Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 11 - Wedding Day ( Galen & Delima )


__ADS_3


Bara beserta keluarganya hadir dalam pernikahan Galen dan Delima. Mereka duduk di barisan terdepan menyaksikan pasangan pengan itu mengucapkan janji mereka. Bara mengenggam tangan Binar, menatap lekat wajah kekasihnya itu dari samping.


"Mereka sangat serasi ya mas, aku harap kelak juga menikah dengan pria yang aku cintai. " ucap Binar pelan dengan senyuman manisnya melirik kearah Bara.


"Tentu sayang, kita juga pasangan kekasih yang romantis. " balas Bara tersenyum tipis. Dia senyum senyum sendiri mendengar pernyataan sang kekasih. Tepuk tangan para tamu undangan menambah acara pesta yang kian meriah, di tambah suasana di sekitar pantai yang begitu indah.


Selesai memakai cincin, Galendra mencium bibir istrinya dengan rakus, Delimapun membalasnya tak kalah liar. Keduanya mengakhiri ciuman mereka, tampak wajah mereka menunjukkan kebahagiaan. Galendra mengajak istrinya berdansa diiringi lagu yang romantis.



Sorenya para tamu tengah menikmati hidangan yang tersedia, sementara Galendra membawa istrinya menjauh dari kerumunan setelah berjam jam menyalami para tamunya. Orang tua Galendra hanya menggeleng melihat kelakuan puteranya itu.


"Puteramu itu lho Dad, enggak sabaran banget sih padahal pesta belum usai. " gerutu mommy Zi pada suaminya.


"Sudahlah mom, biarkan saja mereka dan setelah ini daddy minta jatah. " Daddy Aaron langsung mengerlingkan matanya, di balas tatapan jengah oleh mommy. Daddy Aaronpun mengajak mommy menemui para koleganya.


Bara berlutut di hadapan Binar sambil memegang cincin, Binar terkejut melihatnya apalagi semua orang menatap kearah mereka.


"Binar Almahyra Liem, will you marry me? " tanya Bara dengan penuh harap.


Binar menatap kearah mami, papinya dan saudara lainnya yang tersenyum padanya. Dia kembali melihat kearah Bara yang tengah menunggu jawabannya. "Yes, i will. Aku mau menikah dengan mas Bara. "


Bara tersenyum lebar, dia kembali berdiri lalu memasang cincin ke jari Binar kemudian mereka berpelukan. Mami Meira menitikkan air matanya, melihat puteri keduanya telah dj lamar dan sebentar lagi akan menikah. Papi turut senang melihat kebahagiaan puteri sambungnya itu. Berlin dan suaminya datang, memberikan selamat untuk keduanya.


"Bentar lagi kamu nikah Bi, selamat ya. " ucap Berlin diiringi senyum manisnya.

__ADS_1


"Makasih ya kak. " jawab Binar memeluk tubuh Berlin sekilas, lalu mengusap perut buncit kakaknya itu. Daniel memberikan selamat untuk calon adik iparnya itu. Mereka kembali menikmati pestanya dengan suka cita. Binar menciumi pipi puteranya itu, lalu menyerahkan Adrian pada opa dan omanya.



Bara memeluknya, menciumi puncak kepala calon istrinya dengan senyum di bibirnya. Binar nampak mengulum senyumnya, melihat tatapan penuh damba dari Bara.


"Ehem. "


Keduanya menoleh, Rayyan menatap keduanya jengah. "Apa kalian tak kasihan pada jomblo sepertiku. " decak Rayyan. Bara hanya memasang wajah malasnya, menatap sahabatnya itu.


"Tidak. " ketus. Bara mengajak kekasihnya pergi meninggalkan Rayyan yang menggerutu kesal.


Menjelang malam Bara dan keluarganya pulang setelah pesta usai. Mommy Vina membawa Adrian ke kamar karena cucunya telah terlelap. Bara memangku sang kekasih, menciumnya rakus dan Binar membalasnya.


"Umh. " Binar merasakan geli kala ciuman Bara turun ke lehernya. Dia menghela nafas pelan, segera menghentikan aksi kekasihnya, Bara tampak tidak rela saat dirinya di hentikan. "Sebaiknya berhenti mas, aku akan serahkan diriku sama kamu saat kita menikah nanti. " tegas Binar. Binar bangkit, mengajak Bara menuju ke kamar masing masing untuk beristirahat dan Barapun pasrah.


