Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Sosok Pengarung Langit #1


__ADS_3

...Kunci keberhasilan sebuah komunitas bukan di pimpinannya...


...Tapi seberapa erat persaudaraan anggotanya...


___________



Dalam gelapnya belantara tepat didalam kastil besar, gadis berjubah dengan tudung dikepalanya sedang fokus memainkan sesuatu lagi, jari jemari itu lihai menari-nari sesuai pergerakan yang diinginkannya.


Itu hal yang sama yang ia gunakan untuk menghapus iblis penyusup yang berada di dalam benteng Rensuar. Disampingnya terlihat sosok besar itu lagi, manusia serigala yang selalu bersamanya.


Gadis ini terhenyak tatkala sepasang mata dari kejauhan mengarah ke arahnya suara rapalan mantra itu menjatuhkan sesuatu yang ia kendalikan dari langit. Secepatnya gadis ini pun langsung menghapus kembali apa yang ia kendalikan meleburkannya.


Namun informasi sudah didapatkan, kelima manusia bergelar penyihir dari Rensuar itu salah satu dari mereka adalah hal yang paling dicari Tuannya. Mungkin ketika lisannya memaparkan apa yang dirinya ketahui, Tuannya akan sangat bahagia.


Krakkkkkkkkkkk


Tengkorak dalam pengaruh mantranya itu pecah jatuh, serpihan retakan itu memenuhi kakinya.


"Wah sepertinya ada yang melihat pengintai ya?"


Gema suara besar dari sosok serigala itu kembali berseru tak lupa sebuah seringai tipis terbit diwajahnya. Gadis bertudung itu diam netranya masih menatap serpihan tengkorak yang jatuh tepat diatas kakinya, itulah tekniknya merasuki, mengendalikan, juga meleburkan sesuatu.


"Kaisar Putih! Kelima manusia yang berhasil menangkap Judo salah satunya adalah hal yang paling pihak kita inginkan."


Gadis bertudung itu menjelaskan tentang informasi apa yang ia dapatkan selama pengintaian. Tuan mereka yang duduk damai dalam singgasananya memekik, membulatkan matanya mendengar informasi apa yang mereka temukan.


"Senjata itu!"



Suaranya memiliki aura mengintimidasi. Tuan mereka nampak senang sekali raut wajahnya. Binar bola mata tak percaya itu menandakan bahwa ia puas sekali akan informasi itu.


"Hahahahahahaaa.... Tak kusangka akan secepat ini!"


Riuh tawa penuh konspirasi nan jahat itu bergemuruh, dalam kastil yang gelap. Ruangan besar ini hanya dihuni oleh beberapa Iblis siluman setengah kelelawar. Mereka berjaga disamping kiri kanan Tuannya sambil menggenggam sebilah tombak meruncing, barangkali ada sesuatu yang mengancam Tuannya mereka tak segan menusukkan itu langsung pada hal itu.


"Kalau begitu, rencana apalagi yang akan kita jalankan. Petaka besar dari ketiga pedang itu harus segera berada dalam pihak kita. Dunia juga pribumi harus tunduk pada kaum Iblis segera!"


Sosok manusia serigala itu berseringai mencoba menggali lebih dalam lagi tentang misi apa yang akan dirinya jalankan bersama dengan gadis bertudung itu, mereka berdua adalah rekan satu tim.


"Kalau begitu arahkan dia kemari, bawa dia padaku maka aku akan segera merebut Baron Putih dalam dirinya. Dua unsur dalam ramalan sudah ada dalam genggaman kita, tiga namun hanya sepuluh persennya, belum lengkap sepenuhnya. Jika Baron Putih itu ada disini, maka kita memiliki tiga hal terkuat sesuai ramalan."


