Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 15 - Makan Malam


__ADS_3

Tepat pukul 07.00 malam, Zayn telah rapi dengan kemejanya berwarna biru. Kini dengan sabar Zayn menunggu gadis pujaannya turun.


Tap tap tap



Senja menuruni anak tangga, berjalan pealan menghampiri Zayn. Dia menggenakan dress merah yang sangat cocok dengan kulitnya yang sawomatang. Zayn terkesima, melihat penampilan gadisnya yang kian membuatnya jatuh cinta. "Ayo sayang kita berangkat. " tegur Senja.


"Eh iya. " Zayn merangkul pinggul Senja, bergegas keluar dari mansion. Setelah masuk ke mobil, Zayn melajukan mobilnya kencang, keluar dari halaman dan membelah jalanan yang gelap gulita hanya ada pencahayaan dari lampu.


30 menit, akhirnya keduanya sampai di kediaman keluarga O'Neil. Zayn segera memarkirkan mobilnya kemudian turun, terlihat ada mobil lain berada di halaman rumah orang tuanya. Zayn mengajak Senja masuk ke dalam mansion, bergegas menemui keluarganya di meja makan.


"Maaf kami telat. " ucap Zayn.


Zayn segera menarik kursi begitu juga dengan Senja. Tya sangat terkejut melihat kehadiran Senja ditengah tengah merah. "Kenapa kak Zayn mengajak pelayan kakak itu kemari. " ucap Tya dengan sinis.


"Jaga mulutmu Tya, Senja berhak ikut karena dia kekasihku. " ungkap Zayn dengan sorot tajamnya kearah Tya.


Mommy Farah sangat terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka Zayn bergerak cepat hingga Senja dijadikan miliknya. Sementara Senja nampak gugup berada ditengah keluarga Zayn, Zayn yang peka langsung mengenggam tangannya kemudian tersenyum kearah gadisnya itu. Hal itu menjadi pemandangan langka bagi kedua orang tua Zayn.


"Sudah cukup, sebaiknya kita makan malam sekarang! seru Mommy Farah dengan tegas.


Suasana makan malam kali ini nampak hening, tak ada satupun yanh mengeluarkan suaranya. Tya memancarkan aura permusuhan kearah Senja, Senja hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Huh dasar parasit. " gumam Tya dengan nada mencibir.


Sementara Senja kini sedang menahan kekesalannya terhadap Tya.


Parasit parasit pala lo peyang dasar kutu loncat →_→


Selesai makan malam Mami Zoya menghembuskan nafas pelan, lalu menatap mantan menantunya dengan tatapan serius setelah iti kembali menatap mommy Farah. "Farah, puteriku Tya sangat mencintai Zayn, untuk itu aku ingin menjodohkan mereka. " ungkapnya.

__ADS_1


Semua orang terkejut mendengarnya terutama Zayn dan Senja. Zayn mengeratkan genggaman tangannya di tangan gadisnya, Senja merasakan sesak dalam dadanya mendengar pernyataan dari orang tua Tya.


Mommy Farah tak menanggapinya, dia langsung beralih menatap puteranya itu. "Semua ada pada keputusan Zayn, aku tidak ingin memaksanya lagian yang menjalaninya Zayn bukan aku. " ucap Mommy Farah dengan bijak.


Senja menatap kagum mendengar keputusan Mommynya Zayn, beliau ibu yang baik pikirnya.


"Keputusanku menolaknya Mami! Aku tidak menyukai Tya, yang aku cintai hanya Senja. " tegas Zayn.


Mami Zoya sudah menebaknya, jadi dia tidak terlalu terkejut mendengar keputusan mantan menantunya itu. Sementara Tya merasa tidak terima atas penolakan Zayn padanya. "Kenapa Kak Zayn memilih parasit itu dari pada aku yang jelas jelas kakak kenal lebih dulu. " bentak Tya emosi.


"Karena cinta tidak bisa dipaksa Tya, maaf pilihanku tetap pada Senja, gadis yang aku cinta. " Senja mencoba menenangkan kekasihnya yang tengah menahan emosinya agar tidak meledak.


Senja merasa bersalah, kehadirannya membuat suasana kini menjadi riuh dan panas. Diapun bangkit, merasa tidak tahan dengan semua hinaan yang diucapkan oleh Tya.


