
...Dalam pertarungan, orang yang membebani orang lain bukanlah dia yang tidak memiliki kekuatan...
...Tetapi dia yang tidak punya ketetapan hati...
_________
Jika disana Syena beserta para rekannya menikmati hidangan lezat. Disini Rey pun sama, namun hidangan makanan yang diberikan padanya bentuknya seperti batu. Itulah yang Rey makan selama tiga Minggu ini.
Rasa lapar juga dahaganya terpenuhi. Namun tiap nutrisinya berasal dari makanan-makanan yang aneh bentuknya. Sempat ia ingin berprotes perihal hal ini. Namun tentu saja nantinya akan terjadi perseteruan ocehan, antara dirinya dan tiga pedang Baron.
Sembari masih mengunyah makanannya, Baron Hitam dalam domain memperhatikannya. Raut wajah tertekan itu membuat Baron Hitam menatapnya dingin. Baron putih yang duduk di atas singgasananya berusaha menahan tawanya.
Sejak tadi tawanya hampir meledak rasanya. Kunyahan demi kunyahan itu terlihat pasrah disana. Pasalnya memang mereka sama sekali tak memiliki makanan manusia. Itulah mengapa suguhan makanan angkasa Baron Emas berikan pada Rey.
"Makanlah, jangan mati!" Ucap Baron emas sembari mengeluarkan beberapa makanan angkasa untuknya.
"Aku akui, makanan ini lezat! Hanya saja bentuknya seperti kerikil." Jawab Rey tatapannya kosong saat ini, tenggorokannya berusaha menelan makanan itu.
"Aku ingin pergi keluar saja dulu!"
Rey berucap sambil berdiri. Ketika ia akan pergi melesat ke atas Baron Hitam menghentikannya.
"Hei, jangan!" Cegah Baron Hitam.
"Kenapa?"
"Kau lupa bahwa sejak kematian Akaza para Iblis mulai memperkuat pertahanannya? Makanlah seadanya Rey, selagi itu masih mampu mengganjal perutmu."
"Kau menyiksaku!" Pekik Rey.
Baron Emas menghela nafas mendengar itu. Perdebatan antara Rey dan Baron Hitam sering terjadi disini.
"Jika kau sudah selesai mari kita mulai latihannya!"
Mendengar ucapan Baron Hitam Rey mengangguk. Latihan adalah hal yang paling menarik untuknya, Rey adalah manusia yang haus akan adrenalin.
Segala hal yang menantang nyawa ia sangat menyukainya. Layaknya seekor kucing sembilan nyawa, hal-hal yang mengancam hanya sebuah kata baginya.
Syuthhhhh
Dari atas singgasana Baron Emas mengembalikan segala makanan yang Rey santap kembali kedalam domain. Hilangnya makanan itu membuat ketiga Baron berdiri. Dari dalam domain mereka keluar menemui tubuh asli Rey.
Syuthhhhh
Ketika ketiganya berada tepat di hadapan Rey, Ketiganya mengangguk. Mereka tidak berlatih di area Utara saat ini. Kematian Akaza membuat para Iblis memperketat segalanya.
Bahkan Area Utara yang jarang sekali dijamah, saat ini gerombolan Iblis sering mengunjunginya. Para Baron tau hal itu, sebab sebelum pergi Baron Hitam beserta sulurnya mengendap melalui tanah memperhatikan sekitarnya.
Untuk menjadi sepadan dengan Guardian, Rey disini ditempa di tuntut mampu menguasai tiga jurus sihir pamungkas milik ketiga Guardian.
__ADS_1
Ilmu itu adalah ketiga sihir murni. Ketiga sihir murni itu berasal dari tubuh pemilik pedang, yang disatukan dalam satu domain. Melalui mana yang diperoleh dari alam semesta melalui meditasi, hal itu adalah pemicu keberhasilan sebuah sihir pamungkas.
