Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Kedua Surai Putih


__ADS_3

...Bila rasa cintaku tak dapat menghapus kesedihanmu...


...Maka bencilah aku seperti kamu pernah mencintaiku dulu...



Rombongan Iblis di atas sana masih berlari kesana kemari. Mereka para generasi gelap mata rasanya melihat dua diantara mereka kembali dilenyapkan oleh Rey.


Apa yang akan mereka katakan pada Tuan mereka nantinya. Tiap satu generasi gugur itu adalah jantungnya Tuan. Barsh selaku pemimpin para Generasi mengeram menghadap ke arah langit. Rey Arlert harus dilenyapkan.


Ini adalah masalah yang cukup genting bagi mereka. Sebab apabila satu diantara mereka gagal, melindungi generasi lain. Maka ancaman Tuan mereka akan menyakiti mereka, menyiksanya sedemikian rupa.


Auman mereka terdengar sampai tepat pada Rey yang tengah duduk didalam gelapnya jurang. Ia duduk diatas sebuah batu sambil menatap lekat ke arah Debora yang juga duduk sambil menatapnya.


Kedua pemilik Surai putih ini sama sekali tak melontarkan pertanyaan. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hanya tatapan mata saja sejak ketika Rey membawanya masuk kedalam markasnya.


Didalam sana minim penerangan, hanya ada beberapa pencahayaan sihir. Debora sempat bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Bagaimana bisa jurang didalam Silver Alaska tidak terdeteksi oleh para Iblis. Rasanya ia harus menanyakan itu pada Rey, juga ia akan mengatakan perihal apa yang sedang ia rasakan dalam hatinya saat ini pada Rey.



"Sebentar lagi kau akan di interogasi!" Ucap Baron putih dalam domainnya.


Tentu saja Rey tau itu. Debora pasti akan meminta banyak penjelasan padanya. Gadis ini benar-benar manusia yang rinci, tapi Rey mencintainya.


"Dia cantik ternyata?" Puji Baron Hitam sambil menyamankan tubuhnya bersandar diatas singgasananya.


"Mengapa matamu itu? Jika kau memandangi tubuhnya dengan nafsu, akan ku bunuh kau nanti."


"Ha, kau saja tidak mampu menyentuhku!"


"Rupanya kau pun mesum juga ya!"


Ucapan itu membuat Baron Hitam tertawa.

__ADS_1


"Rey.."


Lirihan lembut itu kembali Rey dengarkan. Mereka yang duduk berhadapan rasanya ingin saling memeluk saat ini. Namun Rey mencoba menahan itu, ia ingin tau. Apakah yang akan Debora katakan padanya?



Mungkin setelah ini Rey akan mengembalikan gadis ini kembali kedalam Rensuar, sambil menghapus ingatannya. Sebab berada di Alaska adalah ancaman. Rey tidak ingin Debora sampai terluka walau hanya segores.


Rey paham, mereka ini para Musketeers yang artinya mereka adalah pejuang. Tetapi apabila Rey mampu berdiri sendiri dihadapan orang-orang yang ia cintai. Rey sanggup menjadi perisai utama sebelum marah bahaya menimpa mereka.


Sebelum bahaya menyentuh orang terkasihnya, maka bahaya harus menyentuh tubuhnya terlebih dahulu. Cukup bagi Rey kehilangan Syena saat itu.


Meskipun ia mati setelah berjuang rasanya tak apa, melihat Syena bebas berkumpul bersama dengan orang-orang yang mencintainya itu sudah cukup baginya. Debora cintanya, juga salah satu makhluk Tuhan yang paling cantik ini sudah sangat baik merawat Syena adiknya.


Wajah cantik itu menunduk. Kedua tangannya berlabuh tepat di atas pahanya sendiri, mencengkram kain-kain bajunya pelan. Rey tau, gadis ini masih tak percaya bahwa Rey masih bernafas disini.


"Ada apa Debora?" Tanya Rey padanya.


Greppppp



"Bodoh! Kau pikir apa yang kau lakukan ini benar. Rey Arlert mengapa kau selalu saja hobi meregang nyawamu. Kau disini berjuang seorang diri tanpa bantuan rekanmu. Memang siapa kau, manusia bernyawa seratuskah?"


Amarah itu memuncak untuk Rey. Debora berteriak untuknya. Rey tau Debora sangat mengkhawatirkan dirinya, itu terlihat jelas dalam wajah cantiknya. Entah apa yang membuat dia selalu menyangkal segala perasaanya terhadap Rey.


