EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
169. Membuat perhitungan


__ADS_3

Anton tidak tau siapa Michele yang dimaksud oleh Radja, tapi Radja tampak yakin ini adalah ulah wanita itu, karena menurutnya foto yang ditunjukkan Anton hanya menjadi koleksi pribadi antara dia dengan Daisy.


Saat Radja menelepon kekasihnya, untuk menanyakan mengenai foto itu pernah disebar kemana? Daisy mengatakan belum sempat meng-uploadnya di sosial media, tapi gadis itu mengatakan perihal ponselnya yang sempat dipinjam oleh Michele dalam beberapa saat. Kemungkinan, disaat itulah Michele mengirim foto pribadi mereka kepada nomornya sendiri.


Dan berdasarkan info dari Radja juga, Michele bekerja sebagai seorang editor foto di sebuah perusahaan periklanan, sama seperti dirinya. Hanya saja, Radja dan Daisy tidak di bagian pengeditan, tapi di bagian yang lain.


Hal ini pula yang membuat tuduhan itu semakin mengarah kepada wanita bernama Michele. Radja tidak mengetahui apa niat dan maksud Michele menggunakan fotonya untuk diedit dan dijadikan kepentingan pribadi, mungkin wanita itu ada maksud tersendiri. Entahlah.


"Jika saja Daisy tidak bersahabat baik dengan Michele, mungkin aku akan melaporkannya pada pihak berwajib terkait hal ini. Ini bisa masuk ke ranah perbuatan tidak menyenangkan, aku tidak menyukai tingkahnya yang mengedit fotoku sesuka hati." Itulah yang Radja lontarkan secara gusar, dia tampak sangat yakin jika ini adalah ulah Michele. Dia merasa berhak melabrak wanita itu nantinya.


Sementara dari sisi Anton, dia tidak pernah tau atau mendengar nama itu disebut dalam perbincangan Yara dan Sky. Tapi, entahlah, tidak semua hal dalam rumah tangga sang Adik-- dia ketahui sepenuhnya, kan?


Maka dari itu, dia memilih untuk langsung mengatakannya kepada Yara nantinya.


Anton tinggal menunggu satu tahap lagi dimana nomor asing itu juga selesai diselidiki, setelah data itu dia dapatkan dan benar-benar pasti jika sang provokasi itu adalah wanita bernama Michele, maka Anton akan segera memberitahu sang adik terkait hal ini.


...***...


"Terus? Apa kata Mas Anton? Siapa orangnya?" tanya Sky menatap netra hazel milik istrinya.


Yara menggigit bibir, dia tau Sky amat penasaran dengan hal ini tapi dia takut jika Sky menjadi emosional jika Yara menyebutkan sebuah nama yang tadi Anton beritahukan.


"Kabarnya, Mas Anton udah menemui pria dalam foto itu, namanya Radja. Radja menebak ini adalah ulah seorang rekannya."


"Apa kita mengenalnya? Dia juga mengenal kita?"


Yara mengangguk. Tapi dia bingung jika nanti Sky akan tersulut emosi.


"Tapi, kamu janji jangan marah ya."


"Gimana bisa aku gak marah, karena dia nama baik aku hancur! Aku yakin pasti dia juga yang membuat media massa heboh karena mengaitkan kecelakaan aku dengan isu perselingkuhan."

__ADS_1


"Kamu jangan asal tuduh, Sayang."


"Aku yakin, memang ini yang dia mau. mungkin dia juga yang nyebarin hoax ke infotainment. Aku penasaran, apa dia bakal tetap ngelanjutin niat jahatnya untuk memfitnah aku, jika tau aku gak bener-bener meninggal?"


"Udah dong, Sayang. Belum juga aku sebutin namanya. Kamu udah marah-marah gini." Yara mengelus-elus rahang kokoh milik suaminya, berusaha menenangkan pria itu agar tidak mengamuk dalam kondisi yang belum baik-baik saja.


"Mas Anton udah dapat hasil juga dari nomor yang dia selidiki. Pemilik nomor itu, sama orang dugaan Radja adalah orang yang sama."


Meskipun Michele sempat mengganti-ganti nomornya dalam meneror Yara, tapi nomor yang pertama dia gunakan untuk mengirimkan foto itu rupanya adalah nomor aslinya. Disitulah kelalaian Michele dalam rencananya kali ini. Dia tidak tau bahwa pihak Yara akan menyelidiki sampai sedetail ini, seharusnya sejak awal dia lebih berhati-hati tapi dia melupakan hal yang justru membuka jati dirinya sendiri.


