EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
106. Bali again


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan udara selama kurang lebih 1 jam 10 menit dari Labuan Bajo, akhirnya Sky dan Yara pun tiba di Bali.


Untuk kedua kalinya, Yara menginjakkan kaki di pulau Dewata lagi. Jika diwaktu lalu dia datang bersama Juna sebagai suaminya, sekarang berbeda, karena kini Sky yang sudah menggantikan posisi Juna itu.


Jika dulu Yara datang ke Bali demi menghadiri acara family gathering dengan teman-temannya, kali ini dia datang sebab momen bulan madu bersama Sky.


Tempat yang sama dengan suami yang berbeda.


Rasanya Yara ingin tertawa keras sekarang, menertawakan dirinya dan nasibnya.


"Gimana? Kamu suka gak sama villa kita?" tanya Sky-- begitu mereka sampai disebuah villa pribadi yang sudah dipesan Sky sejak awal memutuskan untuk kembali menyinggahi Bali.


"Iya, bagus banget, Sayang."


Karena mereka tiba disana saat hari sudah malam, Sky dan Yara langsung menuju untuk masuk ke dalam kamar yang ada di Villa tersebut.


Sky memilih Villa yang berbeda dengan yang dulu sempat mereka tempati ketika acara family gathering. Ia tidak mau Yara sampai mengingat Juna lagi apabila ia membooking Vlla yang sama dengan waktu itu.


"Kamu capek?"


"Lumayan..." sahut Yara.


"Ya udah, kamu siap-siap istirahat aja, biar semua barang kita aku yang atur dan beresin."


Mendengar pernyataan Sky, Yara jadi mengulas senyum tipis, mau bagaimana lagi, ingatan dimasa lalu seakan melintas begitu saja dalam benaknya, dimana sikap Sky ini justru mengingatkannya tentang bagaimana perlakuan Juna saat mereka juga tiba di Bali waktu itu--dan saat itu Juna malah langsung memutuskan untuk tidur--tanpa memikirkan bagaimana Yara yang kepayahan membongkar serta menyusun barang-barang bawaan mereka.


"Emang gak apa-apa? Kamu kan juga capek, hmm?"


"Gak apa-apa, Sayang," tutur sang suami dengan begitu lembutnya.


Lagi-lagi Yara tersenyum simpul, dia pun memasuki area kamar mandi untuk membersihkan diri.


Hampir 20 menit dalam kamar mandi, akhirnya Yara keluar dalam keadaan yang sudah bersih dan wangi.


Yara berniat menyenangkan suami baik hatinya--malam ini, mumpung mereka masih dalam suasana bulan madu. Lagipula, jika nanti Sky sudah kembali sibuk bekerja, Yara tidak tau bagaimana intensitas hubungan keduanya, meski dia yakin Sky akan selalu menyempatkan diri untuk berlaku hangat padanya.


Yara juga merasa jika selama ini Sky lah yang selalu memulai dan ambil tindakan, sementara Yara hanya menikmatinya saja. Malam ini, Yara mau sedikit berbeda, dia ingin mengambil inisiatif dengan menggoda Sky lebih dulu.


Meski Yara masih malu untuk melakukannya, sebab ini bukan hal yang biasa baginya, tapi satu sisi dalam diri Yara juga merasa jika ini tidak salah untuk dia lakukan, apalagi terhadap suaminya sendiri.


"Sayang?"


Sky masih sibuk memindahkan pakaian bersih ke dalam lemari yang ada disana ketika Yara memanggilnya dengan nada mesra.


Sky langsung menoleh dan mendapati istrinya dengan balutan bathrobe dan rambut yang basah. Maka pemandangan ini adalah salah satu godaan terbesar untuk dirinya.


"Kamu gak mandi?" tanya Yara.


"Ng-- ya, habis ini." Secara mendadak, Sky merasa blank dengan kegiatannya sendiri. Pikirannya justru berfokus pada sesuatu yang ada dibalik bathrobe yang dikenakan sang istri. Eh?


"Sekarang aja, biar aku yang lanjutin itu."


Sky menggeleng pelan, aroma sabun yang Yara gunakan-- seakan menguar dan menggoda n@luri kelelakiannya.


