Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Mengalahkan Iblis Kutukan 1


__ADS_3

...Setiap teman menjaga ucapannya dan teguh pada pendiriannya...


...Itulah cara mereka hidup berdampingan satu sama lain...



Hari ini Rey bangun lebih awal. Beberapa Minggu setelah Kastil Asrama di aktifkan kembali, seluruh pelajaran sihir sudah kembali beroperasi.


Pagi ini ia sengaja duduk di depan halaman markasnya. Sebab ada satu hal yang belum Rey selesaikan. Itu adalah pen dari Harith untuknya perihal Syena nya.


Beberapa Minggu ini Rey memang sering berlatih di Land White bersama Syena. Latihan memasuki domain nya sendiri. Syena harus mengambil alih domain yang di kuasai iblis kutukan. Lalu menekan iblis itu mengurungnya.


Glekkkk


Suara pintu markas terbuka itu mulai menampakkan Syena bersama dengan Debora di sampingnya.


"Apa tidak ada benda yang tertinggal Syena?"


Tanya Debora disamping Syena. Mereka berjalan keluar dari dalam markas menghampiri Rey yang duduk tak jauh dari sana.


Pemandangan yang sangat indah bagi Rey. Melihat gadis yang ia cintai begitu akrab dengan adiknya. Saat ini posisinya cukup hangat rasanya untuk di lihat. Debora berjalan sambil merangkul tubuh Syena.


"Tidak ada kakak, lagi pula apa yang akan ku bawa untuk latihan. Hanya tubuh dan mental yang kuat saja bukan hahaha..."


Jawab Syena asal. Debora menggeleng kepalanya mendengar hal itu. Ketika mereka sampai tepat dihadapan Rey, mereka berhenti.


"Kau sudah siap Syena?" Tanya Rey padanya.


Satu anggukan penuh semangat Rey dapatkan dari adiknya itu. Terlihat Debora disampingnya juga mengusap lembut puncak kepala Syena. Jika dilihat rasanya mereka seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia bukan.



"Aku suka semangatmu, jadi mari kita pergi Syena!"


Ajak Rey, Syena mengangguk mendengar itu. Sebelum ia menjabat tangan Rey lalu merapal mantra Leviousa. Suara langkah kaki beberapa manusia sedikit mengalihkan perhatiannya.


Ketika mereka menoleh kebelakang. Rupanya itu adalah rekan mereka. Dengan setelan jubah putih Asrama mereka, tak lupa lencana baru yang mereka kenakan. Sebuah lencana yang menandakan bahwa mereka saat ini adalah Muskeeters tingkat empat.


"Ohayou!!!"

__ADS_1


Riley yang ceria keluar sambil melambaikan tangannya ke arah Rey dan Debora disana.


"Presiden Jepang itu selalu mengucapkan kata-kata aneh!" Bisik Rey tepat pada Adiknya.


Debora terkekeh mendengar apa yang sudah Rey ucapkan disana.



"Kakak Rey baru saja membicarakan tentangmu kak Riley!"


"Hah!"


Rey memekik ketika mendengar adiknya mengadu pada Riley disana. Sontak Rey yang datang dengan sendirinya wajah ramah itu membulatkan kedua matanya.


"Hei kau sedang membicarakan ku Rey?" Tanya Riley dengan nada mengintrogasi.


Mendengar itu rasanya nyali Rey ciut seketika. Refleks ia mengangkat kedua tangannya layaknya orang menyerah sambil tersenyum. Sebuah cengiran khas terkesan konyol dari seorang Rey.


"Hahaha... Apa yang kau bicarakan, tentu saja tidak Riley!" Ucap Rey mengelak.


"Tapi Syena tidak biasa berbohong Rey!"


"Kau berbicara tentang bahasa Jepang nya tadi!" Jawab Syena jujur.


"Oh jadi begitu ya? Ada apa dengan bahasa Jepang ku apakah kau mempermasalahkan itu?" Tanya Riley padanya.


"Tidak bukan begitu, aku hanya..."


"Sudahlah, mari kita berangkat! Ada banyak tugas yang belum kita selesaikan!"


Mikhail mencoba mengakhiri perdebatan konyol yang akan terjadi. Sebab memang mereka saat ini sudah menjadi Muskeeters yang sibuk.


