
...Jika kau menungguku untuk menyerah, kau akan menungguku selamanya...
Pagi menjelang seperti biasa masih ada kedamaian di dalam Rensuar. Para Muskeeters juga para manusia non sihir sama-sama sibuk dengan aktivitas mereka.
Sebab Syena sudah mampu menguasai kekuatan Baron lalu menekan Iblis kutukan. Saat ini bukan Land White lagi area latihan mereka. Namun area latihan Rey dan Syena mereka berdua berlatih di Garena Rensuar.
Kedua kekuatan mereka bentroknya terlalu besar. Itulah mengapa Rey memilih Garena Rensuar sebagai pelampiasan latihan. Kekuatan mereka yang besar tidak akan keluar dari dalam sana dan merusak apapun.
"Hahahahaha.. Ameera Amoerra Abyas!"
Clashhhhhh
Wushhhhhh
Kilatan petir terbesar di susul dengan angin serba kuat melesat dari trisulanya ke arah Rey. Dengan seluruh Black hole miliknya, Rey menyerap seluruh kekuatan itu. Adiknya Syena akan sangat bar-bar ketika berlatih.
Syuthhhhhhh
"Bola-bola api, kristal suci!"
Clashhhhhhhh
Darrrrrrrrr
"Abiogolio!"
Crashhhhhhhhh
Tembakan bola meriam api matahari datang ke arah Syena di susul dengan tembakan lava panas dari kristal yang menempel dalam kening Rey..
Beruntungnya Syena masih mampu menghalau serangan itu dengan perisainya. Namun rupanya sihir milik Rey tak hilang.
Hal itu mengakibatkan Syena terus menahan serangan itu. Ketika perisai milik Syena mulai terkikis, Rey pun menyerap seluruh kekuatannya dengan Black hole miliknya.
"Wahhhh keren!"
Ucap Syena riang ketika kekuatan itu menghilang. Padahal situasi tadi terletak dalam hidup dan mati tetapi dia masih mampu tertawa.
"Kau dan adikmu sama-sama gila! Padahal kau sendiri tau situasi itu terletak pada hidup dan mati!"
Baron Hitam dari dalam domain mulai mengkomentari pertarungan mereka. Keduanya hebat, bahkan keduanya selalu haus dalam adrenalin.
"Oh tentu saja, dia adikku! Jelas memiliki sifatku dalam dirinya!" Jawab Rey padanya.
__ADS_1
Syena terbang ke arah Rey ia kembali memasukkan trisula miliknya dalam domain.
"Ini masih pagi, sebenarnya ada satu perintah lagi dari kaisar saat ini. Ketika kita selesai berlatih kita di haruskan kembali ke kastil belajar." Ucap Rey.
Apa yang Rey katakan membuat Syena mengerucutkan bibirnya. Masuk kembali untuk belajar jika itu melibatkan sejarah sihir sungguh Syena enggan sekali datang.
"Aku tidak mau! Terlalu membosankan mendengar ceramah dari Profesor Agasha!"
Apa yang Syena ucapkan membuat Rey tertawa. Sudah terlihat jelas disana bahwa Syena sangat membenci pelajaran sejarah sihir.
"Hahahah... Rupanya kau juga tidak menyukai pelajarannya ya?"
Tanya Rey memastikan dan disanalah ia mendapatkan anggukan dari Syena.
"Baiklah kalau begitu bagaimana jika kita berkeliling di kota lagi saat ini?" Ucap Rey menawari.
"Kakak kau makan gaji buta nanti!"
Ucap Syena sambil membulatkan kedua matanya. Rey kembali dibuat tertawa mendengar itu.
"Ya sudah, sekarang kita akan apa?" Tanya Rey padanya.
Clashhhh
"Hallo Rey, Syena!" Sapa Harith pada mereka berdua.
Syena memberi hormatnya pada Kaisar putih. Hal itu membuat Harith tersenyum. Tak lama Noella merubah penampilannya menjadi seorang Elf.
"Ada keperluan apa kalian repot-repot kemari?" Tanya Rey pada keduanya.
"Arlert aku ingin membicarakan sesuatu!" Jawab Harith padanya.
"Situasi apa itu?"
"Rantai komando!"
"Huh?"
Rey dibuat bingung perihal apa yang Harith katakan. Bukankah rantai komando para Muskeeters sudah berjalan cukup baik disini. Lantas apa yang harus dibicarakan lagi sekarang?
"Bukankah tim kami sudah ambil bagian seperti yang kau inginkan?" Tanya Rey padanya.
