Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 124 ~ Extra Part 8 Melisa Story Chap 7


__ADS_3

"Apa dia tak salah dengar, ucapan suaminya barusan! Viona hanya bisa terdiam mendengar penuturan Alex tadi. Alexpun semakin kesal melihat istrinya yang hanya diam saja, sepertinya dugaannya memang benar.


" Ya anggap saja seperti itu Mas. " ujar Viona dengan santai, meski dalam hati was was takut emosi suaminya meledak. Alex mengepalkan tangannya, entah kenapa ada rasa sesak dalam dirinya melihat sang istri ingin mengakhiri pernikahan mereka.


"Bukankah ini pernikahan impianmu, bisa menikah denganku tapi kenapa kamu berubah, atau karena aku belum menyentuhmu Viona, makanya kamu ingin cepat cepat mengakhirinya, supaya kamu bisa bermesraan dengan pria lain. " pungkas Alex dengan tatapan tajamnya.


Deg hati Viona seketika sakit, mendengar tuduhan menyakitkan keluar dari bibir suaminya. Tak menyangka pria yang dicintainya bisa mengucapkan hal menyakitkan, padahal dia ingin membantu Alex melepaskan hubungan konyol ini tapi kenapa Alex malah marah marah pikirnya.


Tubuh Viona langsung bergetar, dia berusaha menahan tangisannya dan menatap kearah Alex dengan lembut. "Kenapa kamu harus marah Mas, lagian aku hanya istri sementara kamu, apa kamu lupa saat awal awal menikah. " ujar Viona dengan tenang.


"Enggak perlu kamu ingatkan, aku juga tidak lupa Viona. " ujar Alex dingin.


"Sebaiknya kamu pulang saja sendiri, jangan manja dan menungguku. "


Viona berbalik, ke luar dari kamar dan menuruni tangga. Setelah pamit pada mertuanya, gadis itu ke luar dari kediaman Fernandez. Alex terdiam kaku, melihat kepergian istrinya yang pergi begitu saja tanpa menoleh kearahnya.


"Setidaknya mbak Melisa tidak jadi menikah dengan mas Alex, jika jadi hidupnya pasti sangat tertekan seperti aku sekarang. " Viona berjalan kaki sambil menghela nafas panjang, teringat perdebatan nya dengan Alex.


Tin tin tin


Viona mengabaikannya, dia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Tak lupa dia memesan taksi, dirinya ingin menjauh sementara dari Alex, suaminya. Alex langsung mengumpat, melihat istrinya memilih masuk ke dalam taksi.


Viona dengan cepat mengirim pesan pada Alex suaminya.


To Mas Alex


Untuk sementara lebih baik kita berjauhan ya mas, supaya mas merasa bebas tanpa ada gadis bawel sepertiku yang menyusahkanmu.


TOLONG JANGAN GANGGU AKU


Setelah pesan terkirim, Viona mematikan ponselnya agar Alex tak bisa menghubunginya. Beberapa saat kemudian taksi berhenti, dia segera turun dan membayarnya lalu berjalan menuju ke rumah kontrakannya yang jauh dari kota.

__ADS_1


Viona memutuskan bersih bersih setelah selesai segera berpakaian lalu ke luar dan duduk di sofa. Sementara Alex langsung marah marah setelah membaca pesan dari Viona, dia meminta anak buahnya mencari keberadaan istri kecilnya itu.


"Baiklah aku akan ke sana. " Alex melajukan mobilnya ke suatu tempat di mana Viona berada. Setibanya di sana Alex segera turun dan mengetuk pintu rumah Viona.


Cklek pintu terbuka, Viona terkejut melihat suaminya dan Alex menerobos masuk ke dalam. Dia mendekati istri kecilnya kemudian memeluknya, Viona berusaha memberontak dan mendorongnya sekuat tenaga. "Untuk apa kamu ke sini, apa mas enggak baca pesanku. "


"Ternyata Rencanamu berhasil menarik perhatianku Viona. " ujarnya tersenyum miring, Viona hanya diam mendengar sindiran suaminya.


Alex segera menariknya ke dalam kamar, Viona berusaha menolaknya namun tenaganya cukup kalah. Sore itu Alex meminta haknya pada Viona yang tertunda dan dia berhasil menjadikan Viona sebagai miliknya seutuhnya.


