Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Sebelum Matahari Hilang


__ADS_3

...Untuk mendapatkan kesuksesan, keberanianmu harus lebih besar daripada ketakutanmu...


...Ketakutan bukanlah kejahatan, itu memberi tahu apa kelemahanmu...


...Dan begitu tahu kelemahanmu, kamu bisa menjadi lebih kuat...



_________


.


.


Rey berjalan menyusuri belantara. Tujuan utamanya adalah peternakan Riley, ia akan mengambil Khufranya disana.


Rey akan terbang bersama Khufra menuju Istana Putih, ada tuntutan dalam hatinya, satu pintanya pada Harith malam ini. Mengenai Silver Alaska, itu adalah satu hal yang penting menurutnya malam ini.


Gerbang peternakan masih tertutup, Rey mengambil sebuah kunci dari dalam domain. Itu adalah kunci duplikat dari Riley, hanya Rey dan Justice saja yang memiliki kunci duplikat ini.


Mereka berdua adalah asisten kesayangan Riley. Kedua temannya yang lain, Debora dan Mikhail akan sangat sibuk didalam Rensuar.


Dua orang manusia itu senior, ahli ramuan juga perancang taktik yang handal. Mikhail, sering berada dikelas ramuan mengajari beberapa adik tingkat mereka disana.


Sedangkan Debora, ia sering dipanggil para petinggi Rensuar untuk membuat taktik pertahanan. Selama ini pikiran tentang pertahanan Rensuar, meminimalisir korban yang jatuh.


Berkat pemikiran Debora yang cemerlang, para Musketeers bertarung dengan segala perhitungan yang matang. Pemegang abjad E, ahli perancang startegi, mereka menyanjung pemikiran cemerlang Debora. Adik tingkat mereka rupanya jauh lebih cerdas dari kakak tingkatnya.


Prestasi-prestasi yang di peroleh Rey beserta timnya, membuat rekan-rekannya begitu disanjung disana.



Ketika Rey akan membuka pintu itu. Memori penyerahan kunci duplikat ini padanya, tiba-tiba terngiang. Suara Riley, beserta muka mengesalkannya itu tergambar jelas dalam kepalanya.


'Ingat ya, kalian harus menyimpan kunci ini baik-baik! Jangan lupa untuk memberi makan Khufra-Khufra ku."


Rey tersenyum saat ingatan itu melintasi kepalanya. Membawa bayangan Riley yang sedang berkacak pinggang sambil berucap dihadapan dirinya dan Justice.


"Sekalipun dia begitu sarkasme juga liar, namun dia masih kawanku yang baik." Lirih Rey, sembari membuka pintu gerbang dihadapannya.


Grekkkkk


Suara pintu terbuka itu menampakkan beberapa Khufra yang terlelap disana. Remang-remang, rasanya masih kurang pencahayaan disini.



Rapalan mantra penerang Rey rapalkan, sekejap dinding-dinding didalam mulai bercahaya. Beginilah seharusnya penerangan yang baik.


Rey berjalan mendekati salah satu Khufra disana. Tepat ketika tubuhnya berhenti disana, Rey mengulurkan tangannya mengusap lembut kepala Khufra.


Khufra ini adalah miliknya, dialah Khufra bernama Stevan. Rey menamainya karena itu adalah nama yang keren baginya.


Rey mengeluarkan Khufra nya dalam kandang, menuntunnya keluar dari sana. Sebelum pergi, Rey tak lupa untuk mengunci kembali gerbang itu.


Khufra-Khufra rawan lepas, apabila mereka lepas menangkap mereka adalah hal yang sulit. Karena binatang ini adalah tunggangan para Elf, mereka hanya bisa ditemui dibulan.


Namun saat para Elf turun kemari, memakmurkan dunia ramuan bersama Lapu-lapu. Setengah dari para Khufra dibulan, digiring kemari sebagai tunggangan para Musketeers juga leonin, beserta Kaisar Putih.



