Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Singkat Saja ya!


__ADS_3

...Seorang pemimpin yang baik harus memiliki semangat...


...Karena itu adalah tugas mereka untuk membuat semua orang terus maju ...



__________


Kemampuan Syena yang luar biasa membuat Rey kembali mengantar Syena ke arah ruang pendaftaran. Saat ini Rey dan Aum berdiri di belakangnya, mereka sedang menunggu Syena mendaftar.


"Kau pikir dia akan berhasil?" Tanya Aum pada Rey disampingnya. Keraguan itu beralasan memang, sebab Syena masihlah seorang Musketeers tingkat satu.


"Hah entahlah! Kalaupun dia berhasil nanti, aku juga tidak peduli." Ucap Rey berpura-pura, pemuda ini memejamkan mata sambil melipat tangannya.


"Aku harus melakukan sesuatu jika Api Emas menerima Syena. Tidak akan ku biarkan adikku dipukuli orang lain!" Batin Rey.


Seluruh isi kepalanya saat ini di penuhi oleh Elvas. Sebab dia adalah ancaman yang besar bagi Syena. Dalam perlombaan dia adalah Iblis yang ditakuti para petarung. Tak peduli pemuda atau perempuan, Elvas tetap akan menghajarnya sampai babak belur.


Syuthhhhhh



Rey membulatkan matanya ketika Syena berhasil menyentuh apinya. Benar, dugaan Rey benar, Syena mampu masuk kedalam perlombaan ini. Bagaimana tidak, pengolahan mana juga kekuatannya sudah melebihi Musketeers tingkat satu.


"Syena!!!" Panggil beberapa rombongan manusia di ambang pintu pendaftaran.


Itu adalah Debora beserta rekannya. Melihat rombongan manusia dengan piyama Rey tersenyum. Ia bahagia sekali melihat keberadaan rekannya lengkap disini.


"Adik apa yang kau lakukan?" Tanya Debora khawatir lalu menghampiri Syena.


Syena seperti mati kutu rasanya disana. Bagaimana ia akan menjelaskan pada Debora bahwa ia mendaftarkan diri sebagai seorang petarung.


"Aku...aku .."


Melihat Syena yang terbata-bata Rey berinisiatif ingin membantunya saat ini. Dipojokkan seperti ini itu tidak benar.


"Dia mendaftarkan dirinya kedalam api emas!"


Jawaban itu sontak membuat seluruh rekan Rey terkejut. Bagaimana mungkin api emas tidak menolak Syena disana. Kali ini Debora menatap lekat ke arah Rey, dalam tatapannya terlihat jelas ada satu kekesalan disana.


"Kau senior, tingkat berapa? Mengapa kau tidak menghentikannya?" Tanya Debora.


"Untuk apa aku menghentikannya? Lagi pula, jika memang dia tidak terpilih api emas akan menolaknya. Namun jika ia terpilih, maka itu adalah takdirnya. Jalannya!"


Greppppp



"Huh?!"


Riley disampingnya menarik kerah baju Rey. Gadis itu juga dipenuhi emosi saat ini. Bagaimanapun Syena adalah satu-satunya kenangan Rey yang masih hidup. Kepercayaan Rey pada seluruh rekannya. Jika sampai sesuatu terjadi padanya, mereka akan sangat menyesalinya.


"Lihat dia! Dia masih dibawah umur!" Ujar Riley.

__ADS_1


"Apa kau tak berotak?!" Kali ini Justice disamping Riley juga ikut angkat bicara.


"Sudah!" Syena yang masih berada disana mulai berucap.


"Maafkan aku, tetapi aku sangat mencintai pertarungan. Salahku memang tidak membicarakan ini pada kalian! Tapi pemuda itu, dia melatihku juga mengajari sesuatu tadi. Seorang Musketeers tidak boleh menyesali keputusannya. Begitupun denganku, aku memilih ini sebab aku menyukainya. Aku janji aku akan kembali dengan selamat."


Riley melepaskan cengkramannya pada Rey. Sedang Rey disana masih tersenyum menatap ke arah Syena. Baik Syena dan Rey mereka mengangguk saling melempar senyum satu sama lain.


Aum disana hanya diam, ia tak tau harus berbuat apa. Tak lama Debora menatap ke arah Aum, lalu kembali menatap ke arah rekannya.


"Kalian kembalilah, ada yang harus kubicarakan disini dengan Syena dan dia! Tolong bawa Aum bersama kalian, ini sudah malam!"


Ucapan itu membuat ketiga rekannya heran. Namun karena Debora adalah ketua timnya, mereka menurutinya.


"Mari Aum, kita kembali ke Asrama!" Ucap Riley sambil mengulurkan tangannya mengajak Aum ikut bersamanya.


Gadis ini menyambut uluran tangan itu. Mereka pun pergi dari sana meninggalkan Rey, Debora dan Syena.



"Kau siapa?" Pertanyaan itu membuat Rey membeku disana.


Debora tidak mungkin mengenalinya disini sungguh. Sebab penampilannya berubah, sebab kloning dengan bantuan Baron Hitam wajah juga surainya tidak akan sama dengan dirinya.


