
07.00 malam
Kirana datang ke mansion Zayn dengan raut murungnya, Senja pun langsung melirik Andra dengan sorot mata tajamnya, setajam elang yang hendak menerkam mangsanya. "Apa yang kamu lakukan pada Kirana, Ndra. " cecar Senja.
"Bukan aku hey, dia belum move on dari mantannya yang brensek itu. " sahut Andra dengan sewot.
"Cih makanya kalau cinta itu jangan setengah mati, mending setengah hati. " sindir Andra.
Raut wajahnya Kirana semakin ditekuk mendengar sindiran Andra, Senja berdecak kesal melihat kelakuan Andra.
"Lu juga sama, bukannya nenangin kek apa hibur Kirana kek eh lu malah nyinyir kayak emak emak dasar jomblo karatan. " omel Senja.
Zayn tertawa kencang mendengar omelan istrinya pada Andra. Andra mendengus keras, dia sangat sebal dengan bumil di hadapannya yang makin hari makin bawel. "Lagian udah lima bulan kali masa iya enggak bisa move on, emangnya di dunia enggak ada pria single lagi apa ya. " decak Andra.
"Kalandra Alister Malik. " geram Senja penuh penekanan.
Andrapun mengatupkan bibirnya rapat rapat, sepertinya bumil dihadapannya akan meledak ledak dan dia memilih diam. Senja pun mengatur nafasnya, dia menahan emosinya yang bergejolak gara gara si kampret Andra. Setelah dirinya tenang, Senja pun menoleh kearah Kirana. "Sudah mending kamu lupain mantan terburukmu itu Ki, lagian masih banyak pria di luaran sana dari yang perjaka, duda, duda anak satu sampai kakek kakek stoknya masih ada lho dan kamu hanya tinggal pilih. " cerocos Senja.
Pft Andra menahan tawanya mendengar penuturan Bumil. Senja hanya melirik nya sekilas, kini fokusnya pada Kirana yang sedari tadi hanya diam. Kirana menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. "Padahal aku dan dia sudah berpacaran lama Nja sekitar 3 tahun. "
"Mulai lagi deh gagal move onnya. " sahut Andra dengan ketus.
Senja menatap Andra dengan raut kesal kemudian berkata. "Kenapa kamu nyahut terus Ndra, kamu cemburu sama Kirana. " sembur Senja.
Andra langsung gelagapan kemudian memasang wajah datarnya, lalu tersenyum sinis kearah Kirana. "Cih Dia bukan tipeku kali. " ujar Andra.
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu, dasar jurig! balas Kirana ketus.
Zayn kini mengusap perut buncit istrinya dengan lembut, setelah itu menenangkan sang istri. Dia tidak mau darah tinggi istrinya naik dan berakibat pada calon anak mereka. Zayn melempar tatapan tajamnya kearah Andra agar diam dan tanpa menyahut lagi. Andrapun menurutinya, namun dalam hatinya masih sangat kesal karena Kirana kini malah menyebutnya dengan jurig.
__ADS_1
"Ki, kamu sudah makan belum? "
"Sudah kok Nja. " jawab Kirana sambil tersenyum tipis.
"Ya sudah aku ke kamar dulu ya mau istirahat! Kirana mengangguk, Zayn mengajak istrinya pergi dari ruang tamu menuju ke kamar mereka. Ya kamar Senja dan Zayn kini berada di kamar bawah karena keinginan Zayn agar istrinya tak kelelahan, Kini Zayn sengaja tak kembali membiarkan Andra dan Kirana mengobrol berdua.
Andrapun bangkit, mengambil posisi duduk di sebelah Kirana. Kirana hanya diam tak mengatakan satu patah katapun pada Andra. Dia memegang tangannya, mengenggam nya erat membuat Kirana terkejut dan menoleh kearah Andra. "Kirana, aku akui aku cemburu, melihat kamu masih memikirkan pecundang itu. " ungkap Andra dengan wajah serius.
Terkejut, itulah ekspresi yang ditunjukkan Kirana saat ini, Andra hanya mengulas senyumnya memandang gadis yang disukainya itu. "Beri aku kesempatan Ki, kesempatan untuk membuatmu mencintaiku dan juga membahagiakanmu. "
"Bukankah kamu bilang, obat patah hati adalah jatuh cinta lagi. " sambung Andra dengan wajah seriusnya.
Kirana hanya diam, tangannya melepaskan genggaman tangan Andra. Dia kini menatap lekat wajah Andra, mencari kebohongan dalam kedua bola matanya namun tak menemukannya. "Tapi bukankah katamu, aku bukan tipe gadismu Tuan Jurig. " sindir Kirana.
