Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Kemunduran


__ADS_3

...Seni tertinggi perang adalah untuk menundukkan musuh tanpa pertempuran...



Rombongan para manusia mulai berlomba-lomba pergi ke arah silver alaska. Kobaran semangat dalam dada mereka membuat mereka tak gentar menuju ke arah silver Alaska.


Sebab apa yang sudah dikatakan oleh Debora itu benar. Rey adalah lambang kebebasan, tanpanya bumi tidak akan pernah bebas, sebab Rey adalah anak dalam ramalan.


Sembari mereka yang terus saja terbang ke arah sana, dibawa mereka para iblis dengan taring-taring menyeramkan sedang mengikuti mereka.


Sebab di dalam silver Alaska Tuan mereka sedang menyimpan para petinggi. Para petinggi di sana mereka sedang tidak sadar sebab kekuatan mereka ditransfer langsung ke tubuh Tuan mereka.


Tubuh mereka memang tidak ikut serta bertempur. Tetapi melalui kelicikan Tuan mereka. Seluruh tentakel tempat di mana mereka melakukan persembahan tentakel itu disusupkan ke dalam tanah.


Tentakel itu menjalar sampai ke Rensuar. Melalui tentakel itulah seluruh kekuatan para petinggi di transfer. Dengan sesukanya, Tuan mereka iblis 100 juta jiwa mampu mengambil kapan saja kekuatan itu. Lalu menggunakannya dengan sesukanya.


Saat ini keadaan benar-benar genting. Kaisar ikon terkuat di dalam Rensuar. Dikalahkan oleh iblis 100 juta jiwa. Satu-satunya harapan yang masih ada adalah Rey. Hanya dialah satu-satunya pembebas mereka.


Rey sudah banyak berjuang untuk mereka. Bahkan saat itu ia rela mengorbankan nyawanya untuk seluruh manusia di dalam Rensuar.



"Para Iblis mengikuti kita?" Ucap Salah seorang Muskeeters.


Riley juga Debora yang terbang di garda bagian depan mendengar itu. Mereka melirik kebawah dan benar saja rombongan iblis itu berlomba-lomba mendahului mereka.


Hal itu semakin membuat Debora yakin bahwa Para Petinggi sedang di sembunyikan disana. Para petinggi itu pasti tidak dalam perlindungan yang ketat.


"Ini benar!" Ucap Debora.


Mikhail mengangguk mendengar itu. Ia mulai paham apa yang ada dalam pikiran Debora saat ini.


"Jika kita tidak mengetahui letak keberadaan mereka maka menghancurkan seluruh Silver Alaska adalah pilihan yang tepat. Sebab apabila jantung terancam maka pemiliknya pun akan mati." Tambah Mikhail.


"Benar!" Ucap Debora menjawab apa yang Mikhail katakan.


"Kalau begitu dengan naga besar ini, kira-kira kita mampu menghancurkan banyak wilayah dalam sepuluh menit." Tambah Riley.


Ia mulai bersemangat sekarang. Justice disampingnya terkekeh. Ia tau Riley sedang merasa gembira sebab mendapatkan tunggangan baru.

__ADS_1


"Situasinya memang genting, tetapi kau tetap memiliki humor yang indah sayang!" Puji Justice.


"Saat ini, Nyawa Rey sedang dalam bahaya begitupun dengan Syena. Jadi mari kita hancurkan Silver Alaska sialan itu! Kerahkan seluruh tenaga kalian!" Ucap Riley lagi.


Dari kejauhan mulai nampak benteng besar silver alaska. Benteng kelam itu nampak menyeramkan namun mereka tetap terbang kesana membawa rombongan iblis dibawa ikut kembali ke rumah asal mereka.



"Ini perintahnya! Semuanya berpencar menjadi lima bagian! Dengarkan gema suaraku, ketika nanti usai maka kalian kembalilah dengan sihir mantra Leviousa sesuai dengan aba-aba ku! Selama aba-aba mundur belum di teriakkan, maka kalian hancurkan seluruh wilayah Silver Alaska sebanyak mungkin!" Teriak Debora lagi melalui sihir gema.


"Baik!!!" Ucap Seluruh para Muskeeters.


Mereka mulai berpencar menjadi lima bagian. Pasukan besar itu mulai mengerahkan seluruh kekuatan mereka menghancurkan daerah laknat itu.


Debora benar sekarang, bahkan saat ini Silver Alaska terlihat sangat sepi seperti tidak di tinggali siapapun. Asumsinya mengatakan bahwa seluruh iblis rendahan saat ini sedang berperang.


"Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti Rey!" Ucap Debora.


