
"Harith!!!"
Suara teriakan itu menggema. Tepat di atas punggung naga iblis seratus juta jiwa itu melompat. Naga besar itu dibiarkan terbang menghancurkan seluruh kota. Para Manusia berhamburan mencari tempat perlindungan.
Harith yang sedang menghalau ratusan iblis dengan lima pedang nya berbalik menatap tepat ke arah sosok besar bertubuh hitam dengan mata yang menyala.
Harith sangat mengenali sosok itu. Itu adalah musuh terbesar para manusia. Dialah penghancur seluruh bumi. Dia lah eksekutor terkejam yang bertanggung jawab perihal seratus juta jiwa yang telah mati.
"Mati kau!!!" Teriaknya menghunuskan senjata miliknya ke arah Harith.
Crashhhhhh
Bukan Harith nanya apabila ia tidak menangkisnya. Tangkisan senjata mereka menciptakan kilatan besar yang menyilaukan siapa saja yang ada di area itu.
"Harith!!!" Teriak Noella sambil mengendalikan sulurnya mencoba membantu Harith disana.
Setttt
"Hahaha... Rupanya kekasihmu yang seorang Elf cukup cantik rupawan ya! Mungkin sebentar lagi kau harus mencari kekasih baru. Sebab Harith akan ku lenyapkan di tanganku sendiri." Ucap Iblis seratus juta jiwa berseringai.
Noella memicingkan matanya. Sungguh ia benar-benar tak terima atas apa yang sudah Iblis itu katakan.
"Tidak akan ada tangan lancang yang akan menyentuhnya! Sekalipun itu ujung jubahnya!"
Ucapan pembelaan itu membuat Iblis seratus juta jiwa tertawa lepas. Aliran sihirnya menguat juga picingan matanya di penuhi dendam yang mendalam.
"Noella, mengapa kau kemari?" Tanya Harith tetapi matanya masih fokus mengarah ke depan.
Semilir anginnya membawa debu. Semilir angin itu tak pelan itu kencang. Debunya mengotori jubah para Muskeeters yang memakai jubah putih.
"Aku tidak akan pergi meninggalkan dirimu sendiri disini!" Ucap Noella tegas.
Ia kembali di ingatkan akan dua Guardian yang sudah lenyap masuk ke dalam tubuh Iblis ini. Noella benar-benar memantapkan hatinya. Ia tak ingin kehilangan Harith nya.
"Pergilah! Ini terlalu berbahaya untukmu. Selamatkan manusia non sihir abaikan aku! Sebab aku ini Kaisar yang harus melindungi kalian!"
Tegas Harith mencoba membujuk Noella untuk mundur.
"Jika kau seorang Kaisar maka aku adalah Ratumu. Jika pengawal melindungi rakyatnya, maka artinya akan melindungi rajanya!"
Harith tersentuh mendengar itu. Netranya kembali mengarah pada Iblis seratus juta jiwa disana.
"Melihat hal ini rasanya, aku ingin muntah!" Ucapnya berdiri.
"Maka, akan ku ingatkan kembali dirimu pada kekuatan teman-teman mu."
__ADS_1
Clashhhhhhh
"Huh!!!"
Darrrrrrrrrrrr
Crashhhhhh
.
Itu adalah kekuatan dari Lunox. Kristal yang berada tepat di keningnya menembakkan lava panas. Noella yang sigap menghalau serangan itu dengan sulurnya. Mundur, sebab sulur miliknya pecah begitu saja.
"Sialan kau, beraninya kau!" Teriak Harith menangkap tubuh Noella yang hampir menabrak bebatuan.
"Hahahaha... Ada apa Harith mari lawan aku! Sebab saat ini aku sudah tidak terkalahkan. Jika kau memiliki tiga pedang guardian, maka aku memiliki tiga Guardian dalam tubuhku." Ucapnya.
Harith meletakkan Noella yang masih terengah-engah.
"Noella.. Panggil Rey!" Perintah Harith padanya.
Ucapan terakhir itu membuat Harith meletakkan Noella begitu saja disana, membaringkannya. Lantas tubuhnya kini terbang ke angkasa mengajak iblis seratus juta jiwa berduel di angkasa.
Iblis seratus juta jiwa mengikuti Harith. Di atas langit sana akan ada gema bagaikan petir atas pertarungan mereka. Kilatan kekuatannya bak kilatan petir berulang kali bercabang menyambar.
