Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Manusia yang Mampu


__ADS_3

...Kalau cuma bicara mimpi, kita tak akan bisa melihat kenyataan...


...Jika kita menang karena ini, kita bisa jadi legenda! ...



_________


Sejak tadi Rey menggila di belahan Utara. Kemarin ia baru saja menemui adiknya juga seluruh rekannya. Sekalipun mereka tidak mengenali dirinya namun Rey tetap bahagia, sebab mereka baik-baik saja disana. Ditambah dengan Syena yang mulai mampu berbaur dengan mereka.


"Pertemuannya kemarin sepertinya membuatmu semakin semangat saat ini."


Rey berseringai mendengar apa yang Baron Hitam katakan.


"Tentu saja, aku baru saja melepas rindu dengan mereka. Jika aku mampu mempersingkat waktu latihanku lalu mengalahkan generasi sialan itu, maka akan kulakukan!" Ucap Rey sembari masih mengayunkan pedangnya kedepan. Sebuah pedang yang tiap tebasannya diliputi sihir besar.


"Tentu saja, aku yakin kau akan berhasil! Kau hanya perlu menekuninya saja, Arlert!"


"Masalah itu kau tidak perlu khawatir, Arlert ini manusia yang hebat. Buka kah kau sering terpukau karena kemampuanku?" Ujar Rey ia mulai menyombongkan diri sekarang.


"Kau hebat karena kekuatan kami dalam tubuhmu!"


"Biaya sewa kan?"


Baron Hitam diam sejenak setelah Rey mengatakan itu. Bukan karena ia tak mampu menjawabnya, sebab ia merasakan satu kehadiran lain dalam tempat ini.


"Rey, kembalilah ke markas!" Ucap Baron Emas di atas singgasananya.


"Huh?" Rey terkejut atas apa yang Baron Hitam katakan. Ketika mengatakannya suaranya tegang seperti ada sesuatu yang sedang mengancam.



"Dari balik belantara itu sepertinya ada yang sedang mengawasimu!" Tutur Baron Putih dari dalam tubuhnya.


Rey berbalik menghadap Belantara. Belantara itu jauh letaknya dengan dirinya berada.


"Huwahhhhhh!!!"


Gerombolan Iblis rendahan berbondong-bondong keluar dari dalam Belantara. Mereka berteriak kencang sambil ke arah Rey. Rey membulatkan matanya terkejut sejenak.


"Habisi dengan satu kali tebasan Rey!" Ucap Baron Hitam.


Rey memperkuat genggamannya pada pedangnya. Ia menatap lekat ke arah gerombolan Iblis yang akan mendekatinya.


"Apa tak apa meleburkan mereka disini?" Tanya Rey.


"Sebenarnya itu akan menciptakan banyak pertanyaan nantinya. Bisa dikatakan, para petinggi Alaska akan curiga."


Ucapan Baron Emas membuat Rey muka rasanya. Lantas jika tidak menyerang mereka akan apa? Kabur? Sekalipun mereka kabur melarikan diri ke arah markas. Para Iblis ini pasti akan mengikutinya, mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Lawan saja Rey!" Pekik Baron Hitam padanya.


Crashhhhhh



Rey mengayunkan pedangnya ke arah gerombolan Iblis itu. Kekuatan Baron Hitam menyergap mereka seketika, meleburkan mereka sekejap menyusahkan debu hitam jatuh di atas tanahnya.


Dari dalam Belantara sepasang mata mengintai berseringai menatap jauh ke arah Rey yang masih bingung untuk apa yang terjadi.


Pemilik sepasang bola mata mengerikan ini adalah Helcurt. Selepas pertemuannya dengan Tuannya, ia diperintahkan menelusuri belantara area Utara. Setibanya disana dari atas pohon ia menemukan hal tak biasa, suara dentuman juga aura sihir yang hebat.


Helcurt tau apabila ia mendekat, ia pasti akan mati. Sihir perasuk ia gunakan pada para Iblis rendahan yang berada dekat dengan areanya. Dari dalam belantara Helcurt mencoba mendekati aura itu.