"Pertanyaan gila macam apa itu?" Tanya Rey kembali.


"Kau datang kemari menemui Syena, atau untuk sesuatu lain?"


"Aku hanya sedang berkeliling didalam Rensuar. Lalu kutemukan adikmu itu disini akan mendaftar."


Debora menghela nafasnya sejenak mendengar itu. Tak lama ia menarik pergelangan tangan Syena, lalu mengajaknya pergi dari sana.


Disana Rey ditinggalkan sendiri, berdiri diantara sepi yang mengukung. Kepergian itu meninggalkan sedikit ingin dalam hatinya, rasa ingin memeluk gadis yang ia cintai.


Namun cukup, bertemu dan melihat Debora beserta yang lain baik-baik saja. Itu sudah cukup bagi Rey. Masih ada satu hal lagi yang harus ia lakukan.


Yaitu, menemui Elvas. Rey ingin memberinya peringatan sebelum perlombaan dimulai. Sebab lawannya nanti pastilah Syena.


_________



Rey tau dimana keberadaan Elvas saat malam. Pemuda itu akan berjaga di bagian benteng sebelah timur, hanya ada sekitar sepuluh Musketeers disana. Pemimpin dari mereka adalah Elvas, sebab dia yang paling tangguh disana.


Syuthhhh


Baik Elvas juga beberapa rekannya terkejut melihat kehadiran Rey yang tiba-tiba datang dihadapan mereka.


"Siapa kau?" Tanya Elvas pada Rey. Disana Rey hanya tersenyum sambil menatapnya.


"Aku ingin membicarakan hal penting denganmu, tentang perlombaan." Elvas menaikkan salah satu alisnya mendengar itu.


"Apa yang perlu dibahas perihal itu?"

__ADS_1


"Aku mohon untukmu, jangan terlalu keras pada junior!"


Elvas tertawa mendengar itu. Apakah pemuda yang berdiri dihadapannya ini juga ikut dalam perlombaan.


"Hahahaha... Begitulah cara bertarung, tak ada belas kasih dalam pertarungan. Apa kau juga salah satu petarung? Jadi namaku juga popularitasku disini membuatmu takut? Kalau begitu kenapa kau memilih menjadi seorang petarung?"



Lagi, kesombongan itu yang paling Rey benci darinya. Bahkan sekalipun Rey sering mengalahkannya, manusia ini masih tetap sombong. Rey menggaruk belakang kepalanya, sudah cukup bagi Rey berbasa-basi disini.


"Dengar ya! Salam pertandingan nanti ada seorang Musketeers junior bernama Syena Arlert!"


Marga Arlert membuat Elvas yang duduk seketika berdiri. Itu adalah marga Rey, artinya dalam perlombaan Elvas akan bertemu dengan saudara Rey. Namun dia seorang perempuan.


"Lalu?" Tanya Elvas penasaran.


"Jika dia kalah, jangan kau siksa dia!"


"Jika aku menolak?" Tanya Elvas menantang, Rey berseringai sambil manggut-manggut mendengarnya.


"Jika kau menolak maka kau akan ku buat sama menderitanya, dengan apa yang akan kau lakukan padanya."


Elvas kembali dibuat tertawa disini. Beberapa rekannya disana diam, mereka merasakan aura keliatan besar dalam tubuh Rey saat ini.


Clashhhh


"Hah!!!"


Beberapa rekannya mundur ketika sebuah sulur hitam datang mencengkram leher Elvas. Mereka terkejut melihat kemampuan itu, sulur itu diliputi petir yang menyambar.


"Dengar ya, Syena adalah adik Rey! Dan aku adalah pendukung setianya. Sedikit saja kau buat Syena menderita, aku akan memberimu pelajaran. Selama perlombaan aku akan duduk di podium mengawasimu! Tak peduli siapa yang akan menang disini, jika kau menang maka kau hanya boleh membuat Syena menyerah namun jangan berpikir menyiksanya!"


Syuthhhhhh


Rey kembali menarik sihir miliknya lalu tersenyum ke arah Elvas yang masih tak percaya menatapnya. Sambil melambaikan tangannya, Rey melompat dari atas benteng setinggi lima ratus meter. Itu adalah kloning, itulah mengapa ia berani melakukannya. Bersamaan dengan lompatan itu, Rey menghilang.


...Jika kamu tidak dapat menemukan alasan untuk bertarung, maka kamu tidak boleh bertarung...


...Terkadang aku merasa seperti gagal...


...Seolah tidak ada harapan bagiku...


...Meski begitu, aku tidak akan menyerah. Tak akan pernah! ...



___________


Ensiklopedia :


Sesuai dengan namanya, galaksi ini memiliki bentuk bundar layaknya roda dengan warna biru. Galaksi ini berjarak sekitar 2 juta tahun cahaya dengan galaksi kita. Berhubung galaksi ini bertetangga dekat dengan galaksi Bima Sakti, maka anggotanya bahkan dapat dengan mudah dilihat oleh manusia di bumi, baik itu menggunakan binokuler maupun teropong khusus.


__ADS_1


__ADS_2