Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Manusia Legenda (Belantara Curam)


__ADS_3

...Ada kesadaran dalam diamku...


...Ada penghargaan dalam teriakku, tapi tetap saja ada yang pergi meninggalkanku...



_______


Beberapa aliran sihir mengalir diantara sisi-sisi batu. Batu besar semacam batu persembahan itu sedang menampung seseorang diatasnya. Tubuh itu, masih terbujur terkulai lemah tak kunjung membaik.


Tiga orang disana berasal dari perwujudan pedang. Tentulah kalian mengenal siapakah sosok-sosok ini. Mereka adalah Baron Cahaya Putih, Baron Emas, dan Baron Hitam.


Kemampuan regenerasi mereka disatukan disini, demi untuk menolong tubuh terkoyak dihadapannya itu. Tubuh itu masih bernafas, namun tubuhnya sangat tragis jika dilihat.


Lubang di bagian perut juga dadanya masih menganga. Tiga Baron ini berusaha menutup lukanya. Mereka sama sekali tak berhenti selama seminggu ini.


Sulur yang menyelamatkan Rey berasal dari Baron Hitam. Kekuatan Black hole lah yang menariknya kemari. Cincin Elden Ring adalah sebuah pengecoh, itu adalah hambatan agar para Iblis disana tidak mampu mendekati rekan-rekan Rey.


Rencana mereka menukar Rey dan Syena berhasil. Diluar sana Syena akan merasakan kembali kebebasannya juga didalam curamnya jurang. Rey akan kembali menempuh sesuatu yang panjang. Ini perihal bab penguasaan kemampuan, kesepakatan mereka sebelum hal ini terjadi sudah mereka lakukan.



Arlert adalah wadah yang tepat bagi ketiga Baron ini. Mengenal Rey adalah keajaiban bagi mereka. Sungguh luar biasa sekali Sang Penguasa menyelipkan nama Rey sebagai penopang dunia. Penguasa memilih seorang manusia sederhana beserta segala kekonyolannya.


Mungkin tiap mata manusia yang baru saja melihat dirinya. Beberapa mereka akan mengatakan, bahwasannya Rey adalah biang masalah, pembuat onar dan tidak berguna.


Namun jika saja kalian lebih menyelami karakteristiknya ada sebuah sekat yang memisahkan. Dirinya yang konyol dengan dirinya yang begitu baik, murah hati, penuh dengan ketulusan bahkan ia siap mempertaruhkan apapun demi menyelamatkan orang lain sekalipun itu nyawanya sendiri.


"Kemungkinan akan berapa lama kira-kira?"


Sambil masih melakukan regenerasi pada tubuh Rey, Baron Hitam bertanya.


"Aku tidak bisa memastikan hal itu, intinya saat ini kita harus berusaha." Jawab Baron Putih.


"Dia ini manusia, bukan makhluk berkemampuan khusus seperti kita. Tubuhnya ini rawan rusak!" Tambah Baron Emas.


Ketiganya sedang berusaha membuat Rey membuka matanya kembali. Durasi satu Minggu ini cukup menghasilkan kemajuan.


Pendarahan yang teramat banyak saat itu berhasil dihentikan. Jantungnya yang pecah perlahan dipulihkan oleh mereka. Dari dalam hati mereka berdoa pada Sang Penguasa. Jika tidak ada campur tangan Sang Penguasa, Rey tidak mungkin bisa selamat.


Tusukan Trounum terlalu dalam bahkan menembus jantungnya. Iblis keji itu menusuk Rey sampai lima kali. Hujaman tajam itu melubangi tiap tubuh manusianya.


"Penguasa kumohon berikan dia kesempatan untuk kembali! Dia adalah yang kau pilih, dia adalah jawaban atas segala masalah dalam bumi ini."



Ketiga pedang dalam wujud manusianya itu mulai berdoa. Dari atas langit awan-awan mendung yang menutupi Silver Alaska, sekejap bergerak. Mendung-mendung itu melipir menghilang. Sebuah cahaya turun menyinari Silver Alaska saat itu.


Dari atas Kastil beberapa Iblis petinggi terperangah menyaksikan kejadian itu. Cahaya semacam apa yang mampu menembus sihir terkuat mereka. Darimanakah itu dan mengapa menyinari area mereka.


"Apa itu?!" Barsh membulatkan matanya tak percaya rasanya.


Cahaya sebesar itu siapakah pengendalinya. Sambil membawa potongan tangan manusia, Barsh berjalan menghampiri Akaza.


"Ini buruk!" Ucap Akaza sambil mengepalkan tangannya.


"Semuanya!"