Rupanya ada seorang manusia disana. Kemampuan perasuknya ini juga mampu mendeteksi sihir penyamaran aura. Hanya Helcurt saja yang mampu mengenali sihir penyamaran aura dalam radius tiga puluh meter dari tempatnya berada.

__ADS_1


"Kau pikir kau siapa datang kemari?"


Gema suara Iblis itu datang menggema. Rey beserta tiga Baron didalam tubuhnya dibuat terkejut. Bagaimana Iblis ini tau keberadaannya, lantas dimana ia mengapa hanya suara miliknya saja yang datang.


"Kemampuan pendeteksi?" Tanya Baron putih pada Baron emas disampingnya.


"Apa yang harus dideteksi disini? Wujudnya saja tak ada, bagaimana caraku mendeteksinya?"


Baron emas kesal rasanya mendengar apa yang Baron putih katakan. Situasi genting dan dia malah memerintah tanpa berpikir.


Suara-suara sesuatu dari udara membuat Rey kebingungan. Ada sesuatu secara cepat berlintasan di udara.


Wushhhhhhh



"Autrom!"


Pekik Rey ketika sesuatu itu mendekat ke arahnya bahkan hampir menyerangnya. Beruntungnya Rey yang sigap pun merapal mantra Autrom untuk menepis serangan dari makhluk terbang kecil dengan gigi-gigi tajamnya.


"Apa itu?" Pekik Rey masih dengan degup jantung kencangnya.


"Hahah... manusia ya?"


Syuthhhhh


Ucapan itu kini mulai menampakkan pemilik suaranya. Sosok Iblis berbulu dengan tanduk diatas kepalanya terbang di atas Rey sambil bersilah. Ia menggenggam sepotong tangan manusia, mengunyahnya.


"Ahhh aku baru saja habis satu porsi, namun sepertinya tak apa jika aku ingin lagi. Kulihat kau begitu bugar, darah dan dagingmu pasti sangat lezat!"


Helcurt melempar potongan daging itu asal. Rey menatap benci ke arah Iblis itu. Namun ada satu pertanyaan dalam kepalanya saat ini. Mengapa Iblis ini tau dirinya berada disini? Padahal Baron Hitam sudah menggunakan sihir penyamaran aura padanya.


"Mengapa bedebah ini tau jika aku sedang berada disini?" Tanya Rey pada Baron Hitam dalam domain.


Baron Hitam melirik ke arah Baron emas yang sedang menganalisa iblis dihadapan Rey.


"Pemblokiran!" Pekik Baron Emas.


Baron Hitam kembali menatap Helcurt disana. Ia bertukar posisi dengan Baron, dimana saat ini dalam genggaman Rey ada Pedang Baron cahaya miliknya.


"Oh kau kah manusia legenda yang sering disebut itu? Padahal beritanya kau sudah tewas?" Helcurt sedikit kagum melihat keindahan pedang putih bercahaya dalam genggaman tangan Rey.


"Simpan ucapan konyolmu itu, dan leburlah!"


Ucapan Rey membuat Helcurt diatas sana semakin tersulut. Helcurt mengeluarkan aliran sihir dari dalam kedua telapak tangannya. Netranya masih setia menatap Rey dibawah, sunggingan senyum yang menampakan tarung tajamnya semakin membuat wajah itu menakutkan.


Wushhhhh


Rey melesat ke udara kali ini keduanya sama-sama melayang di angkasa.


"Wah cukup bagiku bersenang-senang denganmu jika seperti ini!"


"Kau terlalu banyak bicara seperti seorang wanita!"


"Aku bisa menjadi apa saja! Bahkan jika kau mau aku akan mengganti kelaminku hahaha."


"Banteng gila!"


"Manusia rendahan, kau mungkin mampu mengalahkan Akaza juga Verozi namun tidak denganku."


Keduanya saling menatap satu sama lain. Ketajaman mata mereka adalah sebuah isyarat, tersimpan sebuah kebencian yang mendalam disana.


Syuthhhhh


Helcurt maju melesat ke arah Rey dengan sihir dalam tangannya. Tinjuan sihir miliknya tidak akan pernah meleset. Ketika tinjuan itu hampir melesat menghantam kedua bola mata Rey.

