
"Debora, kumohon bertahanlah!" batin Rey sambil menggenggam kuat pedangnya.
Dandelion miliknya mulai muncul. Dengan kecepatannya Rey pun terbang ke atas ke arah Barsh dan Syena. Melihat amarah meliputi Rey, Barsh merasa menang rasanya.
Seorang Muskeeters yang dikuasai oleh amarah akan rentan gagal dalam pertempuran. Dan inilah maksud dari kedatangannya.
"Lakukan, Syena!" teriak Barsh memerintah Syena.
Ketika perintah itu di berikan, tubuh Syena pun bergerak dengan sendirinya ke arah Rey. Kekuatan sihir adiknya itu mulai melesat ke arahnya.
Gambaran rancangan strategi tergambar jelas dalam kepala Rey saat ini. Itu adalah ulah Debora, rancangannya tertata begitu bagus.
Rey mengikuti apa yang Debora rencanakan disana. Rey mundur menghindar dari serangan adiknya. Melihat itu Barsh tersenyum sambil tetap memperhatikan mereka.
"Sampai kapan kau akan menghindari itu, hah?" tanya Barsh kepada Rey yang masih sibuk disana.
Barsh melipat kedua tangannya di dada sambil memperhatikan kedua saudara yang masih bertarung satu sama lain.
Sekalipun telinganya begitu panas saat ini, namun Rey tetap berkonsentrasi pada adiknya di sini. Sekilas Barsh menatap ke arah Debora di bawah.
Para iblis rendahan masih berusaha menggapai Debora yang terkulai lemah tak sadarkan diri. Sebuah sekat masih berdiri kokoh melindungi tubuhnya.
"Sekat itu tidak akan bertahan lama, jika kau terus menghindar maka rekanmu di bawah sana pasti akan mati!" jelas Barsh lalu kembali menatap ke arah Rey.
Clashhhhh
Tabrakan kekuatan mereka sama-sama menghempaskan tubuh mereka satu sama lain. Hal itu keduanya sama-sama mundur.
"Jika terus begini kau akan mati!" pekik Rey, jemarinya semakin menguat menggenggam pedangnya.
Debora mendengar itu, kembali ia memperlihatkan pada Rey perihal rencananya. Memasukkan Syena ke dalam domain adalah satu-satunya cara. Jika Syena berada di luar bersama dengan Barsh disini, Rey tidak akan mampu mengalahkan Barsh sebab Syena pasti menghalangi.
Debora menyusun satu rencana dimana, Rey harus memasukkan adiknya ke dalam domain. Lalu dirinya fokus pada Barsh dan mengalahkannya.
Jika Barsh gugur di tangannya, maka Syena akan berhenti melakukan perlawanan. Ingatannya akan kembali sepenuhnya namun ia akan kehilangan seluruh kekuatannya.
Untuk menarik masuk satu manusia ke dalam domain. Di butuhkan persebaran pedang di antara satu area.
Ketika seluruh pedang itu sudah tersebar. Langkah terakhir adalah menggores lawannya, ketika darah lawan berada melumuri pedangnya. Maka Rey mampu menarik masuk Syena ke dalam domainnya. Itulah rencana dari Debora.
Rey kembali memperhatikan beberapa pedang yang ia lempar ke bawah. Areanya masih kurang luas. Barsh sama sekali tak mampu melihat pedang-pedang yang Rey lempar.
__ADS_1
Sebab pedang itu melalui sihir penyamaran aura milik Baron hitam, menjadikannya tak terlihat. Pedangnya akan terlihat ketika Rey melakukan pengaktifan.
"Haaaaa!!!" teriak Syena kepada Rey.
Dengan brutal ia kembali menyerang Rey di sana. Hal itu membuat Rey lagi-lagi mundur menangkis seluruh serangan Syena. Sekitar lima menit kemudian seluruh pedang sudah berada di area yang ia kehendaki.
"Guguk sialan!!!" teriak Rey maju ke arahnya.
Clashhhhhh
Rey menembakkan lava panas ke arah Barsh melalui kristal yang ada di keningnya. Hal itu membuat Barsh mundur menghindarinya.
Ketika Barsh mundur Rey berbalik ke arah Syena. Tangan kanannya terangkat, jari telunjuk dan jempolnya membentuk sebuah lingkaran.
Mata kanannya ia tutup lalu, dari lingkaran itu ia melihat Syena. Ketika Syena semakin mendekat ke arahnya Rey pun berucap,
"Domain!" ucapnya kepada Syena.
