Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 76 ~ MUSIM KEDUA Part 2 - PENOLAKAN


__ADS_3

JANGAN LUPA BAWAIN AIR CABAI BUAT NYIRAM SI EDZARD


VOTE YUK VOTE HARI SENIN INI


Sementara di bandara seorang pria masuk ke dalam mobil begitu juga dengan gadisnya. Ya dia adalah Edzard yang baru pulang dari Australia bersama Melisa, kekasihnya.


Melisa bergelayut manja di lengan sang kekasih. Edzard mengeluarkan ponselnya, mendesah kasar membaca chat dari Jingga, dengan sengaja dia menghapus dan memblokir nomor gadis centil itu. "Kenapa kamu enggak membalasnya sayang siapa tahu penting? " ujar Melisa.


"Enggak kok sayang, cuma orang gila yang iseng mengirim pesan. " balas Edzard sambil tersenyum tipis. Edzard menyimpan ponselnya dalam saku celana, dia memeluk tubuh gadisnya dengan erat. Melisa hanya mengangguk, dia merapatkan pelukannya di tubuh Edzard.


45 menit mobil berhenti di depan apartemen Melisa, sebelum turun Melisa mencium kekasihnya sekilas lalu ke luar dari mobil.


"Sayang nanti sore aku jemput lagi. " ujar Edzard. Melisa mengangguk dan tersenyum manis di hadapan kekasihnya, dia berbalik dan melangkah masuk ke dalam apartemen sambil menyeret kopernya. Mobil Edzard langsung melesat kilat meninggalkan apartemen Melisa.


***


Di Mansion kediaman Romanov


Edzard bergegas masuk ke dalam sambil menyeret kopernya. Mommy datang dan memeluk putera keduanya itu, Edzard membalas pelukan sang mommy. "Akhirnya kamu pulang juga anak nakal. " ucap Mommy dengan nada jengkelnya.


Mommy melepaskan pelukannya, menarik tangan Edzard hingga mereka duduk di sofa ruang tamu. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat di hadapan putera tersayangnya. Sebelum berbicara Edzard menghela nafas panjang dan kembali memandang wanita yang telah melahirkannya itu. "Mom aku dan Melisa sudah sepakat ingin segera menikah. " ujar Edzard dengan tegas.


Terkejut mommy sangat terkejut mendengar pernyataan dari Edzard. "Tapi nak mommy dan tante Senja sejak dulu sudah menjodohkan kamu dengan Jingga. " balas Mommy dengan nada lembut.


"I'm so sorry Mom, Aku menolak perjodohan itu karena gadis yang aku cintai Melisa bukan si gadis centil itu. " sahut Edzard dengan nada datarnya. Edzard bangkit, melenggang pergi sambil menyeret kopernya. Mommy merasakan kekecewaan yang dalam atas penolakan dari puteranya mengenai perjodohannya dengan Jingga.


"Mommy. " Daddy datang dan duduk di sebelahnya, Mommy langsung berhambur dalam pelukan sang suami. Daddy berdecak kesal, dia tahu siapa pelaku yang membuat mommy kecewa dan menangis saat ini.


"Bocah nakal itu memang keterlaluan. " geram Daddy.

__ADS_1


"Sst sabar ya mom, lebih baik kita mengalah daripada Edzard mengamuk, biarkan saja apa yang ingin dilakukannya termasuk menikahi Melisa. " gumam Daddy. Mommy melepaskan pelukannya, dia mencoba tersenyum di hadapan sang suami.


"Daddy benar, lebih baik mommy mengalah dan mengubur keinginan mommy yang ingin menjadikan Jingga sebagai mantu kita. mommy merestui apa yang diputuskan oleh Edzard karena di bukan bocah lagi. " pasrah nya.


Skip


Selesai mandi dan berganti pakaian Edzard mengirim chat pada Jingga namun sebelumnya dia memberi tahu Melisa, sang kekasih terlebih dahulu. Dia menyambar kuncinya, ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga. Dia berjalan melewati ruang tamu, berpapasan dengan kedua orang tuanya.


"Edzard, ke sini daddy mau bicara sama


kamu? " ujar Daddy dengan nada datarnya.


"Nanti saja Daddy aku ada urusan sama si centil itu, " Edzard berlalu pergi tanpa berpamitan pada orang tuanya, Daddy sangat geram dengan tingkah putera keduanya itu.


