EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)

EX (BELENGGU CINTA PERTAMA)
160. Perbandingan dua foto


__ADS_3

Serena hendak pergi sebelum Indri menguliti kehidupan kelam putrinya dihadapannya. Dia tidak mau malu dua kali. Akan tetapi, Indri sepertinya belum puas untuk menyerang wanita yang dengan berani-beraninya meminta uang kompensasi padanya juga pada Yara.


"Diandra Calista Arun. Anak bungsu dari Bapak Cahyo Arun, pemilik perusahaan Arun Company. Saya tau perusahaan itu nyaris kolaps beberapa tahun belakangan ini. Untuk sebab itu, Bapak Cahyo menikahkan putrinya yang tidak lain adalah Diandra dengan anak rekan bisnisnya yang lain-- untuk menyokong perusahannya yang hampir karam."


Sekarang wajah Serena benar-benar kusut, ternyata Indri bukan ibu-ibu kolot yang bisa direndahkan dan diabaikan begitu saja.


Serena memang tidak pernah tau siapa orangtua Sky sebab pria itu memang low profile. Serena hanya tau Sky adalah seorang Arsitek handal yang ternama. Jika saja dia tau keluarga Sky bukan orang sembarangan, dia pasti akan meminta lebih dari uang 2 Milyar.


"... sayangnya, pernikahan Diandra dengan suami yang dijodohkan kepadanya, hanya bertahan tak sampai dua tahun. Akibat pernikahan itu kandas, jadi ... tidak ada lagi penyokong dana untuk Perusahaan Arun Company. Diandra memilih untuk kembali terjun ke dunia modeling setelah dia menyandang status janda."


Indri menyunggingkan senyum tipis.


"... Anda sudah miskin, jadi anda mau memanfaatkan keadaan ini untuk memeras kami, begitu?" Indri pun menyeringai tepat saat menatap manik mata Serena.


"Cukup, Nyonya!" sergah Serena. Dia merasa ucapan Indri harus dihentikan karena kalau tidak, wanita itu akan semakin berujar lebih jauh dan keterlaluan.


"Maka dari itu, saya harap Ibu ..." Indri lupa nama ibu dari Diandra, dia hanya mengingat nama ayah wanita itu berserta nama perusahaannya. "... segera enyah dari kehidupan keluarga saya," sambungnya menekankan.


Mau tak mau, Serena pun berlalu dari sana tanpa berucap sepatah katapun karena dia sangat malu atas ujaran Indri dan pengusiran wanita itu.


Seperginya Serena, barulah Indri menghela nafas lega. Dia berharap wanita itu tidak lagi datang sebagai pengganggu dalam kehidupan keluarganya.


...***...


Serena mengumpat keras saat tiba di kediamannya. Rencananya untuk dapat uang 2 Milyar gagal. Diandra sudah meninggal, tidak ada lagi anak yang bisa membiayai kebutuhan hidupnya yang hedonis.


Anak sulungnya yang adalah Kakak Diandra, seorang penjudi. Sedangkan suaminya, sedang terbujur kaku di rumah akibat struk. Mereka sudah tak punya biaya karena perusahaan mereka benar-benar bangkrut.


Sempat mengharapkan Diandra yang belakangan menjadi tulang punggung keluarga, sekarang harus runyam saat putrinya itu justru meninggal dalam kecelakaan.


Diandra memang pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri karena tekanan hidup. Tekanan itu datang dari pihak keluarganya yang terus menggerogotinya demi mendapatkan uang banyak, juga datang dari pekerjaannya sebagai model.


Menjadi model kembali, di usianya yang sudah kepala tiga dengan status janda, bukan hal yang mudah. Diandra mencoba mengambil jalan pintas, dia mulai menjalin hubungan dengan salah seorang atasannya untuk mencapai kembali karir yang sempat redup.


Mau bagaimana lagi, dia butuh pekerjaan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dilmar--kakaknya selalu meminta uang mingguan untuk berjudi.

__ADS_1


Diandra selalu berkelahi dengan sang kakak, tapi yang ada dia diancam untuk dijual di meja judi.


Sedangkan ibunya--Serena--selalu memaksakan kehendak. Kebiasaan hidup yang serba wah, membuat Serena juga menuntut putri bungsunya untuk jadi mesin pencetak uang.


Serena tidak peduli bagaimana cara Diandra untuk mendapat uang, mau itu halal atau tidak yang penting putrinya dapat memenuhi segala keinginan yang dia idam-idamkan.


Sementara disisi lain, Diandra juga harus membiayai kehidupan sang Ayah yang mulai sakit-sakitan sejak perusahaannya bangkrut.


Disanalah Diandra merasa sangat tertekan batin. Dia mulai mengonsumsi nar ko ba untuk obat penenang sekaligus doping dalam setiap kegiatannya. Keluarganya benar-benar toxic, menjadikan dia sapi perah yang harus menghasilkan saat dibutuhkan.


Setiap hari, Diandra bekerja keras namun tidak mampu memenuhi jiwa sosial ibunya, pengobatan ayahnya, juga uang untuk kakaknya di meja judi.


