
...Aku tidak sepenuhnya menyetujui beberapa hal yang telah aku lakukan...
...Tapi, aku adalah aku...
...Tuhan tahu, aku adalah aku...
___________
.
.
Dihadapan kaca rias Rey merapikan kemejanya sejenak ia memperhatikan dirinya, menurutnya malam ini ia cukup tampan. Kemeja berwarna abu-abu dibalut dengan jas putih, juga celana panjang putih, tak lupa Rey juga mengenakan topi Cowboys berwarna putih.
Dari belakang Justice memperhatikan penampilan Rey, ia heran, ada apa dengan manusia ini balutan warna putih itu membalut tubuhnya, apakah sepanjang hidupnya ia hanya tau satu warna. Mikhail berbaring di sofa sambil membaca buku abjad sihirnya, sesekali matanya melirik Rey yang sedang asik berbusana didepan kaca rias, sedaritadi Mikhail memang lebih dulu siap daripada mereka tak lupa sebelum pergi secangkir kopi hangat menemaninya mempelajari buku sihirnya.
Justice memutar matanya menatap tepat ke arah Mikhail yang asik menyeruput kopi, tak lama Mikhail juga mengarahkan netranya padanya ia sedikit menggerakkan kepalanya seakan bertanya ada apa, mengapa kau menatapku begitu. Justice menunjuk manusia yang masih asik dihadapan kaca itu, seakan mengatakan apakah boleh kita biarkan ia berbusana seperti ini. Mikhail tersenyum, meletakkan kopinya diatas meja, lalu merubah posisinya menjadi duduk, tak lama acungan dua jempol darinya membuat Justice menghela nafas.
"Wah Rey sudah satu jam kau berias!"
Ucap Justice dari balik tubuh Rey merangkulnya, Rey masih asik merapikan surainya menatanya agar terlihat keren.
"Kau berias selama itu, seperti seorang wanita."
Celoteh Mikhail padanya, Mikhail menghilangkan buku abjad sihirnya lalu berdiri.
"Rey, aku ada ide!" Bisik Justice pada Rey.
"Ide apa?" Tanya Rey padanya.
"Satu ide, agar kita mampu mendaftar perlombaan ini. Kau tau Rey aku sangat yakin, jika kita berdua masuk sebagai peserta kita akan menang."
Bisik Justice padanya, Mikhail menatap curiga dua manusia yang sedang berdiskusi pelan itu.
Pukkkkkkk
Mikhail mendekati keduanya, lalu menepuk pelan bahu Justice.
"Hei, kalian membicarakan apa?"
Mereka berdua berbalik lalu sebuah seringai mereka berikan pada Mikhail, heran rasanya apa maksudnya mereka berseringai semacam itu padanya. Aura aneh itu menguar rasanya, semakin lama seringai itu semakin menakutkan saja, tapi Mikhail tau bahwasannya ada satu rencana yang sama dalam kepala mereka ada sesuatu yang akan mereka minta, firasatnya selalu benar Mikhail yakin kali ini.
"Jika kalian membuat masalah lagi, aku tidak ingin ikut! Dan apapun rencana kalian, aku tidak akan ikut serta."
Ujar Mikhail pada mereka, malas rasanya mengikuti hal-hal tak masuk akal yang sering dilakukan oleh keduanya. Terakhir ketika Mikhail mengikuti keinginan mereka, ia tersangkut di ranting pohon dekat tebing dibawahnya ada jurang yang siap melahapnya.
Itu terjadi beberapa hari lalu tatkala mereka berada di hutan. Rutinitas Rey dan Justice biasanya mereka akan menyempatkan diri ke hutan, tepat di peternakan milik Riley, mereka sering membolos pelajaran ramuan. Sehingga pada saat itu, madam Geralda geram, tak tahan rasanya melihat banyaknya absen kehadiran milik Rey dan Justice.
"Mikha, kemanakah dua manusia heboh itu?"
