EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
97. Ingin mengasuh


__ADS_3

Malam itu, Anton harus kedatangan tamu yang membuat dia serba salah. Itu adalah Sharla yang datang bersama suaminya.


"Sebenarnya Mbak mau ngomong ini dari kemarin-kemarin, cuma mbak rasa situasinya kurang tepat, jadi baru sekarang mbak mampir ke sini lagi buat bicara sama kamu."


"Sebenarnya ada apa, mbak?"


Anton tentu tidak mau Sharla kembali menyalahkannya dalam permasalahan rumah tangganya di masa lalu saat bersama Shanum. Untuk itu, ia sudah membuat ancang-ancang agar dapat menjawab semua perkataan Sharla kali ini.


"Mbak mau minta maaf karena sempat menuduh kamu yang enggak-enggak. Pikiran mbak udah terbuka dan mbak tau Mbak udah salah sangka sama kamu."


"Kalau soal itu, aku udah melupakannya, mbak. Lagipula, aku juga udah tau letak kesalahan aku dimana. Seharusnya, sejak awal, aku gak membiarkan Shanum pergi dari rumah begitu aja. Dan lagi, waktu itu lebih baik aku memulangkan dia kepada Mbak, bukan diam saat dia lebih memilih pergi bersama Juna. Aku minta maaf juga, mbak," akui Anton.


Sharla menghela nafas panjang, airmatanya kembali jatuh mengalir saat mengingat tentang mendiang adik perempuannya.


"Apa kamu juga udah memaafkan Shanum, Nton?"


"Kalau soal itu, biar menjadi urusan aku sendiri, mbak."


Tentu tidak mudah bagi Anton melupakan bagaimana perlakuan Shanum saat terakhir meninggalkan kediamannya waktu itu. Apalagi ucapan Shanum juga sempat menyinggung dan meremehkannya. Mengingat Shanum yang sudah tiada, mungkin Anton bisa berusaha agar ikhlas dan memaafkan, tapi untuk melupakan kejadian pengkhianatan-- serta bagaimana Shanum yang tidak memilihnya, itu belum bisa dia hilangkan dari pikirannya begitu saja.


"Mbak harap kamu mau memaafkan Shanum ya, biar Shanum bisa pergi dengan tenang."


"Hmm," sahut Anton yang kurang bersemangat.


"Ah, satu lagi. Mbak kesini sekalian mau minta izin sama kamu ..."


"Izin?" Anton mengernyit tak paham.


"Iya, Mbak mau mengasuh Elara. Apa boleh?"


Anton menatap tak percaya pada Sharla, bergantian dengan menatap Wisnu--suaminya.


"Bukannya mbak udah punya Alea. Kenapa mau ngasuh Elara?"


"Anton, mbak cuma prihatin sama Elara. Dia butuh sosok ibu. Kamu juga harus bekerja biar punya uang untuk memenuhi kebutuhan Elara, kan? Terus siapa yang bakal ngasuh Elara? Mbak cuma mau bantu kamu aja, gak ada maksud untuk menguasai putri kalian."


"Mbak tenang aja, semua udah aku pikirin. Lagipula, sebelum Shanum meninggal dia udah mengamanahkan Elara dalam asuhan aku," jawab Anton mantap.


"Tapi, Nton .... mbak takut kamu kerepotan dan Elara jadi gak terurus. Kamu juga laki-laki yang pasti beda asuhannya sama seorang wanita yang pasti punya jiwa keibuan."


"Mbak, aku gak mau berdebat soal ini. Kalau perlu, aku bisa pekerjakan babysitter untuk mengasuh Elara. Apapun bakal aku lakuin buat dia. Jadi, mbak gak usah khawatir. Aku tau yang terbaik buat anak aku," tandas Anton.


Hal itu membuat Sharla dan Wisnu saling menatap. Mereka tidak mengira jika Anton akan bersikeras seperti ini. Padahal jelas-jelas Anton sangat kerepotan mengasuh Elara seperti yang saat ini mereka lihat didepan mata mereka sendiri--bagaimana Anton yang sibuk menenangkan Elara sembari membahas pembicaraan ini dengan mereka.


"Mbak harap kamu beneran bisa jaga Elara dengan baik, karena kalau enggak bisa, mbak siap menggantikan posisi kamu untuk mengasuh Elara."


Anton hanya mengangguk samar tanpa berniat untuk menyahut. Dia pun mengantar kepulangan Sharla dan Wisnu sampai ambang pintu.


"Kalau kamu berubah pikiran, atau misal ada jodoh lain lagi nantinya, biarkan Elara bersama kami ketimbang dia akan diasuh oleh ibu tiri." Wisnu menepuk-nepuk punggung Anton dengan akrab sebelum akhirnya mereka keluar dari kediaman pria itu.

__ADS_1


...~~~...


Sky mengajak Yara jalan-jalan dan berbelanja hari ini, karena mereka sudah sepakat akan pergi berbulan madu dua hari kedepan.


Awalnya Yara masih ngotot untuk menunda hal itu, tentu karena enggan meninggalkan Anton yang masih butuh bantuannya, tapi Anton juga tak mau Yara menunda urusan pribadi hanya karena dirinya, Anton merasa sudah lebih baik dan bisa ditinggalkan oleh Yara setelah belajar mengasuh Baby Elara selama 5 hari ini.


