Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 106 ~ MUSIM KEDUA Part 32 - INSIDEN TAK TERDUGA


__ADS_3

BERI SUPPORT YA DENGAN KIRIM VOTE DAN HADIAH, LIKE SERTA KOMEN


JANGAN LUPA RAMAIKAN LAPAK ISTRI NAKAL SANG BILLIONAIRE JUGA...


Hari berikutnya


Pagi ini pasangan Edzard dan Jenny datang berkunjung ke Villa Mike. Jingga memang menjaga jarak dari suaminya semenjak pertengkaran mereka kemarin, hal itu di sadari oleh Jenny. Mengerti istrinya butuh ruang, dia bangkit dan menarik tangan Mike, pergi dari sana menemui si kecil Daniel.


"Sepertinya kamu ada masalah dengan suami kamu Jingga!


"Di kantornya kemarin aku melihat Mike mengobrol dengan Brianna, sahabatnya bersama Cleo dulu. " Jingga menjelaskan semuanya pada sahabatnya itu. Jenny manggut manggut, dia menelisik wajah sahabatnya itu dengan lekat. "Apa kamu sudah mendengarkan penjelasan suamimu Ji!


" Sudah Jenny, tapi aku masih tidak percaya dengannya, aku masih sangat kesal hingga mendiamkannya dari kemarin. " ungkap Jingga dengan raut jengkel nya.


Jenny mengusap perutnya lembut, diapun memperhatikan sahabatnya yang terlihat sangat kesal. "Coba kamu berbicara dengan Mike, secara baik baik mengingat kamu sedang hamil Jingga, " kata Jenny dengan lembut.


Jingga menghela nafas panjang, dia mencerma baik baik nasehat yang diberikan Jenny padanya. Jenny menyentuh tangan sahabatnya kemudian tersenyum tipis pada Jingga. "Percayalah pada suamimu Ji, aku sangat yakin jika Mike hanya mencintaimu seorang. "


"Kamu benar Jenny, sebaiknya aku bicara sama Mike. " Jingga pun bangkit, tak lama Edzard kembali dan duduk di samping istrinya. Dia menatap kepergian Jingga dengan senyuman lega.


Edzard menatap sang istri dengan tatapan lembutnya. "Apa yang kamu khawatirkan sayang? "


Jenny menoleh kearah sang suami, diapun menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskannya. "Aku hanya khawatir jika sosok Briana, menjadi pemicu keretakan rumah tangga Jingga dan Mike, mas!


"Harusnya Mike bisa menjaga rumah tangganya, aku sangat yakin dia tak mudah goyah akan kehadiran wanita lain. Kamu tahu sendiri bukan dia sangat bucin pada istrinya itu. " jelas Edzard.


"Sebaiknya kita jalan jalan sayang, biarkan Mike dan Jingga menyelesaikan masalah mereka. " Jenny mengangguk, Edzard membantunya berdiri. Lalu merekapun ke luar dari Villa setelah pamit pada sang pemilik villa.


Skip



Edzard mengajak istrinya pergi ke Flower Garden, mereka berdua berjalan kaki sambil bergandengan tangan. Dengan senyum mengembang di bibirnya, Jenny menatap sang suami dengan lembut. "Aku sangat suka tempatnya mas, kamu kok tahu kalau aku suka bunga!


"Aku tahu semuanya tentang kamu sayang, luar dan dalam. " balas Edzard tersenyum tipis.


Pipi Jenny langsung merona, membuat Edzard tergelak. Dia berlutut, mengusap perut menonjol istrinya dan tak lupa memberi kecupan di sana. Edzard kembali berdiri dan keduanya melanjutkan jalannya.

__ADS_1



Setelah mereka puas mengelilingi garden, Edzard dan Jenny kini duduk di sebuah kursi yang letaknya dekat pintu ke luar Garden.


Dia menoleh kearah istrinya, tersenyum puas melihat istrinya yang sangat bahagia.


Seperti biasa Edzard mengusap perut menonjol wanita yang dia cintai dengan lembut. "Sayang, daddy sayang sama mommy dan kamu, sehat sehat di perut mommy kamu ya. " gumam Edzard. Jenny menampilkan senyum manisnya, mengusap lembut kepala sang suami.


Edzard meraih pinggul istrinya hingga tubuh keduanya sedikit merapat, calon daddy itu tak henti hentinya mengusap perut Jenny. Dia kembali menatap kedua mata istrinya dengan pandangan memujanya. "Kamu kalau lagi hamil gini, sangat seksi sayang!


"Gombal ih. "


Drt drt drt


Edzard merogoh dalam sakunya, mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau.