"Rey ada satu bagian kosong yang harus di isi! Kau fokus pada Syena selama ini itu benar. Namun Lapu-lapu tertua kami semalam jelas mengatakan. Ada satu pesan dari langit, bahwa hari ini kami harus memilih Syena sebagai panglima pasukan sihir abjad A. Dan kau di pilih sebagai Panglima pasukan pemegang sihir Abjad B. Kami tidak terlalu mengerti untuk alasan apa ramalan itu terjadi. Tapi satu pesannya mengatakan padamu. Bahwa ketika nanti gelap sedang merengkuh mu, jangan gegabah mengambil sesuatu dengan amarah! Sebab itu akan menghancurkanmu dan kita nanti."
__ADS_1
Penjelasan Noella sedikit membuat hatinya gundah. Dalam ramalan itu seperti sedang mempersiapkan sesuatu.
"Apakah kalian mau ambil bagian ini?" Tanya Harith pada mereka.
Sejenak Rey dan Syena menunduk memikirkan apa yang baru saja di tawarkan. Namun mengingat segala darah yang tumpah dalam Rensuar membuat kedua saudara ini mengepalkan kedua tangannya kembali.
Bagaimanapun juga mereka adalah yang terpilih. Oleh karena itu mereka akan ikut serta mengambil peran penting ini. Rasanya seperti suatu kehormatan bagi Rey dan Syena disini
"Kami akan mengambilnya! Kami akan berjuang melindungi Rensuar kami dengan segenap jiwa."
Harith dan Noella terlihat bangga sekali atas apa yang Rey katakan dan peragakan. Itu adalah salah satu tanda hormat Muskeeters ketika menerima tugas.
Mereka tidak pernah tau bahwa ketika malam menjelang kematian lagi-lagi datang mengitari mereka. Sempat mereka bertemu untuk saling tegur sapa dan tertawa menyerahkan tugas besar.
Namun nyatanya malam menjelang ini mereka di perlihatkan. Satu sosok buas berdiri tepat di hadapan para Muskeeters. Mereka yang ada di area benteng membuat pertahanan yang sangat besar.
Rensuar kembali di serang dengan naga besar yang terus menghembuskan api dari dalam mulutnya.
"Regu Pertahanan, pencar menjadi lima bagian! Satu bagian mengarah ke arah kanan, dan satu lagi ke kiri. Prioritaskan mereka manusia non sihir ke tempat pengungsian. Tiga bagian yang tersisa buat sihir pertahanan. Rensuar di kepung dalam segala arah!"
Debora mulai memberi mereka perintah. Para Muskeeters berlarian memenuhi tugas mereka.
"Para Muskeeters pemegang sihir Abjad A.Aku membutuhkan seribu orang untuk ikut bersamaku. Sisanya lindungi para manusia non sihir masuk ke dalam pengungsian." Perintah Syena.
"Baik!" Ucap seluruh pemegang sihir Abjad A.
Seluruh dari mereka mulai membagi diri. Ketika pembagian itu usai Syena beserta seribu Muskeeters mulai menyerang. Namun Syena membagi lagi pasukannya menjadi lima bagian. Tiap dua ratus pasukan miliknya akan berada di depan pemegang sihir pertahanan.
Rey masih terbang di udara bersama dengan Dandelion nya.
"Rey apakah kau tidak memiliki perintah untuk kami?" Tanya Riley di belakangnya.
Seluruh pasukan pemegang sihir Abjad B ada bersamanya. Sejak tadi Rey memperhatikan Naga yang besar itu. Tepat di atas kepalanya ada Iblis seratus juta jiwa sedang berseringai ke arahnya. Pada akhirnya Rey mengangkat pedangnya isyarat untuk bergerak akan di berikan.
"Aku memiliki lima ribu pasukan pemanah. Namun kalian juga ahli dalam merasuki hewan bukan? Mereka yang merasa mampir menguasai ilmu perasukan terkuat ikut lah bersamaku. Aku membutuhkan dua ribu orang untuk ikut serta." Jelas Rey.
Riley tersenyum mendengar itu. Ia menjadi yang pertama berdiri di samping Rey. Bahkan Riley tau apa yang ada dalam kepala Rey saat ini. Rey ingin mengendalikan naga besar itu.
...Jika kamu percaya dengan impianmu...
...Aku akan membuktikan padamu bahwa kamu bisa meraih impianmu hanya dengan bekerja keras...
__ADS_1