Daddy menoleh menatap mommy dengan raut sesalnya. "Maafkan putera kita ya Mom, Edzard mengecewakan mommy sekarang ini. "


"Enggak papa kok Daddy, jangan merasa bersalah dan menampilkan wajah jelekmu itu haha. " goda Mommy dengan senyuman jahil, berusaha menutupi kekecewaannya. Daddy berdecak, namun bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis.


***


Di Cafe


Kini Edzard dan Jingga duduk saling berhadapan, seperti biasa Edzard menatap Jingga dengan raut datarnya. "To the poin Saja, aku menolak dijodohkan dengan gadis centil dan enggak punya sopan santun kayak kamu, " sarkas Edzard.


Jingga merasa tidak terima dengan ucapan Edzard barusan, lalu tersenyum sinis pada teman masa kecilnya ini. "Sayang banget ya wajahmu tampan tapi mulutmu sangat busuk seperti bangkai, untung saja aku enggak terlalu mengharapkanmu manusia purba. " balas Jingga dengan nada sengitnya.


"Cih munafik, mulutmu bisa berkata seperti itu tapi hatimu tidak Jingga, sayangnya aku tak tertarik padamu. " sambung Edzard dengan nada sinisnya. Jinggapun merasa geram, meraih gelas lalu menyiramnya ke hadapan Edzard.


Byurr

__ADS_1


"Shit apa yang kamu lakukan gadis bodoh. " maki Edzard.


"Menyirammu memangnya apa lagi, supaya setan setan dalam dirimu hilang dan jangan lupa bayar minuman aku bye. " Jingga berbalik dan melenggang pergi begitu saja, Edzard berkali kali mengumpatinya. Dia bangkit dan menaruh selembar uang setelah itu ke luar, Edzard melakukan mobilnya dengan raut dongkolnya dipenuhi emosi.


***


Di sisi lain


Jingga tertawa bahagia, berhasil membalas Edzard karena menghinanya. Cih laki laki brensek seperti itu tak layak untuk diperjuangkan, apalagi di cintai. "Huft sial banget aku dulu bisa mengenal dan tergila gila padanya. "


Beberapa saat kemudian akhirnya Jingga pulang ke rumah, setelah parkir dirinya segera turun dan bergegas masuk ke dalam mansion. Dia menghempaskan dirinya di atas sofa, melirik jam tangannya menunjukkan angka 02.00 siang.


"Tak ada yang boleh menghinaku, pria itu sangat brensek dan kupastikan lain kali akan membalasnya berkali kali lipat dan membuatnya sengsara!


"Eh kenapa sayang kok pulang pulang marah marah katanya tadi bertemu dengan Edzard. " ujar Mommy. Jingga menghela nafas panjang, mengatakan semuanya pada sang mommy.


"Aku enggak setuju dengan perjodohan itu mom, Edzard barusan menghinaku dengan kata kata kasarnya makanya aku siram dia, karena dia memang sangat kelewatan. " jelas Jingga.


Mommy Senja langsung memeluk puterinya, diam diam dia menitikkan air matanya, sedih bukan karena perjodohan namun sangat kecewa pada Edzard yang menghina puterinya.


"Nanti malam mommy akan bicara sama keluarga Edzard sayang, setidaknya kamu bukan gadis yang lemah dan bisa membalas orang yang menyakitimu. " ucap Mommy dengan nada lembut. Jingga membalas pelukan sang mommy, dia bukan gadis lemah jika ada orang yang berani mengusik dan menghinanya. Jingga melepaskan pelukannya, memandang kearah sang mommy sambil tersenyum manis.


"Tenang saja mom, pria di dunia bukan hanya si pecundang itu saja, masih banyak bule bule yang sangat tampan dan seksi di luaran sana yang siap menerima jingga xixixi. " Mommy langsung tertawa mendengar ucapan puterinya.


"Mommy harap kamu dapet bule, siapa tahu keturunanmu kelak bule tampan dan cantik. " sambung mommy.


"Ahsiap mommy. " dua perempuan beda usia itu tertawa bersama sama. Pelayan datang, menyajikan minuman dan cemilan untuk kedua majikannya.


"Eh Ji sayang, seharusnya kamu siram pakai air comberan atau air cabai saja. " usul Mommy.

__ADS_1


"Thats right Mommy! Jingga mengerlingkan sebelah matanya kearah sang mommy, mommy tertawa kecil melihat tingkah puterinya.


bersambung


__ADS_2