Selesai dengan tugasnya disana, Rey pun terbang bersama Khufranya menuju istana putih. Tentunya untuk sampai kesana Rey akan melewati area perkotaan.


Area kota terletak didepan Belantara sesudah Rensuar. Mereka dan para manusia tanpa sihir sengaja dipisahkan.


Akan sangat fatal apabila mereka tinggal dalam satu wadah yang sama. Jika seseorang berkemampuan berlatih ditempat manusia biasa tanpa sihir, mungkin akan rawan manusia yang terluka disini akibat para penyihir.


Sepasang mata dari bawah kota memantau Rey diatas sana. Khufra putih, jubah putih miliknya menarik perhatian seseorang ini.



Manusia ini adalah Justice, sambil membawa barang belanjaan ditangannya ia tau seseorang yang sedang terbang disana adalah Rey.


"Justice!" Panggil Riley seraya melambaikan tangannya.


Mendengar itu fokus Justice teralih kearah Riley. Didepan pedagang buah Riley melambaikan tangannya, Justice pun menghampiri Riley. Hari ini adalah jadwal mereka berbelanja.


"Menurutmu buah apa yang nikmat untuk penutup makan malam besok?"


Riley bertanya seraya memilih beberapa buah disana. Namun, Justice disampingnya sama sekali tak menggubris pertanyaan Riley.


Netra miliknya masih fokus menatap Rey yang mulai menjauh dari area kota.


"Menurutmu, malam ini Rey akan pergi kemana?"


Lirihan pertanyaan itu seketika membuat Riley diam. Sontak netranya mengarah ke arah langit, jubah dan Khufra itu milik Rey.


"Akan kemana dia malam ini?"


Pertanyaan dari Riley membuatnya kesal rasanya. Pertanyaan dijawab pertanyaan, lantas dimana jawabannya sekarang.


Deppppp


"Hah?!"



Riley memekik ketika barang belanjaan yang ada dalam dekapan Justice, di serahkan begitu saja ke arahnya.


"Aku pergi Riley!"


Seruan itu mengiringi Justice berlari meninggalkan Riley. Malam ini ia tujuannya adalah mengikuti Rey. Pemuda itu baru saja sembuh dari dukanya.


"Justice!!!"

__ADS_1


Suara Riley yang memekik lantang dibelakang tubuhnya membuatnya tertawa. Namun ia sama sekali tak menoleh.


Sepertinya Istri tak sah-nya itu lebih penting sekarang. Mereka berdua memiliki ikatan yang sangat kuat layaknya sepasang saudara.


________



Harith bersama Noella sedang berdiri diatas menara. Disana terlihat Harith sedang memejamkan matanya. Hari ini beberapa Lapu-lapu dari Bulan akan datang kemari.


Para Musketeers-nya semakin bertambah seiring bertambahnya tahun. Banyak pedang yang harus ditempa disini, itulah mengapa Noella memerintahkan mereka untuk turun ke bumi.


Para Elf beserta Lapu-lapu, mereka tinggal beriringan bersama di Bulan. Para Elf adalah penghuni asli, sedangkan Lapu-lapu mereka pelengkap para Elf.


Mereka diciptakan untuk menjaga tiap inci bulan. Selain itu mereka diciptakan sebagai rekan Elf, mereka akan sangat patuh pada tiap perintah Elf.


Untuk turun ke bumi, Lapu-lapu itu membutuhkan bantuan dari Harith. Harith yang terpejam saat ini sedang membuka jalan masuk, ia membuka sebuah portal besar untuk mencakup seluruh Lapu-lapu yang diperintahkan turun kebumi.


Tokkkkkk


Tokkkkkk


Suara dari balik pintu membuat Noella menoleh. Pintu itu masih tertutup, Noella memutuskan berjalan mendekati pintu.


Ia ingin tau, siapakah orang yang sedang mengganggu ketenangan mereka malam ini. Sebelum Noella membuka pintu, seseorang dari balik pintu lebih dulu membukanya.