Ketiga Baron didalam sana juga tersenyum. Mereka merasakan isi hati yang mengalun dengan amarah itu tulus isinya. Dan Rey adalah pemuda paling beruntung mendapatkan hati yang semurni itu.


"Bedebah gila ini mendapatkan gadis yang tulus!" Ucap Baron Hitam.


"Luar biasa bukan, sampai saat ini aku pun juga tidak menyangka itu." Tambah Baron putih.


"Rey Arlert, aku tidak mampu mengatakan apapun saat ini!" Ucap Baron Emas padanya.


Seluruh perkataan ketiga Baron itu benar. Rey pun juga selalu merasakan hal itu, ketulusan tiap kali Debora berada disampingnya.

__ADS_1


Sepertinya Rey harus menghibur gadisnya sedikit disini. Rey menggenggam kedua tangan yang sedang mencengkram bajunya, menjauhkannya dari dirinya.



"Apa yang kau katakan benar Debora. Arlert memang bodoh, tetapi itu tak masalah bukan." Jawab Rey asal.


"Bagian mana yang tidak menjadi masalah?"


Tanya Debora padanya. Kali ini ia melepaskan cengkeramannya sambil masih menatap lekat ke arah Rey Arlert.


Sebuah pertanyaan dari Debora membuat Rey tertawa. Rasanya Debora heran dibuatnya. Saat ini mereka sedang dalam rumah musuh, apa saja mampu terjadi disini. Namun pemuda ini malah setenang ini.


ada sesuatu dari dalam tawa itu Debora juga memperhatikan bahwa ada sesuatu yang Rey sembunyikan disana. Pemuda ini berusaha menutupinya, itu jelas dan Debora tau itu.


"Debora, aku tidak akan pernah membiarkan orang-orang yang aku cintai terluka lagi. Kematian Dion saat itu melemahkan diriku. Aku ingin kalian hidup tanpa ancaman. Aku ingin membereskan segalanya disini sendiri."



Penjelasan itu membuat Debora tersentuh. Memang beginilah Rey Arlert, diliputi kekonyolan namun begitu lembut hatinya di dalam. Namun tidak, mereka adalah tim sejak ketika mereka memijakkan kaki mereka kedalaman Rensuar.


Sejak mereka tinggal satu atap bernaung disana, makan bersama disana, lalu bercengkerama juga ragam kekonyolan terjadi.


Kebersamaan itu menciptakan satu ikatan dengan judul, keluarga. Sudah cukup, bagi Debora melihat Rey berulang kali mempertaruhkan nyawanya untuk rekannya.


Saat untuk berjuang bersama, bukan individual. Ini masalah dunia, bukan masalah Rey seorang. Jadi dunia harus bertarung sama-sama menyatukan kekuatan mereka. Namun Rey pemilik hati yang sangat lembut ia masih bersikukuh dengan prinsipnya.


Tidak, Debora tidak boleh berada disini. Setelah pembicaraan di antara mereka usai, juga setelah Rey menemukan jawaban yang ingin ia dengar. Ia pasti akan mengeluarkan Debora dari dalam sini.


Sarang Iblis ini hanya cocok untuknya. Sebab ketika ketiga pedang itu berhasil bersemayam dalam tubuhnya, dia bukan seorang manusia lagi. Tubuhnya setara dengan Guardian. Regenerasi pemulihan total bahkan ia miliki.


Dimana disini kita tau kemampuan regenerasi hanya ada pada Iblis saja. Namun tidak, seluruh penduduk langit memilikinya.


Yang artinya secara tidak langsung Rey Arlert sudah menjadi salah satu bagian dari penduduk langit. Saat ini waktunya mengatakan pada Debora segala yang ia ingin katakan selama ini.


Harith dan Axcel disana mungkin sudah menerima keputusan yang Rey ambil. Ada satu rencana dalam kepalanya saat ini. Rey akan menjelaskan segalanya pada dua petinggi itu, pembicaraan yang hanya dirinya juga para petinggi saja yang tau apa alasannya melakukan ini, juga apa rencananya.

__ADS_1


...Kadang kamu harus membuat keputusan untuk mengalah atau kamu akan kehilangan dia yang kamu cintai hanya karena kamu keras kepala...



__ADS_2