
...Tidak peduli apa yang kamu hadapi, Tuhan mengendalikan semuanya...
...Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Tuhan mengarahkan setiap langkahmu...
...Tuhan tahu bagaimana membuat semuanya berhasil...
...Dia memegang kendali penuh...
__________________
Bruakkkkkkk
Penggiring Iblis tangkapan itu melempar begitu saja sosok menjijikan itu ke lantai tepat dihapannya Kaisar Putih bersama Noella dibahunya mematri dengan seksama dirinya.
"Errrrrrrr!" Erang Sang Iblis, penuh kebencian.
Rey beserta rekannya berada dibelakangnya berjaga barangkali Iblis ini akan berulah mereka siap menghabisinya kapanpun juga.
Bughhhhhhh
Axcel menendang kepala Iblis itu menempatkan kaki kecil itu berlabuh berhenti diatas kepalanya, seakan menyuruh Sang Iblis untuk tunduk juga memberi hormat pada Kaisar Putih.
"Errrrr!" Erang Sang Iblis lagi.
Kaisar putih mulai mendekati Sang Iblis, Noella memilih menjauh ketika melihat Harith mendekati Iblis itu memilih tidak menganggu proses introgasi nya.
"Jadi, apa yang kau lakukan semalam?"
Bola mata Harith mencoba mencari tau sesuatu dalam mata menyeramkan itu, ia menunduk menyamai tinggi dari simpuhan Iblis ini. Erangan kebencian itu masih menguar mengalun sepanjang pertanyaan itu dilontarkan.
"Aku bertanya sekali lagi, kau sedang apa kemari?"
Merasa tak ada respon apapun Harith mencoba mengulangi lagi pertanyaannya itu, namun tetap bungkam sepertinya adalah jalan ninjanya, kesetiannya kepada Ketuanya Sang Iblis seratus juta jiwa kokoh.
"Hahahah...hahaha! Harith, tak ada yang bisa kau lakukan setelah ini!"
Tawa besar penuh dengan aura kebencian itu menggelegar mencoba mendominasi orang-orang disana. Harith mencoba tenang kali ini, mencoba mencari tau dan mendengarkan tentang apa yang akan Iblis ini katakan.
"Kaisar aku akan membunuhnya!"
Rey naik pitam rasanya, ubun-ubun nya memanas bahkan tak habis pikir. Sekalipun Iblis ini sudah terpojok bahkan kematian bisa datang kapan saja, namun ia tetap kokoh dengan kesetiannya.
"Tuanku, tak akan pernah memaafkan kalian. Berbagai penderitaan yang kami alami ditangan kalian, detik-detik kehancuran kalian akan segera tiba. Iblis akan membinasakan kalian, melebur kalian, menghilangkan jejak kalian! Silver Alaska akan menguasai Bumi!"
"Hahahaha.. hahahaa.."
Penjelasan diiringi bahak tawa itu menggema sekali lagi, mencoba mengiringi ancaman itu tersampaikan untuk menakuti mereka disana.
Wushhhhhhhh
"Huh!"
Harith mundur melihat pusaran angin itu datang mengelilingi tubuh Iblis itu, Rey beserta rekannya juga memilih mundur barangkali ini adalah serangan.
Grmmmmmmmmm
Pusaran angin itu membentuk sebuah kubah dimana didalam kubah itu percikan cahaya muncul mengelilinginya.
"Aku akan membunuhnya!"
__ADS_1
Rey yang geram mengeluarkan Baron Cahaya nya mencoba mendekati Iblis itu, hembusan anginnya sangat kencang bahkan beberapa benda bertebangan kesana kemari.
"Mohetetrum!"
Kali ini Mikhail mencoba meminimalisir korban yang terluka mungkin akibat tertipa benda-benda ini. Kubah perlindungan miliknya mencakup seluruh orang disana melindunginya dari apapun yang mendekat.
"Argggggghhhhhhh!!!"
Boommmmmmmm
Ketika Rey hampir mendekatinya sekejap suara teriakan diiringi dengan ledakan itu menghilangkan tubuh Iblis itu, hanya menyisakan pakaiannya. Angin juga cahaya yang tadinya meriuh disana hilang seketika.
"Huh?"