Di sisi lain pengantin baru itu baru saja selesai menghabiskan malam panasnya setelah keduanya kabur dari acara mereka. Keduanya masih berbalut selimut di atas ranjang, Delima bersandar di dada sang suami.


Dering ponsel mengalihkan pembicaraan mereka berdua, Delima tertegun membaca pesan dari Ricko, kemudian mematikannya. Galen menaikkan sebelah alisnya, penasaran siapa yang menghubungi istrinya malam malam.


"Siapa yang menghubungi kamu? " tanya Galen.


"Ricko. " jawab Delima singkat. Galen mengeraskan rahangnya, tangan pria itu terkepal kuat akan kekuatan netizen. Melihat reaksi suaminya diapun hanya bisa menghela nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya perlahan.


"Jangan marah sayang, lagian aku sudah mematikan ponselku!


"Hm. "

__ADS_1


Delima hanya menggeleng,kembali berbaring dan memilih memejamkan mata tanpa membersihkan diri. Dirinya sangat lelah, makanya tak ingin berdebat dengan Galen malam oni. Galen segera mendekap tubuh sang istri dari belakang.


##


Paginya Delima selesai membersihkan dirinya setelah tadi melayani sang suami di ranjang. Kini keduanya sarapan bersama di meja makan, keduanya tak banyak bicara pagi. Galen menatap istrinya lekat, dia hanya bisa mengumpat dalam hati karena menuduh Delima.


Delima saat ini tengah mengacuhkan suaminya, dia masih sangat kesal akan ucapan Galen beberapa menit lalu. Selesai sarapan, Delima mengantar suaminya hingga ke depan, hanya wajah datar tanpa senyuman yang dia perlihatkan pada Galen. Mereka baru menikah dan keduanya tengah bertengkar hanya karena masalah Ricko.


"Hati hati di jalan. " ucap Delima singkat. Galen merasa sedih sekaligus bersalah pada istrinya, pria itu mendekat dan langsung memeluknya dengan erat.


"Maafkan aku sayang. " bisik Galen pelan dengan raut penyesalan.


"Iya aku maafkan, aku saat ini tengah berusaha mencintaimu dan please jangan paksa aku lagi, beri aku waktu. " ujar Delima tegas.


"Untuk apa kamu takut sayang, kamu sudah memilikiku seutuhnya, lagian mana ada pria lain yang mau sama aku!


"Ya sudah kamu berangkat gih, nanti telat lho. " Delima mencium bibir suaminya sekilas, Galen termenung sejenak. Dia mengangguk, sekali lagi memeluk istrinya kemudian ke mobil, melajukan roda empatnya itu.


Delima menatap kepergian suaminya, lalu kembali masuk ke dalam. Dia memilih pergi ke ruang tamu, menonton acara gosip di pagi jni menghilangkan rasa bosannya. Wanita itu kembali mengambil ponselnya, lagi lagi melihat pesan dari mantan tunangannya itu. Tak dipungkiri hatinya masih tertaut pada Ricko, namun dirinya sadar jika dia kini telah memiliki Galen sekarang. Hah Delima hanya perlu kembali menata hatinya, kini dia telah bersuami dan harus menjaga nama Galen dan keluarganya, agar Galen tak malu.


Delima POV


Maafkan aku Ricko, kisah kita sampai di sini. Aku harap kau mengerti dan bencilah aku karena aku tak bisa mempertahankan hubungan kita. Sekarang, aku akan memulai semuanya dari awal tugasku sebagai istri dari Galendra Asmara Liem. Aku harap segera bisa mencintai suamiku, Galen banyak memberikan aku kasih sayang dan perhatian tulus darinya untukku. Galen, maaf karena sampai sekarang belum mencintai kamu, tapi aku telah merasakan nyaman dan aman saat bersama kamu dan aku harap kamu bersabar untuk sementara sampai aku benar benar jatuh cinta pada kamu.


Delima menatap foto pernikahannya dengan Galen dalam ponselnya, dia tampak mengulum senyumnya kala melihat suaminya mencium dirinya di depan umum. Dia juga teringat bagaimana janji suci mereka kemarin.


"Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu Galen!

__ADS_1


tbc


__ADS_2