Serigala itu mengangguk mendengar apa yang dikatakan Tuannya. Aura optimis itu terlintas jelas dalam matanya, mengokohkan satu tekad dalam hati sosok serigala yang sedang mematri Tuannya itu. Melihat ambisi besar itu bersemayam dalam matan matanya, sosok serigala itu memilih berlalu dari hadapan Tuannya.


"Itu bagus sekali!"


Gadis bertudung itu kembali bersuara ketika sosok serigala itu melewatinya, ia menunduk entahlah apa yang dirinya pikirkan, beberapa saat, fokusnya mengarah tepat ke arah Tuannya satu fungsi mata itu menatapnya.


"Berdasarkan data dari Iblis itu, misi-misi mereka sudah dijadwalkan. Mereka akan bertugas esok mengunjungi Alaska, mereka akan berada didepan perbatasan."


Jelas gadis bertudung mengundang senyum bahagia itu kembali terbit pada wajah Tuannya. Sosok besar itu berdiri hatinya dipenuhi bunga rasanya, sepertinya baru kali ini Tuhan memihak segalanya pada kebhatilan.


"Besok, operasi penangkapan Baron Putih Legendaris akan dilaksanakan! Seluruh pengikut setiaku mari kita kuasai bumi ini, mari kita sebar segala teror juga kebencian membara ini. Selimuti bumi gersang ini dengan kegelapan Alaska!"


Gemuruh suara penuh ambisi itu meyakinkan para hati pejuang pejuang dalam Kastil-nya. Energi suara itu membakar hati mereka masing-masing, luapan ambisi penuh semangat itu merasuki mereka sehingga satu teriakan diserukan atas nama Tuannya.

__ADS_1


Gadis bertudung itu berlalu dari sana ketika sosok serigala itu juga berlalu dari sana. Gema suara sorakan bahagia itu mengiringinya berjalan mengekori sosok serigala dihadapannya.


Kembali gadis ini merasa apa yang dirinya lakukan adalah salah, tertekan itulah yang mendeskripsikan dirinya saat ini, segala hal yang di paparkan juga lakukan seakan suatu keterpaksaan, seakan suatu ketidakberdayaan.


Namun mengapa bahkan lisan juga tubuhnya tak mampu menolak segala perintah dari Tuan juga sosok Serigala ini, seakan tubuhnya otomatis ada untuk melayani permintaan mereka. Seakan tubuhnya adalah sebuah boneka yang berjalan dimainkan diatas permainan mereka.


Satu hal yang membuatnya merasakan hal ini adalah ketika dari dalam mantranya netranya melihat sosok yang disegani itu. Sosok dari dalam ramalan para Lapu-lapu, ramalan yang mengatakan bahwasanya singgasana Silver Alaska akan diruntuhkan oleh salah seorang Ksatria, berambut putih yang dirasuki kekuatan senjata Guardian. Manusia berwibawa dalam ramalan itu selalu menghangatkan hatinya, tapi mengapa gadis itu merasa demikian. Padahal dirinya sama sekali belum bertemu, bahkan mengenal sosok manusia itu.



___________


Lelahnya misi semalam membuat mereka berlima terlelap bersama diruang tamu. Selesainya acara makan malam mereka kemarin rupanya belum cukup untuk menghormati perayaan atas apa yang telah mereka capai, malam itu mereka duduk tepat dihadapan meja ruang tamu mendiskusikan sesuatu, membicarakan tentang uang misi juga Alaska.


Rey duduk bersandar sambil terpejam dibawah sofa sementara dua kepala gadis dibahunya itu terlelap begitu nyaman sekali. Sedangkan Mikhail juga Justice mereka terlentang disamping kanan kiri Rey. Kicauan merpati putih dari balkon pagi ini mulai meriuh, beberapa Musketeers sihir mulai berlaku lalang di angkasa mereka bersiap menjalankan misi juga belajar segala hal tentang sihir.


