EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
159. Hasil penyelidikan


__ADS_3

Anton terperangah mendengar cerita yang Yara sampaikan. Bagaimana bisa seseorang menuntut Yara atas kematian Diandra.


"Dia mau menuntut Sky, Mas. Bukan aku."


"Tetap aja ini seperti menjerat kamu, dek. Karena kamu yang dalam kondisi sadar sementara Sky masih koma seperti itu."


"Jadi, gimana, Mas?"


"Sekalipun kamu punya uang 2 Milyar itu, Mas gak akan izinin kamu kasih dia sepeserpun. Ingat, Ra. Sepeserpun!" tukas Anton mewanti-wanti adiknya.


Yara menghela nafas berat. "Aku cuma gak mau, kalau nanti dia terus menuntut disaat Sky baru mulai pulih. Aku juga gak mau kabar ini sampai didengar anak-anak. Gimanapun juga, kita udah bohongin anak-anak dengan bilang Sky lagi kerja ke Luar Negeri dan susah sinyal untuk dihubungi. Aku gak mau bohongin anak-anak terus, Mas. Mereka bisa kecewa sama aku."


"Terus? Kamu mau ngasih gitu aja uang 2 Milyar?"


Yara terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa, dia merasa berada diposisi yang serba salah.


"Jangankan dua milyar, Dek. Dua juta aja, Mas gak akan rela dia nuntut kamu bayar seperti ini. Memangnya kamu punya hutang apa sama dia? Gak ada!" tandas Anton tanpa tedeng aling-aling.


"Jadi, menurut Mas gimana? Aku ngikut aja mana yang terbaik."


"Menurut Mas, kamu jangan pikirkan lagi masalah ini. Ini biar jadi urusan Mas. Kalau perlu kita bayar pengacara buat melawan dia. Mas yakin, disini yang salah Diandra, karena apa? Karena posisi Diandra terbukti sebagai pengemudi dan Sky duduk di jok penumpang. Jikapun ada yang mau menuntut pertanggungjawaban, itu kamu orangnya, Dek! Bukan ibunya Diandra!"


"Kalau dia datang lagi kesini dan menagih uang itu, gimana?"


"Mas yang bakal hadapin dia," ujar Anton percaya diri. "Intinya, kamu cuma harus fokus ngejaga Sky. Tolong dek, jangan lagi bebani pikiran kamu. Mas gak mau kamu ikutan sakit."


...~~~...


Sekuat apapun Yara mencoba untuk tegar dan tetap sehat, nyatanya ia tumbang juga. Hari keempat Sky dirawat, akhirnya wanita itu ikut di rawat di bangsal perawatan.


Kondisi Yara yang demikian, membuat Indri yang sudah tua mau tak mau menjagai menantunya karena Anton sedang sibuk mengurusi info terbaru dari kepolisian.


"Makan ya, Ra..." Indri menyuapi Yara yang terbaring lemah. Hari ini Yara belum ada menjenguk Sky ke ruang ICU, sehingga dia merasa tidak bersemangat.


"Kamu mikirin apa? Mau jenguk Sky? Kalau iya, biar Mama minta suster ambilkan kursi roda."


"Yara bisa jalan kok, Ma."


"Tapi kamu lemes, Ra."


"Maafin Yara udah ngerepotin Mama ya, Ma."


Indri menyeka airmatanya. Dia sungguh sedih melihat keadaan rumah tangga Sky setelah anaknya dinyatakan kecelakaan. Aura dan Cean tanpa pengasuhan kedua orangtuanya, Sky koma dan sekarang Yara juga ikut-ikutan dirawat karena kelelahan.


"Ini salah satu tugas mama juga, Ra. Kamu kan anak perempuan mama satu-satunya."


"Ma, harusnya Yara yang repot jagain mama. Bukan sebaliknya."


"Kita saling jaga ya, Nak. Mama tau kamu merasa bersalah akan hal ini. Tapi kamu gak salah kok, Ra. Mama minta maaf ya, kamu sampai begini karena jagain anak mama."

__ADS_1


Yara mengelus punggung tangan Indri yang sudah mulai bergelambir. "Aku sayang sama mama," katanya.


"Mama juga sayang sama kamu, sama Sky juga sama Aura dan Cean."


"Makasih ya, Ma."


Kedatangan Anton yang tiba-tiba membuat suasana haru itu harus terhenti.


"Gimana hasilnya, Mas?" respon Yara melihat kehadiran sang kakak di ruangannya.


Sebenarnya Anton mau memberitahukan Yara tanpa didengar Indri, tapi tak mungkin dia mengusir Indri dari sana. Dan lagi, dia harus menyampaikan berita ini secepatnya agar pikiran Yara terbuka dan tidak takut menghadapi ancaman Serena.


