
...Seorang manusia akan menjadi lebih kuat seiring halangan dan ombak (masalah) yang menerpa menghadangnya ...
Saat ini Debora berada tepat didalam ruangan para petinggi. Disana ia sedang berhadapan dengan Harith dan Axcel, mereka memanggil Debora sebab ia adalah ketua Timnya. Mungkin ada tugas baru yang akan di berikan padanya, dan ini masih pagi.
"Jadi Kaisar, sebenarnya apa yang membuatmu memanggilku untuk datang?" Tanya Debora, Harith mengangguk mendengar itu.
"Begini Debora, maafkan aku apabila membuat kalian mungkin mengumpat setelah ku beritahu."
"Apa itu?" Debora mengerutkan keningnya pertanda bahwa ia tak tau apa yang sedang Harith maksudkan disini.
"Sarung pedang milikku mungkin terjatuh di Silver Alaska. Maukah kalian kembali bersamaku kesana untuk mengambilnya?"
Tawaran itu membuat Debora sedikit kalut. Bukan perihal ia takut, namun pedihnya kehilangan dalam hatinya membuatnya ragu untuk mengiyakan hal itu.
Bagaimana ia mampu mengiyakan sebuah tawaran yang haus akan jiwa-jiwa hidup. Tawaran itu seperti sesuatu yang akan melahap mereka kapan saja, lalu melenyapkannya.
"Apa boleh jika aku menjawab tidak untuk misi kali ini?"
Sejenak Harith dan Axcel saling tatap. Perihal alasan itu mereka tau. Debora masih terpukul atas segala hal yang sudah terjadi beberapa bulan lalu.
Sebenarnya alasan yang Harith katakan adalah bualan saja. Sejatinya alasannya adalah mencoba menemuka Rey kembali, setidaknya mereka tau dimana Rey Arlert saat ini berada.
Mungkin hanya Harith juga Axcel saja yang akan mengenali aura Rey. Sebab mereka adalah para penduduk langit yang paling dekat dengan tiga senjata mulia semesta.
Jadi apapun wujud yang Rey gunakan nantinya, pedang mereka pasti akan merasakan kehadiran tiga Baron Legendaris.
"Kami membutuhkanmu Debora, sebab itu juga adalah salah satu benda langit yang paling penting. Tim mu adalah yang paling unggul disini, prestasi juga kemampuan kalian tidak diragukan lagi. Setelah Dion, hanya kalian yang aku percaya melakukan ini."
Jelas Axcel ia berusaha meyakinkan Debora untuk menggerakan timnya. Sebab Debora adalah kepala tim nya, dan rekannya adalah tubuhnya.
Debora mencengkram kecil jubah putih miliknya mencoba menenangkan dirinya. Keraguan sedang menyerbu hatinya. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah.
Disisi lain, tugas akan terus meminta jawaban berupa anggukan pertanda iya. Tetapi ketika hati dan logika tidak sejalan, lantas manakah yang harus dipilih seorang pemimpin. Dan bagaimana caranya ia mengambil tugas tanpa merugikan timnya.
Sejenak bayangan Rey terlintas dalam kepalanya. Itu ketika Rey bersimpuh dihadapannya yang meringkuk. Alunan petuahnya padanya yang putus asa saat itu terngiang jelas, bahkan saat ini Debora seakan mampu mendengar suaranya sekilas.
"Ikuti kata hatimu Debora! Apapun jika menyangkut nyawa manusia, mereka memiliki hak yang sama untu dilindungi. Kita semua, hidup didalam satu wadah. Artinya, manusia tidak boleh egois! Sebab kita pasti membutuhkan uluran tangan lain, untuk membantu tubuh kita kembali bangkit."
Debora tersenyum ketika mengingat itu. Kedua petinggi dihadapannya heran melihat senyuman yang sedang Debora tunjukkan.
"Terima kasih, Rey!" Batin Debora.
Kembali netranya menatap lekat ke arah dua leonin dihadapannya.
"Aku akan pergi bersama mereka. Kami, mengambil misi ini sebagai para Musketeers yang berani!"
Jawaban yang cukup mantap bagi seorang gadis. Keberaniannya atas itu patut di acungi jempol. Dan itulah yang terjadi saat ini, kedua leonin itu memberi penghargaan dengan cara mengacungkan jempol mereka ke arah Debora. Mereka seakan berkata bahwa Debora hebat sekali.
__ADS_1
__________
Aliran sihir sedang beradu di angkasa. Sementara didalam Rensuar Debora beserta rekannya akan kemari. Rey disini kembali berjuang untuk hidup.
Peraduan antara pedang miliknya dengan sihir Iblis beradu kuat diatas angkasa. Dentingannya memekik menggelegar memenuhi langit-langit.
Rey dibuat kewalahan disini. Sebab ada dua Iblis yang ia lawan. Seandainya sayap Dandelion tak melekat pada tubuhnya, mungkin dia akan mati lagi.
Dibawahnya terdapat Helcurt dengan rombongan para Iblis rendahan. Iblis itu berulang kali menembakkan sihir mereka ke arah dia atas. Bukan Rey jika namanya jika menyerah begitu saja.
Sihir abiogolio alirkan dibawah kakinya. Akibatnya, sebuah perisai melindungi tubuh bagian bawahnya. Sedang dihadapinya saat ini terdapat Trounum yang terus menerus melancarkan serangannya.
"Autrom!"
Clashhhhg
Rey melesatkan petirnya ke arah Trounum ketika ada jarak diantara mereka. Namun serangga laknat itu justru menghindar. Betapa cepatnya ia merangkak diantara udara.
