Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Mencari Kelemahannya


__ADS_3

"Cumi!!!" Teriak Riley dari atas langit.


Luncuran jutaan anak panah mengarah tepat ke arah tentakel hitam itu. Rey beserta dengan Syena di bagian paling depan juga menangkis seluruh serangan yang di berikan oleh tentakel itu.


Justice disini juga ikut melindungi Rey dan Syena. Debora di belakang mereka masih membaca situasinya. Ia masih mengamati disana.


Daerah Silver ini penuh dengan abu. Netranya bahkan sesekali menyipit mencari celah-celah kelemahan.


Debora sedikit mengingat perihal bentuk dari Silver Alaska. Denah yang sudah di perbarui oleh Noella, menunjukkan pada lima persen wilayah ini area depannya adalah belantara.


Noella juga mengatakan bahwa bentuk benteng ini sama dengan Rensuar. Yang artinya apabila bentuknya sama maka Silver Alaska berbentuk area lingkaran.


Begitupun tentakel ini mereka memperlihatkan beberapa keanehan sejak tadi.


Melihat itu Debora ingin membuktikannya sendiri. Tak akan ada cukup waktu untuk berteriak dan merubah rencana mereka ketika pertarungan.


Tentakel itu, pertama kali menjulang mereka akan di awali oleh satu tentakel besar dengan tanda merah di atasnya.


Dimana disitu Debora menyimpulkan bahwa tentakel besar itu adalah induk. Dan mungkin apabila tentakel besar itu, yang membawa cabang-cabang tentakel lain keluar dari dalam tubuhnya di atasi lebih dulu. Maka mungkin tidak akan terlalu banyak tentakel yang akan datang menyerangnya.


Settttttt


"Hah... Kucing Putih!" Pekik Rey.


Debora berlari ke depan melewati Rey dengan pedangnya segera ia menuju ke arah satu tentakel yang paling besar dengan banyak tentakel lain yang menjulur ke arah Debora.


Melihat itu Rey dan Syena pun segera membantu Debora membuka jalan untuknya.


"Riley, lindungi Debora!" Teriak Rey pada Riley di atas.


Riley mengangguk sejak tadi ia sudah membidik beberapa kali ke arah tentakel yang hendak menyerang Debora.


Krekkkkk


Tanah tempat mereka berpijak lagi-lagi retak dan tentakel semakin banyak bermunculan. Namun Rey dan Syena masih tetap terbang menghindari itu dan melawannya. Begitupun dengan Justice.


"Sekarang!" Pekik Debora.


Clashhhhhhhhh

__ADS_1


Ketika satu tentakel besar itu area merahnya di tusuk oleh Debora. Satu area tempat mereka berpijak tentakelnya lenyap. Melihat itu Debora pun bernafas lega. Teori nya benar.


Tentakel ini, letak kontrol nya terletak pada yang paling besar. Debora berpaling ke arah Rey dan Syena. Pedang miliknya masih menancap disana.


Beberapa tentakel lain datang dari arah lain. Mereka mulai berbondong-bondong mengarah ke arah Debora beserta rekannya.


Bersamaan dengan itu, jam kesepakatan mereka mulai berbunyi. Tanda untuk mundur. Tak ada pertentangan, mereka pun menghindari itu lalu mundur kembali ke arah benteng Rensuar.


Depppp


Depppp


Kali ini mereka sudah berdiri kembali i atas benteng setinggi lima puluh meter. Debora masih menatap satu tentakel yang masih menggeliat tak mampu bergerak akibat pedangnya yang masih tertancap.


"Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Rey pada Debora di sampingnya.


"Area kontrol mereka terletak pada yang paling besar. Apabila intinya di atasi lebih dulu, tentakel di area tubuh besar itu tidak akan beranjak pinak. Jika luas wilayah Silver Alaska saat ini sepadan dengan Rensuar. Maka akan di butuhkan sekitar lima belas an tentakel besar, untuk melindungi tiap area. Namun apabila luasnya hanya sekitar tiga puluh persen dari Rensuar. Maka di butuhkan sekitar sepuluh tentakel besar. Tujuan dari tentakel itu adalah, tidak membiarkan kita masuk ke dalam Silver Alaska!"


Jelas Debora, seluruh rekannya menunduk mencoba mencerna apa yang Debora katakan. Saat ini mereka sudah mengetahui kelemahannya.


"Kita sudah tau kelemahannya, kenapa kita tidak menyerang?" Tanya Rey padanya.


