Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Aku pulang, aku pergi ya!


__ADS_3

...Apakah kau selalu ingin hidup bersembunyi di balik topeng yang kau pasang demi orang lain?...


...Kau adalah kau, dan tidak ada yang salah dengan itu...


...



...


_______


.


.


Para petinggi Alaska sedang berkumpul dalam satu ruangan. Beberapa Iblis rendahan datang, sambil membawa gerobak berisi mayat manusia ke arah para petinggi.


Syena bersama dengan Barsh disampingnya, memperhatikan itu dari atas. Ini adalah jamuan yang akan diberikan, pada inti kelahiran. Penyambutan kelahiran generasi baru akan dimulai.


Potongan tubuh manusia itu akan dikirim ke arah onggokan daging raksasa, yang berada tepat dibalik gerbang besar di ruangan ini. Pintu tempatnya bersemayam masih tertutup, rapat, tanpa celah.


Gerobak terakhir dari Iblis rendahan membawa para petinggi berdiri sejajar. Mereka berdiri sambil merapal beberapa mantra. Tangan mereka bergerak, membentuk satu simbol. Rapalan mantra sama, serentak diucapkan.


Pintu besar itu mengeluarkan asap hitam. Bau busuk dari dalam sana menyeruak. Syena menutup hidungnya, mencoba mengurangi bau busuk yang menusuk Indra penciumannya.


Berbeda dengan para Iblis disana, mereka hanya diam sambil menatap onggokan daging besar itu. Indra penciuman mereka mati sepertinya.



Beberapa tentakel dari daging itu memanjang. Tentakel itu mendekati gerobak-gerobak makanan. Ini adalah upacara jamuan, generasi baru akan dilahirkan tahun besok.


Namun daging ini, adalah mahakarya suci bagi para Iblis. Ini adalah sesuatu yang mulia, sesuatu objek dimana tempat para petinggi dilahirkan. Jika Tahun besok generasi ini lahir. Maka jumlah generasi mereka disini adalah delapan.


Terlihat, tentakel itu meraup, Mambawa gerobak-gerobak itu masuk kedalam dirinya.


Seketika seluruh gerobak itu hilang, menjadi satu dalam tubuhnya. Bersamaan dengan itu, pintu gerbang besar itu menutup. Dari atas atap, percikan darah-darah segar mulai mengucur.


Para Iblis dibawah mengadah ke atas, mereka melompat-lompat kegirangan sambil mengangkat kedua tangan mereka. Darah ini, seakan adalah sebuah perayaan indah bagi mereka.



Syena yang jijik memilih pergi dari sana. Syena berjalan keluar menuju tempat yang mampu menenangkan pikirannya saat ini.


Sambil memeluk tubuhnya, Syena menatap ke arah langit. Langit yang selalu mendung, langit tanpa ada secercah cahaya pun berani masuk ke area ini. Hawa dingin disana semakin menguat saja tiap tahun.


Barsh bilang, hawa ini adalah hawa kenyamanan. Silver Alaska selalu dingin, sedingin banyaknya mayat yang sering digiring kemari. Segiring tubuh mati yang datang, berkilo-kilo kedalam Alaska.


Gagak berterbangan dilangit-langit mereka bergerombol mengitari kastil Silver Alaska. Hari ini sesuai dengan perjanjiannya semalam, Syena akan melakukan sesuai dengan rencana dua pedang guardian itu.


Lelah rasanya tunduk dibawah kaki-kaki laknat ini. Kekejamannya bahkan kadang tak terkontrol. Syena adalah manusia, ia masih memiliki hati juga akal. Bukan cuma sekedar nafsu dan kekejian tiada tara layaknya bangsa-bangsa Iblis miliki.


Syena menarik tudungnya, menutupi kepalanya. Hari ini, adalah jadwal dimana dirinya berjaga di atas benteng Silver Alaska. Barsh juga pasti akan kesana, lebih baik, dirinya dahulu saja yang datang kesana.