Sihir-sihir mereka mulai menghancurkan area silver Alaska. Para Iblis juga banyak di lebukan disana. Daerah itu hancur lebur rusak seperti hal nya saat Rensuar di rusak.


Pemandangan neraka semakin nyata rasanya saat ini. Kehancuran di balas kehancuran dan itulah yang terjadi.


Hingga salah satu dari mereka mulai tak sengaja mengenai sebuah tentakel dibawah tanah. Ketika serangan sihir miliknya mengenai tentakel itu.


Hal itu membuat Iblis seratus juta jiwa yang sedang mengurung Rey terkejut. Gambaran perihal wilayahnya yang surak mulai terpampang jelas.


Jika hal ini dibiarkan maka pasukan Muskeeters pasti akan menemukan keberadaan para petinggi dan memusnahkannya. Tidak ini tidak boleh terjadi.



"Sialan kalian!" Gerutunya geram menatap ke arah Rey dan Syena disana.


Sejujurnya mana mereka sudah hampir habis. Namun mereka tetap bangkit enggan untuk menyerah.


"Ingat Rey, urusan kita masih belum selesai!" Ucap Iblis seratus juta jiwa.


Iblis itu mulai menghilang dan dari sana Rey dan Syena tubuh mereka kembali ke Rensuar. Hilangnya iblis itu membuat Rey paham bahwa saat ini Debora beserta para Muskeeters lain sedang berada di dalam Silver Alaska.


"Kakak kemana semua orang?" Tanya Syena pada Rey di sampingnya.

__ADS_1


"Saat ini mereka sedang berada di dalam Silver Alaska." Ucap Rey.


Syena terkejut mendengar itu. Itu adalah suatu ancaman besar. Berada disana adalah bunuh diri.


"Kakak, kita harus menjemput mereka lalu membantu mereka! Atau mereka akan mati setelah ini."


Rey hanya tersenyum mendengar itu.


Brukkk


"Kakak kenapa kau malah duduk dan diam seperti ini? Bahkan kau, tersenyum?" Tanya Syena tak percaya pada apa yang Rey lakukan.


"Adikku, percayalah Debora adalah manusia yang cerdas. Jika dia mampu memecahkan kelicikan iblis maka akan mudah baginya untuk kembali kemari! Lihat saja, sebentar lagi dia akan kemari!" Ucap Rey percaya.


Di dalam Silver Alaska, ketika tanah yang saat ini mereka pijaki bercahaya. Tanah itu juga bergetar kencang, Debora tersenyum lantas ia memberikan aba-aba untuk seluruh Musketeers agar mundur.


Rapalan mantra Leviousa serentak di rapalkan membawa tubuh mereka hilang pergi dari dalam Silver Alaska. Rey yang duduk sambil terpejam lantas membuka kedua matanya ketika melihat kehadiran kekasihnya Debora dihadapannya.


Hatinya mungkin saat ini sedih sebab kehilangan Kaisarnya. Namun ada kebahagian juga yang ada ketika kekasihnya bersama seluruh rekannya berhasil kembali pulang.



"Rey!" Ucap Debora berlari ke arah Rey yang terduduk.


Ketika Debora bersimpuh sambil memperhatikan wajah Rey yang terluka. Rey menarik gadis itu masuk ke dalam dekapannya.


"Aku gagal melindungi Harith, aku gagal menepati janjiku pada Noella. Sekali lagi kau menyelamatkan diriku, Debora! Maafkan aku yang selalu membawamu dalam situasi sulit."


Rey mengeratkan pelukannya sungguh hatinya benar-benar hancur rasanya. Kaisarnya hilang, lantas siapakah yang akan memegang rantai komando? Rey juga memikirkan perihal Noella nantinya, Elf itu pasti sangat hancur ketika mengetahui bahwa Harith kekasihnya gugur.


"Kau tidak bersalah, kau sudah berusaha keras! Jangan terlalu menyalahkan dirimu Rey. Ada sesuatu yang masih belum kau kerjakan. Sesuatu yang menjadi alasanmu bernafas. Aku akan selalu berada di sampingmu sampai hal itu terwujud. Aku dan seluruh rekanmu ini tidak akan pernah membiarkanmu berjuang sendiri."Ucap Debora.


Sambil mengatakan itu ia membelai lembut Surai putih Rey. Syena tersenyum miring menyaksikan itu. Sungguh luar biasanya solidaritas di antara keduanya. Rensuar berduka atas Harith. Namun Rensuar tidak akan pernah berhenti untuk berjuang.


...Seseorang yang benar-benar tidak berdosa, mengorbankan diri demi kebaikan orang lain, termasuk musuh-musuhnya, dan menjadi tawanan dunia...


...Itulah cinta sempurna...


__ADS_1


__ADS_2