Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 107 ~ MUSIM KEDUA Part 33 - PERGI DARI RUMAH


__ADS_3

...Bertahan atau menyerah!...


^^^~ Jingga ~^^^


...Siapin tisu ya buat lap ingus 🤗🙃...


Siang ini Jingga merasa bosan, diapun dengan iseng mengambil ponsel suaminya. Dia sangat terkejut membaca pesan dari Anna, mencoba menahan amarahnya. "Gadis tidak tahu malu ini perlu di kirim ke neraka kayaknya. " geram Jingga dengan asal.


Tak lama Mike kembali membawa salad untuk istrinya itu. Setelah menaruhnya di meja, dia segera duduk di sofa, memandang heran kearah istrinya. "Yank nih salad buahnya sudah siap, kamu lihatin apa sih kok kayak kesal


gitu. "


Jingga langsung melempar ponsel suaminya ke sembarang arah, Prang. Mike sangat terkejut dengan tindakan istrinya barusan. "Jadi selama ini wanita sialan itu terus menghubungi Mike. " geram Jingga.


"Maksud kamu Anna!


"Tapi dia cuma menanyakan kabar saja baby tak lebih. " balas Mike dengan lembut.


"Belain saja terus dia, bisa bisa gadis itu besar kepala. Kenapa tidak sekalian kamu nikahi saja dia agar kalian puas bertemu. " ujar Jingga dengan nada datarnya.


"Jingga. " bentak Mike tanpa sadar menaikkan nada bicaranya, Jingga sangat muak melihat suaminya yang terus menerus membela Brianna di depannya. Mikepun tersadar, dia menatap istrinya dengan rasa bersalah, mencoba meraih tangan sang istri namun di tepis kasar oleh Jingga.


Mata Jingga berkaca kaca, tak menyangka suaminya kembali membentaknya hanya karena Brianna. Sakit hati, istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya membela sahabatnya daripada istrinya, apalagi dirinya tengah hamil sekarang.


"Yank, maaf bukan maksudku.. "


Jingga bangkit dan melengos pergi sambil menangis. Mikepun bangkit dan berlari menyusul istrinya ke kamar mereka berdua.


Tok


tok


tok



"Sayang, buka pintunya aku mau bicara!

__ADS_1


Jingga tak menyahut, dia terus menangis mengabaikan teriakan suaminya. Dia berdiri di balik pintu, mendengar semua permintaan maaf dari Mike. Satu jam kemudian, Mike merasa usahanya sia sia karena istrinya tak membuka pintu, berarti Jingga benar benar sangat kecewa padanya.


Di dalam kamar Jingga menekan dadanya, hatinya sangat sakit dan juga kecewa pada sang suami.


...Sakit banget di bentak suami, apa aku enggak berarti di hidupnya.....


...Apa Mike telah berpaling darinya?...


...Bahkan Mike terus membela Brianna di hadapan aku, istrinya....


Pertanyaan pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, memikirkan segala kemungkinan mengenai Mike. Jingga pun berjalan, dia kini duduk di atas kasur, masih sesegukan terngiang bagaimana suaminya membentaknya.


"Hiks hiks sakit rasanya. " gumam Jingga dengan lirih.


Ingin sekali dia menyerah namun dirinya teringat jika tengah hamil.


Hamil!


Jingga menunduk ke bawah, menatap sendu perut ratanya sambil mengusapnya pelan. Dia terus menangis tanpa suara, mencoba menahan rasa getir yang kini dia rasakan sekarang.


"Maafin bunda sayang, maaf karena bunda saat ini kecewa sama papa kamu. "


Jinggapun meraih ponselnya, ternyata sang mommy lah yang menelponnya. Dia menekan tombol hijau dalam layar ponselnya.


"Halo Mommy!


"Sayang apa kamu baik baik saja sekarang? "


Nyess... ikatan batin seorang ibu benar benar kuat!


"Mommy, mommy hiks. " tangis Jingga langsung pecah, dia tak sanggup menahannya dari kemarin. Terdengar kepanikan di ujung sana, Jingga hanya menangis dalam telepon.


Tut dia mematikan sambungannya, menaruh ponselnya di atas laci. Tiba tiba Jingga memegangi perutnya, dia meringis kesakitan.


