
Noella terperangah melihat kubah besar terbang di angkasa. Para iblis menyerbu ke arah kubah itu. Dari jubah petarungnya Noella yakin, itu adalah Rey.
Segera Noella pun mempercepat laju terbangnya. Namun itu tidak mudah sebab para iblis mulai berlomba-lomba menyerangnya. Perlu perjuangan untuk mencapai Rey.
"Ini gila..." Pekik Riley.
Kedua matanya mulai mengeluarkan darah. Kemampuan sebesar ini belum pernah ia taklukan. Namun demi para manusia juga Rensuar yang ia cintai, ia rela berjuang lebih keras lagi dan lagi.
"Riley!" Pekik Rey sambil menangkis seluruh serangan iblis.
"Riley apa kau tak apa?" Tanya Rey lagi padanya.
"Aku tak apa! Kau tenang saja, aku, kami, kita disini tidak akan menyerah pada para iblis. Jika mati kami dalam Medan tempur itu adalah suatu kehormatan. Kalau kita menyerah sebelum bertempur, kita tidak akan mendapatkan apapun. Jika seseorang sudah bertekad, mereka pasti bisa melakukan apapun. Dan inilah tekadku, menaklukan kuda besar ini!!!"
Ada banyak semangat dalam perkataan itu. Hal itu membuat Rey percaya bahwa Riley mampu. Itu bukan hanya sebuah bulan. Riley mampu menaklukan naga besar ini.
Rey percaya sepenuhnya pada rekannya. Ia pun kembali fokus bertarung dengan para iblis. Di sela-sela pertarungan, juga Debora yang sedang memecahkan keadaan yang aneh dan Noella yang berusaha mencapai Rey.
Jutaan anak panah lain datang dari arah belakang Rey. Anak panah itu membidik tepat ke arah naga besar. Ketika Rey menoleh ia tersenyum lega.
Rupanya itu adalah Muskeeters penyerang jarak jauh yang ia bagi tadi. Namun tidak banyak yang ikut kemari.
"Mari bantu!!!" Teriak mereka fokus mengendalikan sihirnya.
Melihat itu Rey mulai mencakup tubuh mereka masuk ke dalam perlindungan. Ketika tubuh mereka sudah masuk ke dalam satu teriakan menarik perhatian Rey.
"Rey!!!" Teriak suara itu.
.
Pemilik Surai putih dengan telinga meruncing. Itu Noella tertatih terbang ke arahnya. Tubuh asli Rey mulai terbang menghampirinya.
"Tolong Harith, Rey!" Ucap Noella terengah-engah.
"Kaisar kenapa?" Tanya Rey di tengah-tengah pertarungan.
__ADS_1
"Iblis seratus juta jiwa mengincarnya! Ia ingin melenyapkan Harith seperti dua Guardian terdahulu." Rey membulatkan kedua matanya mendengar itu.
Noella yang hampir seperti orang sekarat pada akhirnya pingsan. Melihat itu Rey pun mengangkat tubuhnya. Segera ia bawa Noella turun menghampiri Debora nya.
"Debora!" Teriak Rey ketika menemukannya.
"Nona Noella, ada apa dengannya?" Tanya Debora padanya.
"Harith sedang di serang!"
Jawaban itu membuat Debora terkejut. Pada akhirnya seluruh teka-teki terjawab. Alasan mengapa Iblis petinggi tidak di temukan disini adalah Iblis itu menyatu dengan tubuh Tuan mereka. Ini hal yang sangat gawat sungguh.
"Rey, Kaisar sedang dalam bahaya besar!" Ucap Debora padanya.
"Tolong dia!" Ucap Rey padanya.
Dengan sulurnya Debora pun memapah tubuh Noella. Ketika tubuh itu sudah aman menurut Rey. Rey dengan Dandelion nya mulai terbang ke arah tempat pertempuran Harith.
"Aaaarggggggghhhhhhh!!!"
Dari angkasa yang di penuhi kabur tebal perlahan mulai turun dua sosok disana. Seorang leonin juga Iblis seratus juta jiwa.
Rey mengepalkan kedua tangannya masih terpaku melihat Harith yang sudah tak berdaya disana. Separuh dari tubuhnya mulai masuk ke dalam tubuh Iblis itu.
