EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
82. Canggung


__ADS_3

"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah ...."


Selanjutnya, ucapan beriring doa akhirnya mulai terdengar. Yara tidak menyangka pernikahannya dengan Sky baru saja dinyatakan selesai-- saat pria itu sudah mengucapkan ikrar pernikahan dengan lantang dan tanpa halangan berarti-- sembari menjabat tangan Anton sebagai wali untuk pernikahannya.


Disertai oleh beberapa warga dan ketua RT yang menjadi saksi, serta kehadiran Indri yang juga akhirnya merestui pernikahan keduanya, mereka akhirnya resmi menjadi sepasang suami dan istri. Singkat, mendadak, namun tetap sakral yang membuat relung hati Yara sangat tersentuh.


Astaga, kenapa semuanya terasa sangat cepat? ini seperti mimpi. Apa benar pemuda ini sudah resmi menjadi suaminya sekarang? Perasaan, sore kemarin mereka baru saja menghadiri pernikahan Rina dan malam tadi mereka juga baru saja nonton bioskop bersama-sama. Begitulah yang ada di benak Yara sekarang. Ia ingin menangis haru, tapi ia juga masih merasa ini semua tidaklah nyata.


Yara tersentak saat doa usai pernikahan itu sudah selesai di bacakan, ia diminta menyalami tangan Sky yang berada disisinya dengan status baru yakni suaminya.


Sky mengulurkan tangan pada Yara, membuat wanita itu berkedip dengan rasa tak percaya, tapi kemudian sadar dan mengambil tangan sang suami lalu menyalaminya dengan takzim. Apa tadi? Sang suami? Ah ya, mereka sudah menikah sekarang.


"Untuk buku nikah dan yang lainnya akan segera diurus secepatnya, sekali lagi selamat, ya ... Nak Sky, Nak Yara."


Penghulu itu tampak menyalami tangan Sky dan Yara bergantian. Hal itu direspon oleh Sky dengan anggukan serta ucapan terima kasih.


"Terima kasih banyak, Pak."


Sementara Yara, ia masih merasa samar-samar dengan kenyataan yang melarutkannya ini.


Kini, mereka sudah resmi menikah secara agama, Sky akan mengurus semua berkas pernikahan mereka secepatnya agar itu juga dapat sah dimata hukum negara.


Tamu-tamu yang hampir kesemuanya adalah tetangga rumah Anton dan datang karena dadakan, akhirnya mulai berhamburan pulang--sesaat setelah menyaksikan pernikahan Yara dan Sky selesai dilaksanakan.


Sekarang, dirumah itu hanya tinggal keluarga inti saja. Anton, Yara, Sky dan tentu saja sang Mama, Indri-- yang berada disana.


Indri menarik nafas dalam, ia ingin mengucapkan beberapa kalimat petuah untuk putranya yang akhirnya menikah. Namun, ia memberi izin untuk Anton lebih dulu menyatakan pendapat mengenai pernikahan dadakan ini, sebab tadi mereka tidak leluasa bicara karena adanya para tetangga.


"Mas gak tau mau ngomong apa lagi. Yang jelas, sekarang kalian udah resmi menikah. Mas harap, ini terakhir kalinya mas kecewa karena perbuatan kalian."


Yara tertunduk disebelah Sky yang menatap wajah Anton dengan raut sungkan.


"Sky, ada yang mau kamu bilang?" tanya Anton yang menebak jika pria itu seolah hendak berkata-kata.


"Sebelumnya aku minta maaf, mas. Memang aku salah karena tadi malam mengunjungi kediaman Mas diwaktu yang sudah sangat larut. Tapi, aku benar-benar gak tau kalau Mas gak ada di rumah. Dan satu lagi, kami enggak ngelakuin hal kotor seperti yang dituduhkan warga. Yara cuma meminta aku ganti baju, karena aku kehujanan dan basah kuyup. Mobilku ada di ujung gang, gak bisa masuk karena ketutup portal."


Anton menghela nafas pelan. Mau percaya dengan ucapan Sky tapi, entahlah, yang jelas Sky sudah datang ke kediamannya disaat ia tak ada dan di waktu yang tidak tepat. Terlepas apapun yang mereka lakukan, Anton merasa mereka sudah dewasa dan seharusnya tau mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan.


"Baiklah, mas percaya sama kalian. Tapi sekarang kalian sudah dinikahkan secara dadakan. Jadi, bagaimana?"

__ADS_1


"Untuk itu, aku gak menyesalinya, Mas. Karena aku memang punya tujuan untuk menikahi Yara seperti yang mas ketahui selama ini. Tapi, untuk kesalahpahaman yang akhirnya membuat mas dan Yara malu, aku sangat menyesal dan meminta maaf sedalam-dalamnya."


Anton mengangguk-anggukkan kepala. Sampai akhirnya Indri yang mulai angkat suara setelahnya.


"Sky, Yara, mama minta maaf karena tadinya mama sempat berpikiran sama-- seperti yang dituduhkan warga. Jujur, awal mendengar hal ini mama sangat emosional. Tapi, disinilah posisi mama sebagai orangtua seolah dipertaruhkan dan menanyakan pada diri mama sendiri, siapa yang harus mama percayai? Dan mama memilih untuk percaya sama kalian. Mama tau, Sky tidak mungkin melakukan hal yang tidak pantas, terlebih itu di rumah kakaknya Yara."