Satu kekuatan dari para Guardian yang efeknya besar. Serangan darinya sama sekali tak pernah meleset. Sebab sihir ini layaknya seperti rudal, ia akan terus mengejar dan mengejar sampai lawan miliknya tertabrak dan musnah.
"Aku akan memberitahumu perihal latihan hari ini! Ini adalah jurus sihir murni dariku dan Bembi, pemegang Ekstron alam semesta." Jelas Baron Hitam padanya.
"Tentu saja, silahkan!"
"Pertama kita sudah berdamai. Artinya aku mengijinkan mu mempergunakan kekuatanku, aku juga sudah memberimu akses kedalam domainku. Kita terhubung dalam satu domain sekarang!"
"Ya benar!"
"Sihir murni hanya mampu dipergunakan dengan cara penyatuan domain. Mana milikmu disatukan dengan milikku, sihir ini menolak mana hasil latihan. Ia hanya menerima satu kualitas mana, aliran mana yang berasal dari meditasi. Karena sekalipun durasinya panjang namun nyatanya mana hasil meditasi lebih kuat."
Sebuah pengetahuan baru lagi-lagi datang hal itu membuat Rey sumringah. Kobaran semangat mendekam didalam dadanya, Baron masuk kedalam tangan Rey memunculkan wujud pedangnya.
Crashhhhhhh
"Sebut saja sihir pamungkas ini bernama Laronna!"
Tunggu, rasanya Rey tak terima mendengar nama itu. Nama semacam apa itu? Bukankah Baron Hitam mengatakan ini adalah sebuah sihir pamungkas. Seharusnya namanya harus lebih keren.
"Hei, apa kau yang menamainya?" Tanya Rey padanya.
"Tentu saja!"
"Seleramu payah!"
"Hah?! Kau bilang apa Rey, kau kuno! Itu adalah nama paling keren di angkasa."
Muak rasanya tiap kali latihan harus dimulai seperti ini. Baron putih memilih bertindak sekarang, jari telunjuk mengarah ke arah Rey saat ini.
"Adrium!"
Sekejap suara miliknya hilang begitu saja. Ketika netranya menatap ke depan, Baron putih menatapnya dingin. Sepertinya Rey tau maksudnya, disana ia memilih mengangguk.
Melihat anggukan itu Baron putih mulai mengembalikan suara Rey. Kali ini fokusnya memilih mendengar tiap langkah-langkah pengaktifan jurus. Sambil menggenggam sebuah pedang ditangannya, Rey memejamkan matanya.
Meditasi ketenangan penyerapan unsur-unsur alam untuk mananya mulai ia lakukan. Aliran alam yang syahdu perlahan mulai masuk kedalam tubuhnya.
Aliran-aliran itu masuk menuju domainnya. Disana titik mana milik Rey mulai membesar. Sekitar satu jam meditasi, mana milik Rey sudah terbilang cukup banyak.
"Ini sudah lebih dari cukup! Sekarang waktunya menyatukan kekuatanku dengan manamu dalam domainmu."
"Baiklah!"
Kesanggupan akan ucapannya kini membawanya fokus dalam domain. Rey berdiri tepat membelakangi mananya. Bola besar bercahaya putih, itulah mana milik Rey.
Ketika Rey membuka matanya ia terkejut melihat lubang hitam besar, bahkan lebih besar daripada mana miliknya. Lubang besar itu berada tepat di atas tubuh Baron Hitam, ia mengangkat kuburan angkasa itu menggunakan telunjuknya.
"Wah kau terkejut sepertinya, bagaimana? Aku kuat bukan?" Ucap Baron Hitam menyombongkan dirinya.
__ADS_1
"Hah mau bagaimana lagi, aku terpaksa mengakuinya! Jadi, itukah bentuk manamu?"