__ADS_1


"Dandelion!"


Crashhhhhh



Sepasang sayap muncul menghalau serangan Helcurt. Sayap itu berasal dari punggung Rey. Menyatunya kekuatan Baron Hitam yang dia aliri oleh Dandelion membuat dirinya juga menguasai Dandelion sepenuhnya. Dalam domain, Baron Hitam mengatakan. bahwa ketika Guardian berdamai dengan sisi lain pedangnya, reward atas itu adalah sayap juga kekuatannya.


"Sialan sekali kau Rey, menjadikanku sebuah perisai?" Ucap Dandelion dalam domainnya.


"Sebab aku tau kau yang terkuat dari ketiga Baron!"


Kalimat itu membuat tiga Baron dalam domain terhenyak. Namun hanya dua diantara mereka yang sadar, bahwa Rey hanya sedang menuju Dandelion untuk sekedar membuat sisi lain itu mendukungnya penuh. Hanya Baron Hitam disini yang tak menyadari hal itu.


"Huh, apa itu? Kau manusia ataukah malaikat?" Tanya Helcurt mundur sembari memandangi Rey beserta kedua sayapnya.


"Wahhh keren bukan? Bagaimana, kau terkejut, terpukau atau kau ingin memilikinya?"


Rey memamerkan sayapnya itu dihadapan Helcurt sambil mengepakkannya. Melihat itu Helcurt emosi dibuatnya.


"Bajingan gila keparat!"


Iblis itu kembali melesat ke arah Rey bertubi-tubi. Rey dengan mudah menangkis seluruh serangan Helcurt. Dia adalah Iblis perasuk, sebenarnya ia adalah penyerang jarak jauh. Namun emosi besar yang mengukung tubuhnya membuatnya lupa, bahwa pertarungan jarak dekat akan membahayakan nyawanya.


"Hahaha! Accow Axlinow!"


Wushhhhhhh


Brakkkkkk


Sabitan pedang Baron cahaya, beserta sihir pemusatan petir satu arah, juga kepakan sayap dari Rey mengantarkan makhluk itu menabrak pepohonan belantara.


"Ugh..."


Kaki Helcurt terpotong namun regenerasi berusaha menyatukannya. Rey yang tak ingin menyiksanya segera datang mendekatinya. Sabitan satu pedangnya mungkin akan menghilangkan laranya.


"Kau harus kembali menjadi ilusi, kekejamanmu dan kaummu membuat kami sengsara!" Lirih Rey ia menodongkan ujung tajam pedangnya ke arah wajah Helcurt.


Raut wajah itu sama sekali tak ketakutan. Bola mata seram itu kembali menatap ke arah Rey dengan sebuah seringai diwajahnya.


"Manusia sepertimu hanyalah makhluk singkat! Kau tak abadi seperti kami." Ujarnya.


Crashhhhh


Rey menusukan pedangnya ditubuh Helcurt. Itu membuat sang iblis mengerang kesakitan.


"Sialan kau!" Lirih Helcurt.


"Sadarlah, kau pun juga makhluk fana!" Rey berucap sambil bersimpuh mencoba menyamai tinggi wajah Helcurt.


"Aku tidak sanggup melihatmu terlalu lama menahan aliran sihirku. Akan kuleburkan kau dengan cara cepat!"


Ucap Rey sambil memegang pedangnya, ia akan mengaktifkan mantranya saat ini. Sejak tadi mantra peleburan ia hilangkan sejenak dalam pedangnya.


"Selamat tinggal!"


Ucapan terakhir itu membuat Helcurt berseringai. Sesuatu datang melesat ke arah Rey, itu membuatnya mundur sambil menarik pedangnya dari dalam tubuh Helcurt.


"Saudaraku!!!"


Pekikan itu membuat Rey membulatkan matanya. Dua sosok Iblis datang dari arah belantara mengepungnya. Ini adalah kondisi paling genting yang belum pernah Rey alami.


...Sekalipun itu ditempatkan di telapak tangan kita bukan berarti kita dapat menggegamnya...


...Matahari senja, sampai kapan aku akan bertemu lagi dengan warna menyedihkan ini? ...

__ADS_1



________


__ADS_2