Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 63 - HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan cepat, Zayn dan keluarga besarnya turut hadir dalam acara pernikahan dua pasangan mempelai laki laki dan perempuan. Senyuman tak lepas dari bibir Andra dan Kirana begitu juga dengan Rega dan Maya.


Selesai janji suci pernikahan, kini acara pelemparan bunga oleh para mempelai. Zayn segera berbisik pada sang istri tercintanya itu, Senja hanya menanggapinya dengan decakan.


"Lempar lempar lempar!


Andra dan Kirana melempar bunganya ke depan, hup tiba tiba Zayn menangkap bunga itu hingga semua orang memandang kearahnya.


" Wah selamat selamat!


"Ck kembalikan bunganya Mas, emangnya kamu mau nikah lagi hah! Wajah garang Senja langsung kelihatan, Zayn menelan ludahnya dan segera melempar bunganya ke sembarang arah sebelum wanitanya mengamuk.


" Enggak sayang enggak hehe! Senja mendengus kesal, dia melengos pergi begitu saja meninggalkan sang suami. Zayn langsung mengejar istrinya itu sebelum ngambek.


Senja membawa Jingga ke sudut ruangan, dia terus menggerutu di depan princess kecilnya. Seolah tahu Jingga tertawa khas bayi melihat sang mommy yang tengah kesal, Senja menatap puterinya kemudian tersenyum kecil.


"Kamu tahu ya sayang kalau mommy lagi kesel sama daddy kamu hemm. "


Senja terkekeh melihat puteri kecilnya berusaha mengajaknya berbicara, Zayn datang dan langsung duduk di sebelah sang istri. Dia langsung merangkul tubuh sang istri dari samping dan berusaha merayunya. "Jangan ngambek lagi ya sayang, lagian mas enggak niat nikah lagi kok tadi cuma bercanda!


" Hn. "


Maya dan Rega datang menghampiri mereka dengan senyuman di bibir mereka. "Kenapa nih kok kayaknya ada yang ngambek? "


"Ini Mas Zayn pengen nikah lagi katanya, tadi pas nangkep bunga dari Andra dan Kirana. " ujar Senja dengan nada juteknya.


Maya dan Rega langsung terbahak mendengarnya, Zayn melirik tajam kearah dua mempelai baru itu. Keduanya hanya nyengir dan langsung pergi dari sana.

__ADS_1


Pesta di lanjutkan hingga sore hari di ballroom hotel bintang lima. Andra dan Rega menyambut para tamu dari kolega yang mereka kenal. Sedangkan para wanita kini tengah berkumpul di ruangan tengah, Senja memangku puterinya sambil duduk dan Kirana menciumi si kecil Jingga dengan lembut dan gemas.


"Nah jangan lupa ya ceritakan malam pertama kalian berdua masing masing. " ledek Senja dengan nada jahil.


"Itu privasi kali Nja. " protes Kirana menatap tajam kearah sahabatnya itu. Maya tampak merona mendengar ledekan sahabatnya, Senja hanya tertawa melihat reaksi berbeda dari kedua sahabatnya itu. Kirana mengedarkan pandangannya kearah suaminya Andra, akhirnya dirinya resmi menjadi nyonya Kalandra Alister Malik.


"Aku tak menyangka, akhirnya aku resmi menikah dengan Andra!


Senja tersenyum tulus melihat kebahagiaan yang kini di rasakan Kirana dan Maya. Mereka bertigapun kembali mengobrol, hingga suara tawa mereka terdengar sampai kearah Zayn, Andra dan lainnya.


Menjelang malam Zayn dan keluarga kecilnya berpamitan pulang. Zayn tancap gas, melajukan mobilnya menuju ke mansion miliknya. Senja mengusap pipi puterinya dengan lembut, dia mengulum senyumnya melihat princessnya ketiduran.