"Berdasarkan penyelidikan polisi sampai hari ini... Diandra itu sudah beberapa kali mencoba bunuh diri di kediamannya."


"Apa?" Indri dan Yara sontak kaget mendengar penuturan Anton.


"Jadi, kecelakaan ini memang aksi bunuh diri, karena ada Sky yang juga ada di mobil yang sama, Diandra seakan memanfaatkan itu, dia mau meninggal bersama Sky dalam aksinya kali ini."


"Astaga...." Yara mendengkus pelan. Meski perkataan Anton belum dapat membuktikan mengenai hubungan Diandra dengan suaminya tapi dia sudah tau satu kenyataan dan dapat menjawab Serena jika wanita paruh baya itu kembali datang menuntut uang 2 Milyar-nya.


"Dalam hasil autopsi, Diandra juga terbukti sebagai pemakai nar ko ba yang aktif. Dia pecandu sabu dan ganja. Jadi, kecelakaan itu bisa jadi karena dia berhalusinasi atau memang dalam pengaruh obat," papar Anton menjabarkan lagi.


Indri menghela nafas lega, tapi dia belum tau apa hubungan putranya dengan model itu? Darimana mereka akan mengetahui jawabannya jika Sky pun belum juga pulih untuk ditanyai keterangan?


"Diandra itu udah banyak masalah sebelum meninggal, jadi dia beberapa kali mau mengakhiri hidup. Begitu yang Mas simpulkan. Nah, sekarang polisi lagi menyelidiki blackbox mobil, untungnya itu gak terbakar, jadi kalau udah dapat hasilnya, kita bisa denger percakapan terakhir Diandra dan Sky sesaat sebelum kecelakaan itu terjadi."


"Mas juga udah kroscek ke bandara. CCTV disana menunjukkan bahwa Sky tiba di kota ini sendirian. Dia keluar dari area bandara menggunakan taksi, bukan dijemput Diandra seperti yang diberitakan."


"Makasih ya, Mas. Mas udah repot banyak untuk ikut menyelidiki ini sampai tuntas." Yara berujar tulus dengan mata berkaca-kaca saat memandang kakaknya.


"Gak apa-apa, Dek. Mas cuma mau nolongin kamu sekaligus ngejawab rasa penasaran Mas sendiri karena mas juga mau tau apa gosip yang beredar itu bener atau enggak. Nyatanya semua gak terbukti. Mas berharap, masalah ini sudah selesai saat nanti Sky kembali pulih."


"Aamiin..." timpal Yara dan Indri kompak.


...**...


Dua hari memberi waktu untuk Yara,akhirnya Serena kembali datang ke Rumah Sakit dimana Sky berada. Dia mau menemui wanita itu lagi untuk mendapatkan bagian kompensasi atas meninggalnya Diandra.


Sampai disana, Serena harus menelan pil pahit karena dia tidak diizinkan bertemu Yara karena rupanya wanita itu sedang ikut di rawat juga sebab kelelahan. Dan yang menjaga Yara disana adalah Indri yang ternyata ibu kandung Sky.


Indri yang tidak tau apa-apa sebab Yara tak mau membuat mertuanya kepikiran soal uang dua milyar itu, menautkan alis saat melihat kedatangan Serena.


"Karena Yara yang selaku istri Sky sedang sakit, dan berhubung anda adalah ibu kandung Sky-- maka saya akan to the point pada anda apa masalahnya." Serena berujar pada Indri setelah memperkenalkan diri bahwa dia adalah Ibu kandung Diandra--wanita yang tewas saat tragedi kecelakaan bersama Sky.


"Ya, silahkan. Katakan saja apa yang anda butuhkan." Indri dapat menebak apa tujuan Serena sekalipun dia belum pernah bertemu wanita ini sebelumnya.


Asam garam, serta dunia perbisnisan yang sudah ditekuninya bertahun-tahun membuat Indri dapat membaca situasi dan memiliki intuisi tinggi dalam menilai gerak-gerik orang lain.


Jika dalam dunia bisnis Indri akan berebut tender dan dituntut untuk bisa mempertahankan para relasi yang kuat, maka menghadapi Serena bukanlah hal yang sulit baginya.

__ADS_1


"Sebenarnya saya sudah mengatakan ini pada Yara tempo hari. Tapi karena hari ini saya bertemu Anda, mau tak mau saya harus mengulangi lagi maksud dan tujuan saya kesini."


Serena mulai menceritakan dan memprovokasi Indri atas praduganya terkait hubungan Sky dengan Diandra--putrinya.


