
...Hari esok pasti ada, tetapi esok belum pasti untuk kita...
...Ingat-ingatlah untuk mengadapi esok yang pastikan datang...
...Apa pun yang membuat Anda tersenyum, pertahankan...
...Apa pun yang membuat Anda sedih, tinggalkan...
Dua Minggu sudah berlalu, mereka sudah kembali dalam rentetan aktivitas mereka. Kastil tempat mereka belajar sudah mulai dibuka. Mereka kembali belajar disana saat ini.
Seperti biasa, pelajaran sejarah sihir adalah hal yang paling Rey benci. Namun, ketika dirinya dan Justice hendak kabur dari pelajaran ini. Debora dan Riley sigap menahan mereka didepan pintu.
Saat ini posisi mereka benar-benar terintimidasi rasanya. Mereka duduk saling berdampingan, Justice berdampingan dengan Rey disini kirinya sedangkan disisi kanannya terlihat Riley yang sibuk mematri mendengarkan tiap perkataan yang sedang di ajarkan.
Tak jauh berbeda dengan Justice, Rey pun juga sama terintimidasi rasanya. Ia duduk bersampingan dengan Justice disampingnya, namun di samping kirinya nampak Debora juga sedang duduk manis sambil mendengarkan materi. Salah selangkah saja mereka beranjak, mungkin mereka akan tamat.
Kedua gadis dalam timnya ini benar-benar tidak bisa diremehkan. Kelakuan bar-bar nya seringkali membuat Rey dan Justice bergidik ngeri saat menyaksikannya.
Rey dan Justice saling melirikkan netranya bersamaan.Ada satu kode dimana hanya mereka saja yang tau artinya. Justice mengetukkan pelan jari telunjuknya di atas buku mantra yang sedang ia buat tumpuan.
"Lihatlah, saat ini kita seperti sedang di interogasi!"
Rey menghela nafas panjang sejenak mengartikan pesan yang sedang Justice katakan.
"Ini semua karenamu! Coba kubilang tadi untuk lewat gerbang kiri saja. Atau mungkin lompat lewat balkon kastil, kita tidak akan tertangkap." Ucap Rey.
"Dungu kau, kau tau Debora bisa saja melilit kita dengan sulurnya. Apa kau lupa kapasitas panjang sulurnya? Maksimal sepuluh meter." Ucap Justice padanya.
"Lakukan sesuatu, kepalaku hampir pecah rasanya mendengar khotbah ini disini."
Pinta Rey tak tahan mendengar segala petuah yang sedang di ajarkan disana.
"Aku harus apa?" Tanya Justice sudah tak berdaya rasanya.
Otak mereka bukan tandingan Debora yang cerdas. Selicik apapun mereka, rasanya menandingi pikiran Debora bukanlah hal yang mampu mereka lakukan.
Sejak tadi dibelakang mereka Mikhail memperhatikan pesan itu. Ia tau apa maksudnya, sebab Mikhail pun juga sudah banyak menghadap kode sandi bicara dari berbagai buku.
"Butuh bantuan?" Tanya Mikhail lirih tepat dibelakang Justice dan Rey.
Mendengar itu baik Justice dan Rey menoleh secara bersamaan ke arah Mikhail. Terlihat jelas disana Mikhail kembali bersandar nyaman di kursinya sambil berseringai.
Seringai itu adalah sebuah pertanda bahwa Mikhail tau apa yang sedang ia bicarakan bersama Justice disampingnya.
Bagi Mikhail cukup rasanya melihat tingkah kedua rekannya yang tersiksa itu. Jika memang sejarah sihir bukan bidang mereka, tak ada salahnya membiarkan mereka keluar dari sini.
Toh, Rey dan Justice unggul dalam bidang adu kekuatan dan terbang menggunakan Khufra. Serangan mereka juga strateginya benar-benar menjadi yang terpopuler disini.
