EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
109. Sudah Menikah


__ADS_3

Sementara disana, Yara dan Sky kembali menikmati kebersamaan mereka di Bali. Mereka mengeksplor tempat baru yang belum sempat mereka kunjungi di waktu lalu.


Sky amat bersyukur karena akhirnya dia dapat kembali ke Bali bersama Yara sebagai istrinya. Dia ingat, bahwa semuanya berawal dari tempat yang sama.


Jika dipikir-pikir, kenekatannya dulu demi mendapatkan Yara lagi-- memanglah sangat gila. Bagaimana jika waktu itu Yara tetap pada keputusan untuk menolaknya? Tidak mungkin mereka bersama saat ini.


Tapi, sedikit banyak Sky juga berpikir bahwa kembalinya Yara disisinya tak luput dari kesalahan Juna juga. Jika saja Juna adalah suami yang baik buat Yara, apa mungkin wanita itu mau menggubrisnya lagi?


Sedangkan saat Yara sudah jelas-jelas tau Juna berselingkuh saja, Sky masih tetap sulit mendekatinya, pikirnya.


Apakah perselingkuhan Juna dulu patut disyukuri oleh Sky, sebab itu menguntungkannya di masa sekarang?


Ya, walau bagaimanapun, karena hal itu pula Yara mantap meninggalkan Juna, hingga akhirnya ia semakin maju untuk mengejar wanita itu.


Baiklah, Sky harus mengakui jika memang dia merasa bersyukur sebab Juna berlaku khianat dibelakang Yara. Tapi disisi lain, Sky juga merutuk pria itu yang telah menyia-nyiakan Ayara-nya. Juna benar-benar bodoh.


Terima kasih Juna, kau memberikanku kesempatan untuk membahagiakan Ayara sekarang. Begitulah isi pikiran Sky jika mengingat kilas balik hubungannya dengan Yara.


"Sky, aku mau makan es krim. Ayok!"


Sky refleks menoleh dan menatap Yara yang menggelayut di sisinya dengan manja. Tentu ia senang, sekarang Yara sudah tidak malu menunjukkan rasa seperti itu. Yara juga tampak takut untuk kehilangannya. Sky pantas berbangga diri. Usahanya menaklukkan Yara tidak sia-sia dan terbayar dengan kemenangan.


Meski terkadang Sky juga harus mengakui jika dia juga sering merindukan sikap jutek Yara--yang seperti dulu.


"Ah iya, ayo kita makan es krim."


Mereka pun bergandengan tangan, meninggalkan panorama pantai yang indah namun mulai terasa terik siang itu.


Mereka tiba disebuah cafe yang menyajikan berbagai rasa dan menu es krim. Duduk berhadap-hadapan menunggu pesanan mereka datang.


"Ayara? Sky?"


Keduanya sontak menoleh, mendengar dari suaranya, yang menyapa mereka hari ini pastilah seseorang yang tidak asing.


"Dian?" Yara refleks bangkit, melihat Diandra berdiri didekat meja mereka.


"Kalian lagi ngapain disini? Berdua aja?" tanya Diandra dengan senyum yang tampak mencibir. Sky dapat melihat itu, namun Yara tidak terpikir jika Diandra tengah mengejek mereka, sebab yang Yara pikirkan saat ini justru perasaan Diandra-- yang dia ketahui sempat tertarik pada pria yang telah menjadi suaminya sekarang.


"Seperti yang kamu lihat, kita emang berdua aja dan disini lagi nunggu pesanan es krim."


Sky menjawab acuh tak acuh. Dia tak suka dengan pertemuan tanpa sengaja ini. Mau bagaimana lagi, Bali memang destinasi wisata yang pasti digandrungi banyak orang dan bertemu dengan orang yang dikenal di pulau ini rasanya memang masuk akal saja.

__ADS_1


Diandra manggut-manggut, tapi senyum yang sama tidak hilang dari mimik wajahnya, justru sekarang semakin tampak meremehkan.


"Kamu, di Bali ngapain?" tanya Yara mencoba berbasa-basi.


"Oh, biasa, lagi ada event pemotretan disini."


Sky tidak lagi menggubris Diandra, dia sibuk menatapi Yara yang tampak canggung dengan kehadiran Diandra diantara mereka. Sky tau Yara pasti sedang tak enak hati sekarang, apalagi Yara pasti memikirkan apa tanggapan Diandra--saat mendapati mereka berdua berlibur bersama di Bali.


"Aku boleh gabung, gak? Kebetulan teman-teman aku yang lain belum selesai take. Jadi aku sendirian sih di cafe ini, mau makan es krim juga."


Jika saja yang berkata seperti ini adalah teman mereka yang lain, Sky pasti akan mengizinkan dengan ikhlas. Tapi berhubung ini Diandra, yang dia ketahui pernah tertarik padanya dan dia tolak mentah-mentah, Sky tidak suka berbasa-basi lagi. Apalagi dia cukup tau perangai wanita itu hanya dari tatapan matanya yang terlihat meremehkan.


"Kamu duduk di meja lain aja. Kita cuma mau berdua, gak bisa di ganggu!" ucap Sky menohok.


Untuk hal ini, Yara hanya bisa menipiskan bibir sebab suaminya memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu yang tidak disukai. Sky termasuk pria yang terang-terangan seperti saat ini, jika dia tak suka maka dia akan berucap dengan pedas tanpa memikirkan perasaan Diandra. Yara yang jadi merasa tak enak dengan kawan SMA nya itu.


"Kok gitu sih? Kayak gak berteman aja...." Diandra mencebik, dia sudah kebal dengan penolakan seorang Sky Lazuardi.


Diandra kembali menatap Yara, sebuah pemikiran jahil muncul di benaknya.