_________
Sementara di tempat Rey saat ini. Bersama dengan Riley dan beberapa pemegang abjad sihir B. Mereka terbang ke arah naga besar itu. Dalam kepala Rey berpikir, naga ini adalah hewan.
Dan pemegang sihir Abjad B memiliki kemampuan mengendalikan hewan.
"Apa rencanamu Rey?" Tanya Riley sambil membidik naga besar itu.
"Dengarkan aku!" Teriak Rey lantang.
Para Muskeeters yang menjadi pasukannya diam mendengarkan apa yang Rey katakan.
"Tembakan seluruh panah kalian ke arahnya! Lalu gunakan sihir perasuk padanya secara bersamaan. Dan aku, akan melindungi tubuh kalian dengan perisai cahayaku. Taklukan naga itu seperti kalian menaklukkan dan melatih para Khufra!"
Ucap Rey menodongkan pedang cahayanya ke arah Naga besar itu.
"Rencanamu bagus! Baiklah akan kami coba!" Ucap Riley.
"Bersiap, Regu pemanah!!!" Teriak Riley.
__ADS_1
Satu kata itu membuat seluruh Muskeeters membidik tepat ke depan. Mereka mulai menarik anak panahnya, membidik satu area yang tepat.
"Bahtera.." Bisik mereka bersamaan sebelum melepas anak panahnya. Usai ucapan itu ribuan anak panah mulai mengarah ke arah naga besar disana.
Clapppp
Clapppp
Clapppp
Anak-anak panah itu menembus kulit keras naga itu. Auman kesakitan mulai di rasakan. Setelah penembakan panah itu para pemegang sihir Abjad B kedua mata mereka mulai mengeluarkan cahaya. Itu adalah satu tanda bahwa sihir mereka bekerja.
Perlu fokus yang besar dalam mengendalikan hewan sebesar ini. Beberapa dari mereka ada yang menyipitkan matanya mencoba menahan rasa sakit dari kekuatan naga itu.
"Ini besar sekali!!!" Pekik salah seorang Musketeers.
Beberapa iblis rendahan mengadah ke atas langit. Disana mereka menemukan Rey sedang berusaha menjinakkan naga mereka. Rey yang melihat itu berseringai. Ia tau bahwa iblis dibawah akan naik dan menggagalkan itu.
"Abonoeraa Atrem Aveluska!" Lirih Rey.
Clashhhh
Clashhhh
Sepuluh kloning miliknya mulai terbentuk. Masing-masing dari mereka membawa pedang. Rey akan melindungi seluruh rekannya. Tidak akan ia biarkan iblis menyentuh ataupun menghabisi para rekannya lagi.
"Jika kalian ingin naik, bersedialah untuk lebur dan lenyap!" Ucap Rey menodongkan senjatanya ke bawah.
Bagaikan tak peduli atas apa yang Rey katakan mereka berbondong-bondong naik menyerang ke arah Rey. Namun di bantu dengan pasukan Syena juga pasukan Debora. Beberapa iblis ada yang terhalau tak mampu mencapainya.
Namun beberapa lagi berhasil lolos dan mengarah ke arah Rey. Rey tersenyum miring melihat itu. Saatnya bagi nya melampaui kekuatannya yang biasanya.
Rey menggerakan kedua tangannya ke atas. Satu rapalan mantra ia rapal kan.
"Abiogolio Abyas!"
Mantra terbesar itu menciptakan perisai cahaya yang cukup luas besar juga kuat. Bagaikan kubah yang mengukung seluruh rekannya juga dirinya.
Ketika mantra itu berhasil dibuat sepuluh kloning Rey keluar dari sana. Dan memberantas seluruh Iblis yang memaksa masuk.
Satu sabetan pedangnya saja mampu meleburkan lima ratus iblis sekaligus. Dengan mana yang teramat banyak Rey mulai bertarung meleburkan para iblis.
Seluruh Muskeeters sedang berjuang. Tak ada yang bersembunyi lagi sekarang. Mereka sedang memperjuangkan keadilan dan kebebasan. Mereka tidak takut mati. Justru mati dalam Medan perang adalah hal terhormat sekarang.
Ada sesuatu yang membuat Debora berpikir keras disini. Sejak tadi ia sama sekali tidak melihat keberadaan Para Iblis Petinggi. Sebuah pertanyaan itu menciptakan ke khawatiran dan Debora masih berusaha mencari jawabannya.
__ADS_1