
Di atas langit, Riley masih terbang bersama dua ratus pasukan miliknya. Sembari terbang mereka juga menembaki naga-naga itu dengan anak panah. Ada sekitar lima puluh naga, dan Riley diperintahkan untuk mengendalikannya bersama dua ratus pasukan.
"Komandan, apa rencananya?" tanya seorang pasukan kepada Riley yang masih tetap terbang ke depan.
Riley memperhatikan sebentar anak panah yang tertancap pada tubuh naga. Itu sudah cukup baginya, sudah waktunya untuk mengendalikan naga ini sekarang.
"Ikuti aku!" teriak Riley, mempercepat laju terbangnya.
"Siap!" jawab para pasukan Riley.
Laju terbang mereka semakin cepat mengarah ke arah barisan naga yang paling depan. Untuk menembakkan banyak anak panah di tubuh naga, mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Sejak tadi Riley beserta pasukannya mengitari naga-naga itu. Setelah cukup yakin seluruh anak panahnya menancap di tubuh naga. Riley beserta pasukannya berdiri tepat di hadapan naga, mereka berdiri terbang di angkasa.
Kedua tangan mereka bergerak, telapak tangan mereka mengarah tepat ke arah naga. Kedua netra mereka perlahan berubah bersinar berwarna ungu. Sihir pengendali hewan sudah di aktifkan.
Dari dalam panah yang mereka tancapkan, perlahan keluar suar yang menuju tepat ke arah Riley beserta pasukannya. Suar itu terhubung langsung pada tubuh mereka.
Kekuatan naga ini sangat besar, Riley beserta pasukannya berusaha mengendalikan itu. Tak jarang darah segar keluar dari dalam mata mereka, kemampuan perasuk ini berpusat pada mata mereka. Bak seorang pesulap hipnotis.
"Ini besar sekali!!!" teriak salah seorang pasukan menggila, namun ia masih tetap fokus sekalipun kedua matanya berdarah.
"Jangan menyerah! Kita pasti mampu menguasainya!" ucap Riley memberi semangat.
Salah satu matanya juga ikut mengeluarkan darah. Butuh mana yang cukup besar memang untuk mengendalikan hewan sebesar ini.
Jika selama ini ia hanya mengendalikan hewan-hewan buas biasa. Naga adalah pengecualian untuknya, sebab kekuatan jahat yang ada dalam diri naga juga cukup besar. Cukup sulit juga bagi Riley mengendalikannya.
Ia harus menyingkirkan sedikit demi sedikit kekuatan jahat yang ada dalam diri naga. Lalu mengisi tubuh naga itu dengan kekuatannya, menguasai pikirannya.
Di bawah terlihat para kelelawar iblis memperhatikan perjuangan Riley beserta pasukannya. Mereka yang sudah cukup tersudut dibuat semakin ketakutan rasanya.
"Manusia memang menakutkan!" ucap salah satu iblis terbang sambil menatap ke arah langit.
"Kita serang mereka!" teriak salah satu iblis terbang.
Ia mengepalkan sayapnya terbang ke arah Riley beserta pasukannya. Ini adalah hal yang gawat, Riley tidak mungkin mampu beranjak dari sana. Sebab apabila ia beranjak maka perjuangan pengendalian ini akan sia-sia.
Para Muskeeters di bawah mengerti akan itu. Beberapa pasukan Riley yang masih ada di bawah membagi iblis itu perlahan. Anak buah Mikhail, mereka juga terbang ke arah Riley.
"Lindungi pasukan komandan Riley!!!" teriak salah seorang pemegang sihir Abjad M.
__ADS_1
Dengan gagah berai ia memimpin pasukan pertahanan terbang ke arah Riley. Mereka mempercepat laju terbangnya mencoba mengalahkan iblis yang berusaha menggagalkan upaya Riley.
Beruntung hal itu berhasil, mereka sampai lebih dulu di sana lalu segera membuat pertahanan kokoh. Riley berseringai melihat itu, ia tersentuh. Rupanya pasukan Rensuar sudah sekuat ini.