Drepppp


Drepppp


Langkah kaki pengacau itu datang lagi ke tempat mereka, topi kerucut terletak diatas kepalanya di bahunya seekor kucing bertengger nyaman dibahunya menemani langkahnya masuk kedalam markas Rey. Ketika membuka pintunya tak ada tanda kehidupan didalam sana, sepi, sunyi masih kosong. Pengacau ini adalah Harith ia sengaja kemari untuk memberikan misi kedua mereka.


Netranya terkejut ketika melihat segerombolan manusia yang terpejam bersama di ruang yang sama. Namun seketika Harith tersenyum para ksatrianya ini sudah sangat siap rupanya. Solidaritas mereka sudah mulai tercipta antara satu sama lain.


Bukan hal yang mudah bergerak tanpa aba-aba dalam penyerangan, namun mereka memahami juga meneliti gerak rekannya satu sama lain lalu menambah serangan mereka membantunya mengalahkan apapun yang menghalangi mereka.


"Cukup damai sekali melihat pemandangan indah ini pagi buta."


Suara dari Noella itu membuatnya semakin sumringah.


Kali ini Harith kembali mengeluarkan gong sakralnya, Noella hanya menggelengkan kepalanya melihat itu.


"Kau tak ingin merubah wujudmu sebagai leonin kecil?"


Tanya Noella sebelum Harith memukul gongnya namun Harith menggeleng mendengar itu.


"Akan lebih baik jika Kaisar Putih sendiri yang memberi mereka misi."


Ucap Harith seraya membanggakan dirinya Noella mengacuhkan itu ia masih berada di pundak Harith.


Kembali Harith memukul gong kecil itu gema suaranya kembali menggema keras seperti saat itu. Bahkan bangunan didalam ruangnya bergerak entah ini gong semacam apa tapi cukup luar biasa energinya.


Tak butuh waktu yang lama mereka berlima membuka matanya, ketika menangkap satu sosok didepan matanya mereka hanya bersikap biasa saja. Sembari mengumpulkan nyawanya yang masih tertinggal dalam pulau kapuk mereka mengerjapkan matanya. Masih dalam posisi itu mereka menatap satu sosok leonin kebanggaan para Rensuar, satu ikon yang paling kuat juga dihormati disini.


"Kau ini mengganggu saja!"


Rey menggerutu sembari merentangkan tangannya, Debora dan Riley masih mengerjapkan matanya. Ini sungguh diluar ekspektasi Harith, sebelumnya ia ingin mereka bangun lalu terkejut akan datangnya ia namun apa ini, bahkan sama sekali sinyal kejut itu tak ada dalam diri mereka, bahkan tak ada penghormatan yang diberikan padanya. Noella merasakan aura kekecewaan itu merasuki Harith saat ini, ia tersenyum mengingat begitu hausnya Harith akan kehormatan.


"Siluman ini! Sudah, sekarang bukan waktunya memulai perdebatan konyol bersama Rey."


Tutur Noella yang masih berwujud kucing itu, Harith menghela nafasnya apa yang dikatakan Noellanya itu benar. Harith melayangkan dirinya saat ini sambil bersila netranya menatap lekat lima manusia yang hampir sepenuhnya pulih mengumpulkan nyawanya.


"Jadi Kaisar mengapa kau repot-repot kemari?"


Kali ini Debora mengajukan pertanyaan ia ingin segera tau apa yang membawa Kaisar Putih sampai repot-repot menemui mereka.


"Ada sesuatu yang janggal semalam."

__ADS_1


Mendengar perkataan semalam itu berhubungan dengan misi mereka, raut wajah mereka kembali serius kali ini.


"Ya, aku bertemu seekor kuyang."


Kuyang, sungguh mereka tak tau menau perihal nama aneh yang dilontarkan Kaisar Putih. Rey menatap malas ke arah Kaisar itu, menjelaskan sesuatu yang sama sekali tak Rey pahami adalah hal yang paling ia benci.


"Makhluk apa itu?" Tanya Rey.


"Sepotong kepala tanpa tubuh, yang melayang!"