Pertanyaan dari Rey membuatnya terkekeh. Pedang legendaris sama sekali tak membutuhkan mana. Kekuatan mereka tidak akan pernah habis. Namun mereka akan rawan mengalami kerusakan apabila tidak ditempa dengan baik oleh para Lapu-lapu.
Lima puluh tahun sekali mereka akan dibawa ke bulan. Mereka akan ditempa juga dirawat oleh para Lapu-lapu dalam jangka waktu seminggu. Sungguh itu adalah hal yang paling Baron Hitam benci.
"Ini adalah kekuatanku Rey! Kami tidak memerlukan mana seperti dirimu. Kami ini datang dari angkasa, dan mana tidak berlaku untuk kami."
Penjelasan itu membuat Rey mengangguk ia paham sekarang.
"Gravitasi nya sangat kuat, inilah kuburan angkasa Rey. Benda langit apapun yang mendekat padanya akan terserap. Jadi misinya, untuk menggunakan sihir pamungkas Laronna, kau harus tarik menarik dengan kekuatanku. Tarik dia, masukkan dan satukan dalam domainmu maka kau akan memilik kekuatan terbesarku."
Itu adalah sebuah tantangan bagi Rey. Ketika Rey mengangguk Baron Hitam mulai melepaskan kekuatannya. Uluran sulur cahaya dari mana milik Rey perlahan mulai mendekat ke arah lubang hitam.
Drtttttttttt
"Hah?!" Rey memekik ketika tubuhnya hampir tersedot kuat kedalam lubang itu.
Kekuatan miliknya terhubung dengan milik Baron hitam. Keduanya saling tarik menarik, mencoba menjadi dominan.
"Jika kau tak mampu menyelesaikan ini, kau akan terserap kedalam black hole Rey!"
Peringatan itu membuat Rey susah payah menariknya. Pelan, butuh usaha yang sangat besar dalam menariknya.
Namun apa daya Rey saat ini, ketika tarikan miliknya hampir membawa black hole ditengah. Kekuatan itu kembali menyeret Rey kuat. Baron Hitam yang memperhatikan itu merasa bahwa Rey akan mati jika dibiarkan begini.
Clashhhhhh
Baron Hitam memutus koneksi antara kekuatannya dari mana milik Rey. Tak disangka disana Rey bersimpuh. Bahkan ia masih belum melakukan apapun, namun mengapa rasanya mana miliknya terkuras habis.
"Latihlah lagi pengumpulan mana mu lewat meditasi! Kau yang sekarang masih belum sanggup menampung kekuatan kami."
Benar apa yang dikatakan Baron Hitam. Rey masih seorang manusia yang lemah. Ia berjanji ia akan berlatih lebih keras mulai saat ini. Ada banyak nyawa yang harus ia lindungi. Ada harapan yang harus di wujudkan. Dengan ini Rey Arlert bersumpah bahwa ia tidak akan menyerah sekalipun harus mati dalam peperangan.
...Loyalitas terhadap seseorang berbeda dari bergantung pada mereka...
...Kematian dan kesakitan hanyalah harga kecil untuk membayar kenikmatan pertempuran!...
_______
Ensiklopedia :
Galaksi Magellan Besar dan Magellan Kecil Kedua galaksi ini berada di belahan langit selatan, kira-kira berjarak 150.000 tahun cahaya dari galaksi Bima Sakti. Bentuknya yang berdekatan itu kerap dianggap sebagai satelit-satelit dari galaksi kita ini. Nama keduanya yakni Magellan diambil dari penemunya, yakni Ferdinand Magellan, selaku astronom berasal dari Portugal.
Berhubung galaksi ini kerap mengorbit di sekitar galaksi Bima Sakti, banyak yang menganggap bahwa dua galaksi tersebut adalah bagian dari sistem galaksi kita, padahal sebenarnya bukan ya…
...Diatas adalah gambar small Magellan Galaxy....
__ADS_1
...Sedang yang ini adalah Big Magellan Galaxy....