"Mas sebaiknya aku pulang saja, aku enggak tahan sama ocehan sikutu loncat. "


"Cih pergilah dasar parasit. " ketus Tya dengan nada sinisnya.


"Mom, Dad aku pulang dulu. Buat Mami Zoya, tolong ajari Tya agar bersikap sopan pada orang lain dan hilangkan sikap manjanya yang membuatku jijik itu. " Zayn berlalu pergi dari sana dan menarik tangan Senja.


Setelah kepergian Zayn, Mommy Farah melirik sinis kearah puteri dari mantan besannya itu. Diapun bangkit dan mengajak suaminya pergi ke kamar mereka. Mami Zoya segera menyeret Tya keluar dari kediaman keluarga O'Neil.


Sementara di mobil Zayn dan Senja, keduanya tak ada yang berusaha. Senja masih kesal dengan sikap Tya yang menyebalkan menurutnya. Lihat saja dia akan membalas perbuatan si kutu loncat itu berkali kali lipat.


Malam semakin larut, Senja menatap jalan yang tersorot lampu dari perumahan elit. Tak disangka berdebat dengan alien centil itu membuat dirinya lelah, apalagi hubungannya dengan Zayn sangat rumit dan belum tentu orang tua Zayn menyetujuinya.


Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai di mansion. Keduanya turun dari mobil, Zayn menoleh kearah Senja. Dia menarik tangan gadisnya itu kemudian membawanya kedalam rengkuhan dada bidangnya. "Kamu pasti sangat lelah setelah berdebat dan mendengar cacian dari Tya. " gumam Zayn dengan lirih.


Senja melepaskan pelukannya, dia mengecup bibir Zayn sekilas kemudian tersenyum tipis. "Aku enggak apa sayang, jangan cemas 'kan aku oke dan tenang saja aku akan membalas si kutu loncat itu. " ucapnya sambil terkekeh.


Zayn mengangguk, dia mengajak Senja ke dalam dan keduanya bergegas pergi ke kamar masing masing di lantai atas. Di depan kamar mereka yang bersebelahan, Zayn merapatkan tubuhnya dengan Senja ke tembok.

__ADS_1


"Apalagi Mas duda. " goda Senja dengan senyuman nakalnya.


"Aku ingin tidur denganmu sayang! Senja langsung terpaku mendengar ucapan sang kekasih. Tiba tiba dia menutup dadanya membuat Zayn yang mengerti langsung tertawa seketika.


Tuk Dia menyentil dahi Senja dengan keras kemudian tersenyum mengejek. "Dasar mesum. "


Senjapun tersadar, ternyata dia hanya dikerjai Zayn dan tak lama kemudian dia tersenyum licik. Dengan sengaja dia menyenggol si gagak kemudian meremasnya setelah itu berlalu masuk ke kamarnya. Blam suara pintu ditutup membuat Zayn tersadar sambil meringis ngilu.


"SENJA! teriaknya.


Zayn pergi ke kamarnya dan melakukan sesuatu di kamar mandi. Sementara Senja tertawa terbahak bahak di dalam kamarnya, dia berhasil membalas Zayn yang tengah mengejeknya tadi. Setelah mengganti pakaiannya, Senja menghempaskan dirinya di atas kasur.


"Dududu mandi pakai air dingin. " gumamnya tertawa membayangkan raut kesal kekasihnya itu. Dia segera mengirim chat pada Zayn dengan emoticon tertawa.


Berbeda dengan Zayn yang baru keluar dari kamar mandi setelah satu jam. Dia telah selesai mendinginkan sesuatu yang baru bangun. Fiuh


"Sialan!


Drt suara ponsel bergetar, Zayn segera meraihnya kemudian mendengus setelah membaca pesan dari kekasihnya.


From Senja to Mr Mesum


Dududu mandi air dingin! Sabar ya sayang si gagak udah tidur belum😂


"Ck untung sayang. "


Zayn menghela nafas kasar, dia tersiksa dengan gairahnya sendiri yang belum bisa disalurkan. Dia menaruh ponselnya di atas meja, kemudian membaringkan dirinya di kasur.


Aku janji akan menyakinkan orang tuaku, agar merestui hubungan aku dan kamu Senja.


Hah Zayn menghela nafas berat, memejamkan kedua matanya mengingat tubuhnya sudah sangat lelah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2