Betapa terkejutnya Noella melihat hal itu, rupanya manusia ini adalah Rey. Sejenak Rey menatap Noella didepannya, tatapan itu dalam, terkesan tajam.


"Kucing Putih! Aku ingin bertemu Harith!"


Ucapan itu membuat Noella kesal rasanya. Entah sudah berapa kali lisannya menjelaskan pada Rey, untuk memperlakukan para petinggi lebih sopan lagi.


Namun, berbusa rasanya lisannya menjelaskan hal itu pada Rey. Berbeda dengan Harith, ia tak ambil pusing dalam masalah itu. Baginya, Rey berada disini menyelesaikan segala tugasnya itulah yang utama.


Rey melihat keberadaan Harith didepannya. Ketika Rey akan menyentuh tubuhnya, Noella dengan sihirnya menahan pergelangan tangan Rey.


Sulur cahaya itu melilit pergelangan tangan Rey, akibatnya, pemilik tangan itu memekik.


"Hei?" Pekik Rey seraya menatapnya, disana Noella menggeleng.


Gelengan itu adalah tanda isyarat untuk Rey, supaya tidak bergerak menyentuh Kaisar Putih. Namun bukan Rey namanya jika tidak melawan.



"Rey, dia sedang sibuk! Jangan kau ganggu dia!"


Rey membulatkan matanya, leonin gila itu hanya berdiri sambil memejamkan mata. Lantas dimanakah letak kesibukannya disana.


"Dia hanya seperti itu kau bilang sibuk Noella?"


"Iya Rey, dia sedang sibuk!"


"Sibuk memejamkan mata?!"


Penekanan intonasi pada namanya membuat Rey tersenyum. Rupanya membuat seorang Noella kesal itu lucu juga. Namun perdebatan konyol ini tak akan Rey lanjutkan, pesan dan penjelasan dari Baron penting untuk segera diutarakan.


"Aku sedang ada perlu dengannya!"


Srettttt


Bruakkkk


Meditasi Harith terganggu sudah akibat ulah Rey. Pemuda itu menarik paksa jubah Harith, bagaikan seorang anak tiri.


Noella membulatkan matanya, kekasihnya diperlakukan tak senonoh seperti ini geram matanya sungguh.


Akibatnya Harith terjatuh disana, Rey membulatkan matanya terkejut. Mengapa tubuh Kaisar kecil ini lemah sekali hari ini.


"Rey!!!" Pekik Harith membuka matanya.


Clashhhhh


Harith menghilang dari sana tanpa sepatah katapun. Dari langit terlihat beberapa bintang jatuh, Noella was-was rasanya melihat itu.



Disamping itu hatinya juga sangat kesal terhadap Rey disampingnya, berani sekali tangan lancangnya menyentuh Harith, bahkan jubah putihnya. Tak hanya menyentuh, Rey juga menjatuhkan tubuh Leonin itu ke tanah.


Para bintang yang jatuh itu adalah Lapu-lapu. Hilangnya portal dari meditasi Harith, menyebabkan mereka berjatuhan. Lapu-lapu tidak memiliki kemampuan sihir layaknya mereka.


Mereka hanya tau mengenai Sihir penyembuhan, juga sihir peleburan. Kemampuan mereka hanya itu saja. Lapu-lapu wanita akan sangat mahir dalam sihir penyembuhan seperti madam Geralda.


Sedangkan Lapu-lapu Pria, mereka paham mengenai mantra peleburan. Mantra itulah yang diselipkan dalam pedang tempaan mereka.


Seluruh makhluk dalam semesta, kecuali Lapu-lapu Pria, tidak akan ada yang tau bagaimana pelafalan mantra itu. Itu murni ada sebagai kelebihan para Lapu-lapu Pria.


Rey dengan wajah polosnya menatap ke arah langit, sesekali netranya melirik ke arah Noella. Wajah Elf itu terlihat sangat khawatir disana, ia bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Mengapa Harith pergi begitu saja darinya.