"Aku gak punya gambaran siapa orang itu. Jadi, kamu kasi tau aku sekarang!" kata Sky menekankan.


"Dia ..." Yara tampak ragu, tapi Sky menatapnya lamat-lamat seolah mengunci pergerakan matanya disana sehingga mau tak mau wanita itu tak bisa untuk berbohong atau menutupi apapun lagi pada suaminya. "... Michele," imbuhnya kemudian.


Sky melotot dalam posisinya. Dia terperangah. Dia tidak menyangka kelakuan Michele sampai sejauh ini.


Yara sendiri sejak awal bukan bermaksud untuk menutupi fakta ini dari Sky, tapi dia hanya berniat menunda memberitahukan ini pada sang suami, sayangnya dia memang tidak bisa karena dia terbiasa untuk selalu terbuka pada suaminya dan tidak pernah merahasiakan sesuatu lebih lama.


Yara mengangguk. "Cuma dia kan, Michele yang kenal kita berdua. Kemungkinan dia masih terobsesi sama kamu," paparnya kemudian.


Selanjutnya, ekspresi Sky tidak terbaca. Tapi, Yara ngeri sendiri melihat raut dan sorot mata suaminya. Yara berharap Sky tidak menghukum Michele dengan suatu hal yang mengerikan karena Yara takut suaminya berada dalam masalah besar.


"Sayang, kamu ... gak sedang ngerencanain hal yang aneh untuk Michele, kan?" tanya Yara dengan raut was-was.


"Bukannya dia juga udah nyusun rencana buat kita bertengkar? Jadi, gak salah kan kalau aku juga ngerencanain sesuatu buat dia?"


Yara menangkup wajah tampan milik sang suami. "Jangan yang aneh-aneh, ya. Aku gak mau kamu ngurusin hal yang seperti ini. Gimanapun juga, dia itu gak penting untuk kamu urusin." Yara membuang pandangannya kemudian, disanalah Sky sadar akan sesuatu.


"Kenapa? Kamu takut aku justru terjebak sama permainan dia ini?" tebak Sky.


Yara mengangguk pelan. "Aku gak mau kamu ngurusin wanita lain selain keluarga kamu," ujarnya sungguh-sungguh.

__ADS_1


Sky menahan geli karena ujaran sang istri.


"Kamu cemburu? Aku cuma mau buat perhitungan sama dia..."


"Udahlah, yang penting kita baik-baik aja kan, sekarang?"


"Gak sesimpel itu, Sayang. Kalau semuanya seringan omongan kamu, buat apa Mas Anton susah payah nyari biang keladinya? Setelah semuanya ketahuan, kamu gak ngebiarin aku buat balas kelakuan Michele? Nama baik aku juga udah tercemar, kan?"


Yara menghela nafas sepenuh dada. "Terus? Kamu mau kasih dia perhitungan kayak gimana? Jangan yang aneh-aneh, ya. Aku gak ikhlas kalau sampai kamu sama dia jadi berhubungan lagi." Yara mencebik diujung kalimatnya.


"Berhubungan lagi, apaan? Aku sama dia bahkan gak pernah berhubungan, Sayang." Sky membenarkan anak-anak rambut Yara yang tampak berantakan, menghentikan jemarinya disana lalu memangkas jarak diantara mereka.


"... kamu tenang ya, aku gak akan diam aja setelah semua ini terjadi sama kita. Michele harus membayar semua kelakuannya dengan pembalasan dari aku," kata Sky didepan bibir Yara, lalu kemudian memaaguut sang ranum yang sejak tadi mengusik pikirannya.


Mereka menghentikan ciuman itu ketika keduanya sama-sama merasa kehabisan oksigen. Sky menatap Yara yang terengah-engah.


"Aku---" Yara menaruh telunjuknya didepan bibir Sky untuk menghentikan ucapan pria itu yang sudah dapat dia tebak akan mengatakan apa.


"Sabar ya, luka kamu aja belum membaik," papar Yara mencoba memberi pengertian pada pria yang sudah menatapnya dengan tatapan sarat akan gair@h.


"Sayang, tubuh aku emang masih luka tapi kan--"


"Gak ada tapi-tapian," sela Yara. Wanita itu beringsut dari posisinya kemudian memberi jarak diantara dengan sang suami.


"Sayang?"


"Sampai kamu membaik, baru kita boleh deketan lagi."


"Astaga, Ayara...." Sky mengesah panjang, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


Bersambung ...

__ADS_1


Yuk gabung ke GC othor. Biar silaturahmi kita makin terjaga🙏 nanti kita bagi-bagi poin buat member yang rajin baca update-an terbaru... ❤️


__ADS_2