30 menit akhirnya mereka sampai, Zayn segera turun dari mobil, membuka pintu untuk istrinya setelah itu masuk ke dalam mansion. Mereka berdua langsung bergegas ke kamar mereka, mengingat hari sudah larut malam.


Skip Di kamar


Cup Zayn mencium kening istrinya sekilas, lalu turun di bibirnya dengan memberi sedikit lumaaatan kecil di sana. Tangan besarnya mengungkung tubuh sang istri dari samping, lalu mengusap pipi Senja. "Iya sayang aku setuju dengan idemu itu. " balas Zayn sambil melengkungkan senyum tipisnya.


"Sayang, aku pengen dengar cita citamu dulu itu apa sih? " tanya Zayn.


Senja tertawa kecil mengingat cita cintanya saat sebelum mengenal Zayn, Zayn merasa penasaran melihat istrinya yang kini malah tertawa. "Entahlah aku aneh lho, dulu cita cita pengen nikah sama duda haha. " jelasnya sambil tertawa pelan.


"Sudah terwujud sekarang sayang, ya anggap saja cita cita anehmu itu membawa berkah untukmu sayang. " candanya. Senja tersenyum geli jika mengingat sikapnya dulu saat masih berstatus! lajang.


Senja mengangguk, menelusupkan wajahnya ke dada Zayn lalu memejamkan matanya begitu juga dengan Zayn.


❣️❣️💔

__ADS_1


Sementara itu Maya dan Rega kini masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Maya langsung membatasi tempat tidurnya dengan dua guling, Rega yang melihatnyapun menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa kamu menempatkan guling di tengah tengah sayang? "


"Enggak papa, biar serigalanya tak menerkam aku Mas. " jawab Maya dengan nada waspada.


Rega menyibak rambutnya, dia menghela nafas pelan, lalu naik ke atas ranjang setelah berganti pakaian. Dia memperhatikan gadis kecilnya yang masih menggenakan gaun pengantin. "Yank, kamu enggak gerah apa ya, gih cepat ganti baju setelah itu emm berolahraga! ujar Rega dengan santai.


" Eh iya Mas. " Maya membuka gaunnya lalu pergi ke kamar mandi. Sedangkan Rega mengoyak atik ponselnya sembari menunggu sang istri.


30 menit berlalu Maya ke luar menggunakan jubah mandinya, dia segera membuka lemari pakaian. Kedua matanya melotot, melihat berbagai lingerie dengan model berbeda, brak Maya menutup lemarinya dengan keras.


Dia membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat sang suami berada di hadapannya sambil tersenyum miring. "Ayolah sayang kamu pakai salah satu gaun malam itu aku yakin pasti sangatlah seksi. " rayu Rega.


"Enggak!


" Mas pilihin gaun yang tertutup untuk aku, aku sangat lelah dan pengen cepat cepat tidur. " desak Maya dengan nada memerintah.


Regapun berdecak kesal, dia segera memilih salah satu piyama lalu memberikannya pada Maya. Maya langsung membawanya ke kamar mandi, Rega menghela nafas panjang dan kembali berbaring di atas kasur. Tak lama Maya ikut berbaring di sebelahnya, menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuhnya lalu memejamkan kedua matanya.


Terdengar dengkuran halus, membuat Rega berulang kali membuang nafas kasar dan sesekali mengumpat dalam hatinya. Dia menatap langit langit kamarnya dengan raut kesal, sesekali melirik kearah samping istri kecilnya sudah terlelap dalam mimpi.


"Apes, malam pertama gagal total, enggak ada acara unboxing ckckck. " dengus Rega, meratapi nasibnya di malam pertamanya yang tertunda.


"Sabar sabar, gini nih nikah sama bocah, untung sayang untung cinta ckckck. " duel Rega dalam hatinya. Dia memperhatikan punggung sang istri, memutuskan membawanya ke dalam pelukan dari belakang. Rega menelusupkan wajahnya ke leher Maya, memejamkan kedua matanya dan tak lama terbang tinggi ke alam mimpi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2