Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 24 - Tidak Memberi Kesempatan


__ADS_3

TAP JEMPOLNYA, HADIAH, VOTE DAN KOMEN


Sampai di mansion, Senja langsung pergi ke taman setelah menyapa keluarga Zayn. Dia kini masih kesal dengan sikap kekasihnya itu.


Tring


from Tuan Dikra


Sekali saja Nona bisakah kamu datang ke cafe dekat Mall besok, ini mengenai Luna yang ingin bertemu kamu di rumah saya.


Senja hanya bisa menghela nafas pelan tanpa berniat membalasnya. Dia mengumpat pelan, entah kenapa dia mulai terganggu dengan pria itu. Tanpa berfikir panjang dia langsung memblokir nomor Dikra, dia tidak ingin membuat Zayn salah paham padanya.


"Huh lagian anak anak dia kenapa aku yang harus repot ckck. kalau anak Mas Zayn sih enggak papa, aku bakal sayang banget sama dia tapi ini 'kan anak tuan Dikra. " gerutu Senja.


"Sok kenal sok dekat tuh orang!


Dor


Eh copot eh copot


Senja menoleh dan melirik tajam kearah Livia. Livia hanya nyengir tanpa bersalah telah mengagetkan Senja. Dia segera duduk di sebelah calon kakak iparnya itu. "Eh Liv, dulu mendiang mbak Vania itu bagaimana sih orangnya? " seketika pertanyaan itu langsung terlontar dari bibirnya.


Livia terdiam sejenak mengingat masa lalu setelah itu berkata. "Dia wanita yang baik, ramah dan lemah lembut Nja. "


"Hem aku dan mbak Vania kayak langit dan Bumi ya, beda banget sikap kami berdua. Apa mamas Zayn tidak malu memiliki calon istri sepertiku!


Ctak Liviapun kesal dan langsung memberikan jitakan di kepala Senja, Senja mendelik kearahnya. "Ipar durhaka. "gerutunya.


"Jadi kamu masih ragu sama kakakku, Nja? "


"Enggak kok hanya saja aku minder, lagian 'kan Zayn itu sangat tampan, kaya, gagah perkasa pasti banyak wanita yang menginginkannya termasuk si Tya, si kutu loncat. "


Livia langsung tertawa mendengar Senja menyebut Tya kutu loncat. Dia juga sebenarnya sangat tidak menyukai adik dari mendiang kakak iparnya itu. "Kau tahu Nja, dulu aku dan dia pernah jambak jambakan karena waktu itu aku sangat marah sama si gadis manja itu. "


Hahaha Senja tergelak mendengar cerita dari Livia. Dia melirik jam tangannya lalu bangkit dan menatap Livia. "Ayo masuk ke dalam Liv. " ajaknya pada Livia.

__ADS_1


Livia mengangguk, mereka bangkit dan masuk ke dalam mansion utama. Keduanya langsung bergabung bersama keluarga mereka. Senja langsung berhambur ke dalam pelukan ibunya. "Ibu, Senja kangen banget sama Ibu, Ibu nginap di sini 'kan sama Ayah, biar bisa ngawasin calon mantu kalian yang mesum itu tuh. " sindirnya pada Zayn.


Zayn mendelik merasa tidak terima dengan ucapan kekasihnya. "Aku tidak akan mesum jika penggoda kecilku nakal setelah itu kabur tanpa mau bertanggung jawab. " balas Zayn tersenyum miring.


Kedua pipi Senja langsung merona mendengarnya. Ibu menggeleng, melihat kelakuan puterinya yang nakal, meskipun begitu dia sangat senang keluarga Zayn menerima mereka dengan tangan terbuka.


"Gimana Bu, ibu senang 'kan Senja udah kasih ibu calon mantu. " godanya dengan jahil.


Ibu berdecak, mencubit pipi puterinya itu merasa gemas hingga membuat Senja meringis namun tak lama kemudian tertawa. Senja merapatkan pelukannya di tubuh wanita paruh baya itu, hal itu membuat keluarga Zayn terharu melihat kedekatan ibu dan anak itu.


Mommy Farah melirik jam di dinding menunjukkan waktu 11.00 siang. Setelah itu dia kembali mengobrol bersama orang tua Senja. "Lebih baik kita tentukan kapan pernikahan Senja dan Zayn di gelar. "


"Mom, Dad bagaimana kalau dua bulan lagi. " usul Senja menyampaikan pendapatnya.


"Tidak kelamaan itu! bantah Zayn.


Senja menahan tawa, dia melirik kekasihnya dengan senyum meledeknya. "Ketahuan siapa yang sudah tidak sabar menikahiku, tidak sabar bercocok tanam dalam perutku! ledek Senja.