Dari atas kastil, Syena melompat. Sebuah sekat cahaya muncul menangkap tubuhnya, bersamaan dengan itu Syena terbang menyusuri langit mendung menuju ke arah Benteng depan.



_________


Rembulan mulai menampakkan dirinya. Rey masih menatap lekat wajah damai yang masih terlelap diatas pangkuannya. Sudah waktunya bagi mereka untuk berangkat menuju Silver Alaska.


Harith beserta seluruh rekannya pasti sudah sampai di Istana Putih. Hanya tinggal dirinya dan Debora saja disini. Rey mengusap lembut kepala gadis ini, membelai surainya.


"Debora?!! Kebakaran!!!" Teriak Rey sambil menepuk-nepuk tubuhnya.



Debora yang masih menyelami alam mimpi itu sontak terkejut. Tubuhnya bangun, sambil mengerjapkan mata sesekali, ia masih berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawanya di alam mimpi.


"Kebakaran?" Lirih Debora sambil memaksa matanya untuk bangun.


Debora membulatkan matanya mencoba memperjelas pandangannya, mencari-cari sumber api yang Rey maksudkan.


Rey tertawa terbahak-bahak tatkala melihat Debora membulatkan netranya sambil menatap serius ke arah hamparan salju.


Cara membangunkan yang cukup efektif bagi Rey. Disana Debora mulai menatap kesal ke arahnya, sambil tangannya bergerak merapal sihirnya. Dua sulur cahaya muncul diantara sisi-sisi tubuhnya.


Tatapan itu membuat Rey bergidik ngeri rasanya. Sejenak ia menelan ludahnya, lalu kembali tersenyum ke arah Debora.



"Aku hanya bercanda Debora!" Ujar Rey sambil berseringai.


"Rey itu tidak lucu!"


Debora berucap sambil mendekati Rey, dua sulur kematian itu masih menyertainya. Rasanya Rey menyesal saat ini sungguh, Debora sama liarnya dengan Riley rupanya.

__ADS_1


Ketika kakinya hampir mendekati Rey. Cahaya bulan yang perkasa mulai menyadarkannya. Debora ingat, malam ini, ada satu misi besar yang harus mereka selesaikan.


Namun mengapa ia sama sekali tak mengingat, apa yang sudah terjadi disini. Mengapa netranya terlelap disini, dan mengapa dirinya tertidur di atas batu besar itu bersama Rey.



Disana Rey tau, Debora sedang berusaha mengingat segalanya. Namun itu tidak akan berhasil, mantra Baron masih menyertai tubuhnya. Mantra itu sudah merasuk, bekerja didalam sana.


Rey meraih kedua tangan Debora, itu membuat si empunya menatapnya.


"Mari pergi, ada banyak manusia yang sedang menunggu kita disana!"


Tutur kata itu malam ini terasa berbeda. Debora merasakan sesuatu yang lain, dari nada bicara, juga cara tatap Rey padanya. Namun waktu terus berputar, tak ada gunanya mempertanyakan hal lain dalam hatinya saat ini.


"Mari!" Ucap Debora sambil mengangguk.


Keduanya tersenyum, keduanya mulai merapal mantra teleportasi. Kalimat Leviousa, membawa tubuh mereka pergi masuk kedalam Istana Putih.



Tubuh mereka berada tepat dihalaman Istana. Dimana disana para rekannya sedang berdiri dihadapan jajaran Khufra.


Harith bersama Noella dibahunya berada didepan mereka, begitupun dengan Axcel. Dua petinggi itu memberi arahan pada seluruh rekan Rey.


Rey dan Debora berjalan menghampiri mereka. Itu membuat seluruh pemilik netra disana mengarah ke arah mereka.


"Wah honeymoon mereka lancar sepertinya!" Sindir Justice seraya melipat tangannya.