"Rey ini salahmu!"


Ujar Noella kesal, Rey disampingnya terkejut ia tak terima rasanya. Perihal apa dirinya disalahkan disini.


"Hah? Kenapa harus aku yang disalahkan disini? Aku baru saja datang bertamu, dan kau, kau menyalahkanku atas perihal yang tak jelas!"


"Perihal yang tak jelas katamu? Rey, diatas sana Lapu-lapu sedang kemari, kau lihat ratusan bintang jatuh itu?"


Noella menjelaskan sambil menunjuk-nunjuk langit. Rey yang masih tak mengerti hanya mengangguk.


"Itu adalah para Lapu-lapu yang jatuh, Harith bermeditasi disini membukakan jalan untuk mereka agar sampai ke bumi. Kau malah mengganggunya, portal mereka hilang dan itulah akibatnya!"


"Tetap saja aku tidak bersalah disini, aku tak tau apapun!"


Kali ini Rey menjawab sambil menutup kedua telinganya layaknya seorang anak kecil. Noella memicingkan matanya melihat perilaku itu.

__ADS_1


Bantahan itu sungguh membuat Noella semakin kesal disini. Akibatnya Noella menggunakan sihirnya ke arah Rey. Beberapa sulur cahaya berdatangan dari bawah kakinya.


"Hei, kau akan apa?!" Noella mencoba menulikan rungunya saat ini, netranya kembali fokus ke arah langit.


Ratusan bintang jatuh itu perlahan hilang, sepertinya Harith berhasil mengamankan Lapu-lapu. Noella menghela nafas lega melihat itu. Dalam hatinya ia berharap, semoga para Lapu-lapu tak terluka.


Kembali netra miliknya mengarah ke arah Rey, disana Rey hanya menatapnya dingin. Keduanya sama-sama kesal, Noella menggerakan tangannya membebaskan Rey dari kukungan sulur miliknya.


Brukkkkk


Tubuh itu jatuh kebawah, bersamaan dengan itu Harith kembali. Rey jatuh tepat dibawah hadapan kaki Harith.


"Arlert! Kau hampir menewaskan puluhan Lapu-lapu diatas langit!"


Harith berkacak pinggang dihadapan Rey, disana Rey bangkit dari jatuhnya sambil membersihkan jubahnya yang sedikit kotor.


Sepertinya ia memang sedikit keterlaluan kali ini, disana Rey menunduk sambil mengatupkan tangannya. Hari ini ia akan membahas hal itu bersama dengan Harith.



"Kaisar, maafkan aku! Tapi ini penting untuk segera dilaporkan!"


Melihat keseriusan dari dalam diri Rey. Harith dan Noella saling menatap satu sama lain sejenak. Tak lama Harith kembali menatap ke arah Rey, ia menganggukan kepalanya.


"Baiklah Rey, mari kita bahas di ruang pertemuan!"


Disana Noella tersenyum, Harith menjentikkan jarinya. Detik kemudian tubuh mereka bertiga berpindah tepat di ruang pertemuan.


Namun rupanya saat disana Justice membuka pintu menara. Itulah mengapa saat ini ia pun juga ikut berada didalam ruang pertemuan.


Harith memperhatikan Justice yang sedang berdiri tercengang sambil menatapnya. Pemuda itu berada tepat dibelakang Rey.


"Justice? Mengapa kau kemari?"


Justice menghela nafasnya, sambil mendekati Rey disana ia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Aku mengikutinya! Aku khawatir jika dia bertindak bodoh nantinya!"


Justice berucap sambil menyenggol kecil tubuh Rey disampingnya. Disana Rey hanya membulatkan matanya, tak percaya rasanya dengan apa yang Justice katakan.



"Hal gila katamu?" Pekik Rey.


"Ya, aku takut kau akan bunuh diri atau semacamnya!"


"Rey Arlert tidak akan bunuh diri! Jika aku ingin mati, maka aku akan memilih jalan mati yang terhormat."