Madam Geralda bertanya tepat saat kelasnya dimulai, Mikhail yang duduk didepan menghela nafas mendengar pertanyaan itu. Sedangkan Debora juga Riley mereka berpura-pura sibuk dengan bukunya, tak ingin ikut campur apa yang terjadi. Mereka tau, kemana kedua rekan perusuh itu, namun karena pertanyaan itu ditujukan untuk Mikhail mereka diam.
"Ah, aku tidak tau madam!"
Mikhail menjawab dengan sedikit gelapan, sebenarnya ia tau hanya saja malas jika madam Geralda menyuruhnya keluar dari kelasnya demi untuk mencari keberadaan Justice dan Rey.
"Tidak mungkin, kalian satu markas bukan? Lihatlah, selama dua Minggu ini bahkan mereka hanya menghadiri kelas ramuan dua kali!"
Debora menghela nafas mendengar itu, memang dua rekannya itu selalu seperti itu. Berbusa rasanya lisan Debora juga Riley yang sering menasehati keduanya.
__ADS_1
"Lalu madam? Aku sungguh tidak tau mereka dimana!"
Ujar Mikhail lagi, disana madam Geralda menghela nafas seakan habis kesabarannya.
"Silahkan keluar Mikha, aku memintamu membawa mereka berdua kemari. Tolong ya!"
Ujar madam Geralda, bagaikan menerima tagihan hutang rasanya sungguh Mikhail tak ingin bolos walau hanya satu hari saja. Ilmu ramuan kali ini cukup membuatnya tertarik, meninggalkannya akan membuatnya susah tidur semalaman. Mikhail melirik ke arah dua gadis disampingnya, yang juga rekannya sedang yang dilirik terlihat acuh.
"Hmmm, baiklah aku akan mencari mereka!"
Ujar Mikhail pasrah menerima perintah yang sama sekali tak ingin ia jalankan sebenarnya.
Mikhail sangat mengagumi ilmu ramuan, juga sihir pengobatan, ia begitu menyegani madam Geralda. Tanpa ada penolakan, dirinya pun berangkat menyusul Rey dan Justice yang keberadaannya ia ketahui, selalu ditempat itu, jika tidak disana maka mereka mungkin berada di atap kelas pertahanan, atau di tanah lapang untuk latihan terbang, atau balapan terbang.
Mikhail berjalan dengan raut muka masamnya, lorong-lorong ini cukup sepi ya, karena memang ini jam pelajaran, jam dimana kelas sihir dimulai. Halaman terlihat cukup sepi, tak ada penyihir yang berlalu lalang di jam ini.
Dari atas gedung Mikhail melihat ada satu Khufra diletakan dekat air mancur. Mikhai tersenyum melihat itu segera ia bergegas menghampiri Khufra itu. Sebelum menaikinya Mikhail mengeluarkan sebuah buku dari telapak tangannya menulis sesuatu disana, tulisan itu adalah Dari Asrama Elang Putih, Mikhail Devaro, Musketeers tingkat 1, kupinjam sebentar ya akan ku kembalikan.
Usai pesan singkat itu ditulis Mikhail meletakan itu diantara air mancur itu, di bebatuannya menempelkannya disana menggunakan sihir, agar siapapun pemilik Khufra ini tau hilangnya Khufra-nya kemana. Tak ingin berlama-lama Mikhail pun membawa Khufra itu bersamanya, terbang mengarungi langit mencari keberadaan dua temannya.
Dari atas langit, netranya tak menemukan Justice dan Riley bahkan Surai putih milik Rey yang mencolok sama sekali tak ia temukan. Mikhail berada tepat diatas peternakan Riley, sejenak ia memilih turun mendaratkan Khufranya disana memeriksa peternakan itu.
Suara-suara Auman dari binatang buas disana sedikit mengerikan, isi dari peliharaan Riley rata-rata adalah Khufra,Serigala,Singa, juga gerombolan Kuma. Ngeri rasanya, kuduknya berdiri tatkala melihat taring-taring itu terpampang jelas ketika mereka menguap. Merasa keberadaan rekannya tak ada disana Mikhail kembali pada Khufranya memilih pergi meninggalkan peternakan itu.
