
...Berharaplah yang terbaik, dan usahakanlah yang terbaik...
...Harapan tanpa usaha, biasanya adalah perjalanan yang lama dan tak kunjung sampai...
Crashhhhh
Rey keluar dari dalam domain dengan keadaan mengangangkat pedangnya ke atas. Tepat diujung pedang itu terdapat kepala Zekha. Iblis itu lenyap, dan pelenyapnya adalah Rey Arlert.
"Zekha..."
Lirih Tayuya, ia masih meniup nada-nada serulingnya. Memainkan melodi kematian itu, Harith dan Axcel keduanya dibuat kewalahan.
Melodi kematian itu serangannya semakin meluas, hal itu membuat Axcel dan Harith dipaksa mundur.
Crashhhh
Rey membuang potongan kepala itu asal. Netranya menatap tajam ke arah Tayuya disana. Hawa-hawa ketegangan ini mulai menjalar.
Syuthhhh
"Apa yang kau lakukan Rey?"
Baron Putih dibuat heran rasanya ketika Rey lebih memilih memasukkan dirinya kembali domain.
Kali ini Rey sama sekali tak bersenjata. Rey terbang perlahan ke arah Harith dan Axcel disana.
"Mari kita habisi dia!" Ucap Rey.
Tatapan matanya kosong, hanya terarah pada satu titik yaitu Tayuya. Satu-satunya musuh yang masih berdiri disana.
Baron Emas dalam domain berseringai. Sepertinya Rey Arlert akan jauh lebih hebat daripada Lunox.
"Mengapa kau tertawa?" Tanya Baron Hitam, namun disana Baron emas sama sekali tak menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah Rey.
Rey kembali mengeluarkan dua bola panas matahari dalam kedua tangannya. Kali ini berbeda dengan yang pertama, jika Rey sering mengaliri dirinya dengan petir. Saat ini adalah giliran Baron Emas yang menghiasi tubuhnya.
Kobaran api panas itu bagaikan jubah untuknya. Kedua tangannya saat ini membentuk sebuah pedang yang berasal dari panasnya lahar.
Wushhhhhh
Rey melesat cepat ke arah Tayuya. Iblis itu bersiap dengan nada-nada serulingnya.
Clashhhhh
Rey menangkis seluruh serangan Tayuya berusaha mendekatinya. Untuk mengalahkan iblis ini, Rey harus menghancurkan serulingnya. Suara seruling kematian itu sudah meregang banyak sekali nyawa.
"Ameeera Amoerra!"
Harith berdiri tepat di bawah kaki Tayuya. Kedua tangan leonin itu mengarah ke arah langit merapal sihir terbesarnya ke arah Tayuya di angkasa.
"Perisai Keramat!" Ucap Tayuya..
Nada-nada seruling itu berubah. Berbagai serangan yang mereka luncurkan seketika dihempaskan begitu saja oleh sesuatu. Rey beserta Axcel dan Harith mundur mencoba menghindar dari serangan mereka.
Wushhhhhhhhh
"Sial!"
Pekik Rey menancapkan kedua pedang ditangannya ke dalam tanah. Itu ia lakukan untuk meredam hempasan yang akan membawa tubuhnya semakin mundur.
"Sulit sekali dia di dekati!" Ucap Axcel.
Rey mencoba fokus kembali ke arah Tayuya. Tiga orang tak akan cukup sepertinya untuknya. Mungkin Iblis ini harus diberi serangan beruntun. Serangan dari berbagai arah untuk mengecohnya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Riley berada di atas Rey, ia bertanya sekarang padanya.
__ADS_1
"Rasanya kekuatan yang kita kerahkan sia-sia saja! Kau, aku, bahkan Kaisar sama sekali tak mampu mendekatinya!" Ujar Justice.
Sejenak Rey melirik ke arah gadisnya, Debora. Gadis itu masih tak sadarkan diri disana. Rey kembali memperhatikan Tayuya disana. Ia harus segera membereskan Iblis laknat itu sungguh, apa yang sudah ia lakukan benar-benar membuat Rey murka saat ini.
"Sihir perasuk! Justice bisakah aku menggunakannya disini?" Tanya Rey masih menatap ke arah Tayuya.
"Tentu saja, apapun demi mengalahkannya!" Ujar Justice. Rey mengangguk menanggapinya.
"Lubang serulingnya ada delapan! Itu mengatur seluruh serangannya. Melodi yang ia mainkan, arah serangannya di kendalikan melalui lubang seruling itu. Sejak tadi aku berusaha menganalisanya." Jelas Rey.