"Rey Arlert, rupanya kau masih hidup ya? Lantas mengapa wajahmu berubah, apakah kau membenci wajahmu yang lama? Seharusnya memang begitu, sebab kau saat itu begitu lemah."
Rey kembali mengepakkan sayapnya lalu mundur sejenak. Wajah iblis gila itu terlihat memuakkan untuknya, namun disana ia masih tetap tersenyum.
"Kau menghina seorang Arlert? Perihal wajah kau tak perlu khawatir, sebab Arlert jauh lebih tampan darimu. Kau bahkan melupakan bahwa kau lebih aneh dariku!"
Clashhhhhh
Trounum yang muak kembali menembakkan jaring-jaring laba-labanya.
Cessssss
Baron putih berpindah posisi dengan Baron Hitam, ketika Rey memanggil aliran sihir black hole dari dalam domainnya. Pedang yang tadinya putih kini warnanya gelap.
"Laronna!"
Sebuah lingkaran hitam terbentuk melayang tepat dihadapan Rey menjadi sebuah perisai. Di tengahnya terdapat lubang hitam. Trounum terkejut melihat apa yang muncul dihadapannya.
Lingkaran itu menghisap seluruh jaringnya. Merasa Trounom di atas sana terpojok, Helcurt memanggil ribuan gagak datang. Gagak-gagak itu ia arahkan tepat ke arah Rey.
Rombongan burung yang melesat cepat membuat Rey terjatuh ke tanah. Itu bukan hanya rombongan burung biasa. Burung itu menyimpan sihir didalam tubuhnya dan itu berasal dari Helcurt dibawah sana.
"Ughhh..." Rey memekik merasakan sakit ketika tubuhnya terhempas. Sayap Dandelion hilang saat itu juga.
Belum sempat Rey bangun, Trounum yang gelap mata melesat ke arah Rey sambil mencoba menusuk Rey menggunakan kaki tajamnya.
Rey adalah ancaman bagi Tuan mereka. Itulah mengapa para generasi berlomba-lomba membunuhnya. Sebab matinya Rey adalah mahkota untuk Tuannya
"Tubuh fana ini, tak pantas memeluk ketiga kekuatan pedang semesta! Kau harusnya menyerahkan kekuatan pada kami!"
"hahahaha... Iblis gila, bagaimana kau bisa berfikir semacam itu? Bahkan tanganmu saja tidak pantas menyentuhnya walau hanya sehari!"
__ADS_1
"Bajingan gila, tak tau diri!"
Ditengah dirinya yang masih menahan serangan Trounum. Dari jauh terlihat Helcurt mendekat sambil menghunuskan senjata ke arahnya. Iblis itu berlari ke arah Rey yang masih terhempas ke tanah sambil menahan serangan dari Trounom.
"Sial!" Pekik Rey dalam hati.
Trounum tersenyum penuh kemenangan. Hari ini Rey Arlert akan benar-benar mati.
"Accow Axlinow!"
Crashhhhhhh
"Ugh.."
Brakkkkkk
Kedua Iblis itu terhempas kebelakang. Tubuh mereka menabrak pepohonan belantara. Aliran sihir Abjad A datang dari seorang gadis yang cacat salah satu matanya. Dia adalah Syena, sementara Rey masih terkejut ia dibuat tersenyum ketika melihat rombongan rekannya datang sambil menaiki Khufra di atas langit.
"Kau tak apa?" Justice berlari menghampiri Rey yang masih terpaku. Uluran tangan dari rekannya ini Rey terima.
"Aku tak apa!" Jawab Rey padanya. Ia bangkit lalu kembali menatap ke arah dua Iblis yang masih beregenerasi disana atas serangan itu.
Harith dan Axcel berdiri tepat disamping Rey. Mereka tau, manusia yang hampir dibunuh ini adalah Rey Arlert.
"Mengapa kau disini?" Tanya Debora netranya masih menatap lekat ke arah dua Iblis disana yang mulai bangkit.
"Kucing putih, tak ada gunanya aku menjawab! Aku mencoba menjadi seorang berandalan yang menentang Kaisar. Sebab katanya, kemampuanku masih tidak diperbolehkan memasuki Alaska."
Jawaban itu membuat Riley dibelakangnya menggeleng. Ia tak habis pikir larangan seorang Kaisar di tentang.
"Berarti kau Musketeers tingkat dasar?" Tanya Debora padanya, pedang dari dalam domain mulai berada di tangannya.
"Ah iya tentu saja!"
Jawaban itu membuat Axcel dan Harith disana tersenyum.
"Sosok laknat itu akan berdiri! Mari kita habisi!"
Riley menarik anak panahnya membidik ke arah dua Iblis disana. Sebuah pertemuan di iringi dengan pertempuran akan dimulai. Disini, lagi didalam Silver Alaska. Regu Elang Putih, kembali unjuk kemampuan membabat habis Iblis didalam sana satu persatu. Peraduan akan menciptakan seorang pemenang dari salah satu kubu.
...Kalau aku tidak ada di saat dia menderita, aku tidak pantas lagi disebut sebagai temannya...
________
Ensiklopedia :
Galaksi Cartwheel adalah galaksi lentikular dan galaksi cincin berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya di rasi bintang Sculptor. Luas galaksi ini sekitar 150.000 tahun cahaya, dan memiliki massa sebesar 2.9–4.8 × 10⁹ massa matahari, dan berotasi pada 217 km/s. Galaksi ini ditemukan oleh Fritz Zwicky pada tahun 1841.
Galaksi Cartwheel adalah galaksi dengan bentuk kacau yang diselimuti debu panas berjarak 500 juta tahun cahaya dari bumi.
__ADS_1