**


Malam harinya keduanya baru saja selesai bergumul di ranjang. Alex memperhatikan tubuh wanitanya yang bergetar, terdengar suara isakan kecil di sana. Dia membalik tubuh Viona, lalu membawanya ke dalam pelukan.


Viona mendorong tubuh Alex, dengan sisa sisa tenaganya dia menarik selimut dan membawanya ke kamar mandi. Alex menghela nafas kasar, sepertinya Viona semakin membencinya. Selesai mandi dan berganti pakaian, Viona memutuskan pergi ke kamar sebelah, dirinya sangat enggan bersama Alex.


Alex juga telah mandi dan kembali berpakaian lengkap, sampai kapanpun dia tak akan menceraikan Viona apapun alasannya. Alex kini tengah memperhatikan Viona yang berada di kamar. "Sebaiknya kamu pulang saja mas, aku ingin tinggal di sini sementara waktu. " ujar Viona.


Vionapun sudah lelah, memilih berbaring membelakangi Alex, Alex hanya bisa menghela nafas panjang dan ikut berbaring di sebelah sang istri.


##


Berbeda dengan Adam dan Melisa yang kian hari semakin romantis dan lengket, Melisa semakin gugup mengingat lusa adalah hari pernikahannya dengan Adam. Pagi ini Melisa membuatkan sarapan untuk calon suaminya yang super mesum itu.


Tangan Adam melingkar di pinggang Melisa, Melisapun terrsentak kaget. "Sayang kenapa kamu bangun dulu, harusnya kamu bangunin aku juga. " ujarnya dengan nada manja.


"Pria tuaku yang manja. " ledek Melisa.


Adampun membalik tubuh kekasihnya lalu menghabisi bibir mungil wanitanya yang nakal. Melisa membalas ciumannya sambil mengusap dada polos Adam.


.

__ADS_1


Setelah di rasa hampir kehabisan nafas, Adam baru mengakhiri ciumannya. Adam mengusap pinggul wanitanya hingga ke bawah, saat ini Melisa memakai kemeja Adam yang kebesaran di tubuhnya. Dia melenguh pelan, merasakan sentuhan tangan Adam di tempat sensitifnya.


"Mas harap kamu secepatnya hamil sayang, aku tak sabar melihat kamu mengandung buah cinta kita. "


"Sama mas aku juga. " Adam mengajak Melisa pergi ke ruang tamu, keduanya berada di posisi paling intim mengingat hanya ada mereka di penthouse.


Tangan nakal Adam masuk ke dalam kemeja Melisa dan mulai memainkan buah favoritnya. Melisa mengulum senyumnya sambil sesekali mendesah pelan. "Aku tak akan membiarkan wanita lain merebutmu mas, kamu hanya milikku mas Adam. " batin Melisa,


Drt


drt


drt


Adam langsung mengumpat karena kegiatannya terganggu, dia mengambil ponselnya dari dalam saku, melihat siapa yang menghubunginya. "Ck kenapa Vanilla hubungi kamu sih mas. " ujar Melisa dengan nada cemburu.


Adam menaruh ponselnya, melanjutkan kegiatan favoritnya tadi. Lagi lagi ponselnya berdering membuat Adam geram dan kesal.


"Ya Halo ada apa nona Vanilla!


" Hai Adam, orang tuaku ingin bekerja sama denganmu dan bisakah besok kita bertemu. " seru Vanilla di ujung telepon.


Adam menoleh kearah Melisa, lalu menghela nafas kasar. Diapun menyetujuinya setelah itu memutus sambungannya langsung. Melisa memasang wajah masam, melihat calon suaminya ingin bertemu Vanilla dan orang tuanya. Adam sangat tahu jika wanitanya kini tengah cemburu, dia langsung memeluk tubuh gadisnya dan menaruhnya diatas paha.


"Sayang aku menyetujuinya hanya karena bisnis bukan yang lain. "


"Mas harus hati hati, Vanilla gadis yang nekat dan aku tak mau kamu berpaling dan terpengaruh olehnya. " Adam mengangguk, lagi lagi mengecup bibir wanitanya kemudian meluumaatnya dengan liar.


Setelah itu Adam membawa Melisa ke dadanya, lalu memeluknya erat. Berkali kali mengecup kening dan mengucapkan cinta pada wanitanya. Hati Melisa berbunga bunga mendapat ungkapan cinta dari Adam.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2