Yara melihat pandangan Sky yang jelas-jelas berubah sekarang, untuk itu ia pun menyunggingkan senyuman tipis.

__ADS_1


Sky berdiri dari duduknya, mendekati Yara yang tiba-tiba dihantam rasa malu yang mendadak datang. Yara akhirnya mundur beberapa langkah ke belakang.


"Mandi dulu, ya." Yara menatap Sky dengan sorot mata meyakinkan.


Sky akhirnya mengangguk, tanpa kata dia menarik handuk dan memasuki area kamar mandi bagai terhipnotis dengan kata-kata istrinya.


Hhhh ... Yara pun menghela nafas panjang setelah Sky berlalu.


Kenapa rasanya masih berdebar saja? Apalagi melihat sorot mata Sky yang berubah penuh gair@h, selalu membuat tubuh Yara panas dingin seketika. Padahal, mereka sudah melakukannya berkali-kali dalam kurun waktu pernikahan mereka ini, tapi rasanya tidak pernah puas dan realitanya justru membuat kecanduan.


"Aaa... niat awal mau goda Sky, ujung-ujungnya malah gak berani," batin Yara merutuk dirinya sendiri. Dia sampai mengacak rambutnya karena niatnya yang ingin memulai justru harus terhenti karena jiwanya yang pengecut.


"Terus sekarang apa? Tidur?" tanya Yara pada dirinya sendiri.


Yara pun memilih untuk melihat lemari pakaian saja, dia mau mencari piyama dan memakai itu. Ya, jawaban tepat untuk malam ini sepertinya hanya tidur dan tidak lebih.


Kecuali ... jika Sky yang kembali memulai untuk menggodanya.


"Ah, kapan sih kamu pinternya, Ayara? Mau goda suami sendiri aja gak lulus-lulus," gerutu wanita itu.


Saat Yara sudah membuka lemari pakaiannya disana, ia tertegun sekaligus syok. Tidak satupun dia melihat piyama tersusun disana. Yang ada hanya barisan lingerie yang berjejer rapi.


Mendadak Yara mengingat jika tadi memang Sky yang membongkar barang-barang mereka dan menyusunnya di lemari ini, kan?


"Astaga Sky memang me sum banget," gumam Yara saat itu juga.


"Siapa yang me sum?"


Rupanya pria itu sudah selesai dengan urusan mandi dan berdiri tak jauh dibelakang tubuh Yara dengan hanya mengenakan handuknya.


"Itu yang didepan kamu kan baju tidur."


"Hehehe..." Yara menggaruk pelipisnya. "Ini bukan baju untuk tidur, aku bisa masuk angin nanti."


"Gak bakalan, kan ada selimut, lagian ada aku juga, kan?"


Sejak dulu, jangan lupakan jika Yara akan selalu kalah berdebat dengan seorang Sky Lazuardi. Untuk itulah, mau tak mau dia harus menurut malam ini. Lagipula, bukannya tadi Yara sendiri yang seakan tak rela jika malam ini hanya dihabiskan dengan tidur.


Akhirnya Yara berbalik dan menatap Sky. "Ya udah, karena kamu yang nyusun bajunya di lemari, sekarang aku mau tanya sama kamu deh."


"Tanya apa?" Sky berucap sambil menggosok rambutnya yang basah.


"Bagusnya aku pake yang warna apa malam ini?" Yara menggigit bibirnya sendiri sangking malu dengan pertanyaannya itu.


Sky pun mengulumm senyum. "Semua yang kamu pake bakal bagus. Bahkan pakai bathrobe gitu aja udah bagus, kok," ujarnya merujuk pada penampilan Yara saat ini.


Sekali lagi Yara menyengir, mereka sudah menikah seminggu lebih dan entah kenapa jika suasana seperti ini terjadi--selalu terasa akward dan canggung yang luar biasa.


"Ya udah, kalau yang ini gimana?" Yara menarik asal lingerie yang sudah tergantung itu.


"Merah?" Lagi-lagi Sky mengulumm senyum. Kilatan dimatanya mengisyaratkan sesuatu seperti rasa tidak sabar.