Dari yang tadinya sama sekali tidak berani berpijak di dalam Silver Alaska. Sekarang, berubah menjadi kuat menentang iblis dengan sigap. Luar biasa memang, Riley cukup salut akan itu.
Kembali Riley mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengambil alih naga. Tangannya bergetar, kedua netranya dibanjiri darah. Riley juga berteriak di sana menyalurkan rasa sakit yang ia alami dalam pengendalian itu.
Teriakan dari komandan mereka seketika tersalur kekuatannya kepada seluruh pasukannya. Mereka juga ikut berteriak di sana. Berusaha semaksimal mungkin mengendalikan naga.
"Sial kalian manusia!" teriak para iblis kelelawar yang masih menyerang mereka.
Namun tak ada upaya yang mampu mereka lakukan. Sebab, jika tameng pertahanan sudah ciptakan. Iblis rendahan seperti mereka pasti akan kesulitan menembusnya. Di tambah panah-panah dari bawah yang terus mengenai mereka.
Serangan iblis semakin tak karuan, tatkala ketakutan itu menghinggapi hati mereka. Itu memberikan keuntungan besar bagi para Muskeeters. Sebab jumlah musnah mereka jadi lebih banyak sekarang.
Sepertinya jumlah pasukan Muskeeters sudah cukup unggul saat ini. Perlahan ada kemajuan yang Riley capai, naga itu bola matanya mulai berwarna sama dengannya. Sihirnya sudah mengisi tubuh naga. Ketika bola mata itu sudah sepenuhnya terhipnotis, Riley pun menghentikan sihirnya lalu terbang ke arah naga dan menaikinya.
"Tetaplah fokus! Kalian bisa, kalian pasti bisa!" teriak Riley kepada seluruh pasukannya.
Ia sudah duduk tepat di atas naga sambil memperhatikan perjuangan pasukannya. Riley yang kelelahan dari dalam domain mengambil sebotol ramuan. Mana miliknya sudah cukup terkuras untuk ini, sambil memperhatikan pasukannya meminumnya.
Riley menatapnya lalu tersenyum mengacungkan kedua jempolnya. Perlahan namun pasti satu persatu dari mereka berhasil menguasai naga. Ketika seluruh naga berhasil di ambil alih, Riley mulai memimpin penyerangan. Memusnahkan seluruh iblis dengan bantuan naga.
Riley memberikan sugesti pada naga, bahwa musuhnya kali ini bukanlah manusia melainkan para iblis. Lalu naga itu dibiarkan terbang begitu saja mengarungi angkasa mencari mangsa.
Sugesti itu berhasil, para naga mulai menyerang iblis. Muskeeters semakin diuntungkan di sini. Dengan pedangnya mereka mulai semangat membunuhi tiap iblis di sana.
Iblis seratus juta jiwa semakin geram rasanya. Ia juga tau bahwa naga miliknya sudah dikuasai saat ini. Namun, di sana iblis ini terlihat cukup unggul.
Mau sekuat apapun Rey, dia juga seorang manusia yang akan terkuras energi dan mananya. Rey kembali meneguk ramuan miliknya, ini adalah yang terakhir.
"Apa sebaiknya kau mundur saja? Meminta bantuan rekanmu?" tanya Baron dari dalam Domain.
Di sana ia mulai khawatir melihat kondisi Rey. Namun Rey hanya tersenyum menanggapi itu, baginya mundur adalah bunuh diri. Kekuatan iblis sialan ini akan sangat merepotkan bagi rekannya nanti
"Kita yang sudah susah payah berusaha maju, kenapa harus mundur?" tanya Rey kepada Baron putih miliknya.
"Aku mengerti ambisimu mengalahkannya cukup besar! Tapi kau juga harus sadar, memaksakan diri itu tidak baik!" tutur Baron putih kepadanya.