Ketika ia pergi kembali ke Area Rensuar, dirinya dikejutkan dengan dua manusia dari belakang tubuhnya yang sedang melesat tanpa Khufra. Mereka berdua menggunakan sihir mereka untuk terbang.
"Autrom, Accow Axlinow!"
Drttttttttttttt
Satu teriakan mantra dari Rey, Mikhail familiar sekali dengan mantra juga suara itu. Kedua manusia itu melesat berdiri diudara melayang saling berhadapan, jarak mereka sedikit jauh.
Kedua elemen berbeda itu datang bersamaan tatkala rapalan mereka usai terucap. Mantra Pemanggilan petir, memusatkannya pada kedua tangan juga telapak kaki milik Rey lalu mantra Pemanggilan hujan diliputi dengan kilatan cahaya dari langit. Dari bawah Mikhail menatap keduanya, rasanya ini bukan pertama kalinya netranya melihat adu mekanik antar keduanya. Cukup, hari ini mereka harus segera dibawa kehadapan madam Geralda.
Mikhail berdiri diatas Khufra-nya, tatkala kedua elemen sihir itu akan bertabrakan Mikhail dengan mantranya menghalaunya.
"Mohetetrum!"
Mikhail menggerakan kedua tangannya keatas membentuk sebuah sekat, dimana kedua elemen sihir itu tidak akan bertabrakan, beberapa detik setelah itu elemen sihir itu menghilang.
Blushhhhhhh
Ledakan itu tercipta bersamaan dengan hilangnya sihir mereka, ledakan itu berubah berupa angin yang menghembus seakan melebur sihir mereka.
"Huh! Berani sekali siapa yang mengganggu kencan kita?"
Justice berucap lantang, Rey mencoba mencari-cari keberadaan manusia yang berani mengganggu keharmonisannya antara dirinya dan Justice. Rey melotot tatkala melihat kehadiran Mikhail dari bawah memasang tampang penuh kemurkaan. Jari telunjuk Rey mengarah kebawah menunjuk Mikhail yang akan datang ke arah mereka, Justice melihat itu menengok kebawah lalu tersenyum tipis ke arah Rey.
"Wah mama muda itu pasti mungkin dikirim untuk menangkap kita!"
Ujar Justice, Rey mengangguk mereka berdua berseringai. Ada satu rencana dalam otak mereka kali ini, demi apapun mereka tidak akan kembali kedalam kelas ramuan sungguh, membosankan.
"Hei kalian!"
Ucap Mikhail ketika tepat berada diatas bersama mereka.
"Ya Mikha?"
Ucap Rey riang menyambut kehadirannya.
"Ikuti aku kembali ke kelas, karena kalian aku diusir oleh madam Geralda!"
Rey dan Justice saling menatap apa yang dikatakan pecinta Lapu-lapu merah ini, karena mereka. Bahkan kedua telapak tangan mereka bersih tak melakukan apapun, beraninya Mikhail menuduh mereka seperti itu.
__ADS_1
"Hmm, kami akan kesana. Kau kembali saja nanti Ki akan menyusul."
Usulan dari Justice itu membuat Mikhail lebih naik pitam. Ia akan merapal mantra kurungan ke arah mereka namun sebelum itu terjadi Rey mengangkat tangannya seakan menyerahkan diri.
"Baiklah, jangan gunakan kekerasan sihir disini Mikha. Kau boleh membawa kami jika, kau bisa mengalahkan kami sampai lebih dulu ke Rensuar."
Ujar Rey, Mikhail berfikir sejenak itu cukup masuk akal. Jika mereka tergiring kesana maka akan lebih cepat membawa mereka menemui madam Geralda. Mendengar itu Mikhail mengangguk, Justice dan Rey tersenyum mendengar itu tak lama mereka mengangguk.
"Mulai!"