Yara mengangguk, dia mau segera berganti pakaian disana, akan tetapi tetap merasa malu melakukannya dihadapan sang suami. Yara pun berlari kecil menuju ruang ganti, tidak lupa dengan membawa lingerie yang tadi sempat dipilihnya.


Sky tertawa pelan selepas kepergian istrinya untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


Hanya beberapa menit berselang, Yara sudah kembali ke hadapan Sky yang tampak sudah mengenakan celana pendeknya.


Glek ...


Sky menelan saliva dengan berat saat melihat bagaimana tampilan istrinya sekarang.


"Gak bagus, ya?" tanya Yara yang menundukkan kepala malu-malu.


Sky mendekat, mengangkat dagu Yara dengan jari telunjuknya agar wanita itu menatap lurus kepadanya.


Sky memegang pundak Yara dan mengitari tubuh wanita itu. "Kamu sengaja mau goda aku, kan?" ujar sang suami dengan suara berubah berat.


"Ng---" Yara bingung menjawab, meski awalnya dia memang berniat menggoda Sky, tapi bukannya Sky sendiri yang dengan sengaja menyusun lingerie nya disana dan membuatnya mau tak mau memakai pakaian dinas (lagi) malam ini?


Sky melingkari pinggang Yara dengan pelukannya, memangkas jarak keduanya, hingga hidung mereka nyaris bersentuhan.


"I want you tonight, Wifey..." bisik Sky dengan suara sarat akan hasr@t. Dia berujar tepat didepan wajah Yara, membuat sang wanita merona dalam seketika.


Seperti yang sudah Yara perkirakan, tubuhnya merespon ucapan Sky itu dengan aliran darah yang mendadak seperti terpompa cepat-- membuatnya merasa panas dingin dengan tidak jelas.


Yara sontak melenguhh saat kedua tangan Sky sudah berpindah ke tubuh bagian atasnya.


Dalam sekali tarikan yang cukup keras, pria itu justru merobek satu-satunya kain pelindung untuk tubuh Yara. Ya, meski itu tak sepenuhnya melindungi dan justru memancing keliaran sang suami. Complicated.


Yara cukup tertegun karena akhirnya Sky membuang asal-- penutup yang sudah sobek itu dari tubuhnya.


Lagi-lagi dengan sikap tak sabaran hingga berujung merusak sesuatu. Poor lingerie, batin Yara.


"S--Sky...."


"Hmm?" Sky menyahut sembari mengecupi perpotongan leher istrinya. Sekarang kulit tangan pria itu sudah langsung bertemu dengan kulit tubuh Yara.


"Eunghh ...." Kali ini Yara melenguhh dalam hasr@t, sementara Sky sudah sibuk menyapu dada Yara dengan bibir dan lidahnya yang hangat.


Jika sudah mendengar suara Yara yang demikian, gair@h dalam diri Sky seakan tak sabaran, dia ingin terus menyerang istrinya dengan panas dan liar.


Sky pun *****@* dan mengulumm bibir Yara sebelum memulai serangan intiny@.


"Sayang, pelan-pelan, please ...." pinta Yara dan Sky menganggukinya.


Meski Yara menyukai tenaga Sky yang besar dan kuat, tapi ia tetap mau mengingatkan pria itu agar tidak lepas kendali, sebab selama masa bulan madu ini, mereka terus melakukannya berkali-kali jadi Yara masih merasa nyeri di pangk@l pahanya.


Kini hanya suara er@ng@n, lenguh@n dan des@han yang saling sahut menyahut diantara mereka berdua.


Rasa dingin yang mereka dapat karena suhu ruangan pun mendadak berubah menjadi kehangatan yang menyelimuti tubuh, keduanya langsung bermandi keringat dalam sekejap.


Bersambung ....


***


Dah ya, part ini dibuat khusus untuk yang kemarin nge-chat minta supaya jangan di skip momen bulan madunya... dah ya? Lunas🤭


Nah, kirimkan vote nya ya, karena ngetik bab ini othor juga jadi kepanasan.🤣🤣🤣🤣


Jangan request gini lagi deh. Udah dibilang othor migrain kalo nulis bab ginian🤭🤭🤭

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaesssss🙏🥰


__ADS_2