"Hei!!! Apakah kau akan terus diam disana? Aku akan menghancurkan Rensuarmu ini, meratakannya lebih luas. Agar kau tau, bahwa hanya benteng Silver Alaska saja yang pantas berdiri di bumi ini."
Ucapan itu membuat Rey berseringai. Syena beserta beberapa rekannya yang lain mulai berkumpul mendekat ke arah Rey.
"Dua lubang pertama, mengatur serangan atas. Dua lubang kedua, mengatur serangan ke arah kanan. Dua lubang ketiga, mengatur serangan kiri. Dan dua lubang terakhir mengatur serangan, ke arah bawah. Artinya untuk menyelesaikan iblis ini, kita membutuhkan banyak manusia. Mana ku sudah hampir habis, dan aku butuh para Musketeers lain!"
Jelas Rey, Harith membuang kasar nafasnya. Para Musketeers lain sudah berada dibawah tanah. Hanya ada mereka saja disini.
"Aku akan memecah diriku!" Ucap Syena mengajukan diri.
"Kau mampu membuat berapa kloning?" Tanya Rey padanya.
"Kapasitas mana ku memang hampir habis. Brolavor milikku hanya tinggal satu. Dengan Brolavor, aku mampu membuat sekitar sepuluh kloning. Tentunya kloning itu akan hilang ketika durasi waktu Brolavor habis." Jelas Syena pada Rey.
"Aku mampu membuat pertahanan besar, selama lima menit." Ujar Mikhail.
"Aku mampu menembakkan seribu anak panah, lima kali ke arahnya." Kali ini Riley juga menawarkan kemampuannya.
"Dan aku dan Axcel akan membuat lima puluh kloning. Apakah itu sudah cukup?" Tanya Harith pada Rey.
"Itu cukup!" Jawab Rey.
"Syena, akan maju lebih awal menyerang kedepan. Kerahkan sepuluh kloningmu ke arahnya, lalu Justice tetaplah disini. Rasuki Syena kloning Syena dengan sihirmu. Buat kedua mata Iblis itu percaya, bahwa kloning Syena ada sekitar sepuluh ribu. Apa kau mampu?" Tanya Rey pada Justice.
"Sementara Justice fokus pada Syena. Mikhail tolong lindungi dia. Dan Paman, juga Kaisar. Serang Iblis itu dari arah belakang, kiri dan kanan. Bagi kloning kalian. Sementara serangan kami nanti akan dihempaskan olehnya. Tiap hilangnya kloning, tebakkan lima ratus anak panahnya Riley. Lalu aku, Paman Axcel, juga Kaisar Putih. Kami akan berusaha mencari celah yang pas untuk memotong kepalanya." Ujar Rey.
Taktik yang cerdas sungguh. Jika bukan karena kemampuan Debora padanya, mungkin Rey tidak akan mampu merancang rencana sebagus itu.
"Ini hanya mampu dilakukan satu kali, dalam durasi waktu lima menit." Jelas Rey.
Para Musketeers itu kembali bangkit menatap satu sosok yang masih melayang di atas langit.
"Apa kalian akan menyerah?" Tanya Tayuya berseringai.
"Aku hanya hidup sekali. Tapi kalau aku melakukannya dengan benar, sekali pun cukup untukku!" Ucap Rey.
Rey kembali memanggil mantra sihir matahari. Elden Ring adalah senjata pamungkas yang Rey gunakan kali ini. Kedua sayap Dandelion mengepak. Bersamaan dengan itu sepuluh kloning Syena melesat lebih cepat mendahului Rey.
Melodi kematian Tayuya mulai dimainkan. Justice fokus dengan sihir ilusinya. Ketika sepuluh kloning Syena mendekat ke arahnya, Tayuya membulatkan mata tak percaya. Mengapa kloning milik Syena banyak sekali.
"Atas.." Lirih Tayuya meluncurkan serangannya.
"Matilah kau!" Riley menembakkan lima ratus anak panahnya ketika kloning Syena menghilang.
Clashhh
Darrrrr
Lagi-lagi Iblis itu berhasil menangkisnya. Harith dan Axcel mengerahkan seluruh kloning ke berbagai arah. Sedang Justice dibawah terus saja memanipulasi Tayuya dengan sihirnya. Iblis itu mulai menggila dihantam serangan bertubi-tubi.
"Arghhhhh... mati kau!!!"
Serangannya yang kacau membuat Rey tersenyum disana. Celah benang kesempatan sudah terlihat, baik Harith, Axcel dan Rey. Mereka maju bersamaan dengan tembakan dari anak panah Riley.
__ADS_1
Hal itu bertujuan agar serangan Tayuya lebih dulu menghantam anak panah Riley. Sehingga jeda waktu serangan kedua, akan membawa peluang bagi Rey, Axcel juga Harith untuk menebas kepalanya.