"Sepertinya kebahagian menyertai wajahnya, lihatlah dia berseri-seri!" Tambah Mikhail sambil menunjuk ke arah Rey.


Debora yang hanya mengingat, jika Rey hanya mengajaknya jalan-jalan hanya bisa diam. Hanya hal itu yang Debora ingat tak ada yang lain.


Candaan mereka berhenti ketika Harith membuka selembar kertas. Itu adalah denah petunjuk Silver Alaska. Saat itu, hari dimana sebelum kematian Dion mereka akan menuju arah Utara.


Namun mereka berhenti ditengah jalan, karena salah satu diantara mereka gugur. Sebab pengepungan para Iblis yang akan memangsa mereka. Sebab itulah mereka mundur sejenak.


"Berdasarkan apa yang Rey katakan, rupanya wilayah Utara akurat. Wilayah yang belum ku jelajahi, hanya tinggal satu tempat itu saja." Ujar Harith menjelaskan.


"Aku membawa lima puluh botol Brolavor! Ketika kaki kita sampai kesana, akan ada banyak pertempuran mungkin yang kita hadapi." Jelas Mikhail.



"Itu bagus, ramuan peningkat mana dengan durasi cukup membantu!" Ujar Axcel.


"Jumlah kita tidak sepadan dengan mereka, aku harap hari ini tidak ada kendala yang akan terjadi. Aku harap, kita semua pulang dengan selamat!"


"Hari ini, kita akan memerlukan bantuan Khufra! Untuk mempercepat pencarian kita, Khufra lebih cepat daripada kita." Jelas Harith.


"Dengan terbang kita bisa melihat luasnya Silver Alaska dengan sangat jelas. Memperhatikan gerak gerik musuh dari atas langit, adalah pemantauan yang menguntungkan!" Axcel berucap sambil menaiki salah satu Khufranya.


Rey juga ikut menaiki Khufranya. Disana para Musketeers duduk di atas Khufra mereka. Tahap kedua sebelum pergi adalah, kedua mantra milik Mikhail dan Justice.


"Mohetetrum!"


Mikhail berucap sambil menggerakkan tangannya ke atas, kubah putih transparan dari sihirnya mulai muncul di atas mereka. Kubah itu besar, cukup menampung tiga puluh manusia. Kubah ini, adalah sihir pertahanan.


Sesuatu dari luar tidak akan menyakiti mereka, kubah ini adalah tameng sebelum serangan mengenai mereka didalam.


"Gwetzuy!"


Rapalan mantra penyamaran aura mulai merasuki tubuh mereka, beserta seluruh kubah. Justice menyelimuti kami dengan sihir miliknya.


Mereka mulai menarik tali kekang Khufra, lalu terbang ke angkasa menuju ke arah Silver Alaska. Daerah kematian yang hanya para petinggi saja yang berani kesana.



___________


Didalam gelapnya jurang yang curam. Sang Hitam, salah satu senjata dari Guardian membuat sesuatu dengan sihirnya.


Pedang ini adalah yang paling sensitif. Dia adalah pemilik amarah terbesar diantara dua pedang lainnya. Jika Lunox menguasai panas dalam galaksi, matahari, UY Scuti berada dalam pihaknya, seluruh kekuatan itu berasal dari Baron Emas.



Sang Hitam adalah milik Bembi, dialah pemicu awal kekonyolan ini. Pusat kekuatan hitam terletak pada penyerapan, ia adalah pemilik misteri galaksi.


Pemilik kuburan angkasa. Kuburan angkasa itu adalah Black hole. Saat ini dengan sihirnya, dari alam raya disini, ia memanggil kuburan angkasa kemari untuk satu alasan.


Massa mereka diperkecil disini. Pemanggilan itu untuk kepentingan pribadinya. Yang artinya ruang domain didalam Balck Hole, akan diatur olehnya. Sang Hitam akan mengatur ruangan untuk satu orang, yaitu untuk Rey saja.