Wushhhhhhhhh
Justice dan Rey meluncur lebih dulu dengan sihir mereka tanpa ada aba-aba itu curang sekali sungguh. Rasanya Mikhail ingin mencekik mereka, keduanya sama-sama mengeluarkan mana mereka lebih dan lebih demi untuk mencapai area Rensuar. Disana dari kejauhan, Justice mengeluarkan sebuah peluit dari sakunya, dimana itu adalah sebuah pantangan bagi Khufra. Ketika Mikhail mendahului mereka Justice dan Rey berseringai.
Pritttttttttttttt
Pritttttttttttttt
Suara peluit itu sekejap mehentikan laju Khufra yang ditunggangi Mikhail, Khufra itu seakan dirasuki setan. Melompat-lompat diudara detik itu juga Mikhail terlempar dari atas udara.
"Uwahhhhhhhhhhhh!!!"
Bagaikan seorang rocker Mikhail berteriak sekencang-kencangnya tatkala tubuhnya jatuh kebawah, mungkin ketakutan itu menguasai logikanya sehingga dirinya melupakan bahwasannya ia adalah seorang ksatria pemilik sihir. Dari atas Rey dan Justice tertawa, mereka mengerti Mikhail tidak akan mati karena dibawah ada tebing juga batang pohon yang menjulang.
Srekkkkkkkkk
Dugaan mereka benar, jubah putih milik Mikhail tersangkut tepat sebelum Mikhail jatuh masuk kedalam jurang. Mikhail terengah-engah disana mencoba menetralkan degup jantungnya yang hampir melompat meninggalkan raganya. Sejak hari itu menuruti apa yang dikatakan Rey juga Justice adalah pantangan untuknya, ia bersumpah sejak saat itu tidak akan pernah mengikuti tingkah-tingkah konyol keduanya.
Mengingat kejadian itu ngeri rasanya, kembali saat ini tatapan Rey dan Justice padanya masih belum teralih.
"Apa?"
Kali ini Mikhail bertanya dengan nada ketus pada mereka, agar barangkali mereka meminta melakukan sesuatu nyali ciut saat itu juga.
"Mikha, Mikha... Kau tak Geralda sangat cerewet, jadi beberapa hari lagi akan ada ujian ramuan. Bolehkah kami meminjam buku catatanmu?"
Mikhail menghela nafas mendengar itu, rupanya hanya itu merasa tak ada yang aneh Mikhail pun memberikan buku ramuannya pada mereka. Justice mengambil buku itu lalu berterima kasih padanya.
"Wah terima kasih Mikha, kau baik sekali!"
Ucap Rey sumringah, malam ini rencana dan Justice akan dilaksanakan. Dengan buku itu mereka tak akan susah menemukan nama ramuannya. Bersamaan dengan itu, Debora dan Riley sudah berada tepat diambang pintu mereka.
"Kalian sudah siap?"
Tanya Debora, Rey mengangguk begitupun dengan yang lain. Debora sedikit kagum melihat penampilan Rey malam ini, balutan kemeja berpadu jas putih itu membuatnya keren malam ini.
"Kita siap merampok makanan!"
Ujar Rey, Justice tertawa mendengar itu. Mereka berdua keluar dari markas, tujuan utama mereka adalah Rensuar acara makan malam besar beserta pesta diadakan disana, sebuah perayaan untuk menyambut lomba pertama dalam Rensuar yang ditujukan pada para penyihir, sebagai simbol hiburan, terima kasih, juga penyajungan bagi mereka.
...Pada inti hatimu, kamu sempurna dan murni...
...Tidak seorang pun dan tidak ada yang bisa mengubah itu...
...Kesepian terburuk adalah tidak nyaman dengan diri sendiri...
____________
Ensiklopedia :
Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan.
Ini disebabkan oleh keberadaan besi(III) oksida di permukaan planet Mars.
Mars tidak dapat dihuni oleh manusia atau kehidupan lain di Bumi secara umum, karena radiasi, tekanan udara yang sangat minim, dan atmosfer dengan hanya 0,1% oksigen.
__ADS_1