Rey terkejut melihat itu namun tidak dengan Kaisar, Debora mencoba bergelut dengan logikanya menerka mencari tau apakah yang terjadi sebenarnya. Pertanyaan demi pertanyaan itu muncul mengelilingi kepalanya, Iblis itu menghilang ataukah mati? Tapi, bukankah ia makhluk yang telah mati, lalu bagaimana ini bisa terjadi? Tanpa pedang Pembinasa Iblis tak mungkin melebur begitu saja, apakah Iblis ini melarikan diri. Entahlah beragam pertanyaan itu terus terngiang, Debora muak rasanya melihat kegagalan berulang kali menimpanya, ini misi pertama namun mengapa tidak berjalan sesuai rencananya.
Riley memperhatikan raut wajah penuh kekecewaan itu, ia paham luka batin yang pernah dialami Debora dimasa lalu mulai menghantui dirinya. Riley menyentuh bahu rekannya itu.
"Huh?"
Debora menatap Riley kali ini, namun Riley hanya tersenyum lalu mengangguk.
"Jangan pernah percaya bahwa setiap tugas harus diselesaikan dengan sempurna. Kita adalah manusia dan kita semua pasti melakukan kesalahan, baik sedikit atau banyak, sedikit atau besar, atau jarang atau sering."
Riley mencoba memberikan masukan untuk memadamkan api kekecewaan dalam diri Debora. Debora menunduk mencerna apa yang Riley katakan, ia benar, segalanya tak sempurna.
"Baiklah, tidak ada yang bisa kita dapatkan disini."
Harith berbalik menghampiri singgahsananya lalu duduk disana, netranya menatap Rey beserta rekannya yang berdiri tepat menghadapnya. Harith tersenyum kemudian.
"Semua orang menyesal. Semua orang membuat kesalahan. Tidak ada seorangpun yang sempurna. Begitupun dengan apa yang terjadi saat ini, kegagalan mencari informasi bukan suatu kegagalan permanen. Jadi untuk menghargai usaha kalian ini, kalian telah menepati janji dengan membawanya kehadapanku."
Ujar Harith, Rey beserta rekannya mendengar dengan seksama tiap apa yang Harith katakan. Perkataan itu menghibur, mengusir kekecewaan mereka.
Plokkkkkk
Plokkkkkk
"Ayui!"
Rapalan mantra dari Harith itu sekejap membuka kotak-kotak itu.
"Selamat, misi kalian terhitung berhasil! Mulai saat ini kalian berada dalam tingkat satu divisi Crusher, sebagai seorang Musketeers pemula asrama sihir. Ini adalah seragam resmi para Musketeers rensuar kalian berhak memakainya, karena kalian pantas dan terpilih. Juga hari ini aku mengumumkan, Debora Defanny sebagai ketua tim kalian."
Bagaikan dihujani jutaan bunga senyum mereka terbit seketika, kekecewaan yang tadinya menyelimuti mengukung serasa pergi menghilang tanpa ada jejak.
Disela-sela kebahagian itu, terlihat diluar benteng besar itu di atas tebing seseorang sedang memegang sebuah tengkorak kepala manusia. Dimana didalamnya sihir telah dialirkan.
Krakkkkkkkk
Tengkorak kepala itu pecah seketika, seseorang itu hanya diam tak bergeming menyaksikan serpihan kepala itu jatuh kebawah.
"Jadi dia tertangkap ya?"
Seseorang berwujud manusia serigala datang menghampirinya dari belakang.
"Para Crusher sialan itu memang bedebah!"
__ADS_1
Umpat seseorang bertubuh ramping ini, ia membuka tudungnya. Surai pendek berwarna coklat itu berkibar terhempas oleh sepoi-sepoi angin. Fungsi matanya hanya kanan saja, mata kirinya terpejam ada semacam tanda yang menghiasi mata kiri itu, ia adalah seorang gadis.
"Bagus kau meleburkan iblis itu setelah tertangkap!"