"Kalau begitu bantulah aku, pinjamkan kekuatanmu lebih banyak padaku!" perintah Rey kepada Baron putihnya.
__ADS_1
"Arlert, penggunaan seluruh kekuatanku dalam tubuhmu akan membuatmu semakin lelah. Tubuhmu ini fana, kau masih manusia!" tutur Baron putih lagi.
"Kalau begitu, aku akan menggunakan kesempatan terakhir pada Dandelion! Lalu mati, secara terhormat di sini!" ucap Rey lagi.
Ketiga Baron di sana terkejut mendengar itu. Baron Emas mengerti apa yang akan Rey lakukan. Tapi ia tidak menganjurkan penggunaan Dandelion untuk saat ini.
"Kalau begitu, ini adalah kekuatan terakhir kami, Rey! Akan kuberikan seluruh kekuatanku untukmu! Maka kalian, juga harus memberikan kekuatan kalian juga untuk Rey di sini!" ujar Baron emas kepada kedua rekannya.
"Hei kau, coba lihat telapak tangannya sudah terbakar akibat berkali-kali menggunakan kita!" ujar Baron Hitam mencoba mencegah apa yang Baron emas katakan.
"Lalu mau bagaimana lagi? Bukankah dia ini pahlawannya?" tanya Baron Emas padanya.
Baron Hitam menunduk dengan itu, begitupun dengan Baron putih. Sejujurnya mereka berdua berat melakukan ini, bukannya mereka tak ingin membantu Rey. Namun kekuatan semesta jika dipakai berulang kali oleh seorang manusia. Maka akan memakan masa hidup mereka perlahan. Semakin besar kekuatan yang digunakan, semakin banyak pula masa hidup yang akan di makan.
Kali ini baik kedua tangan juga kaki Rey sudah menghitam akibat terbakar oleh kekuatannya sendiri. Syena di sampingnya juga sudah terengah-engah.
Namun mendengar apa yang Baron emas katakan itu benar. Siapa yang akan membebaskan dunia jika bukan Rey di sini. Dialah yang sejak awal ditakdirkan untuk itu.
"Aku akan menyerangnya secara brutal kali ini! Akan aku rampas ketiga Guardian dari dalam tubuhnya!" ucap Rey geram.
Mendengar itu ketiga Baron mengangguk. Perlahan seluruh kekuatan mereka berikan kepada Rey. Kekuatan ini jauh lebih besar daripada sebelumnya.
Sekejap energi juga mana milik Rey kembali pulih. Penguasaan ketiga pedang semesta kembali di aktifkan.
"Rupanya kau masih belum menyerah juga, ya Rey Arlert?" ujar Iblis seratus juta jiwa kepada Rey, menatapnya tajam.
Syena membulatkan kedua matanya ketika merasakan betapa kuatnya kekuatan yang Rey pancarkan ini.
"Bagaimana mungkin kekuatannya bisa sekuat ini lagi?" ujar Syena sambil menatap kakaknya.
Rey menatap Syena yang masih terengah-engah di sampingnya. Lalu menyentuhkan telapak tangannya ke arah punggung Syena. Rey mentransfer kekuatannya di sana, sehingga membuat Syena mampu pulih seketika.
"Apa kau masih sanggup Syena?" tanya Rey kepada adiknya.
Syena berseringai mendengar itu, kemudian ia kembali memunculkan kekuatan pamungkasnya. Keduanya menghadap ke arah iblis seratus juta jiwa.
"Ya, aku siap kakak!" Jawa Syena mantap.
Satu jawaban itu pun membawa keduanya melesat secara cepat ke ara Iblis seratus juta jiwa. Mereka berdua mulai menyerangnya dengan brutal dan cepat.
Iblis itu terkejut mendapati betapa kuatnya serangan Arlert bersaudara kali ini padanya. Ia hanya mampu mundur tanpa mampu melawan balik. Ada banyak pertanyaan dalam kepala iblis itu kali ini, darimana Rey mendapatkan kekuatan besar ini kembali?
__ADS_1