Diandra pernah mencoba lari dari rumah, dia meneruskan menjadi simpanan atasannya dan mencoba melupakan segala problem di kediaman milik keluarganya.


Sayangnya tidak semudah itu, dia justru dilabrak oleh istri sah dari atasannya dan diancam untuk dicemarkan namanya jika dia tidak pergi dari kehidupan sang pria.


Belum lagi, Dilmar juga meminjam uang dengan jumlah besar atas namanya, sehingga Diandra harus dikejar-kejar para penagih hutang karena kakaknya yang tidak tahu diri.


Soal rumah tangganya yang hanya bertahan setahun lebih, karena suami yang dijodohkan padanya adalah pria yang kasar, tak jarang Diandra mengalami KDRT, itulah dia menuntut perceraian. Awalnya Diandra mau menuntut suaminya agar dipenjara, tapi kekuasaan dan uang membuatnya kalah telak.


Mengingat nasib Diandra, ada perasaan sedih dalam relung hati Serena. Dia seorang ibu, tapi dia tetap merasa kematian Diandra justru menyusahkannya. Untuk inilah dia berniat meminta uang kompensasi, mumpung Sky sedang terbujur koma di Rumah Sakit dan tidak bisa dimintai keterangan. Serena memanfaatkan keadaan ini.


"Ah, sial. Sebenarnya siapa ibu dari Sky? Kenapa dia bisa tau dan melacak latar belakang keluarga kami?"


Padahal, Serena menutup akses tentang keluarganya sejak Arun Company bangkrut. Tapi, mau bagaimana lagi, belangnya sudah terbaca oleh Indri dan dia tidak bisa mendapatkan uang 2 Milyar itu. Benar-benar sial. Jika begini, Serena tidak tau harus mendapatkan uang darimana lagi. Rasanya kepalanya mau meledak saat ini juga.


...***...


Hari ini, Yara sudah keluar dari ruang perawatannya. Dia berangsur-angsur membaik setelah opname selama kurang dari dua hari.


Keluarnya Yara dari bangsal, disambut oleh Anton yang memang sudah menungguinya.


"Dek? Syukurlah kamu udah membaik. Maaf ya, Mas telat ke sini."


"Gak apa-apa, Mas. Aku mau lihat Sky di ICU ya, Mas?"

__ADS_1


Yara menghentikan langkah saat Anton mencekal lengannya.


"Kenapa, Mas?"


"Tadi, mas telat kesini karena mau ambil hasil penelitian foto itu."


"Foto?" Yara mengernyit dalam. "Maksud, Mas? Foto yang dikirimin ke aku waktu itu? Yang dari nomor asing?" tanyanya kemudian.


"Iya, foto yang didalamnya ada Sky sama wanita lain."


"Terus? Hasilnya apa, Mas?"


Anton menarik sebelah sudut bibirnya. "Coba kamu lihat ini," kata Anton sembari mengangsurkan dua lembar kertas foto yang sudah dicetak-- kepada sang adik.


Yara melihat kedua foto itu. Foto yang pertama menampilkan Sky bersama dengan wanita asing--sama seperti foto yang dia terima seminggu yang lalu. Kemudian, foto yang kedua adalah foto serupa, hanya saja Yara langsung terkesiap saat menyadari jika wajah pria di foto kedua itu bukanlah Sky, melainkan pria yang entah siapa--Yara tak mengenalnya.


"Mas?" Yara mendongak pada sang Kakak.


"Udah dapat perbandingannya, Kan?" tanya Anton dengan senyum penuh arti.


"Jadi ... ini?"


"Itu editan, dek. Pria yang difoto itu bukan Sky, nah wajah aslinya yang di foto ini." Anton merujuk pada foto kedua yang tadi sempat membuat Yara keheranan.


Bahu Yara langsung luruh. Dia merasa amat berdosa telah menuduh suaminya yang tidak-tidak tanpa peduli apa penjelasan Sky waktu itu.


"Sekarang kamu udah yakin kalau Sky enggak selingkuh, kan?" tanya Anton kemudian.


"Foto ini udah ngebuktiin kalau Sky gak selingkuh dengan wanita ini..." Yara merujuk wanita yang ada didalam foto. "Tapi, soal Sky yang bersama Diandra, gimana, Mas?" lanjutnya.


Anton menghela nafas panjang. "Satu-satunya harapan kita adalah menunggu Sky sadar dan mendengar penjelasan dari dia. Ataupun ..."


"Atau apa, Mas?"


"Kita harus mendengar percakapan terakhir Sky dan Diandra dari blackbox mobil. Mas rasa itu sudah selesai di selidiki, mungkin hasilnya akan keluar hari ini. Nanti Mas akan menanyakannya pada Pak Arman," ujar Anton merujuk pada seorang polisi yang menangani kasus kecelakaan Sky dan Diandra.

__ADS_1


Bersambung ...


Gak rame, ah. Gak ada yang ninggalin komen. Padahal aku udah up 4 bab hari ini✌️😅


__ADS_2