Perintah dari Harith mengangkat mereka sebagai seorang pelatih. Dimana Mikhail dia dipilih menjadi pelatih ahli pertahanan. Dan Debora tentu saja di pilih sebagai pelatih Pemikiran dan Strategi. Lalu Justice ahli ilusi. Dan Riley sebagai pelatih serangan jarak jauh.


Adalah suatu keuntungan bagi mereka saat ini. Perkembangan para Muskeeters berkembang sangat pesat. Kemampuan mereka semakin meningkat seiring waktu berjalan.


Setelah latihan antara bidang-bidang mereka selesai. Pada akhirnya mereka akan di kumpulkan menjadi satu di dalam lapangan terbang untuk menguji kerja sama dan ketangkasan tim mereka.


__ADS_1


"Kita sudah orang-orang besar sekarang!" Tambah Justice sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Benar, ya sudah mari kita pergi!" Tambah Rey.


Seluruh rekannya mengangguk mendengar apa yang Rey katakan. Rey dan Syena mulai berjabat tangan keduanya lalu merapal mantra Leviousa. Lalu di susul dengan Debora dan ketiga rekannya yang lain.


Tujuan mereka berbeda dengan Rey dan Syena. Mereka adalah pelatih para Musketeers. Sedangkan Rey di tunjuk langsung oleh Harith untuk melatih Syena.


Clashhhhhh


Pada akhirnya tubuh mer ka berdua berada tepat di dalam Land White. Land White di pilih sebagai area berlatih Syena sebab disini para makhluk sihir akan membantu Syena dalam hal mana nya.


Secara tidak langsung apa yang ada didalam Land White mereka semua akan mentransfer mana mereka pada siapa saja yang datang kesana. Land White penuh dengan hal-hal positif.


Tanaman-tanaman obat pun ada disini. Bahkan kulit penyu yang sering menjadi salah satu unsur ramuan juga hanya mampu di temukan disini.


Rey dan Syena berjalan mengikuti jalur yang sering mereka lewati. Sebuah jalur dimana hal itu mengarahkan mereka tepat ke arah sisi lain Dumbo. Sebuah pohon keramat besar yang ada dalam Land White. Nama sisi lain dari Dumbo adalah Ester.


Jika Dumbo bertugas sebagai penyimpan buku abjad sihir, pembuka portal juga penentu abjad sihir seorang Muskeeters.


Maka Ester disini bertugas sebagai penyempurna sihir dalam Land White. Dialah sumbernya, dimana seluruh imajinasi Muskeeters yang di pikirkan disini akan muncul dan hidup di dalam Land White.


Didalam pintu masuk tubuh Ester ada satu ruangan penguji kekuatan. Disanalah katanya Harith dan beberapa guardian berlatih. Sebab ketika mereka nantinya terambil alih oleh kekuatan itu hanya Eser saja yang mampu mengeluarkannya.


Kekuatan besar yang lepas kendali nantinya tidak akan mampu keluar dari dalam ruangannya. Akan sangat bahaya apabila kekuatan besar tidak di kendalikan oleh pemiliknya. Itulah mengapa Harith memilih ruangan ini.


"Kita sudah sampai Syena!" Lirih Rey ketika berdiri tepat dihadapan pohon emas bercahaya.


Pohon itu tinggi sekali. Daun-daun nya terbuat dari emas. Rey menyentuhkan telapak tangannya ke arah Pohon itu. Detik kemudian bunyi batang-batang bergerak membuat Rey menjauhkan tangannya.


"Ku ucapkan selamat datang kepada anak dalam ramalan! Suatu kehormatan bagiku kau kunjungi lagi!"


Sebuah wajah dari dalam pohon tiba-tiba muncul. Wajah besar itu tersenyum ke arah mereka menyambutnya ramah sekali.


"Terima kasih Ester! Seperti biasa, aku dan Syena akan berlatih. Mau kah kau membuka pintu untuk kami?" Tanya Rey ramah.


"Tentu saja, silahkan masuk! Dan semoga kali ini kalian berhasil mengalahkannya, aku berdoa untuk hal itu."


Ketika ucapan itu berakhir pada akhirnya Ester membuka pintu dalam tubuhnya. Ketika pintu itu terbuka Syena dan Rey pun masuk ke dalam. Sebuah ruangan serba putih dengan atap berwarna emas. Disanalah mereka akan berlatih.

__ADS_1



__ADS_2