Trounom berteriak dari atas Kastil. Dibawahnya terdapat Iblis-iblis rendahan. Cahaya adalah pantangan bagi Iblis. Dimana ketika sang Surya menerpa tubuh mereka kekuatan mereka tidak akan berguna saat itu juga. Mereka akan lemah seperti hal nya manusia.


"Arahkan senjata kalian ke arah langit! Siapapun pengendalinya dia harus binasa!"

__ADS_1


Perintah dari Trounom membuat mereka membulatkan mata. Cahaya tanpa ujung itu berasal dari langit. Para Iblis tak berhati itu seluruhnya bergerak, mengarahkan ujung senjata mereka ke arah langit.


Sebelum cahaya dari langit menerpa mereka. Trounum memberi aba-aba untuk melempar seluruh senjata pasukannya ke arah langit. Dibekali sihir didalamnya jutaan senjata itu melayang ke arah langit.


Darrrrrr


Sebuah ledakan besar sekejap menghapus seluruh senjata yang terbang ke arah langit. Melihat itu Trounum tak menyerah ia tetap memerintahkan jutaan senjata itu dilempar lagi dan lagi ke arah langit.


Syuthhhhhh


Bersamaan dengan hilangnya seluruh senjata mereka dilangit, cahaya misterius itu sekejap hilang. Silver Alaska kembali dengan mendungnya. Cahaya misterius itu lenyap tak berbekas meninggalkan sejuta pertanyaan dalam kepala tiap Iblis.


Dalam jurang yang curam ketiga Senjata Legendaris ini membulatkan matanya. Mereka dibuat terkejut setengah mati ketika Rey membuka matanya. Pemuda itu duduk sambil memegangi kepalanya saat ini. Pemuda itu menunduk seperti sedang mengumpulkan tenaganya.


Seluruh luka dalam tubuhnya sekejap sembuh. Bahkan luka itu pun sama sekali tak meninggalkan bekas.


"Rey?!" Pekik Baron Putih tak percaya.


Namun ada yanh aneh disini, sapaan dari Baron sama sekali tak mendapat jawaban. Rey hanyabdiam memejamkan matanya kembali sambil tetap menunduk.


Ketika Pedang Legendaris itu saling bertatapan satu sama lain. Barangkali diantara mereka ada yang paham mengenai kondisi Rey saat ini. Usai pencahayaan agung dari langit itu menerpa Silver Alaska, Rey bangun.


Disana Baron Emas mulai menyimpulkan sesuatu. Sepertinya doa ketiga pedang ini dikabulkan. Lagi-lagi campur tangan Sang Penguasa ikut serta menemani.


"Kita harus berterima kasih pada Sang Penguasa!" Ujar Baron Emas mengadah ke atas langit sambil mengatupkan tangannya.


Melihat itu kedua rekan pejuangnya mengerti. Mereka mengikuti apa yang sedang Baron Emas lakukan. Disela-sela tingkah mereka itu, Rey yang telanjang menyipitkan matanya. Netranya memperhatikan ulah ketiga sosok yang sedang mengitari tubuhnya itu.


"Baron!" Panggil Rey padanya.


Baron yang masih mengucap syukur itu mengacuhkannya. Itu membuat Rey kesal sekarang, ketika telapak tangannya ingin melempar sihir. Rupanya mana miliknya terkuras cukup banyak itu membuat dirinya bahkan tak mampu mengeluarkan sihirnya.


"Baron!"


"Ada apa?" Tanya Baron Putih padanya.


Pukkkk


Pukkkk


Rey menepuk-nepuk perutnya ke arah Baron. Disana Baron mengerutkan keningnya, pedang ini sama sekali tidak peka atas perihal apa yang Rey maksud.


"Astaga bodohnya manusia tua ini!" Kesal Rey.


Tubuhnya yang baru saja bangun itu perlahan berdiri. Namun rupanya Rey tak cukup mampu melakukan itu, pendarahan yang keluar beberapa hari ini sepertinya menyita banyak fungsi tubuhnya.


"Hei bocah, mengapa kau memaksakan dirimu?"


Suara dari Baron Hitam itu sekejap membuat Rey menatapnya. Baron Hitam ini wajahnya lebih buruk dibandingkan dua Baron lainnya.


"Astaga kau jelek sekali, seram sekali mukamu itu!"


Pernyataan dari Rey sontak membuat Baron Hitam memicingkan matanya. Dia yang mudah tersulut emosinya perlahan dari telapak tangannya kembali mengeluarkan Black hole.



"Hei hentikan!!!" Pekik Baron Putih menghalangi Baron Hitam yang sedang gelap mata.