"Terlambat!!!" Ucap Baron Emas yang juga menyaksikan itu.
"Jangan kesana! Serapan itu akan menyerap siapa saja yang ada di area itu! Arlert tetap diamlah disini!"
"Apa kau menyuruhku diam lalu membiarkannya mati disana? Noella baru saja meminta padaku untuk menyelamatkannya. Tapi kau menyuruhku diam disini?"
Tanya Rey penuh emosi. Namun Tuhan selalu adil, dari balik tubuhnya terlihat Riley bersama dengan para Muskeeters lain sudah berhasil memegang kendali atas naga itu.
Naga besar itu tak lagi merepotkan mereka. Dan kali ini iblis rendahan adalah hal kecil yang mudah di atasi. Para Muskeeters yang masih mampu mulai menatap ke arah Rey berada.
Disana untuk pertama kalinya mereka melihat pelenyapan keji atas Harith yang di serap masuk ke dalam tubuh Iblis seratus juta jiwa.
Ketika seluruh Muskeeters hendak berlari membela. Rey memanjangkan sayapnya sebagai isyarat perintah agar mereka tidak pergi kesana. Sebab kekuatan menyerap itu di katakan bahwa ia akan menyerap siapa saja yang berada di area dekat itu.
__ADS_1
"Jangan kesana, area serapannya akan menghabisi siapa saja yang kesana. Serang dia ketika serapannya hilang!" Perintah Rey.
Kaisar mereka lenyap beberapa menit kemudian. Saat itu iblis seratus juta jiwa mulai berbalik menatap ke arah para Muskeeters yang sudah gelap mata.
"Hidangannya lezat!" Ucap Iblis itu dengan suara beratnya.
Ketika para Musketeers maju menyerang mereka. Satu gerakan kristal kekuatan Lunox membuat Rey bergerak cepat membentuk satu pelindung luas.
Akibatnya seluruh Muskeeters di lindungi olehnya. Merasa lawannya ini bukan tandingan para temannya. Pada akhirnya Rey memutuskan untuk mengakhiri ini sendiri.
"Kau menginjak-injak kami! Membunuh nyawa kami! Sialan kau memang!" Ucap Rey geram.
"Rey!" Pekik Debora mencoba menahannya.
"Diamlah Debora! Ini bukan hanya menyangkut perasaan kita namun ini menyangkut seluruh umat manusia. Diam dan jangan keluar dari dalam kubah pelindungku!" Geram Rey yang sudah gelap mata.
Rey keluar dari dalam pelindung miliknya. Dengan segenap kekuatannya ia pasti mampu mengalahkan Iblis seratus juta jiwa ini.
Syena dalam perjalan mendekati Rey. Ia mempercepat laju terbangnya demi mencapai kakaknya. Hanya Syena lah yang mampu membantu kakaknya disana.
"Rey!!!" Teriak Syena keluar dari dalam pelindung.
Rey dan Syena berdiri berdampingan. Mereka berdua menatap tepat ke arah Iblis itu. Sedang yang di tatap malah berseringai tanpa rasa takut.
"Mari kita adu kekuatan kita sekarang! Dan kita buktikan, apakah ramalan para Lapu-lapu benar? Ataukah salah? Antara dirimu dan aku siapakah pemenangnya? Medan tempur ini akan menjadi saksi lahirnya para pemenang!" Ucap Iblis seratus juta jiwa berseringai.
"Kami tidak akan pernah memaafkan mu! Kau adalah biang masalah dunia yang wajib di musnahkan! Sungguh keji sekali kau ini." Geram Rey.
"Aku juga tidak akan melepaskanmu! Kau adalah mangsa kami sekarang!"
Clashhhh
Mereka berdua mulai mengaliri tubuh mereka dengan kekuatan Baron. Mata mereka mulai menyala, Surai mereka berkibar berwarna putih. Jika Rey memiliki Dandelion sebagai sayapnya. Maka Syena menggunakan cahaya sebagai sayapnya. Aliran petir mulai mengitari tubuh keduanya.
Satu pertarungan besar ini sudah tidak mampu di hindari. Rey Arlert bersama Syena adiknya di takdirkan bersama sekalipun sempat di pisahkan. Mereka di takdirkan saling membantu satu sama lain seperti saat ini.
__ADS_1