Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Penggunaan Tiga Sihir Murni


__ADS_3

...Rasa sayang tidak membuatmu memperumit hal yang bisa disederhanakan...


...Tidak membuatmu mengekang kebebasan hanya karena takut kehilangan...



Bola api panas itu terbentuk semakin besar diatas telapak tangan Rey. Zekha dengan sabitnya bersiap menghalau serangan yang akan Rey luncurkan.


"Jangan remehkan Iblis darah bedebah!" Ucap Zekha, pola-pola aneh mulai muncul dari dalam tubuhnya.


Pola-pila itu merambat menjalar ke seluruh tubuhnya. Mungkin itu adalah sumber kekuatan atau semacam kekuatan tambahan untuknya. Sebab bersamaan dengan munculnya pola itu, sabitnya dipenuhi kobaran api yang siap melahap siapa saja yang mendekat.


Kulit pucatnya itu mengeluarkan garis-garis hitam. Kedua bola mata mirip kucing itu memerah. Sebuah mata dalam keningnya muncul. Sambil berseringai, taring-taring kejam itu terpampang.


Dummmmm


Rey melesatkan bola api panas itu ke arah Zekha. Bersamaan dengan itu ia berlari mencoba menyamai kecepatan sihirnya.


Satu rencana dalam kepalanya adalah, ketika bola api panas ini menabrak Zekha. Rey akan menyerang Zekha dari arah lain.


"Mari!!!" Ucap Harith pada Axcel disampingnya.


Clashhhhh



Kedua leonin itu melesat di udara mereka melesat ke arah Tayuya yang masih diam dibelakang Zekha. Iblis itu diam tak berkutik disana, ia hanya memperhatikan kedua leonin yang akan menghabisinya itu.


Crashhhhhhh


Sabit itu menahan serangan Rey.


Clashhhhhhh


Ketika Rey hendak menyerang bagian samping tubuhnya, rupanya sebuah sekat tak kasat mata itu kembali menghalaunya.


"Sial!!!" Ucap Rey mundur.


Rey menyaksikan Zekha, iblis dengan sabit besar itu menyerap seluruh bola panasnya.


"Deteksi!" Ucap Baron Hitam pada Baron Emas. Hanya Baron Emas lah yang mampu menganalisa kekuatan.


"Ini terlalu sulit! Mantra-mantra pemblokirannya kuat!" Jawab Baron Emas padanya.


Rey menghela nafas mendengar itu. Harith dan Axcel mencoba menyerang Tayuya yang sama sekali tak bergeming disana.


Aliran sihir mereka hampir mengenainya, namun Iblis itu disana hanya diam berseringai. Tayuya memunculkan sesuatu dari telapak tangannya, rupanya itu adalah sebuah seruling.


Kedua leonin itu dibuat bingung saat ini. Seruling, untuk apa? Lantas darimanakah kemampuan makhluk bejat ini, hingga mampu memainkan nada-nada seruling.


"Melodi kematian!" Ucapnya baik Harith dan Axcel keduanya dibuat terperangah.



Bunyi dari dalam seruling itu menghempaskan sihir mereka. Akibatnya serangan milik mereka menjadi senjata makan Tuan.


Beruntungnya kemampuan menghindar mereka sudah tidak diragukan lagi. Mereka kembali pada satu titik, tempat dimana Rey berdiri saat ini.


"Iblis ini unik Paman!" Ucap Rey, ia memunculkan Baron putih kali ini.


"Kau benar Rey!" Jawab Axcel.


"Satu kemampuan yang sudah nampak adalah miliknya!" Harith berucap sambil menunjuk ke arah Tayuya disana.


Iblis dengan serulingnya itu berseringai menanggapi apa yang Harith katakan. Rasanya apa yang dikatakan Harith adalah pujian untuknya.


"Kau mulai takut pada kami?" Tanya Tayuya disana. Zekha dihadapannya tertawa mendengar itu.


Sebuah tawa terkesan meremehkan. Rey mengepalkan kedua tangannya. Jajaran mayat Musketeers dibawahnya seakan menambah kebenciannya, ditambah dengan tawa Zekha yang menggema.


