
...Optimisme adalah keyakinan yang mengarah pada prestasi...
...Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa harapan dan kepercayaan diri...
Depppp
Depppp
Debora berlari diantara benteng panjang Rensuar, mencoba mendekati Rey yang cukup jauh letaknya darinya.
"Rey!!!" Teriaknya.
Gema dari suaranya sampai tepat pada Rey yang sedang sibuk menghabisi seluruh Iblis dibawah sana yang berusaha naik masuk kedalam benteng.
Sontak Rey menghentikan aktivitasnya, ia menoleh ke samping. Rupanya suara itu dari Debora yang sedang berlari ke arahnya.
Rey menjadi semakin khawatir ketika melihat raut wajah gadis itu begitu gundah gelisah. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, apa penyebab wajah itu berekspresi semacam itu.
"Rey, Syena!"
Satu nama yang paling ia sayang disebut. Sontak Rey memegang kedua bahu Debora lalu menatapnya lekat. Gadis itu terengah-engah mengatur nafasnya sebelum bicara.
Detik kemudian peraduan antar mata mereka bertemu. Rey yakin ada satu hal yang tidak baik-baik saja disini.
"Ada apa Kucing putih?" Tanya Rey tak sabar rasanya menerima jawaban dari Debora.
"Disana ada iblis yang mampu mengkontaminasi manusia dengan racun! Syena menyuruhku menemuimu, sebab kau dan dirinya saja yang tak mampu terkena dampak racunnya."
Ucapan itu membuat Rey mengeluarkan Baron Putihnya. Tanpa mendengar apa-apa lagi dari Debora, Rey segera menuju tempat yang dimaksud olehnya.
Kilatan petir mengitari tubuhnya, membawa tubuh itu melesat ke arah tempat kejadian. Sengaja memang Rey tidak menggunakan Dandelion nya. Sebab memang tujuannya adalah membuat Iblis yang sedang Syena lawan ketakutan, dengan melihat petir-petir yang mengitari tubuhnya.
Clashhhhh
Kilatan sihir itu nampak mencolok warnanya. Ketika Rey terbang kesana, terlihat Syena sedang adu kekuatan dengan sosok iblis berwujud manusia.
"Accow Axlinow!"
Clashhhhhh
Sambaran petir miliknya ia arahkan begitu saja ke arah iblis itu. Namun dengan lihai iblis itu mengelak mundur menjauh.
"Kakak Rey?" Ucap Syena mengadah ke atas.
Melihat itu Rey turun menghampiri Syena disana. Sebuah seringai dari iblis itu mulai terpampang.
"Wah, Baron putih legendaris rupanya?" Ucapnya.
"Siapa dia Syena?" Tanya Rey pada adiknya disampingnya.
Netra mereka masih tetap siaga, sekalipun sedang mengobrol. Pedang Cahaya masih digenggamnya, sedangkan Iblis dihadapannya hanya bermonolog dan tertawa saja.
"Dia Cronus, Iblis kelabang! Dia juga mampu menirukan wujud manusia!"
__ADS_1
Penjelasan itu membuat Rey tertegun. Akan sangat membahayakan apabila sosok seperti Cronus tidak segera dimusnahkan.
Sebab didalam Rensuar banyak para Musketeers hebat. Rey benar-benar tidak mampu membayangkan apabila iblis ini dibiarkan tetap ada nantinya. Ia mungkin akan menirukan wujud Harith atau Axcel.
Adalah sebuah bahaya yang besar yang akan mencelakai siapa saja, apa saja yang ada didalam Rensuar. Syena mengatakan padanya perihal wujud aslinya yaitu seekor kelabang.
Yang artinya, Cronus tidak masuk kedalam benteng melalui bagian atasnya. Namun iblis ini masuk melalui bawah tanah.
Clashhhhh
"Kalau begitu, mari bereskan iblis laknat ini!"
Rey mengaliri Baron Putihnya dengan kilatan cahaya dan petir yang lebih besar daripada sebelumnya.
"Coba analisa, apa saja kemampuan dari makhluk ini?"
Kali ini Rey memerintahkan Baron Emas dengan keahlian membedah kemampuan musuh. Apa saja yang dimiliki oleh musuh, Baron Emas adalah satu-satunya yang mampu membaca membedah seluruh kekuatan musuh atau rivalnya.
"Baiklah, akan ku coba!"
Disela-sela Baron Emas menganalisa, Rey dan Syena maju dengan segala kemampuannya. Syena terbang ke atas menggerakkan seluruh dahan runcingnya mengarah tepat ke arah Cronus.
Sedangkan Rey dia melesat ke arahnya mencoba menyerang Cronus secara beruntung, barangkali Syena akan mendapatkan kesempatan melukai tubuhnya.