"Iya Mom ada apa? "


"Apaa!!!


Edzard beralih menghela nafas panjang, lalu kembali memandang istrinya. "Elysia mengalami kejadian tak menyenangkan di negara Inggris sayang!


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang mas? "


"Entahlah sayang, yang pasti mommy dan daddy akan berangkat ke sana hari ini juga. " jawab Edzard.


Edzard bangkit begitu juga dengan Jenny, keduanya bergegas pergi, menuju ke mobil. Edzard melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya. Selama perjalanan pulang, Jenny melirik kearah suaminya, dia memahami apa yang dirasakan Edward sekarang ini.


** Di Kediaman Romanov


Edzard memarkirkan mobilnya, lalu mereka turun dan bergegas masuk ke dalam. Keduanya menemui kakak dan ipar mereka di ruangan tamu. "Kakak ipar, di mana mommy dan Daddy?


" Mommy dan Daddy baru saja berangkat ke bandara Ed bersama Dirga. " jawab Lila.


Edzard menghela nafas panjang, sebagai kakak keduanya Ely dia mereka gagal melindungi adiknya itu. Sedangkan Lila merapal dia, supaya suami dan keduanya mertuanya dalam keduanya baik baik saja menjemput Elysia di inggris. Setelah itu Lila kembali mengusap kepala puteranya, Gilang.


"Kita doakan mereka supaya kembali dengan keadaan baik baik saja, terutama Elysia. " sambung Jenny dengan lembut.

__ADS_1


Gilang memandang kearah mommynya dengan tatapan puppy eyes. "Mom, Gilang main sendiri saja ya di duduk ruangan. "


"Iya sayang pergilah! Gilang turun dari sofa dan berlari ke sudut ruangan. Lila menatap kepergian puteranya dengan senyuman di bibir, dia kembali melirik kedua adik iparnya.


Pelayan datang menyajikan minuman untuk mereka bertiga, setelah selesai menyingkir dari sana. Jenny mengambil minumnya, menyesap teh dengan pelan, lalu menaruhnya kembali ke atas meja. Edzard melirik jam tangannya sekilas, menyandarkan tubuhnya di sofa.


" Sepertinya aku harus mencari tahu siapa pria brensek itu, tak akan kubiarkan dia hidup tenang. " geram Edzard.


"Kamu tenang dulu mas, kita tunggu saja sampai mereka kembali dulu setelah itu mengambil tindakan. " Edzard membenarkan apa kata istrinya, dia mencium kening Jenny sekilas.


"Edzard, bawalah Jenny ke kamarnya sepertinya istrimu kelelahan! Edzard mengangguk, dia mengajak istrinya pergi ke kamar mereka, hingga tinggalah Lila sendiri.


Merasa bosan, Lila menyalakan televisi. Dia mengambil remot, memindah chanel dengan cepat, mencari tayangan yang menghibur.


***


Di dalam kamar mandi, Jenny melayani sang suami, memberikan jatah pada Edzard. Terdengar suara ******* dan rintihan dari dalam sana. Edzard nampak sangat bergairah, melihat penampilan istrinya. Satu jam kemudian mereka ke luar, keduanya segera berganti pakaian.



"Mas, perutku terlihat besar ya apa jangan jangan aku hamil bayi kembar?


Edzard langsung duduk di sebelahnya, ikut mengusap perut buncit istrinya itu. Dia tersenyum manis di hadapan istrinya itu. " Mungkin saja sayang, apapun itu asalkan kamu dan calon bayi kita sehat sehat. "


Jenny langsung membaringkan tubuhnya di kasur dengan hati hati, Edzard kini tengah bertelanjang dada dan menciumi perut wanitanya. Setelah selesai dia ikut berbaring di samping istri tercintanya. "Maaf sayang, kamu pasti sangat lelah setelah jalan jalan di tambah melayani aku. "


Jenny tersenyum manis, mengusap rahang Edzard dengan lembut. "Aku enggak papa hubby, jangan merasa bersalah seperti itu oke!


Edzard POV


Setelah apa yang kami lewati bersama, ternyata aku benar benar sangat beruntung karena bisa mendapatkan istri seperti Jenny Calista Romanov, wanita yang sangat aku cintai, ibu dari calon anak kami.


" I love you honey. "


"Me too hubby. " Jenny tersenyum manis di hadapan suaminya, Edzard merasa tak tahan dan langsung saja memagut bibirnya lembut. Dua menit berlalu mereka mengakhirinya, Jenny bersandar di dada polos milik sang suami.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2