Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Berakhirnya Kelabang Sialan!


__ADS_3

...Perbedaan antara pemula dan master adalah bahwa master telah gagal lebih dari yang telah dicoba pemula...



Cronus tertegun melihat apa yang ada dihadapannya saat ini. Syena menatapnya dengan tatapan menyeramkan, sebuah tatapan datar namun terkesan ingin mengeksekusinya.


Cronus memicingkan matanya ke arah Syena. Harith disana juga ikut tertegun, sungguh ia tak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini.


Sebuah sayap yang terbentuk dari cahaya berada tepat di punggung Syena. Sayap itu seperti milik Rey Arlert. Surainya juga mengikuti perubahan, Surai itu berwarna putih menyala sambil mata kirinya bercahaya putih.


Clashhhhhh


Tangan kanannya bergerak mencoba mengeluarkan sesuatu disana. Cahaya-cahaya dari tangannya mulai membentuk satu ranting besar berbentuk semacam trisula.


Trisula itu terbentuk dari cahaya dan petir. Cahaya-cahaya itu berkedip-kedip kuat. Sembari petir-petir nya disana menyambar, mencoba mencari mangsanya.


"Apa itu?" Lirih Cronus masih menatap Syena.


Syena berseringai melihat wajah ketakutan Cronus padanya. Sungguh licik iblis ini, mereka akan menindas habis-habisan selagi lawan mereka lemah. Namun ketika lawan mereka lebih kuat, nyali mereka ciut.


Tapi Syena sudah sangat muak rasanya, tidak akan ada belas kasihan untuk Cronus disini. Yang ada dalam pikirannya hanya satu hal. Iblis gila dihadapannya ini harus di leburkan.


"Syena.." Lirih Rey padanya.


Namun Syena sama sekali tak menjawab itu.


Clashhhhh



Gerakan secepat kilat itu membawa tubuh Syena tepat ke arah Cronus. Dengan Trisula cahaya dan petir, Syena mulai menggila disana.


Adik Rey Arlert ini sama seperti kakaknya, Syena adalah salah satu petarung terbaik milik Rensuar saat ini setelah Rey. Namanya bahkan disanding-sandingkan dengan kehebatan Rey.


"Berani sekali kau datang kemari!" Teriak Syena.


Clashhhhhh


"Pengkhinat sepertimu, seharusnya kau mati saja!" Ucap Cronus.


Di tengah-tengah pertarungan mereka, mereka saling berteriak menyampaikan amarahnya. Saling berteriak murka satu sama lain.


Peraduan itu terjadi begitu cepat. Kecepatan serangan mereka setara dengan kilatan cahaya. Rey dan Harith memilih diam, bukan karena mereka tak ingin ikut campur. Sebab mereka percaya, bahwa Syena mampu mengatasinya.

__ADS_1


"Mengapa kau diam Rey?"


Tanya Baron Hitam, sepertinya ia geram melihat Rey yang sama sekali tak bergerak disana.


"Terkadang aku perlu diam membiarkan adikku terus berkembang sendiri." Ucap Rey santai.


Baron Emas dan Putih tersenyum mendengar itu. Benar sekali apa yang Rey katakan, Syena memang mampu. Lagi pula iblis yang mereka lawan bukanlah para generasi petinggi.


"Selesaikan sekarang, apa kau lupa didepan sana masih ada manusia yang terkontaminasi?"


Tutur Baron Putih padanya. Tutur kata itu kembali mengingatkan Rey sekarang. Debora mungkin saja diluar sana sedang dalam bahaya. Kukungan setan ini sungguh membuatnya tak mampu melihat apapun di luar sana.



"Baiklah, mari kita selesaikan!" Ucap Rey.


Rey dan Harith berlari ke arah Syena. Disana mereka mulai membantu Syena menyerang Cronus. Dengan sihir tameng di tangan kirinya, lalu pedang Baron cahaya digenggaman tangan kanannya.


Rey dibantu dengan sulur cahaya milik Syena yang melilit kaki juga tubuh Cronus, lalu ditambah dengan Harith yang menusuk-nusuk tubuh Cronus dengan ribuan senjata bertubi-tubi.


Rey berhasil menempatkan pedangnya menebas tepat ke leher Cronus. Detika ketika kepalanya terpenggal, kukungan kelabang raksasa yang mengurung mereka hilang seketika. Kukungan gelap ini lebur begitu saja.


"Hah... hah..." Syena terengah-engah disana.


Andai Rey tidak menangkap tubuh adiknya. Mungkin Syena sudah jatuh saat ini.


"Mengapa dia selalu saja pingsan tiap kali menggunakan kekuatan terbesarnya?" Tanya Rey sambil menatap ke arah wajah adiknya yang terpejam.


"Itu adalah pengaruh Iblis kutukan dalam matanya!" Jawab Harith.