"Kita tidak pernah tau, kan, Bu. Mungkin Sky dan Dian memang menjalin hubungan dibelakang kita semua. Untuk itu, kecelakaan yang harusnya tak terjadi, bisa saja sengaja direncanakan agar Diandra bisa tutup mulut selama-lamanya." Serena menjelaskan pada Indri tepat seperti yang dia ucapkan pada Yara tempo hari.


"Jadi, anda menuduh anak saya sudah mempersiapkan kecelakaan itu?" tebak Indri.


"Bukan menuduh, tapi itu kemungkinan yang bisa saja terjadi. Mereka bertengkar dan ... ya begitulah."


Indri malah tertawa sumbang mendengar penuturan wanita ini. Tanpa siapapun tau, dia sudah menyelidiki latar belakang wanita yang mengalami kecelakaan bersama putranya. Indri tidak pernah mau menerima berita infotainment secara bulat-bulat, dia bahkan mencari tau siapa Diandra dan asal-usulnya, karena Indri juga penasaran sejauh apa hubungan Sky dengan wanita itu? Apakah Diandra masuk dalam kriteria wanita idaman putranya? Jawabannya tentu saja tidak!


"Jadi, anda meminta biaya kompensasi 2 Milyar?" kata Indri dengan sunggingan senyum yang masih sama. Dia sengaja terkesan mencibir Serena Dengan senyuman itu.


"Ya! Saya rasa itu tidak terlalu memberatkan."


Indri terkekeh lagi. "Ya, itu memang uang yang sedikit jika dibandingkan dengan nyawa anak anda," katanya.


"Jadi, apa anda akan memberi saya uang kompensasi itu?" Serena merasa ada angin segar yang mulai melingkupinya.


Indri sendiri yakin, salah satu penyebab Yara sakit adalah karena permintaan wanita ini yang semakin membuat menantunya itu banyak pikiran.


"Tentu ... saya akan memberikan anda uang, tapi tidak 2 milyar." Indri menggantung kalimatnya saat melihat mata Serena membola karena terkejut. "Dua juta, saya akan memberi Anda dua juta dan pergi dari kehidupan keluarga saya selama-lamanya!" tekannya kemudian.


"Apa? Dua juta? Apa anda bercanda? Nyawa anak saya anda hargai hanya ... hanya dua juta?" Serena tertawa jenaka, dia merasa lucu dengan perkataan Indri.


"Terserah, anda mau menerimanya atau tidak, itu sudah terlalu besar karena seharusnya saya yang menuntut Anda di pengadilan sebab anak saya koma karena menumpang di mobil putri Anda!" tukas Indri menohok.


Serena terbelalak. "Hei, menumpang katamu? Apa kamu tidak mendengar gosip? Mereka memiliki hubungan! Sky dan Dian memiliki hubungan khusus sehingga mereka ada dalam kecelakaan itu bersama-sama!" Serena tak lagi berkata formal.


"Terserah," kata Indri acuh tak acuh. "Apapun hubungan mereka, yang jelas Sky adalah penumpang saat kecelakaan itu terjadi dan anak andalah yang merupakan pengemudi. Bukankah pengemudi yang harus bertanggung jawab atas keselamatan penumpang?" cibir Indri.


"Kurang ajar! Nyawa putriku dihargai dua juta!" Serena merasa berang, Indri jelas merendahkannya.


"Justru anda harus bersyukur saya mau menghargai nyawa putri anda, jika tidak, nyawanya juga tak berharga. Buktinya dia mau mencoba bunuh diri sampai tiga kali, kan? Jadi, kecelakaan ini jelas disengaja oleh putri anda bukan putra saya!"


"A-apa? Dari-mana kamu---"


"Kamu gak perlu tau darimana saya mengetahui hal ini. Berita tentang Diandra yang beberapa kali mau bunuh diri memang ditutup oleh media tapi karena kecelakaan ini, berita itu kembali diselidiki oleh polisi. Kita lihat saja hasil akhir penyelidikannya. Siapa tau, kamu mau bayar biaya kompensasi untuk putra saya yang sedang koma," kata Indri dengan sangat tenang.


Mendengar itu, wajah Serena langsung pias, dia tidak tau ternyata polisi sudah bergerak secepat itu bahkan mencari tahu sampai ke akar-akarnya sampai mencium tentang percobaan bunuh diri yang pernah dilakukan Diandra beberapa kali.


Bersambung ....


Nah, udah mulai terkuak nih. Tinggal nunggu hasil penyelidikan foto yang Yara dapat, dan siapa sih yang ngirimin Yara foto-foto serta pesan provokasi itu?


Hayooooo ...


Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2