Barsh membulatkan matanya melihat apa yang terjadi dihadapannya. Ratusan pedang dari bawah mulai terlihat. Seluruh pedang itu bercahaya, petirnya menyambar menghampiri Syena di sana.
"Hei, Sial kau!!!" teriak Barsh kepada Rey yang membelakanginya.
Letak mereka cukup jauh, Barsh dengan tenaganya mulai terbang ke arah Rey berusaha menghentikan apa yang akan Rey lakukan.
Clashhhhhhh
"Hahahaha... Sudah waktunya, untukmu menghadapi diriku disini!" ucap Rey kepada Barsh ketika pedang mereka bertemu.
Kebencian itu membuat Barsh menatapnya tajam. Lantas keduanya mulai bertarung satu sama lain. Pertarungan itu begitu sengit disana. Namun tidak bisa di pungkiri bahwa Rey disini terlihat begitu unggul.
Melihat seluruh serangan Rey yang fatal menurut Barsh. Ia pun memilih mundur sekarang. Barsh terbang semakin ke atas mencoba menjauhi Rey.
Sedangkan Rey, ia masih berada di tempatnya menatap memperhatikan Barsh yang semakin menjauh.
"Kau tidak akan mampu mengalahkan diriku, Arlert!" teriak Barsh padanya.
Dummmmm
Dummmmm
Sepuluh kloning dari arah bawah mulai datang menghampiri Rey. Itu kloning Barsh menuju ke arahnya dengan rangkaian senjata.
__ADS_1
Melihat itu tentu saja Rey mengelak, kemudian ia kembali memunculkan kloning miliknya. Para kloning itu saling bertarung satu sama lain.
"Hahaha... Bodohnya, aku tau batas kemampuanmu! Kau hanya mampu menggunakan sepuluh kloning bukan? Lalu bagaimana jika begini?" ujar Barsh.
Kedua tangannya terangkat, kembali ia memunculkan sepuluh kloning lain dari balik tubuhnya. Rey terdiam juga terkejut tentunya.
"Dia, bisa mengeluarkan kloning sebanyak ini?" lirih Rey sambil memperhatikannya.
"Matilah kau, Arlert!!!" teriak Barsh pada Rey.
Seluruh Kloningnya mulai menyerbu ke arahnya. Hal itu membuat Rey berseringai. Ia kembali di ingatkan, seberat apapun tantangan di depannyania tidak boleh menyerah.
"Jurus lima pedang semesta!" lirih Rey berancang-ancang sambil menatap lekat ke arah para kloning Barsh yang datang menuju ke arahnya.
Di atas sana Barsh juga berseringai melihat itu. Rey di matanya seperti orang pasrah. Dia hanya diam disana sambil melihat seluruh Kloningnya datang mengarah padanya. Rey hanya diam sambil menggenggam kuat pedang miliknya.
Ketika kloning itu mendekatinya, suara ledakan keras membuat para kloning terhempas. Hal itu membuat Barsh terkejut, Arlert terengah-engah di sana sambil mengadah ke atas menatapnya.
"Kau pikir, Arlert akan dikalahkan semudah itu oleh guguk sialan semacammu! Kau merenggut ingatan Syena dariku, kau mengambilnya dariku! Sekarang, kau berani datang mengancamku? Akan kuhabisi kau di sini, Barsh!" ucap Rey penuh dengan amarah.
Degggggg
Suara itu, suara itu bukan suara milik Rey. Saat ini Barsh di buat bergetar rasanya. Ia ketakutan, aura Rey berubah dalam sekejap.
"Kau benar-benar keras kepala Rey Arlert!" ujar Dandelion dalam domain.
Separuh dari diri Rey adalah Dandelion. Ia membutuhkan Dandelion miliknya sebagai pengganti separuh tubuhnya.
Tubuh manusianya hanya mampu menggunakan salah satu kekuatan Baron. Maka dengan Dandelion menggantikan separuh tubuhnya, Rey mampu mengkombinasikan langsung serangan ketiga pedang itu.
Clashhhh
Clashhhhh
Clashhhhh
Tangan kirinya membawa pedang Baron Hitam. Sedangkan tangan kanannya membawa Baron Emas. Pedang Baron putih miliknya ia susutkan, menjadi tipis seperti halnya samurai.
Pedang Baron putih itu ia gigit. Penggunaan ketiga pedang semesta ini akan Rey gunakan. Bersama dengan Dandelion, ia akan bergerak maju mengalahkan Barsh di sini.
"Tuanku..." lirih Barsh tak percaya melihat apa yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Rasanya ia seperti sedang di hadapkan kepada dewa kematian.