Pujian itu datang ditujukan pada gadis itu oleh sosok manusia serigala. Gadis ini diam ia kembali memakai tudungnya lalu berbalik, mengacuhkan perkataan dari serigala itu. Ia berjalan acuh melewati sosok itu, entah mengapa rasanya tiap kali perintah dijalankan hatinya selalu terkoyak seakan tak ingin melakukan segala perintah itu. Namun entahlah tubuhnya tak mampu menentang itu, logikanya pun kadang selalu bertabrakan. Siapa dia, untuk apa ia disini, mengapa ia berbeda dari penduduk Silver Alaska, itu masih sebuah teka-teki dalam kepalanya.
Gadis itu mengepalkan tangannya kuat ketika dirinya berada tepat dalam belantara. Pohon-pohon besar itu mengapit kanan kiri jalannya, sejenak gadis itu memilih duduk bersandar disalah satu pohonnya. Pikiran demi pikiran itu kembali merambati ingatannya, rasanya segalanya tak benar menurutnya. Tapi apa ini? Mengapa ingatannya sama sekali tak mampu mengingat apapun, batinnya tersiksa rasanya.
Kita kembali pada Rey dan rekannya saat ini. Rey membawa seragam putih itu, diatasnya ada sekantong kain coklat dengan tali yang melilitnya.
"Wahhhhh gaji pertama, seragam pertama! Sungguh menyenangkan sekali!"
Ujar Rey bahagia, Debora dan Riley yang berada membelakangi ketiga pemuda itu tersenyum mendengar apa yang Rey lontarkan. Tak bisa dipungkiri mereka berlima sangat bahagia sungguh.
"Sepertinya boleh jika kita menikmati sejenak hasil jerih payah ini!"
Justice merangkul Rey disampingnya sambil mengatakan tawaran itu, Rey mengangguk mendengar itu ia mengangkat kantong berisikan uang itu ke atas seraya menyerukan.
"Lemak Babi, Steak Wagyu, juga minuman berkarbonasi! Tancap gasnya, yuhuuuu..."
Nada kebahagian itu mengalun merdu pada siapapun yang melihat juga mendengar mereka pasti ikut merasakan kebahagian dalam pertemanan mereka.
"Simpan saja uangnya, kalian sering merusak barang jika berdebat!"
Kali ini Mikhail ikut bicara, kedua manusia yang bahagia itu seketika menatap jenuh ke arah Mikhail. Ada apa dengan manusia ini dunia sudah sesuram ini lantas mengapa dirinya juga ikut suram.
"Nikmatilah hidupmu selagi kita bernafas!"
Ujar Rey kali ini, Justice mengangguk menyetujui ungkapan itu.
"Dia memang tidak waras, dia lebih menyukai buku-buku juga ramuan. Juga Lapu-lapu wanita berambut merah. Mungkin besok manusia pasangan hidupnya bukan manusia, melainkan Lapu-lapu wanita." Ujar Justice.
"Maharnya kulit penyu!" Tambah Rey.
Debora dan Riley tertawa mendengar itu, dua bocah dihadapan mereka ini memang selalu heboh. Kadang pertengkaran sering terjadi kadang pula solidaritas mereka mengesankan.
"Kupatahkan lehermu jika kau masih berucap!"
Kali ini kekesalan Mikhail tersulut, Riley yang melihat itu sembari masih tertawa menghampiri mereka merangkulnya.
"Yuhuuuu, mari kita beri hadiah untuk diri kita masing-masing. Malam ini kita singgah dirumah makan dulu sambil bercengkrama, setelah itu kita kembali ke markas."
Mendengar itu Rey dan Justice bersorak bahagia. Mereka berlima malam itu setelah menuntaskan misi berjalan beriringan masuk kedalam satu rumah makan. Bercengkrama juga bersenang-senang disana sampai larut malam.
...Segala kekurangan hanya pada saya. Namun keberhasilan milik kita bersama...
...Satu-satunya kekurangan yang kita miliki di dunia adalah kesadaran...
______________
Ensiklopedia :
Jagat raya ini rupanya memiliki banyak galaksi, namun yang kita kenali hanya satu galaksi Bima sakti.
Selain Galaksi Bima Sakti, masih banyak galaksi lain di alam semesta ini.
Dengan perkiraan jumlah 100 miliar sampai 200 miliar galaksi di alam semesta, sajauh ini nama galaksi dikatergorikan dengan nama nomor katalog.
__ADS_1
Misalnya seperti, M51, GN-z11, dan IOK-1.