Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Menyambut Hari Besar


__ADS_3


Petuah semalam membuat Debora tidak lagi terlalu memikirkan perihal kehilangan.


Baginya apa yang dikatakan Rey itu benar. Mungkin memang dirinya harus terus di tampar beberapa kali oleh perkataan seorang Rey agar ia sadar.


Bahwa buminya saat ini bukan bumi seperti dulu. Bumi yang aman dan sejahtera.


Buminya saat ini haus akan pengorbanan juga pertarungan. Untuk menuntut kebebasan manusia, maka harus ada yang berjuang dan berkorban itulah rumusnya saat ini.


Saat ini mereka sudah berada di dalam kastil putih. Tempat dimana Noella dan Harith biasa memberi perintah.


Satu tempat untuk menyepakati hal terakhir demi pencapaian yang akan segera terjadi.


Rey bersama rekannya juga adiknya mereka berdiri tepat dihadapan Noella. Tepat di samping Noella ada madam Geralda juga Profesor Agasha.


Axcel tentu saja ikut pada barisan Rey. Sebab ia akan pergi berperang juga. Berdiam diri disini bukanlah sifat dari seorang Axcel. Leonin satu ini haus akan pertempuran demi perdamaian.


Sebab misi para penduduk langit datang ke bumi adalah untuk membebaskan manusia dari kekangan iblis akibat asteroid yang jatuh sebab ulah guardian.


"Para Muskeeters ku yang pemberani! Pemimpin terbaik dari sekian banyak Muskeeters. Aku percayakan tugas besar ini pada kalian demi perdamaian. Maka capailah itu dengan segenap hati kalian!"


Ucap Noella pada para Muskeeters nya. Sedikit khotbah yang ia tujukan untuk membakar kembali semangat mereka.


Terlihat raut wajah Syena sudah tidak sabar rasanya menuju Medan pertempuran. Rey yang berada di sampingnya tersenyum melihat raut wajah adiknya yang begitu semangat.


"Baiklah Nona Noella, kami sudah tidak sabar untuk segera bertempur!" Ucap Rey pada Noella.


"Rey, ku harap kau tau perintahnya! Jangan terlalu memaksakan diri. Jika memang ancaman besar datang dan kalian kalah jumlah. Pergilah, kembalilah ke Rensuar!" Jelas Noella.


Ia mencoba mengingatkan kembali pada Rey. Pasalnya Rey memang maniak tak sayang nyawa, hobi bunuh diri seperti apa yang Debora tegaskan padanya.


Saat ini ia memang seorang pemimpin. Dia memang rela mati lebih dulu demi untuk melindungi teman-teman nya.


Namun terkadang ia juga melupakan, bahwa dialah kunci dari kebebasan itu sendiri. Tanpanya maka tak akan ada yang bisa di capai.


Sebab yang mampu menandingi kekuatan ketiga Guardian yang ada dalam tubuh Iblis seratus juta jiwa adalah senjatanya, dan senjata itu adalah Rey.


"Aku tau itu! Kau tenang saja!" Jawab Rey mantap.

__ADS_1


Noella mengangguk mendengar itu. Satu tanda penghormatan dari Noella untuk para Muskeeters. Ia mengepalkan tangan kirinya lalu meletakkannya diatas dadanya.


Melihat itu seluruh Muskeeters di hadapannya juga menirukan apa yang ia lakukan.



"Semoga berhasil, selamat berjuang! Pulanglah dengan selamat!" Ucap Noella.


"Baik!" Ucap seluruhnya serentak mantap.


Mereka pun segera pergi keluar dari kastil putih. Melalui sihirnya mereka para pemimpin pasukan itu terbang ke atas benteng.


Saat ini di atas sana sudah berdiri ribuan pasukan yang siap merebut wilayah. Ada beberapa dari mereka yang menatap kebawah tersenyum ke arah sorakan lautan manusia yang bersorak pada mereka.


Setibanya Rey bersama seluruh rekannya di atas. Mereka dibuat takjub rasanya mendengar sorak semangat dari para manusia non sihir.


Manusia yang memberi mereka makanan dan benda gratis pada mereka semalam. Sebagai tanda Ucapan terima kasih katanya untuk para Muskeeters.


"Kapan kita terakhir kali di lepaskan seperti ini?" Tanya Riley berbinar menatap ke arah bawah.


Justice disampingnya tersenyum sambil menggeleng.


Syena berdiri dihadapan mereka lalu mengangkat kedua tangannya ke atas dan berteriak.