__ADS_1
"Aku akan membantumu mungkin!" Tawar Mikhail lirih.
"Benarkah Mikha, kalau begitu lakukan!" Jawab Rey padanya.
"Ini tidak gratis!" Jawab Mikhail lagi.
Lagi-lagi selalu ada pemerasan disini. Baik Rey dan Justice keduanya saling tatap sekilas lalu mengangguk serentak. Anggukan mereka membawa tanda tanya besar pada Mikhail yang sedang berseringai saat ini, sebuah anggukan dengan satu tatapan mencari tau apa yang sedang Mikhail inginkan.
"Biarkan sepulang dari sini aku mengajak Syena ke kota! Bolehkah Rey?"
Pertanyaan itu membuat Rey tersenyum simpul. Mengapa tak boleh, lagi pula selama ini Rey sendiri juga melihat bagaimana cara Mikhail menunjukkan kasih sayang terhadap adiknya itu.
Lembut, juga mengasuh. Sebisa mungkin Mikhail akan berusaha menyenangkan Syena. Tak apalah baginya membiarkan Syena bersama dengan Mikhail suatu saat.
Jika memang hari ini mereka berdua akan meresmikan hubungan, Rey akan sangat bahagia. Usia mereka mungkin terpaut jauh, sekira lima tahun. Tapi tak apa, cinta itu bukan masalah usia.
"Boleh saja, mengapa tidak!" Jawab Rey padanya.
Sontak hal itu membuat Justice tertegun.
"Hei, kau serahkan Syena pada Pedofil ini?" Tanya Justice tak percaya.
"Diam kau kuda!" Geram Mikhail.
"Lihatlah, bahkan sekarang dia berani menghinaku!" Ucap Justice pada Rey.
Rey terkekeh kecil mendengar perdebatan Mikhail dan Justice. Riley disamping Justice tiba-tiba menoleh ke arah mereka bertiga. Sebaik apapun mereka meminimalisir suara, tetap saja pergerakan mereka didalam satu kelas ini cukup ramai terlihat.
Tatapan itu, juga suara itu adalah redaman dari kekesalan Riley. Berontak atau salah sedikit saja lagi nyawa mereka pasti akan terbang melayang berada dalam kandang buas miliknya.
"Diamlah kalian, biarkan aku saja yang bergerak! Atau kalian mungkin akan berakhir di kandang Khufra untuk menyikati gigi-gigi mereka atas perintah Riley. Kau tau sendiri bukan, penguasa tim kita adalah mereka berdua. Ketiga lelaki kuat seperti kita hanyalah dayang!" Ucap Mikhail.
Pemuda ahli ramuan sekaligus pengajar pengganti Madam Geralda ini berdiri usai mengatakan itu. Sambil mengacungkan tangannya ke arah Profesor Agasha, ia berucap.
"Profesor, bolehkah aku pergi? Sepertinya aku melupakan sesuatu hari ini. Madam Geralda membutuhkanku pukul empat sore ini!" Ujar Mikhail.
Profesor Agasha, pemegang bidang sejarah sihir itu mengangguk memperbolehkan Mikhail keluar dari jam pelajarannya. Mikhail mengangguk lalu bergegaslah pergi dari sana.
Mikhail berjalan ke arah ruang ramuan. Jika saja ini tidak menyangkut masalah hatinya, sungguh ia akan tetap membiarkan Rey dan Justice berada disana.
Namun hatinya terlalu ingin menyenangkan gadis yang ia kagumi. Seorang gadis di usia muda yang begitu cerdas sebanding dengannya dalam urusan ramuan.
Adik Rey, Syena Arlert adalah salah satu gadis yang sudah mencuri hatinya.
.
Didalam ruangan ramuan Mikhail mencari-cari keberadaan ramuan uap. Itu dirancang sebagai pengabur pandangan orang lalu membuatnya pinsan selama dua puluh detik.