Andra langsung bungkam, dirinya kalah telak mendengar ucapan Kirana yang berupa sindiran untuknya. Kiranapun tertawa melihat raut masam kekasih gadungannya itu.
ingat pepatah Perempuan selalu benar laki laki selalu salah wkwk.
"Jadi kamu menolak memberiku kesempatan Kirana. " cecar Andra memastikan.
"Yups, aku akan memberimu kesempatan, jika kamu mencarikanku pria buleda yang masih perjaka. " ujar Kirana sambil menahan tawamya.
Andra melotot mendengar permintaan Kirana, Kirana tertawa kecil mendapat pelototan dari Andra. Dia melipat tangannya di dada, menatap tajam kearah Kirana. Kirana nampak salah tingkah ditatap tajam oleh Andra, sebenarnya dia juga sudah sangat nyaman bersama Andra namun dia gengsi untuk mengakuinya.
"Sudah malam, lebih baik kita istirahat! ucap Kirana mengalihkan pembicaraan. Dia pun bangkit, berjalan melewati Andra. Andra berdecak kesal dan langsung mengekori Kirana dari belakang.
Keduanya terdiam kala melihat Zayn dan Senja tersenyum kearah mereka berdua. " Huh tak sia sia aku jadi mak comblang kalian berdua hehe, apakah kalian resmi berpacaran. " ujar Senja.
"Enggak Nja, lagian mana mau aku jadi pacaranua Mr Jurig!
__ADS_1
" Dih sok jual murah, lain di mulut lain di hati. " cibir Andra.
Senja hanya bisa menepuk jidatnya, dia memilih masuk ke dalam kamar di susul Zayn. Kirana pergi ke kamarnya diikuti Andra dari belakang, makin lama Kirana semakin kesal. Dia menoleh ke belakang, menatap sinis kearah Andra. "Kamu itu kayak itik yang ngikutin induknya Ndra. " gerutu Kirana.
"Menyingkirlah dan masuk ke kamarmu jangan ikuti aku lagi, " Kirana masuk ke kamarnya dan blam menutup pintunya sedikit keras. Andra tertawa kecil, berhasil mengerjai Kirana yang sedari tadi memanggilnya jurig.
Andra masih berdiri di depan kamar Kirana, dia mulai mengetuk pintu kamarnya. Cklek Kirana membukanya dengan raut jengkel menatap Andra. "Apalagi sih Mr Jurig. " ketus Kirana.
Grep Andra merangkul pinggang Kirana, merapatkan tubuh mereka. Dia tatap lekat gadis yang disukainya itu, Kirana semakin salah tingkah karena tatapan Andra yang penuh intimidasi. "Jangan memanggilku jurig lagi atau aku akan menciummu nona. " geram Andra dengan wajah serius.
"Mr Jur.. " Andra membungkam bibirnya, sontak kedua mata Kirana melotot, berusaha mendorong tubuh Andra namun Andra malah semakin mengeratkan pelukannya. Kiranapun pasrah dirinya membalas ciuman dari Andra, Andra sangat senang disela sela ciuman mereka.
Setelah ciuman mereka terlepas, Kirana menghirup oksigen sebanyaknya lalu menatap sinis kearah Andra. Andra hanya tertawa, tersenyum penuh kemenangan kearah Kirana. Dia usap pipi mulus Kirana dengan lembut kemudian menatapnya lekat. "Sekarang kamu milikku, takkan kubiarkan kamu mencari pria bule atau siapapun itu sayang. " tegas Andra.
Kirana langsung merona, mendengar ucapan kepemilikan dari Andra. Dia berhambur dalam rengkuhannya hangat tubuh Andra, Andra membalas pelukannya dengan suka cita.
Kirana melepaskan pelukannya, menatap lembut kearah Andra. "Memangnya ini enggak terlalu cepat mas!
" Enggak sayang, sepertinya pernikahan kita memang harus dipercepat, aku tidak mau si pria sialan itu menganggumu. "
Kirana mengangguk, Andra tak kuasa kembali memagut sari madu gadisnya yang terasa sangat manis. Keduanya saling berciuman lembut menumpahkan segala kebahagiaan yang kini tengah membuncah ruah di hati masing masing.
❣️❣️
Selesai berciuman mereka masuk ke kamar masing masing dengan senyuman di bibir. Kirana langsung menghempaskan dirinya di atas kasur, membayangkan kejadian tadi.
"terimakasih Mas kamu telah hadir dalam hidupku!
Kirana langsung memejamkan matanya, tak lama kemudian masuk ke alam mimpi.
__ADS_1
bersambung