Black hole yang datang dalam telapak tangannya, hanya seukuran dua telapak tangan. Sang Hitam membuatnya penuh dengan perhitungan.



Sempat terjadi beberapa perdebatan antara, dirinya dan Sang Emas. Dimana Sang Hitam ingin menggunakan black hole, sesuai dengan ukuran di alam semesta. Ketika permintaan itu selesai, sang Emas mengolok-olok nya.


"Kegilaanmu di Angkasa, jangan dibawa dibumi! Planet ini adalah planet kecil, planet dimana jiwa-jiwa hidup ada didalamnya. Kegilaanmu nanti, malah akan menyedot seluruh bumi masuk kedalam kuburan angkasa! Tak ada penyelesaian, yang ada hanyalah kehancuran kedua."

__ADS_1


Petuah itu, membuat Sang Hitam mengurungkan niatnya. Jiwa bar-bar miliknya seketika ciut, ketika mengingat kembali amarah Sang Penguasa pada seluruh Guardiannya. Pada akhirnya Black hole datang dengan ukuran sebesar dua telapak tangan.


Black hole ini nantinya, akan membawa Rey masuk kemari dalam jarak yang cukup jauh. Melalui sulur hitam saat bertemu Syena, hari ini, mereka akan menggerakan lebih banyak upaya juga kekuatan mereka. Sulur akan menjadi semakin panjang.



Sulur akan berusaha menjangkau Rey. Layaknya sebuah listrik mengalir didalam kabel, dua pedang ini merencanakan pengiriman sihir mereka melalui dua cabang sulur hitam.


Sulur itu akan bergerak melalui bawah tanah, ia akan mendekam disana sampai waktunya tepat. Ketika waktunya tepat, barulah mereka berdua muncul membawa tubuh Rey masuk kedalam tempat mereka berada.


Rencana keduanya harus berhasil. Umat manusia dalam kepunahan yang tragis. Ini adalah jalan pintas. Demi mempersingkat waktu, mempercepat pemulihan dunia maka Rey harus melakukan pengorbanan yang luar biasa sakit nantinya.


"Kuburan angkasaku, kekuatanku, akan di satu padukan dengan unsur panas milikmu." Jelas Sang Hitam sambil masih fokus membentuk sihirnya dengan tangannya.


Sang Emas disampingnya hanya diam. Netranya juga fokus pada aliran sihir miliknya. Kekuatan miliknya kali ini mengambil partikel UY Scuti, sihirnya membentuk sebuah cincin dari panas semesta.


"Elden Ring, juga sudah siap!"


Meditasi mereka memanggil unsur semesta usai. Black hole juga sebuah cincin lava melayang didepan mereka. Sang Hitam kembali mengerjakan salah satu tangannya.



Dari bawah tanah, sebuah sulur hitam menjulang ke atas mereka. Sulur itu menyamai tinggi mereka. Disana mereka mulai mengarahkan, hasil dari meditasi mereka. Black hole juga cincin lava bernama Elden Ring, masuk kedalam dua sulur itu.


Masuknya kedua hal itu, membawa kembali sulur itu masuk kedalam tanah. Kali ini, sulur-sulur itu merayap ke arah tempat yang sudah mereka sepakati semalam.


"Hasil akhir ini, hanya Sang Penguasa yang tau! Kita ciptaan hanya mampu menebak-nebaknya. Untuk akhir kita tidak akan pernah tau pasti hasilnya!" Ucap Sang Hitam sambil melipat tangannya.


"Kalau kita tidak pernah berjuang sampai akhir, kita tidak akan pernah mewujudkan hasil. Hasil ada karena sebuah pencapaian. Hari ini, pencapaian itu membutuhkan satu nama manusia, itu adalah Rey Arlert! Dia adalah manusia yang terpilih, intinya kita sudah berupaya dan kita tidak diam disini!"