Iblis ini benar-benar keji perbuatannya. Medan tempur penuh darah ini adalah saksinya. Mungkin jiwa-jiwa yang mati saat ini sedang berterbangan, mendukung Rey dari alam lain.


Iblis gila ini ingin apa sebenarnya. Menciptakan pembantaian, menghiasi bumi dengan pemandangan neraka. Makhluk selamat ini, mengapa harus ada dalam bumi. Mengapa Tuhan menciptakan karakter sekejam ini. Jika tugasnya hanya merusak, lebih baik dia tidak ada saja.


"Jangan pernah meremehkan kami!" Geram Rey.


Crashhhhhh

__ADS_1



Petir dari dalam pedangnya mengalir keluar. Kedua mata milik Rey memutih. Surai putihnya itu kini diliputi petir.


"Urus seruling setan itu, Paman! Aku akan urus pemegang sabit gila itu!" Ujar Rey.


Sambaran petir miliknya membawa tubuhnya ke arah Zekha. Disana Zekha hanya tersenyum, kedua senjata mereka bertemu. Kedua aliran sihir mereka bertarung mencoba mengungguli satu sama lain.


Demi kemenangan mereka berjuang sekuat tenaga, berusaha mengalahkan satu sama lain. Tujuan mereka untuk memang berbeda, aliran jahat dan baik ini benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya untuk bertarung.


Zekha sengaja memang membuat Rey menghampirinya. Sebab kemampuan miliknya membutuhkan darah Rey untuk aksinya. Bagaimanapun Zekha harus mampu mendapatkan itu walau hanya setetes.


"Kau makhluk yang fana, kau lemah! Yang lemah tidak berhak berbicara disini! Hanya kami, Iblis yang maha kuat saja yang berhak menguasai bumi!"


Clashhhhhh


Zekha berucap ditengah peraduan mereka. Sebuah ucapan dengan maksud agar Rey semakin tersulut amarahnya.


"Selemah apa pun musuhku, aku tidak akan meremehkan mereka. Penderitaan membuatku semakin kuat dan berkembang. Saat ini, aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah ku dapatkan!" Ucap Rey.


Crashhhhhhh


"Hahahaha... Kekuatan Baron sama sekali tak pantas untukmu! Jadi kembalikan dia pada kami para Iblis!"


Clashhhh



Sejenak mereka mundur akibat tabrakan serangannya. Rey menguap disini, bosan rasanya meladeni apa yang Zekha katakan. Rey menghunuskan tajam pedangnya ke arah Zekha sambil berseringai.


"Kau mau memilikinya bukan? Maka ambillah dari Rey Arlert!" Ucap Rey menantang.


Emosi Zekha meletup-letup rasanya, dengan cepat ia kembali menyerang Rey. Membabi buta disana, serangan miliknya semakin cepat. Rey sedikit terkejut melihat itu namun ia masih mampu menangkisnya.


Ketiga Baron dalam domain juga membantunya. Dandelion mengurus serangan-serangan kecil yang hampir mengecoh Rey.


Rasanya Rey seperti memiliki empat netra sekaligus. Jangkauan pengawasannya luas, sebab bantuan para Baron dan sisi lain pedang dalam dirinya.


__________



Ia baru ingat bahwa dua Iblis yang sedang mereka lawan disana adalah Iblis perasuk. Syena mengepalkan tangannya ditengah kepanikan manusia yang sedang berlindung dibawah tanah itu.


"Ada apa dengannya?"


Riley bertanya pada Debora disampingnya. Mereka disana sesuai arahan yang Syena katakan.


Setelah menghempaskan jutaan batu petir ke arah Iblis, memusnahkannya. Syena kembali dengan berita dari Kaisar, satu perintah yang membawa seluruh manusia sihir ataupun non sihir masuk ke ruang bawah tanah.


"Syena?" Debora datang menghampiri Syena, menepuk bahunya.