"Kami akan menang!!!" Teriaknya.


"Wahhhhhhhh!!!"


Suara teriakan Syena mengundang kembali teriakan mereka dibawah. Mikhail, Debora dan Rey terkejut melihat itu. Namun tak lama mereka hanya membiarkannya sambil tersenyum.


Tak ada yang tau apa yang akan terjadi disana nanti. Jadi selagi kebebasan mereka disini masih ada. Selagi nyawa masih melekat dalam tubuh mereka. Biarkan mereka berteriak sepuasnya menikmati kebebasan.


Sebab sebentar lagi pertaruhan antara hidup dan mati akan terjadi. Pertaruhan besar perihal perebutan kekuasaan mereka dari perampasan iblis.


"Rebut lagi wilayah kami para Muskeeters! Kalian hebat, kalian pahlawan kami!" Teriak mereka dibawah.


Melihat itu Justice dan Riley saling bertatapan sejenak. Lalu mereka tersenyum, segera mereka menirukan apa yang Syena lakukan.


Hal itu disusul Axcel kemudian. Setelah cukup berteriak menikmati semangat dari para manusia non sihir.

__ADS_1


Riley memimpin sekitar dua ribu pasukan penyerang jarak jauh bersamanya. Sedangkan dua ribu pasukan penyerang jarak jauh lainnya, ikut dalam komando Syena dan Rey selaku petarung jarak dekat.


Syena dan Rey memegang komando beranggotakan lima regu masing-masing seperti biasanya. Regu merekalah manti yang akan maju lebih dulu.


Sedangkan Debora dia adalah bagian tengah. Dimana penguasa sihir abjad E, akan menggunakan sulur mereka untuk melindung para petarung. Debora membawa sekitar seribu pasukan.


Mikhail memencar lima ribu pasukan pertahanan ke segala sisi. Di depan di belakang petarung, lalu kanan dan kiri,l juga area belakang dan tengah. Dengan ini para Musketeers terlindungi dalam satu kubah besar. Mereka bergerak dengan perlindungan.


Dimana ketika iblis masuk ke dalam pertahanan mereka itu akan melemahkan mereka. Juga mengaburkan pandangan mereka atas ilusi yang Justice ciptakan. Justice membawa sekitar tiga ribu pasukan pemegang ilusi terkuat.


Tidak seluruh Muskeeters di biarkan bertarung disini. Ada beberapa persen yang berada di Rensuar. Demi menjaga keamanan para manusia non sihir.


Jika saat ini para Muskeeters sedang berbondong-bondong mengarah ke wilayah musuh untuk perebutan. Maka di dalam kastil putih, Noella memantau seluruhnya dari jauh. Melalui bola kristal yang biasa Harith gunakan.


Setibanya disana mereka rombongan Rey dan Syena yang terbang menggunakan sihir. Mereka disambut oleh keberadaan rombongan kelelawar iblis di atas mereka.


Clashhhhhh


"Akhhhhhhhhh!!!"


Rombongan kelelawar iblis itu berteriak ketika panah dari anak buah Riley melesat memusnahkan mereka satu persatu.


Rombongan kelelawar iblis itu mulai berusaha menghindar. Segera Rey dan Syena turun ke bawah. Seluruh pasukan mereka di sambut dengan makhluk-makhluk aneh semacam tengkorak yang muncul dari dalam tanah.


Tanpa basa-basi lagi mereka pun menyerangnya. Pertempuran besar terjadi disana. Dengan mudah para Muskeeters mengalahkan mereka.


Riley di atas sana tertawa kencang di atas Naganya. Tugangan barunya ini dengan rancangan senjata pelebur mampu meleburkan banyak iblis kelewat dengan mudah.


"Hahahaha... Mati kalian!!!" Teriak Riley menggila dengan serangannya.


"Komandan, kau terlalu liar!" Ucap salah seorang anak buahnya yang berdiri di atas Khufra.


"Ini luar biasa! Sudah sejak lama aku tidak sebrutal ini hahaha! Maju kalian, rasakan kemarahan dewa kematian ini!!!" Ucap Riley lagi semakin menggila.


Justice di bawah hanya menatapnya sebentar lalu berseringai. Sepertinya ada baiknya jika membiarkan Riley menggila dengan naganya.


Itu akan lebih mempersingkat waktu mereka disini, juga lebih mempercepat mereka mengalahkan seluruh iblis disini.


__ADS_1


__ADS_2