Sang Hitam berseringai mendengar ungkapan panjang itu. Meleleh rasanya, ungkapan itu membakar kembali semangatnya.


"Jika kau tidak mengambil risiko, kau tidak dapat menciptakan masa depan!" Ujar Sang Emas lagi.


"Sudahlah cukup, lebih baik sekarang kita persiapkan diri kita! Kau terlalu banyak bercakap!"


Memang beginilah sifat Sang Hitam, jika ia terkesan ia tidak akan bicara. Karena mendengar seluruh ungkapan petuah mulia itu, hatinya dibuat semakin takjub.


Tak ada yang unggul dalam ketiga senjata Guardian, seluruhnya setara kekuatannya. Hanya saja cara pikir mereka berbeda-beda. Baron putih bersifat netral, Baron cahaya adalah kebijaksanaan, Baron Hitam adalah pelebur, penghukum, Pembinasa.


__________



Bersamaan dengan terkirimnya sulur itu ditempat perjanjian. Rey berserta seluruh rekannya sudah memijakkan kaki mereka turun di Belantara Silver Alaska.


Melalui udara, tak ada pertanda mencurigakan, seluruhnya sunyi. Iblis pun sama sekali tak nampak. Mereka berjalan menuju ke arah Utara saat ini.


Para Khufra mulai mengecil, mereka menjelma seukuran kucing. Masing-masing dari mereka hinggap di bahu para Musketeers.



Dari atas benteng, lagi-lagi Syena yang berjaga kembali dibuat terkejut. Rupanya Baron putih legendaris sudah sampai kemari.


Hal itu terbukti, tiap kali sosok itu berada dekat dengannya. Netra kiri miliknya, selalu bercahaya polanya. Barsh yang berada agak jauh darinya tak tau, jika salah satu mata milik Syena kembali bercahaya.


Sesuai rencana, Syena akan menggiring beberapa Iblis yang mengikutinya bertemu dengan Rey. Mereka harus menyaksikan kematian Rey disini.


Bagi tiga pedang legenda, kematian Rey disini penting. Itu adalah upaya mereka, untuk meneri Keda waktu pada Rey menguasai ketiga pedang guardian.


Dengan tewasnya Rey, maka akan muncul kelegaan dalam diri Iblis. Karena satu-satunya ancaman mereka telah tewas. Syena yakin tidak akan ada penyerangan setelah ini terhadap Rensuar.


Menurut data yang sudah Syena kumpulan melalui percakapan Barsh dengan para petinggi lain. Para Iblis menunggu kelahiran dua generasi lagi, sebelum itu mereka tidak akan bergerak menyerang Rensuar.


Katanya, Tuan mereka sebentar lagi akan mendekati keabadian. Yang artinya, dibutuhkan waktu dua tahun untuk dua kelahiran.


Syena berlari pergi meninggalkan Benteng, hal itu memicu perhatian Barsh. Disana ia berteriak, namun Syena tetap pergi ke arah Kastil. Barsh yang curiga pun mengikutinya dari belakang.


...Jika hidupmu bisa berubah sekali, hidupmu bisa berubah lagi...


...Jika kau tidak bisa melakukan sesuatu, jangan lakukan...


...Fokus pada apa yang kamu bisa...



________


Ensiklopedia :


Lubang hitam adalah tanda tanya besar yang menggantung di atas pemahaman kita tentang semesta.


Tapi jika kita memiliki gagasan tentang berapa banyak lubang hitam di luar sana, itu bisa membantu menjawab beberapa pertanyaan itu.


Jumlahnya cukup mencengangkan yaitu 40 kuintiliun atau 40.000.000.000.000.000.000 lubang hitam.


Black hole atau Lubang hitam terbagi menjadi 4 : lubang hitam bermassa menengah, lubang hitam primordial, lubang hitam bintang, dan lubang hitam supermasif yang sering kali ada di pusat suatu galaksi.

__ADS_1



__ADS_2