"Awh huh huft. " ringisnya. Dia berusaha mengontrol dirinya, tak ingin terjadi sesuatu sama janinnya. Setelah di rasa tenang, Jingga merasa lega namun kesedihan di wajahnya masih melekat jelas di sana.


tok

__ADS_1


tok


tok


"Jingga sayang, ini mommy nak buka pintunya! Jingga pun terlihat ragu ragu, dia turun dari kasur, berjalan kearah pintu. cklek dia membuka pintunya, mommy langsung masuk ke dalam dan menutup pintu kamar puterinya.


Jingga langsung berhambur memeluk tubuh sang mommy dan kembali menangis. Mommy Senja ikut merasakan sedih, melihat keadaan puterinya saat ini. "Sayang katakan sama mommy, apa yang telah terjadi nak!


Jingga melepaskan pelukannya, Mommy membawanya duduk di sofa. " Ayo sayang jelaskan, apa kamu bertengkar dengan suami kamu nak!


"Hiks mom, aku ingin pulang ke mansion Daddy. " pintanya sambil sesegukan. Mommy Senia menghela nafas panjang, sepertinya puterinya tak mau mengatakan pernah


masalahannya.


"Baiklah sayang ayo pulang, mumpung hari belum gelap! Jingga mengangguk, keduanya ke luar dari kamar. Mereka berjalan melewati Mike yang tengah menatap Jingga sendu. Diapun langsung menyusul istri dan mertuanya sebelum keduanya keluar.


" Mom, Jingga mau ke mana? "


"Untuk sementara Jingga tinggal bersama mommy dan daddy, mommy tak ingin membuat Jingga stress di sini dan berpengaruh pada kandungannya!


"Mommy enggak tahu masalah kalian apa, yang jelas jika kamu menyakiti Jingga, mommy pastikan kamu tak akan bertemu dengannya lagi. " ujar Mommy dengan tegas. Mommy merangkul puterinya, lalu membawanya pergi.


Mike terdiam membeku mendengar ucapan sang mertua, dia semakin panik dan kembali mengejar mereka sampai di luar. "Sayang, aku mohon jangan tinggalin aku, aku tahu aku salah. " ujarnya pada Jingga.


Jingga memilih memejamkan matanya, menulikan telinganya mendengar omong kosong dari Mike. Mommy mengenggam tangan puterinya, lalu melirik menantunya itu sambil berkata. "Biarkan istrimu tinggal di mansion, sebaiknya kamu tanyakan pada dirimu nak, kenapa kamu bisa membuat istrimu sangat kecewa. Ya mommy harap, Jingga masih sabar menghadapimu jika tidak bersiaplah dia melayangkan gugatan cerai. "


"Jalan pak! sopir pun melajukan mobilnya, meninggalkan Villa Mike. Mike menatap kepergian istrinya dengan tatapan sendunya. Kini dia hanya bisa menyesali sikapnya yang telah membentak sang istri yang tengah hamil.


" Maafkan aku sayang, maaf aku harap kamu masih mau bersama dengan pria brensek ini. " gumam Mike lirih.


Mike berbalik, melangkag gontai memasuki Villa. Dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan, keromantisan bersama istrinya selalu terbayang di kepalanya.


"Ahhhh, kamu bodoh Mike bodoh! makinya pada diri sendiri. Dia langsung pergi ke kamarnya bersama sang istri. Mikepun melepaskan kaos yang di pakaiannya, tubuhnya diapun duduk di bawah dekat ranjang.Kini Mike memandang foto pernikahannya dengan Jingga, wanita yang dia cintai sekaligus dia kecewakan.


Tes tes Mike menitikkan air matanya, dia benar benar menyesali kebodohannya, membuat istrinya pergi meninggalkannya. Ucapan mertuanya terus terngiang ngiang di kepalanya, tiba tiba dadanya terasa sesak jika mengingat hal itu. Dia tak mau jika Jingga mengugat cerai dirinya karena Mike tak sanggup hidup tanpa wanita yang di cintai.


" Sayang, maafkan suami bodohmu ini. Aku mohon kembalilah sayang. " racaunya. Mike terus menangis menyesali kebodohannya, ingin sekali memeluk wanitanya dan meminta maaf.

__ADS_1


"Hiks sayang kembalilah aku mohon Jingga, kamu bisa hukum suami bodohmu ini dengan apapun. " gumam Mike. Mike mengusap wajah nya kasar, dia tak bisa berbuat apapun selain pasrah dengan keputusan istrinya.


bersambung


__ADS_2