Ehem! Zayn memasang wajah datarnya, menyembunyikan wajahnya yang malu. Daddy Arland tergelak kencang melihat puteranya yang salah tingkah. Ibu menggeleng, menjewer telinga puterinya di hadapan Zayn beserta keluarganya. "Ih Bu lepas dong, nanti kalau telinga Senja lepas gimana, lagian Ibu belain mas Zayn mulu. " ucapnya sambil mencibir.


Haha rasakan kau gadis nakal


Melihat seringai di bibir Zayn membuat Senja semakin kesal. Dia mengambil ponselnya, kemudian mengirim foto pada Zayn kekasihnya itu.


"Ini pria simpananku Mas, jika kamu masih tertawa aku bakal bawa dia kehadapanmu xixixi, untuk meminta restu padamu. "


Drt drt Zayn terkejut sekaligus melotot melihat foto kiriman Senja beserta pesan yang ada dibawah foto itu. Dia langsung melirik sinis kearah Senja yang kini tersenyum miring.


1 - 1 sama wkwk


"Baiklah pernikahan Zayn dan Senja akan diadakan satu bulan lagi. " sahut Mommy Farah sambil tersenyum.


"Iya kami setuju. " timpal Ibu Hilda.


Senja melepaskan pelukannya, menyandarkan dirinya di sofa.

__ADS_1


Tok tok tok


Senjapun bangkit, bergegas ke depan. Dia langsung membuka pintunya, terkejut melihat kehadiran Dikra yang bersama dengan Luna. "Tuan, kenapa anda datang kemari. " ucap Senja mencoba bersabar, tak terbawa emosi.


"Luna ingin bertemu denganmu Nona!


"Ck alasan, apa Tuan tidak punya tata krama, hingga datang ke rumah calon suami saya. " ujar Senja dengan ketus.


"Sayang ada apa? Senja menoleh, dia langsung berhambur dalam pelukan Zayn. Zayn menoleh dan menatap tajam kearah Dikra. Dikra tersenyum kecut ternyata apa yang diucapkan gadis itu benar, dia segera mengusap usap kepala puterinya.


"Kakak cantik, aku kangen kakak ayo main ke rumahku. " pinta Luna.


"Maaf Luna kakak enggak bisa, kakak sebentar lagi akan menikah dengan pria disebelah kakak ini. Lebih baik Luna main sama ayah Luna dan keluarga Luna saja. " tolak Senja secara terang terangan.


"Senja lebih baik kamu ke dalam sayang. " ujar Zayn. Senja mengangguk, melepaskan pelukannya lalu masuk ke dalam meninggalkan mereka. Zayn kembali menatap Dikra dengan sorot mata tajamnya. "Jangan ganggu calon istri saya lagi atau Anda mau saya laporkan kepolisi Tuan Dikra. " ancam Zayn.


Hiks hiks Luna langsung menangis melihat Senja yang menolak dirinya. Zayn tak peduli tangisan gadis cilik itu, sementara Dikra berusaha menenangkan anaknya itu. "Aku mohon Tuan, biarkan Luna bertemu dengan Senja, melepaskan kerinduannya. " mohon Dikra.


"Seandainya aku izinkan, aku yakin anakmu itu pasti tidak akan mau berpisah dengan Senja lalu memintanya menjadi ibu sambungnya begitu. " teriak Zayn emosi.


Dikra tertegun, dia mengusap wajahnya kasar. Diapun tak bisa berbuat apa apa lagi mengingat Senja menolak bertemu dengan Luna lagi. "Sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan kemari lagi. " geram Zayn.


Zayn kembali ke dalam dan tak lupa diapun membanting pintunya kasar. Dikra menatap puterinya itu kemudian menghela nafas kasar. "Luna, dengerin ayah mulai sekarang lupakan kakak cantik jika tidak ayah akan hukum


kamu. " tegas Dikra.


Luna hanya diam, dia merapatkan pelukannya. Keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil melesat jauh dari kediaman O'Neil.


💕💕


Sementara Senja menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya. Ibu mengusap kepala puterinya itu dengan lembut. "Apa yang kamu lakukan itu sudah benar nak, lebih baik kamu tidak terlalu dekat dengan anak itu agar tidak menjadi hambatan dalam hubunganmu dengan Zayn selain itu kamu tidak memberikan harapan palsu pada gadis cilik itu. "


Sebenarnya aku tidak tega melihat Luna menangis, tapi aku juga tidak mau terlalu dekat dengan keluarga pria itu.


Zayn tidak membuka suaranya, dia kini terus menerus memperhatikan kekasihnya itu. "Sebaiknya apa aku percepat saja pernikahanku dengan Senja!

__ADS_1


Tbc


__ADS_2