibat dilempar Andra. Tya langsung bangun kemudian memberikan tatapan sinisnya kearah Andra.


Andra hanya memasang wajah tak berdosanya dihadapan Tya, setelah itu kembali kedalam mengabaikan Tya yang melototinya. Tya mendengus keras, rencananya gagal total dan ini semua gara gara Andra, sahabat Zayn.


Di Kamar Zayn


Mood Zayn seketika hancur, dia berharap Senja lah yang datang tapi nyatanya malah si cabe cabean yang datang. Sejak tadi dia melirik ponselnya namun tak kunjung menyala, berharap gadis nakalnya itu mengajaknya video call atau panggilan telepon biasa.


Drt drt drt


Wajah Zayn berbinar cerah, dia langsung mengambil ponselnya kemudian membuka chat dari Senja.


From Gadis nakalku


Mas tampan kangen aku ya ლ(◉❥◉ ლ)

__ADS_1


jari Zayn dengan lincah membalas chat dari gadis kesayangannya itu.


to Gadis nakalku


Sangat kangen sayang sama kamu gadis nakal Mas ♡´・ᴗ・`♡


From gadis nakal


Sabar ya Mas! lusa aku pulang kok, lagian di sini aku menumpahkan rasa rinduku pada Ayah dan Ibu. 😘


Zayn kini melakukan panggilan video call dan mengatakan kedatangan si Tya pada Senja. Senja merasa geram dan tak lama tersenyum licik di balik video. "Untungnya mas duda gak kegoda sama si kutu loncat. "


"Iya sayang, lain kali mas akan pasang bodyguard agar Tya tidak bisa datang seenaknya di mansion kita. "


Senja mengangguk menyetujui keputusan kekasihnya itu. Satu jam kemudian video call mereka berakhir, Zayn meletakkan ponselnya di meja. Dia bangkit dan ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga. Dia menarik kursi lalu duduk berseberangan dengan Andra di meja makan.


"Gimana Zayn, kamu sudah beritahu Senja mengenai kedatangan Tya. "


"Udah tadi! Zayn mengambil nasi dan lauk, setelah itu mengunyahnya dengan lahap begitu juga dengan Andra.


" Lalu bagaimana dengan tanggapan gadismu itu. " cecar Andra merasa penasaran.


Zayn terdiam sejenak, lalu menjelaskannya pada Andra. Andra hanya manggut manggut, setelah itu fokus pada makanan masing masing.


Huh seandainya ada Senja pasti seru pikir Zayn.


Zayn segera menyelesaikan makannya, setelah itu memilih duduk di ruang tamu di susul Andra. Keduanya menonton televisi, acara tim sepak bola kesayangan mereka. Andra diam diam melirik kearah Zayn kemudian tersenyum geli. "Sudahlah lagian Senja berada di rumah orang tuanya 'kan bukan rumah selingkuhannya ngapain dirindukan sih cuma dua hari doang di sananya. " sindir Andra.


"Hm berisik jomblo. " desis Zayn dengan tatapan tajamnya.


"Menyebalkan! Andra memilih diam, malas berdebat dengan sahabatnya itu jika dirinya yang menjadi obyek ejekannya si duda kurang belaian.


Zayn hanya acuh, fokus pada pertandingan sepak bola di televisi, mengabaikan sahabatnya yang terus menggerutu kesal.


TBC

__ADS_1


__ADS_2