Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 28


__ADS_3

"Maafin aku sayang. " Bara mencium leher sang istri, Binar hanya diam membiarkan suaminya berusaha merayunya. Wanita itu membalik tubuhnya, Bara memeluk pinggangnya namun tak terlalu erat.


"Please jangan diemin aku sayang, aku gak tahan kamu diamkan seperti ini. " ucap Bara dengan wajah frustrasinya. Binar menatap dalam manik kelam sang suami, ada rasa iba dalam dirinya melihat suaminya gusar seperti sekarang.


"Apa aku sudah keterlaluan pada mas Bara? " batin Binar.


"Ayo duduk dulu mas. " Bara menuntunnya duduk di sofa dengan Binar di pangkuannya, Binar merasa berat namun tak dipedulikan Bara.


Bara mencium bibir sang istri penuh gelora dan kerinduan. Binar mengalungkan tangannya, membalas ciuman sang suami. Pria itu melepaskan ciumannya, dia sangat senang melihat istrinya yang mau berbicara lagi dengannya. "Calon baby kita merindukan daddynya mas. " Binar menaruh tangan suaminya di atas perutnya, Bara langsung menyapa calon buah hatinya bersama Binar.


"Daddy juga rindu kamu baby. " Bara mencium dan mengelus perut buncit istrinya, Binar mengulum senyumnya melihat tingkah sang suami.


"Daddy, Mommy. " Adrian berlari kearah orang tuanya, Binar turun dari pangkuan sang suami namun pria itu tetap mendekapnya dari belakang.


"Mom, Dad. " panggil Adrian lagi.


"Ya sayang ada apa? " tanya Binar dengan senyuman hangatnya.


"Aku mau ajak Sherry ke sini boleh 'kan? " tanya Adrian yang mulai bicaranya tak lagi cadel. Adrian menjelaskan siapa itu Sherry pada kedua orang tuanya.


"Tentu saja boleh sayang, ajaklah dia masuk ke dalam dan bermainlah dengan Sherry. " sahut Bara pada puteranya. Adrian tersenyum kegirangan, meninggalkan orang tuanya dan berlari ke luar. Tak lama bocah itu mengajak seorang gadis kecil masuk ke dalam.


"Halo sayang nama kamu siapa? " tanya Binar pada bocah manis itu.


"Sheryanne Alceena Rain, panggil saja Sherry, Bibi. " jawab Sherry dengan senyum polosnya.


"Wah nama yang indah dan cantik seperti kamu sayang. " ungkapnya.


"Terimakasih Bibi. " Sherry mengikuti Adrian, keduanya bermain bersama. Binar dan Bara saling melempar senyuman, keduanya tertawa bersama.


"Sepertinya Sherry yang akan jadi pasangan Adrian kelak sayang. " ucap Binar sambil tersenyum lebar.


"Kamu mikirnya terlalu kejauhan sayang. " sahut Bara sambil tertawa. Binar merengut sebal, Bara terkekeh melihat istrinya yang merajuk. Dia menggeleng pelan melihat tingkah sang istri yang menggemaskan.

__ADS_1


Adrian membawa Sherry menemui orang tuanya. "Mommy, Daddy bolehkah Sherry tinggal di sini? " tanya Adrian.


"Tentu saja boleh sayang, tapi bagaimana dengan orang tua Sherry? " tanya Binar dengan lembut. Sherry menunduk mendengar penuturan Mommy Binar, Binar terlihat kebingungan.


"Ayah dan Ibu ninggalin Sherry sendirian Bibi di jalan. " jawab Sherry mengatakan kejadian sebenarnya. Binar merasa tak percaya sekaligus kasihan pada gadis kecil seperti Sherry.


"Lalu selama ini Sherry tinggal bersama siapa sayang? " tanya Binar lagi.


"Sherry kemarin tinggal bersama Uncle Galen dan Aunty Delima karena uncle Galen yang menolong Sherry, mommy. " sahut Adrian. Binar mengangguk paham, diusapnya kepala Sherry dengan penuh kasih sayang.


Kehadiran Sherry menambah warna dalam hidup Binar dan Bara, Adrian sangat senang dengan kehadiran Sherry.


###


Note : Othor percepat alurnya karena kisah Bara dan Binar udah gak ada pelakor wkwk.