"Kemari kau, ku kubur kau hidup-hidup di angkasa. Biarlah kau mati tersedak di ruang hampa udara itu!"


Baron Emas yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Netranya kembali menatap Rey sekarang. Disana Rey juga menatapnya belum sempat Baron Emas berucap Rey menunjuk bagian tubuhnya yang tertutup Zirah emas.

__ADS_1


"Kilo an emas itu, bisakah aku memintanya sedikit. Untuk ku belikan mahar setelah perang ini usai, aku ingin melamar seorang gadis."


Lagi-lagi celotehan asal dari Rey semakin menggelapkan mata Baron Hitam disana. Baron Hitam itu masih berontak dalam kukungan Sang Baron Putih.


"Arlert, bisa kita bicara serius sekarang? Durasi waktu itu penting."


Ucapan itu membuat Rey diam lalu mengangguk. Netra mereka kembali menatap satu sama lain. Ada pesan dalam kedua mata itu, ada tekad dan misi disana yang harus diselesaikan secara bersama.


"Ini tentang dunia!"


"Katakan, aku akan mendengarkan."


Baron Emas mengangguk ia lega rasanya. Akhirnya Rey mau mendengarkannya. Baron Hitam yang mulai memahami situasi disini memilih tenang. Pembahasan misi mereka akan segera dimulai.


"Tapi sebelumnya!"


Baru saja Baron Emas ingin memaparkan argumennya. Namun suara dari Rey sekejap menghalaunya untuk bicara.


"Iya?" Tanya Baron Emas padanya.


"Aku kelaparan, tolong beri aku makanan!"


Kali ini Rey merengek layaknya seorang bocah dihadapan tiga pedang legendaris itu. Baron Emas disini memahami hal itu. Tubuh manusia memang selemah ini. Tak ingin memunculkan perdebatan disini, dalam domainnya ia menyimpan beberapa makanan angkasa.


Makanan disana tidak memiliki waktu expired. Ketika beberapa makanan itu dikeluarkan Rey hanya diam menatapnya. Jarinya sama sekali tidak tergiur untuk sekedar menyentuh camilan itu.


Baron Hitam melirik kesal ke arah Rey saat ini. Pemuda ini benar-benar menguji kesabarannya. Sejenak Baron Hitam mengalihkan netranya ke arah Baron Emas.


Baron Emas yang paham apa maksud dari tatapan itu pada akhirnya mengangguk. Menyetujui apa yang akan Baron Hitam lakukan.


Jawaban itu membuat Baron Hitam bahagia. Beberapa camilan yang masih melayang di udara sekejap ia genggam.


Huppppp


Baron Hitam memasukan beberapa camilan itu langsung ke dalam mulut Rey. Itu membuat Rey membulatkan matanya sambil menatap ke arah Baron Hitam.


"Hmmpphh!!!" Pekik Rey berusaha menelan camilannnya.


Ketika camilan tertelan masuk kedalam tubuhnya, Rey tersenyum. Rupanya sekalipun bentuknya aneh semacam batu, rasanya enak juga.


Pada akhirnya Rey menikmati sajian makanan dari Baron Emas. Sembari menikmati makanannya, Baron Emas mulai berbicara perihal dunia dan rencana mereka, juga perjanjian berdarah yang sudah Rey buat bersama dengan Baronnya.


...Hidup tak melulu tentang masalah sebuah perbedaan...


...Namun, alangkah lebih baiknya bisa saling melengkapi kekurangan...



______


Ensiklopedia :


Lubang hitam bintang (atau Lubang hitam dengan massa bintang) adalah lubang hitam yang dibentuk oleh keruntuhan gravitasi dari bintang. Bintang yang mengalami hypernova memiliki massa mulai dari sekitar 5 hingga beberapa puluh massa matahari.



Proses ini diamati sebagai ledakan hypernova atau ledakan sinar gamma. Lubang hitam ini juga disebut sebagai collapsar/kolapsar.


Ilustrasi semburan sinar gamma :


__ADS_1


Semburan sinar gama (SSG) (bahasa Inggris: gamma-ray bursts, disingkat GRBs) adalah fenomena semburan cemerlang sinar gama dari tempat tertentu di luar angkasa pada saat tertentu.


Durasi semburan sinar gama biasanya beberapa detik, tetapi dapat bervariasi dari beberapa milisekon hingga beberapa menit, akan tetapi bekasnya dapat terlihat lebih lama namun tidak lagi berupa sinar gama melainkan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih panjang (sinar-X, ultraungu, atau cahaya tampak.).


__ADS_2