"Sebab seluruh tentakel itu tidak di ketahui letaknya. Mereka berasal dari dalam tanah. Mereka juga bisa berpindah-pindah letaknya. Jika yang kau tusuk adalah salah satu cabang tentakel besar, maka tidak ada gunanya."


Clashhhhh


"Aku dengar kalian sedang mengawasi serangan baru ini. Madam, baru saja meminta ku untuk pergi!"


Mikhail muncul secara tiba-tiba di samping mereka. Mereka tak lagi terkejut akan hal itu. Sihir dalam kehidupan mereka sudah terbiasa rasanya.


"Jadi apa kesimpulannya Debora?" Tanya Riley padanya.


"Hancurkan tanah-tanah nya untuk mencari tau keberadaan tentakel-tentakel besar. Serang tentakel dengan tanda merah di ujungnya, itu adalah inti untuk menghentikannya." Jelas Debora.


Mikhail yang baru saja sampai sedikit memahami apa yang Debora katakan.


"Merambat melalui tanah ya! Aku bisa menggunakan Baron Hitam untuk itu!" Ucap Rey.


Debora menggeleng pelan, jika untuk masalah ini. Rasanya para pemegang sihir Abjad E saja sudah cukup. Sulur mereka akan merambat melalui tanah mencari keberadaannya.

__ADS_1


"Kau tipe penyerang Rey! Pimpin mereka bersama Syena nanti. Untuk saat ini, kita harus mengumpulkan pasukan dan melaporkan hal ini pada Nona Noella!" Jelas Debora padanya.


Mendengar itu Rey pun mengangguk. Debora beralih ke arah Riley saat ini. Mereka sedikit membicarakan perihal operasi penyerangan yang akan Debora minta pada Noella.


Disana Debora menjelaskan perihal cara penyerangannya, juga para pasukan Riley nanti akan memprioritaskan siapa saja dalam operasi ini.


Penyerang jarak jauh memang sangat di perlukan disini. Sebab mereka lah nanti yang akan sangat membantu para petarung dan pemikir rencana.


Di sela-sela obrolan mereka tentakel yang masih tertancap oleh pedang milik Debora. Kini mampu bergerak, salah satu tentakel itu melempar pedang pelebur itu ke arah mereka.


Rey yang mengalihkan pandangannya ke arah tentakel terkejut mendapati pedang yang terhunus ke arah mereka.


"Abiogolio!"


Crashhhhhhh


Beruntungnya momen itu tepat sekali. Pedang itu tak mampu melukai mereka. Pedang itu menancap tepat ke arah perisai milik Rey.


Sambil masih menatap ke arah tentakel itu, Rey menghilangkan perisai miliknya. Mengambil pedang Debora lalu memberikannya kembali padanya.


Tentakel-tentakel itu kembali masuk ke dalam tanah ketika hal itu usai terjadi.


"Memang pengecut mereka!" Ucap Riley geram.


Debora menyentuh bahu Riley lalu tersenyum.


"Sudahlah, kita akan balas mereka sesuai dengan perintah penyerangan dari Nona Noella! Saatnya melaporkan apa yang sudah kita temukan disini." Jelas Debora.


Mereka mengangguk mendengar itu. Debora dengan sihirnya kembali menuju ke arah Kastil putih, di ikuti dengan seluruh rekannya.


Dari dalam Silver Alaska, Iblis seratus juta jiwa kembali berseringai melihat perlawanan yang Rey tunjukkan padanya.


"Tuan, mengapa kita masih saja diam? Mengapa kita tidak menyerang mereka saja?" Tanya Barsh padanya.


"Hahahaha... Kau tenang saja, aku ingin membantai habis seluruh pasukan mereka. Agar jumlah mereka juga sama habisnya dengan seluruh pasukan kita. Jika bisa, aku tidak ingin menyusahkan satu pun pasukan untuk mereka!" Ucap Iblis seratus juta jiwa.


Barsh berseringai mendengar itu. Lantas ia juga di buat bingung disini. Perihal kedua para petinggi selainnya, beradanya dimana saat ini?


"Kedua saudara ku ada dimana Tuanku?" Tanya Barsh padanya.

__ADS_1


"Braun dan Rauw, mereka sedang berada di ruangan pemulihan. Aku ingin menambah kekuatan mereka. Sebab berburu manusia saat ini semakin sulit. Maka aku, menggunakan stok jasad manusia untuk memperkuat mereka!"


Jelas Iblis seratus juta jiwa. Barsh mengangguk ia mengerti. Memperkuat para petarung adalah hal bagus dan benar menurutnya.


__ADS_2