Ujaran dari lisan Harith rasanya semakin membuat Rey jengkel pasalnya bahkan netranya tak pernah sekalipun menangkap sosok dalam pembicaraan mereka pagi ini. Debora pun sama begitupun dengan yang lain kecuali Riley.


"Ah bukankah itu Setan Asia? Apa namanya, aku melupakan namanya karena terlalu lama tinggal di area barat."


Ungkapan dari Riley itu membuat Harith tersenyum, Riley marganya adalah Akaza, dia dari Asia, dia berasal dari Jepang. Sedangkan empat orang rekannya adalah asli orang Barat, Harith mengetahui segala lekuk-lekuk bumi beserta namanya itu dari dalam buku-buku ensiklopedia semesta. Harith adalah leonin yang cerdas gemar membaca, juga berambisi besar. Pemegang neutron yang netral ini adalah sosok penengah, terkadang jika kedua rekan Guardiannya tak menemukan titik terang dirinya adalah yang paling sering menemukan solusi.


"Benar-benar, itu Setan Asia! Jika kubaca dalam buku ensiklopedi semesta, pribumi menyebutnya Kuyang!"


Ujar Harith memaparkan apa yang ia tau dalam kepalanya.


"Ah entah apalah itu sekarang katakan, kami harus apa?"


Kali ini Justice bertanya sambil memasang wajah malas ke arah Harith. Tak ingin memperpanjang waktu, Harith pun fokus pada tujuannya kemari.


"Aku ingin kalian mengunjungi Alaska!"


Degggggggg


Misi hari ini cukup menggetarkan hati mereka, namun Rey tidak, gelombang semangat merasuki dirinya membuatnya mengepalkan tangannya seraya berdiri menempatkan kepalan tangan itu pada dadanya seperti seorang prajurit yang bersumpah.


"Aku akan melaksanakannya!"


Ujar Rey lantang, Debora membulatkan matanya mendengar itu. Riley meskipun hatinya sedikit goyah karena minimnya kemampuan yang mereka miliki, mulai yakin pada kemampuannya. Ambisi dari dalam mata Rey membakar, membara, mengajak semangat ketiga rekannya untuk bangkit. Sedang Debora sungguh kalut hatinya rasanya, ia kembali teringat kejadian itu kejadian yang membuat dirinya berada dalam tekanan batin ini. Debora tak ada pilihan lain lagi kali ini selain ikut berdiri juga menerima segala keputusan rekannya.


"Baiklah, kunjungi Silver Alaska namun tugas kalian hanya mencaritahu informasi didepan benteng mereka. Jangan masuk, karena masuk tanpa keahlian sihir penuh, adalah bunuh diri!"


Apa yang dikatakan Harith itu menerima anggukan dari mereka, setelah yakin ksatrianya mampu sanggup mengemban misinya Harith pun mengangguk. Harith menghilang dari hadapan mereka, menggunakan mantra teleportasi.


"Tunggu aku Syena! Kakakmu ini akan segera menemukanmu!" Batin Rey sembari tersenyum.


...Jika seseorang tidak bisa memahami prinsip persaudaraan...


...Maka tidak akan ada artinya dia belajar...



___________


Ensiklopedia :


Mengapa langit berwarna biru?


Dikutip dari laman resmi NASA, warna biru langit seperti yang terlihat mata manusia berasal dari sinar matahari yang mencapai atmosfer bumi dan tersebar ke segala arah oleh semua gas dan partikel di udara.


Sebenarnya warna langit di siang hari itu ungu. Tapi gelombang warna ungu bergerak lebih jauh dibandingkan gelombang warna biru, maka cahaya yang sampai ke mata kita adalah warna biru. Jadi, jika mata kita lebih sensitif, maka saat siang hari kita akan melihat bahwa sebenarnya warna langit itu ungu dan bukan biru.


__ADS_1


__ADS_2