__ADS_1
Ramuan itu bernama Traxin, rencananya adalah ketika Mikhail melemparnya nanti ia akan melindungi Rey dan Justice dari ambang pintu. Dengan sihir pertahanan miliknya mereka tidak akan ikut kabur pandangannya. Lalu Mikhail akan menggunakan satu ramuan lagi, yaitu Proxin.
Ramuan satu ini adalah ramuan yang dirancang untuk menirukan tubuh, wajah seseorang, semacam kloning. Seperti yang kita ketahui, hanya abis sihir A saja yang mampu membentuk kloning. Abjad sihir lain tak mampu.
Ketika kedua ramuan itu berada tepat ditangannya. Mikhail pun keluar dari dalam sana, lalu kembali ke arah kelasnya.
Tukkkk
Tukkkk
Tukkkk
Tiga, Mikhail menjatuhkan tiga botol kecil Trixin ke tanah. Akibatnya botol itu menggelinding masuk kedalam kelas mereka.
Beberapa Musketeers disana pun mulai terlihat kebingungan. Efeknya semacam gas asap, dari jarak yang lumayan jauh Mikhail pun berusaha memberi perlindungan pada Justice dan Riley.
"Ini sihir Mikhail!" Ucap Rey ketika mengamati aliran sihir pertahanan berwarna hijau transparan mulai menyelimuti dirinya dan Justice.
Mikhail menyalurkan ramuan itu melalui pertahanannya. Detik kemudian ramuan itu bekerja, membentuk kloning Justice dan Rey.
"Wah luar biasa sekali bocah itu!"
Puji Rey, ketika melihat dua kloning mereka berdiri tepat dihadapan mereka.
"Kita bebas dari penjajahan!" Ucap keduanya pun pergi meninggalkan kelas dengan keadaan bahagia tanpa ada beban sedikit pun.
Setibanya mereka jauh dari kelas terlihat Mikhail berdiri sambil tersenyum. Baik Rey dan Justice mengacungkan kedua jempol nya ke arahnya sebagai ungkapan tanda terima kasih.
Lalu keduanya pun melompat dari atas kastil, dengan sihirnya Justice terbang dan dengan sayap Dandelion Rey pun juga terbang.
"Yes!!!" Pekik Mikhail ketika berhasil menjalankan rencanannya.
Manusia yan sedang dilanda asmara ini berlari kecil ke arah jelas Syena. Ia akan menggantikan Madam Geralda saja hari ini untuk mengajar, lalu sepulang dari kelas itu, Mikhail akan mengajak Syena jalan-jalan ke kota.
...Hidup tak melulu tentang masalah sebuah perbedaan...
...Namun, alangkah lebih baiknya bisa saling melengkapi kekurangan...
_________
Ensiklopedia :
Teori terbentuknya galaksi, Terdapat dua teori utama mengenai bagaimana terbentuknya sebuah galaksi, yakni:
1. Teori Kelompok Chaostic
Pendapat dalam teori ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi modern, yang meyakini bahwa terbentuknya galaksi berhubungan dengan Teori Big Bang pada proses pembentukan alam semesta. Apabila kita melihat kembali apa itu teori Big Bang, yang mana merupakan teori bahwa alam semesta ini berasal dari suatu ledakan yang hebat sehingga mampu melemparkan segala benda ke segala arah. Nah, lambat laun, benda-benda yang terlempar tersebut membentuk sebuah galaksi.
2. Teori Kelompok Quiescent
Pendapat dalam teori ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi yang percaya bahwa alam semesta sebenarnya memiliki jumlah kecil kondisi yang inhomogenitas, sehingga lambat laun akan berkembang membentuk galaksi.
__ADS_1
*Namun hingga sekarang, belum ada ahli astronom yang memiliki teori pasti akan bagaimana proses terbentuknya galaksi. Meskipun kedua teori pendapat tersebut memiliki kelebihan masing-masing, tetapi secara konkrit belum dapat dipastikan teori mana yang benar adanya.