Karena masa cuti Sky juga sudah berkurang dan tidak sampai 2 minggu lagi, mereka pun memutuskan untuk berbulan madu didalam negara saja, padahal Paspor dan Visa milik Yara juga telah dipersiapkan oleh Sky. Tapi, mau bagaimana lagi, semua diluar kuasa mereka termasuk kelahiran Elara dan kepergian Shanum yang mengejutkan mereka.


"Sayang, aku kesana dulu, ya." Yara menunjuk ke arah dimana banyak memajang perlengkapan khusus wanita.


"Ya udah, aku ikut aja," jawab Sky.


"Tapi disana itu jual dalam@n khusus wanita, emang kamu mau beli juga?"


Sky mengangguk. "Iya," katanya cuek.


"Hah? Mau beli apa kamu?"


"Ya beliin buat istri aku lah. Aku pilihin yang paling sek si." Sky berbisik seduktif pada kalimat terakhirnya, membuat Yara bergidik sekilas karena kenakalan suaminya itu.


"Udah, kamu disini aja, aku risih kalau dipilihin sama kamu."


Yara berjalan lebih dulu, meninggalkan Sky dibelakangnya.


Yara memasuki outlet yang dia maksud, memilah-milih underwear yang cocok.


Yara terkejut sampai memegangi dadanya sendiri melihat seseorang yang tiba-tiba memasukkan set underwear ke dalam tas belanjanya.


"Sky! Kenapa nyusul?" protes Yara, ia pikir Sky menurut untuk menunggunya di tempat sebelumnya. Nyatanya pria itu mengekorinya secara diam-diam.


"Biarin lah, lagian yang lihat kamu pakai itu kan aku. Jadi wajar aja kalau aku yang milih mana yang cocok."


"Tapi ukurannya, kan, kamu gak tau!"


"Siapa bilang? Tau, dong!" ujar pria itu-- terdengar pongah dan jumawa.


"Hih, tau darimana?"


"Tau dari praktek lah, kalau ukuran istri sendiri gak tau, sia-sia aja aku praktek selama seminggu ini."


Hampir saja Yara tergelak, tapi akhirnya ia hanya memutar bola mata mendengar ucapan pria yang berstatus suaminya itu.


"Ya udah, coba, sekarang aku mau lihat gimana kamu nebak itu muat atau enggak buat aku?" tantang Yara.


Sky mengambil sebuah bra dengan motif garis-garis, melihatnya sekilas dan langsung berujar yakin.


"Kalau yang ini aku yakin seratus persen gak bakal cocok," katanya. Kemudian mengambil yang lainnya dan seperti tengah menimbang-nimbang. "Nah, kalau yang ini baru pas," katanya lagi dengan senyum yang dikulumm.


Yara sampai garuk-garuk kepala sambil menggerutu pelan akibat tingkah Sky itu.

__ADS_1


"Hal kayak gini aja, baru deh, cepat banget hafalnya," ujar wanita itu hingga membuat Sky menahan tawa, itu berarti tebakannya mengenai ukuran-- benar.


"Kalau kamu pilihin buat aku juga, mau gak?"


"Dih, aku gak tau ukuran kamu," elak Yara.


"Masak?" Pria itu mengangkat sebelah alisnya, tak percaya. "Bukannya tiap hari di pegangin."


Astaga, Yara geleng-geleng kepala lagi.


"Mana ada," sahut wanita itu.


"Yeah, kamu kan gak sadar, tapi aku yang ngerasain, kok ...." kata Sky dengan percaya dirinya.


"Haishh! Udah ah, aku udah selesai ini."


"Selesai? Cepat banget, belum juga cari yang lain."


"Emang mau cari apa lagi disini? Udah cukup kok ini," kata Yara.


"Baju dinas buat kamu, Sayang." Sky berujar sembari matanya yang menelusuri seluruh penjuru outlet disana. "Nah, itu disana ada," katanya menunjuk pada barisan lingerie.


"Tapi, Sky?"


"Kita mau bulan madu, kan? Jadi gak salah, dong?"


"Hmm, ya udah, kamu tunggu di luar aja, biar aku pilih bajunya sendiri. Oke?" kata Yara membuat kesepakatan.


Sky menipiskan bibir, agaknya Yara masih merasa malu dengan dirinya.


"Nanti kalau aku nunggu diluar, terus aku diculik tante-tante, emang kamu mau?"


Yara langsung melotot pada sang suami. Dia menggaruk dahi karena ucapan suaminya ini.


"Jangan aneh-aneh, deh. Bilang aja kalau kamu juga mau diculik tante-tante, kan?"


"Ya enggak dong, Sayang. Kan ada kamu. Kalau perlu aku buat tulisan di dada aku."


"Tulisan apa?" tanggap Yara.


"Jangan diculik! Sudah menikah! Istri galak!" kelakar Sky, membuat keduanya tergelak sembari Yara yang mencubit pinggang suaminya itu.


Bersambung ...


Dah ya, besok lagi, 3 bab.


Tungguin terus ya Sky-Yara yang mau bulan madu. ❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa dukungannya gaes🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2