"Ah iya, Ra. Kalau gak salah aku pernah ketemu sama suami kamu deh di Mall... ehm, kira-kira beberapa bulan yang lalu lah. Udah lumayan lama juga. Aku lihat dia baru keluar dari toko perhiasan. Katanya sih beli set perhiasan buat kamu gitu. Baik banget ya suami kamu."


"Maksud kamu Mas Juna ya, Di?" respon Yara, sebab ia yakin Diandra tidak mengetahui bahwa dia sudah bercerai dari pria itu, dan lagi sekarang pasti Diandra menyangka Yara dan Sky tengah menjalin hubungan gelap dibelakang Juna.


"Ya iyalah, emang siapa lagi. Suami kamu kan Mas Juna," kata Diandra sambil terkekeh. "Kenapa kamu bisa sampai ke Bali sama pria lain, Ra?" lanjutnya sembari melirik Sky sekali lagi.


"Aku---"


"Ah iya, aku juga lihat lho, postingan foto kalian waktu di Labuan Bajo. Itu kamu kan, Ra? Jadi kalian udah go public? Gak takut karma? apa sih tanggapan suami kamu mengenai ini, Ra? Kamu sengaja ya, biar segera lepas dari suami kamu?"


Bak Wartawan, Diandra mengeluarkan banyak pertanyaan untuk Yara bahkan membawa-bawa 'karma' juga disana.


"Dian, sebenarnya... aku sama Sky---"


Diandra menggeleng disertai senyum miringnya. Dia langsung memotong perkataan Yara, tak memberikan wanita itu kesempatan untuk menjelaskan.


"Kamu juga, Sky. Nekat banget sih kamu ngejar Yara? Kayak gak ada yang single aja. Sekarang udah puas dong jalan-jalan bareng istri orang? Rasa penasaran kamu udah terjawab, kan? Gimana rasanya? Udah tau rasa, pasti bentar lagi di lepeh ya, kan?" ujar Diandra lagi sembari terkikik geli--seolah ucapan yang dia lontarkan adalah hal yang sangat lucu sekali.


Yara sampai bungkam. Dia tidak menyangka perkataan Diandra sangat menohok seperti ini. Dia ingin membela diri tapi Sky yang lebih dulu menyahut.


Awalnya Sky ikut tertawa kencang, membuat tawanya dan kikikan Diandra seperti bersahut-sahutan. Tapi sesaat kemudian tatapan Sky berubah tajam menyorot ke arah Diandra.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu ini bicara apa? Aku gak paham. Yang kamu maksud suami Yara itu pria bernama Juna? Hahahaa...." Sky kembali tertawa sumbang membuat Yara hanya bisa menopang kepalanya sendiri sebab dia yakin setelah ini kata-kata pedas suaminya akan kembali terlontar.


"Gini ya, Dian. Kamu itu gak usah mengurusi kehidupan rumah tangga Yara. Karena kamu gak selevel sama dia."


Benar, kan. Kalau soal menghina, jangan sampai Sky memulainya karena Yara yakin Diandra akan ikut tertohok setelah ini.


"Maksud kamu apa?" Diandra berhenti tertawa, kini dia memandang Sky dengan pandangan kesal dan merasa terhina.


Sky menggaruk pelipisnya sekilas, senyum miringnya tersungging sinis.


"Dari awal kan aku udah bilang, aku sama Yara cuma mau berdua dan gak mau di ganggu. Tapi karena kamu ganggu, bahkan sangat menggangu, jadi terpaksa aku kasi tau kamu..."


Sky menarik nafasnya sejenak, kali ini dia yang menatap Diandra dengan senyum meremehkan.


"Sebenarnya aku gak mau ngasih tau kamu, karena kamu salah satu orang yang gak penting dikehidupan aku sama Yara, tapi sepertinya kamu memang harus dikasih tau, supaya kamu diam!"


Hhhh .... Diandra mendengkus keras karena perkataan Sky kali ini.


".... jadi, aku sama Yara udah menikah. Kita disini buat momen bulan madu. Kamu tau gak, kamu udah ngerusak hari yang harusnya indah ini dengan sikap kamu yang sok tau segalanya padahal gak tau apa-apa!" tandas Sky.


"Apa?" Diandra melotot. "Apa kamu bilang? Udah menikah? Bulan madu? Kalian bercanda? Jokes or frank?" tanyanya syok dan menggeleng keras-keras.


"Iya, Di. Aku sama Sky udah menikah. Kalau yang tadi kamu bicarain sebagai suami aku itu maksudnya adalah Mas Juna, aku udah gak sama dia lagi," papar Yara terus terang.


"Hah? Jadi kalian benar-benar udah menikah? Itu gak mungkin, impossible!" Sekali lagi Diandra menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Kenyataannya emang begitu, Di...."


Diandra tidak habis pikir, ternyata pilihan Sky benar-benar seorang Ayara Yasmin. Seserius itu? Dia kira Sky hanya penasaran dan akan berhenti jika rasa ingin tau itu sudah terjawab. Nyatanya? Sekarang Sky dan Yara benar-benar sudah menikah? Apa-apaan ini.


"Kita bakal buat resepsi setelah dari sini. Kamu tenang aja, ntar undangan buat kamu kita antar khusus biar kamu yakin kalau semua ini emang bener dan bukan cuma karangan," tambah Sky kemudian membuat Diandra terdiam dengan raut tak percayanya itu.


Bersambung ....


*****


Tinggalkan jejak lagi ya gaes. Udah lunas utk hari ini 3 bab nya.


Besok lagi ya...


gak henti-henti othor ingatkan buat dukung karya ini biar othor semangat ngetik lanjutannya🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2