Clashhhhh
Rey yang brutal menyerangnya ditambah dengan dahan runcing milik Syena yang terus saja menukik berusaha menyerangnya.
"Hahahaa... Apakah hanya ini kemampuan kalian?" Batin Cronus.
Tubuhnya mundur kebelakang tanpa perlawanan balasan. Ia hanya terus menerus mundur dan menangkis. Ketika tubuhnya terpojok tepat di area dinding benteng, sesuatu dari balik tubuhnya pun keluar.
Crashhhhh
Sesuatu itu muncul dari dalam tanah. Rupanya itu adalah kelabang-kelabang raksasa.
Brakkkkkk
Dinding benteng yang kokoh setinggi seratus meter itu hancur begitu saja. Kelabang-kelabang itu muncul menjulang menampakkan dirinya tepat dihadapan Rey.
Rey dan Syena mematung disana, mereka terkejut melihat keberadaan makhluk sebesar itu masuk membobol Rensuar.
Suara gaduh itu menyita perhatian Harith yang berada jauh didalam kastilnya. Gema pertarungan juga suara robohnya benteng begitu keras.
Slattttt
Leonin itu tiba tepat pada waktunya. Harith berdiri tepat di belakang Rey sambil melipat kedua tangannya.
"Apa tidak cukup bagimu menghancurkan kami beberapa waktu lalu! Sekarang apa ini, serangan lagi! Kalian benar-benar hobi sekali menghancurkan kami ya!" Geram Harith.
Clashhhh
__ADS_1
Clashhhhh
Suara itu berasal dari ribuan pedang yang muncul serentak dibalik tubuhnya. Ini adalah salah satu kekuatan besar yang Harith miliki.
"Atas nama Penguasa, leburlah kau!"
Ucap Harith mengarahkan ribuan pedang yang ada dibalik tubuhnya tepat ke arah Cronus. Namun hanya dengan satu seringai, Cronus menghilang.
Harith menghentikan serangannya, netranya mencoba mencari-cari keberadaan sosok laknat itu. Syena dan Rey dibuat kebingungan saat ini.
Hanya para Indigo yang mampu mematahkan ilusi menghilangnya. Namun ini apa, mengapa mata mereka sama sekali tak mampu mencari keberadaannya.
"Apa ini Kaisar?" Tanya Rey tak percaya.
"Ini sihir Rey! Sihir penyamaran aura tingkatan paling atas."
"Yang benar saja!" Pekik Rey.
Mereka bertiga masih terbang di udara. Ketiganya mulai berjaga siaga, bersiap menerima segala serangan yang mungkin datang mengancam mereka.
"Rey, aku sudah selesai memindainya!"
Suara dari dalam domain itu membuat Rey serius saat ini.
"Ilmu sihir penyamaran auranya mencapai tingkatan paling atas. Ditambah dia, membawa sesuatu yang aneh dalam telapak tangan kirinya. Wujud aslinya adalah kelabang raksasa setinggi seratus meter. Tak hanya itu, tiap manusia yang terkontaminasi racunnya, mereka pasti akan berubah menjadi kelabang dan mampu menyebar racunnya ke segala penjuru Rensuar."
Penjelasan itu membuat Rey membulatkan matanya. Baru saja ia melihat Debora membawa satu orang Musketeers yang terkontaminasi.
"Debora!" Pekik Rey.
Harith yang tau apa artinya itupun membulatkan matanya seketika. Ketika Rey hendak pergi dari sana, sebuah getaran hebat mulai ia rasakan.
Crashhhhhhh
Tubuh kelabang raksasa itu melilit area mereka. Mencoba menghalangi mereka untuk pergi atau keluar dari dalam sana.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Diluar sana ada satu orang terkontaminasi. Tetapi kalian, didalam sini tidak akan selamat!" Ujar Cronus.
Didalam sini begitu gelap tak ada apapun selain kegelapan menyeluruh. Sungguh Rey sangat mengkhawatirkan Debora saat ini. Akan sangat menyakitkan apabila melihat Debora juga ikut terkontaminasi nanti.
"Tenanglah Rey, ada Noella di luar! Percayakan saja padanya dan Axcel. Saat ini kita hanya perlu fokus pada sosok keji ini, yang lancang berani masuk kemari!"
Ucap Harith, apa yang Harith katakan benar. Rey akan coba saling percaya saat ini, meredam segala ke khawatirannya.
...Kegelapan tidak bisa mengusir kegelapan...
...Hanya cahaya yang bisa melakukannya...
...Kebencian tidak bisa mengusir kebencian...
...Hanya cinta yang bisa melakukannya...
__ADS_1