Beberapa tahun berlalu


"Pagi mom, dad. " sapa Adrian setelah sampai di meja makan. Tatapannya kini tertuju pada gadis yang ada di hadapannya. Sherryanne Alceena Rain, gadis yang dulu menjadi teman bermainnya.


Sherry tampak salah tingkah di perhatikan teman masa kecilnya itu. Dia memilih fokus pada makanannya, mengabaikan lirikan Adrian.


"Pagi juga sayang, mana adikmu Reva? " tanya Mommy Bi pada puteranya itu.


"Bentar lagi turun mom. " jawabnya singkat.


"Sherry sayang katanya kamu ingin bicara sesuatu nak? " tanya Mom B pada gadis yang dia anggap puterinya itu. Sherry menghela nafas panjang, tak lama Reva datang dan bergabung bersama mereka.


"Mom, Aku ingin mencari orang tua kandungku. " ucap Sherry dengan pelan.


"Kenapa, kau sudah tidak betah tinggal di sini hah. " Wajah Adrian tampak mengeras, sorot matanya tampak tajam kearah Sherry. Mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain, lalu kembali melihat Sherry.


"Bukan gitu kak, hanya saja aku ingin merasakan kasih sayang orang tua kandungku. " jawab Sherry dengan ragu ragu takut membuat amarah Adrian meledak ledak.

__ADS_1


Brak Adrian menaruh sendoknya dengan keras, meluapkan kekesalannya. Daddy Bara hanya tersenyum menggeleng melihat kelakuan puteranya yang sama seperti dirinya saat muda. "Jadi kau ingin melepaskan nama belakang Adhitama dalam namamu lalu mencari orang tua yang membuangmu itu Sherry. " geram Adrian.


"Iya. " gumam Sherry justru menambah kemarahan Adrian. Adrian bangkit, menyeretnya ke luar dan semua orang tak bisa menghalanginya.


"Daddy lakuin sesuatu. " Mommy B tampak panik dan cemas dengan keadaan Sherry, Daddy Bara menenangkan sang istri dan terlihat tenang.


"Aku yakin Adrian tak akan menyakiti Sherry, paling juga membuatkan cucu untuk kita. " celetuk Daddy asal.


"Daddy. " pekik mommy yang di balas cengiran pria gagah itu. Reva hanya bisa tersenyum geli mendengar pembicaraan orang tuanya, dia juga khawatir dengan Sherry, kakak perempuan kesayangannya.


"Awas saja jika kak Adrian nyakitin kak


Sherry. " batin Reva kesal.


"Kak tanganku sakit. " ujar Sherry yang langsung menghempas tangan Adrian, gadis itu mengusap tangannya. Adrian menatapnya tajam, Sherry tak takut dengan manik elang milik sahabat kecilnya ini.


"Kau tak lagi menyayangi mommy dan daddy, kau lupa Sherry mommy dan Daddylah yang memberimu kasih sayang dan membesarkan kamu. "


"Aku sangat menyayangi mommy dan daddy kak, tapi apa aku salah mencari keberadaan wanita yang melahirkanku!


Keduanya sama sama keras kepala, Adrian mengepalkan tangannya melihat sikap Sherry yang kekeh. "Jika itu keinginanmu pergilah jauh Sherry, lalu jangan kembali lagi. " ucap Adrian dengan nada datarnya.


"Maafkan aku kak. " Sherry berbalik pergi, meninggalkan kediaman Aditama. Adiriab mengumpat kasar menatap kepergian Sherry.Pria itu melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke kantor. Di sisi lain Sherry kini berada di apartemen sahabatnya Moza.


"Kamu sudah yakin ninggalin keluargamu Sher? " tanya Moza mencari tahu.


"Entahlah Za, aku ragu. Aku terlalu menyayangi Mommy dan Daddy, pasti mereka kecewa denganku. "


"Sebaiknya temui orang tuamu dulu Sherry, setelah itu baru ambil keputusan. " ujar Moza memberikan pendapatnya. Sherry juga mengatakan hubungan pertemanan nya dengan Adrian merenggang, Adrian marah besar padanya. Mozapun hanya bisa diam, mengusap punggung sahabatnya itu sambil memberi nasehat.


Sherry memikirkan ucapan Moza, lalu menghela nafas panjang. Mengambil ponsel, melihat foto masa kecilnya dengan Adrian.


tbc

__ADS_1


__ADS_2