Mendengar perdebatan tanpa usai itu, Harith menghela nafasnya.


"Adrium!"


Rapalan mantra pembisu itu meredam suara mereka. Keduanya menyentuh lisan mereka masing-masing. Mengapa tak ada suara yang keluar dari sana.


Tak lama netra mereka mulai menatap ke arah Harith, mereka sadar itu adalah ulah Harith. Mereka berdua mengangguk seakan mengerti apa artinya ini. Melihat itu, Harith mengembalikan suara mereka kembali.


"Jadi Rey?" Harith bertanya, pertanyaan itu membuat Rey serius sekarang.


"Kaisar, aku akan menanyakan perihal, kapan kau akan segera pergi ke Silver Alaska? Duka atas kematian Dion memang pedih, namun bukan artinya kita akan berhenti bukan?"


Penjelasan itu membuat Harith menunduk. Rey yang saat ini baginya masih belum mampu berada di Alaska. Bagi Harith, Rey masih harus mendalami seluruh kemampuannya.


"Rey, kita membutuhkan banyak persiapan yang matang! Kita masih..."


"Aku tau dimana lokasi dua pedang legenda itu berada."


Rey memotong perkataan Harith, ia memaparkan satu kenyataan yang membuat semua orang dalam ruangan itu membulatkan mata. Mereka tak percaya, namun yang memaparkan ini adalah Rey, pemegang Baron Putih Legendaris.


"Huh, apa?" Noella mencoba memastikan lagi apa yang Rey katakan, disana Rey mengangguk.


Rey menceritakan apa yang terjadi pada dirinya beberapa menit lalu. Disana Harith pun mengerti, ia paham, ketiga senjata itu mampu melakukan telepati.


Baron emas pasti sudah bertemu dengan Syena disana. Baron emas mengenali unsur partikel Baron cahaya dalam tubuh Syena. Dari sana pesan itu dikirim, melalui telepati.


"Dimana beradanya mereka?"


Pertanyaan itu membuat Rey tersenyum, Baron dari dalam tubuhnya juga ikut tersenyum.


"Wilayah Utara!"


Baron dan Rey berucap bersamaan. Jawaban itu membuat Harith tersenyum sekarang. Itu artinya, wilayah yang sempat akan mereka tuju adalah benar.


Lega rasanya mengetahui titik lokasi itu akurat. Malam ini, Harith mengumumkan padanya bahwa esok saat petang tiba mereka akan pergi kembali ke Silver Alaska. Mereka akan berusaha menuju utara, mengambil dua pedang legendaris disana.


Begitu pula pesan itu, rencana itu diberikan pada Syena. Dua sosok itu sudah membuat perjanjian dengan Syena, campur tangan Syena disini diperlukan. Mereka berjanji akan mengeluarkan Syena dari penjara Alaska ini.


Sedangkan Syena, disana berjanji pada mereka. Bahwa dirinya, akan mempertemukan dua sosok itu pada Rey, Baron Putih Legendaris.


...Sampai mati pun aku akan mengejar cita-citaku...


...Aku tidak peduli, walau aku harus mati untuk mengejar impianku...


...Impian manusia tidak akan pernah berakhir...



_________


Ensiklopedia :


Eksosfer adalah lapisan terakhir yang menyelimuti bumi dengan jarak di atas 800 kilometer sampai dengan 3260 kilo meter. Pada lapisan ini terjadi berbagai interaksi antara gas yang ada di luar angkasa. Kekuatan atau gaya tarik bumi pada lapisan eksosfer rendah karena jaraknya yang cukup jauh dari permukaan bumi.


Manfaat lapisan eksosfer adalah lapisan perlindungan pertama planet Bumi terhadap sinar matahari. Lapisan pertama yang bersentuhan dan melindungi bumi dari meteor, asteroid, maupun sinar kosmik. Bertindak sebagai zona transisi antara atmosfer Bumi dengan ruang hampa udara di luar angkasa.

__ADS_1



__ADS_2