"Huh!" Tayuya memekik tatkala melihat ketiga senjata itu berusaha menebas kepalanya.
Sungguh tak ada harapan lagi kali ini. Bahkan waktu untuk meniup seruling pun tak ada.
Clashhhhhh
Hantaman senjata mereka membuat kepala Tayuya terlepas dari tubuhnya. Kepala itu jatuh kebawah beserta serulingnya. Iblis itu lebur setelah itu.
Rey menurunkan tubuhnya kebawah. Kedua sayap Dandelion kembali masuk kedalam tubuhnya. Rey berlari ke arah Debora yang masih terkulai lemah disana. Gadis itu, masih belum sadar.
"Debora.." Lirihnya memangku tubuh gadis itu.
Riley berjalan mendekati Rey disana bersama dengan Justice disampingnya.
"Dia mentransfer kemampuannya lagi!" Ucap Mikhail tak percaya.
Sebab kali ini, Debora mentransfer seluruh kemampuannya masuk kedalam tubuh Rey lebih besar daripada sebelumnya.
"Rey!" Panggil Riley, ia menepuk bahu Rey.
Rey hanya tersenyum mendengar itu, Riley mengenalinya rupanya.
Buakkkk
"Uh.." Rey memekik tatkala Justice memukul kepalanya.
Sungguh Justice gemas rasanya melihat rekannya ini. Mengapa ia tak kembali ke Rensuar jika memang masih hidup.
"Mengapa kau memukulku?" Tanya Rey murka.
"Kau membuat kami menangis berbulan-bulan! Kami pikir kau mati bodoh! Beraninya kau membohongi kami! Juga, kenapa wujudmu bisa berubah-rubah? Kau menjadi Musketeers tak di kenali saat itu, sekarang kau kembali dalam wujud mengesalkanmu ini!" Geram Justice pada Rey disana.
Namun Rey hanya tertawa menanggapi itu. Ketika seluruh kekuatan ia masukan kembali dalam domain, penampilan Rey akan kembali seperti semula. Penampilan seorang Rey Arlert dengan rambut putih jabriknya.
"Bedebah gila! Jika kau masih hidup, mengapa kau tak segera pulang!" Ucap Justice memeluk Rey.
Dia adalah yang paling dekat dengan Rey. Sekalipun banyak perdebatan yang terjadi diantara mereka. Namun Rey adalah rekan yang paling dekat.
"Hei, apa-apaan kau ini!" Riley berprotes sambil menjewer telinga Justice kali ini.
Pasalnya Justice sama sekali tak pernah berprilaku manis padanya. Namun saat ini, apa ini, Justice memeluk Rey. Padahal ia saja tidak pernah dipeluk oleh Justice. Namun mengapa semudah itu pemudanya memeluk Rey disini.
"Sudahlah, mari bawah Debora ke bawah tanah!" Ucap Harith.
"Lalu Rensuar, bagaimana?" Tanya Rey sembari memperhatikan benteng tempat mereka tinggal hancur.
"Menurutmu, sihir itu untuk apa Rey?" Jawab Harith tersenyum.
Dengan kekuatannya ia kembali memanggil para penduduk langit. Rensuar didirikan dengan sihir. Ketika para penduduk langit berkumpul bersama Harith. Mereka mengarahkan tangannya ke arah langit, merapal mantra.
Seketika bangunan-bangunan yang jatuh kembali seperti semula. Melihat segala kerusakan sudah di atasi perlahan, Rey pun menggendong Debora membawanya ke tim medis.
...Hal terbaik akan diberikan kepada mereka yang bersabar dan terus bertindak, tidak hanya dalam usaha namun juga dalam doa...
__________
Ensiklopedia :
Gliese 1214b, berjarak 40 tahun cahaya dari bumi dan berada di rasi bintang Ophiuchus. Planet ini ditemukan tahun 2009 dengan ukuran 2,7 kali lebih besar dan massa tujuh kali lebih besar dari Bumi. Gliese 1214b, nama lain dari planet ini, mengorbit bintang red dwarf setiap 38 jam pada jarak 1,3 juta mil. Suhu rata-rata permukaan planet ini diperkirakan 450 derajat Fahrenheit atau sekitar 230 derajat Celcius.
Gliese 1214b juga dijuluki "steamy waterworld". Dilansir SPACE.com, planet yang berukuran lebih kecil dari Uranus ini merupakan planet air yang dikelilingi atmosfer tebal beruap. Sebagian besar massa planet ini terdiri dari air. Tekanan dan suhu permukaan yang tinggi membuat astronom tidak yakin air pada planet ini ada dalam bentuk cair atau tidak.
__ADS_1