"Huh?" Gadis dengan lamunannya itu seketika menoleh ke arah Debora. Bola mata itu kebingungan, bola mata itu menyimpan banyak sekali ke khawatiran.


"Ada apa Syena?" Tanya Debora padanya lagi. Syena mencengkram kuat lengan baju Debora saat ini.


Sambil membulatkan kedua matanya Syena menatap lekat ke arah Debora. Diperlakukan semacam itu, membuat Debora semakin takut rasanya. Sebenarnya ada apa dengan adik kecilnya ini.


"Kakak, apa benar jika kita para Musketeers luar biasa ini hanya mendekam disini? Kedua Iblis yang sedang dihadapi Kaisar dan Paman Axcel disana. Mereka adalah para generasi, salah satu jantung dari Iblis seratus juta jiwa." Jelas Syena.


Riley dan Justice yang baru saja sampai di hadapan Syena mendengar itu semua. Mereka menunduk, antara perintah dan kewajiban. Sulit untuk memilih itu.


Perintahnya membawa seluruh manusia non sihir berlindung. Namun kewajiban mereka sebagai seorang Musketeers adalah berjuang.


Bahkan Elvas terlihat ketakutan di antara rombongan para Manusia. Mereka biasanya menghadapi iblis dengan jumlah sedikit, bulan ribuan.


"Tetapi kita diperintahkan untuk tetap disini Syena!" Ucap Mikhail dari belakang Syena.


"Seorang Musketeers tidak akan pernah diam dan sembunyi. Kita ini petarung! Maka bertarunglah sampai mati sesuai dengan gelar kalian!" Ucap Syena ia berjalan keluar ke arah gerbang.


Setttt



Debora mencegah kepergian Syena dengan sulur cahaya miliknya. Sejenak Syena menoleh lagi ke arahnya.


"Jangan pernah halangi Syena kakak! Pejuang itu harus berada di Medan tempur bukan sembunyi!" Tutur Syena mencoba menegaskan.

__ADS_1


"Perintah Kaisar mengatakan bahwa kita harus berada disini. Melindungi sisa manusia yang masih tersisa. Aku pernah kehilangan semuanya, aku tak mau lagi melihat teman yang berharga bagiku tewas di hadapanku." Ucap Debora padanya, hal itu membuat Syena berseringai disini.


"Kalau kau mampu menghentikan aku disini! Maka hentikan aku!" Ucap Syena tegas.


Riley beserta rekannya terkejut mendengar itu. Rasanya Syena sedang melemparkan tantangan ke arah mereka.


"Kau memaksaku melawanmu Syena?" Tanya Debora tak percaya.


Crashhhhh


Suara hancurnya sihir milik Debora itu membuat mereka semakin terkejut. Syena disana masih menatap ke arah Debora. Tatapan itu tidak tajam tidak pula sayu. Hanya sebuah tatapan datar tanpa senyuman.


"Maafkan aku, tetapi aku adalah salah satu yang terkuat dari mereka disini. Aku memiliki pecahan Baron bukan dalam tubuhku? Maka aku juga ditakdirkan Tuhan, untuk berjuang bersama mereka! Saat ini bukan waktunya melibatkan perasaan kakak! Sebab kehancuran akan semakin besar apabila tidak dikalahkan!" Ucap Syena lagi.


Syuthhhhh


Entah datang darimana, Noella saat ini muncul tepat disamping Syena.


"Pergilah, kalian juga pergilah!" Ucap Noella pada Syena beserta Debora dan rekannya yang lain.


"Tapi Nona!" Protes Mikhail yang enggan melangkah keluar.


Bukan sebab ia takut, namun sebab dibawah tanah ini masih banyak manusia yang sekarat. Membutuhkan ramuan pemulihan secara cepat.


"Aku akan tangani ini! Tim mu membutuhkan ahli pertahanannya!" Ucap Noella lagi.


"Aku pergi!" Ucap Syena menarik tudung kepalanya menutupinya, gadis itu bergerak secepat kilat meninggalkan mereka.