"Ma?" Sky menatap sang Mama dengan tak percaya.


"Iya, tapi kalau posisinya gak di rumah ini, mungkin mama akan percaya kamu bakal nekat, Sky! Kamu itu suka jalur alternatif yang diluar prediksi," Sekarang Indri kembali mengomel. Ia tau jelas watak sang anak.


Sky meringis sambil menggaruk pelipis, kemudian menundukkan kepala dalam-dalam.


"Maafin Yara udah buat Tante malu, Yara gak ada maksud buat ngecewain Tante."


Indri menatap Yara yang sekarang matanya tampak berkaca-kaca, wanita paruh baya itu akhirnya menghampiri posisi Yara dan memeluknya hangat.


"Mama gak kecewa, karena mama tau kalian gak berbuat yang aneh-aneh. Mama percaya sama kalian. Ini semua terjadi karena Tuhan menegur mama. Semua ini karena rencana mama yang aneh, kenapa juga mama harus maksain Sky untuk kenal sama wanita lain, akhirnya Tuhan malah menjodohkan kalian dengan cara instan kayak begini."


"Jadi, Tante merestui pernikahan kami?"


"Mama, Ra, bukan Tante lagi ...." protes Indri. "Tentu aja mama merestui, kalau gak, mana mungkin pernikahan kalian berjalan lancar beberapa saat lalu," tandasnya.


Yara akhirnya bernafas lega. Ia membalas pelukan Indri dan Sky sangat terharu melihat adegan itu.


"Urus buku nikah kalian secepatnya, ya."


"Iya, M-ma..." Yara sedikit canggung dengan panggilan baru terhadap Indri.


"Mama jadi batal ke Singapore hari ini, gak jadi juga ketemu sama Pak Aditama. Maafin aku ya, Ma." Sky pun ikut memeluk sang Mama.


"Nah, makanya itu, kamu harus tanggung jawab, ya. Mama bakal atur pertemuan lagi nanti dan kamu harus ikut kali ini."


Sky langsung menatap sang Mama. Apa mamanya masih berniat mempertemukannya dengan putri dari Bapak Aditama, meski statusnya sudah menikahi Yara sekarang?


"Ajak Yara sekalian. Mama kesana urusan bisnis, nah kalian ya terserah ... mau sekalian bulan madu juga gak apa-apa."


Sekali lagi Sky menatap Indri dengan terperangah dan tatapan tak percaya. "Serius, ma?" tanyanya.


"Ya iyalah, mana mungkin mama ajak kamu, tapi ninggalin Yara disini. Mama juga gak mau dosa karena misahin pengantin baru." Kali ini Indri tertawa diujung kalimatnya.


Mendnegar itu wajah Yara langsung merona. Ia masih malu dengan status barunya yang terjadi karena proses instan dan dadakan.

__ADS_1


"Ya udah, mama pulang duluan ya. Kamu juga pulang ke rumah, bawa istrimu pulang."


"Iya, ma."


Sky sampai tidak tau bagaimana mengutarakan rasa senangnya hari ini.


Akhirnya Sky, Yara dan Anton mengantarkan Indri yang ingin pulang. Sky membukakan pintu mobil untuk sang Mama, sampai mobil yang dikemudikan oleh sopir itu berlalu dari kediaman Anton. Tapi jujur saja, sekarang barulah Sky merasa mengantuk. Bagaimana tidak, ia baru sadar jika semalaman ia tidak tidur.


Sky melirik Yara, dan mendapati wanita itu yang beberapa kali tampak menguap. Ya, Yara pun sama, pasti dia merasa kurang tidur sekarang.


"Kamu ngantuk, kan? Kalau mau tidur, tidur aja dulu," kata Sky.


Ini adalah pembicaraan pertama mereka setelah sah menjadi suami istri sebab sejak kejadian dini hari tadi--mereka nyaris tak bisa mengobrol satu sama lain. Hanya sesekali melempar pandangan sebagai isyarat mata.


Yara mengangguk. "Iya, tapi aku mau nelepon Mbak Nadine dulu sebentar, izin, karena gak masuk kerja hari ini."


"Kamu tidur gih, nanti sore aku temenin ke rumah Mbak Nadine, sekalian bilangin kalau kamu gak kerja lagi."


"Tapi, Sky..."


"Jangan bilang kamu masih mau kerja disana."


"Emang gak boleh, ya?"


"Sekarang kamu udah punya kerjaan lain, Ra."


"Apa?"


"Jadi istri aku."


Yara tertunduk, entah kenapa mendengar itu ia kembali merasa canggung.


"Ya udah, aku masuk ya."


"Iya, pintu kamarnya jangan dikunci," kata Sky membuat Yara segera berlalu karena malu. Untungnya Anton sudah masuk ke dalam rumah sejak tadi dan tidak mendengar ucapan Sky yang terkesan menggodanya itu.


Bersambung ....


****


Maaf ya kalo nanti up-nya lama. sebenarnya othor up tiap hari, tapi kadang review dari aplikasi yang lama bgt skrg, gak tau kenapa 🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, guys❤️


__ADS_2