"Baiklah, kami juga pergi!" Ucap Debora menyusul Syena. Seluruh rekannya pun ikut serta dibelakangnya.


Tak butuh waktu lama dari udara mereka mulai melihat cahaya-cahaya petir dan aliran sihir hitam saling beradu.


Sebelum sampai tepat ke Medan tempur. Dari dalam domain, mereka mulai mengambil sebotol Brolavor, meminumnya serentak lalu membuangnya.


"Tipe pemikir strategi, ahli serangan jarak jauh, sihir pertahanan, ahli ilusi, juga satu sihir sama sepertimu."


Deskripsi dari Baron Emas membuat Rey semakin terkejut. Sampah yang ia lawan mengapa sekuat itu, kemampuannya terlalu banyak sungguh.


"Kau berkata apa! Bagaimana kemampuan sebanyak itu mampu masuk dalam tubuh Iblis laknat ini!" Protes Rey tak terima.


"Bukan itu dungu! Rekanmu beserta adikmu datang membantumu!" Jelas Baron Emas lagi pada Rey.


Kedua Baron lain dari dalam domain tersenyum melihat kedatangan mereka. Inilah Musketeers terkuat milik Rensuar. Para Musketeers yang sudah menginjakkan kaki mereka masuk kedalam Silver Alaska.


Crashhhhhh


Rey kembali menghempaskan serangan kuat yang mengakibatkan dirinya dan Zekha kembali mundur. Harith dan Axcel disana juga mundur, bersamaan dengan itu mereka berada dalam satu titik bersama Debora dan seluruh rekannya.


"Jadi, kucing putih!" Ucap Rey pada Debora di belakangnya.


"Diamlah kau, dengarkan aku! Iblis disana dengan serulingnya, kemungkinan adalah tipe ilusi sama seperti milik Justice. Dia tidak membawa senjata, namun ada seruling disana. Bunyi adalah kekuatannya, jadi, apakah kalian mampu menggunakan mantra Adrium untuk meredam suaranya agar kita mampu melawannya."


Jelas Debora, Harith tersenyum mendengar itu. Mengapa sejak tadi tak terpikir olehnya. Dari jauh, Harith mulai menggerakan tangannya ke arah Tayuya.


"Adrium!" Ucapnya.


Namun nihil, rupanya tak ada gunanya. Iblis itu sama sekali tak mempan dengan sihir miliknya.


"Kita akan cari tau sejauh mana kekuatannya! Durasi waktu analisa, dua menit!" Ucap Debora.


Seluruh rekannya mengangguk mereka mulai terbang masing-masing membentuk formasi penyerangan. Harith dan Axcel mereka bertugas mencari tau sejauh manakah kekuatan Tayuya disini.


Rey dan Syena menyerang ke arah Zekha. Riley berada d atas Debora, mencoba melindungi rekannya dari atas sana. Sedangkan Mikhail ia membuat pertahanan untuk melindungi Debora.


Justice ia terbang sedikit rendah mengikuti Syena dan Rey. Debora adalah otaknya disini, kali ini ia akan membaca segala kemampuan juga pergerakan dua iblis laknat penghancur Rensuar ini.


...Selama orang terus mencari arti sebuah kebebasan, maka orang itu tidak akan pernah menyerah...



__________


Ensiklopedia :


Super Saturn, Planet ini memiliki cincin raksasa yang berukuran 200 kali lebih besar dari cincin Saturnus. Mereka juga menduga planet ini memiliki satelit seukuran planet Mars yang berada di sekitar daerah kosong antar cincin-cincinnya dengan periode orbit sekitar dua tahun.


Planet J1407b, dilansir Eskify, berukuran 40 kali lebih besar dari Jupiter. Ada 37 cincin yang membentang selebar 120 juta kilometer mengelilingi planet ini. Cincin raksasa yang mengelilinginya membuat planet ini dijuluki "Super Saturn". Planet ini berjarak 420 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Centaurus. Periode orbit J1407b diperkirakan sekitar 10 tahun.

__ADS_1



__ADS_2