Kaisar kecil itu memasukkan kembali pedang-pedangnya.


"Bisakah adikku ini mengalahkannya?" Tanya Rey pada Harith.


Harith tersenyum mendengar itu. Tentu saja hal itu bisa dilakukan. Ada dua hal jawaban atas pertanyaan Rey disini. Jika Syena ingin mengendalikannya, artinya ia harus melawan iblis kutukan itu didalam domainnya.


Lalu merebut domain Baron putih di bawah kuasanya. Jika Syena masih membutuhkan kekuatan Baron, Syena hanya perlu menekan iblis kutukan itu mengurungnya. Menjadi yang paling dominan kekuatannya dalam domain.


Namun Syena hanya mampu masuk kedalam domain ketika sedang terdesak saja. Gadis ini hanya perlu di ajari masuk kedalam domainnya saja.


Untuk adu mekanik didalam domain, Harith yakin bahwasannya Syena mampu mengatasi iblis kutukan itu dengan kekuatan sihirnya.


Sebab Syena adalah salah satu Musketeers yang kebolehannya tidak diragukan lagi, Rensuar bahkan menobatkan dirinya sebagai salah satu Musketeers terhebat disini.

__ADS_1


Sejak pertama kali Syena masuk kedalam Rensuar. Bakatnya sudah berkembang sangat pesat. Untuk pertama kalinya seorang Musketeers wanita menjadi dominan dalam kekuatan.


Jika dahulu Debora saja yang paling unggul bidang strategi, saat ini ada Syena yang unggul sebagai ahli ramuan juga adu kekuatan terhebatnya Rensuar.



"Syena tidak bisa masuk kedalam domainnya sendiri. Kau harus mengajari adikmu itu masuk kesana, ajari dia!" Jelas Harith padanya.


"Lantas darimana mana miliknya jika tidak berasal dari dalam domain?" Tanya Rey bingung.


"Mana itu, satu unsur dalam tubuhmu Rey. Sebelum memiliki domain, mana akan mengalir kekuatannya dalam tubuhmu. Sedangkan apabila kau memiliki domain, maka kau mampu mengumpulkan mana mu dalam satu wadah. Mereka berasal dari kekuatan juga latihan fisik. Mana murni hanya mampu digunakan oleh kalian para Musketeers yang terpilih dengan pedang guardian didalam tubuhnya. Sementara ini yang kita tau, pemilik salah satu unsur pedang itu adalah kau dan Syena."


Jelas Harith padanya. Rey kembali dibuat bingung saat ini. Otaknya yang kecil benar-benar tak mampu rasanya mencerna tiap apa yang Harith katakan.


"Temui aku dengannya di Land White, ketika Syena sudah pulih total bawa dia kesana. Penguasaan ini harus segera ia dapatkan. Kenangannya mungkin tidak akan pernah kembali sebelum Barsh mati. Tetapi percayalah, bahwa kekuatan Syena akan berpengaruh nantinya ketika perpecahan antara Iblis dan Rensuar kembali terjadi. Kita tidak pernah tau, kapan iblis akan menyerang. Kita hanya perlu menyiapkan diri dan memperkuat diri. Siaga adalah hal terbaik dalam peperangan!"


Tutur Harith, Rey mengangguk menyetujui tiap apa yang Harith katakan. Mereka terbang di angkasa, dengan Rey yang menggendong Syena dalam pelukannya. Dandelion masih setia berada diantara punggung Rey.


Keduanya dari atas sana memperhatikan Rensuar. Mereka mencoba mencari-cari keberadaan salah satu rekan Musketeers nya yang terkontaminasi. Namun tak menemukan apapun disana.


Seandainya memang ada yang terkontaminasi lagi, maka akan ada suara teriakkan Nyatanya, rupanya tak ada suara apapun disana. Hanya Rensuar yang sunyi tanpa manusia. Harith yakin, para manusia ini sedang bersembunyi dibawah tanah sekarang.


"Aku akan membawa Syena ke Istanamu!" Ucap Rey.


Harith mengangguk mendengar itu, ia membiarkan Rey pergi meninggalkannya sendiri.


...Jangan menyerah! Hal memalukan bukanlah ketika kau jatuh, tetapi ketika kau tidak mau bangkit lagi...


...



...


__________


Ensiklopedia :


Ceres (penamaan planet minor 1 Ceres; simbol: ⚳) adalah satu-satunya planet katai di Tata Surya Dalam.Ceres merupakan benda langit berbatu dan ber-es dengan diameter sebesar 950 km dan merupakan planet katai terkecil yang pernah ditemukan. Massa Ceres meliputi sepertiga massa sabuk asteroid.


Ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi, Ceres merupakan asteroid pertama yang ditemukan, meskipun pada saat itu objek ini diklasifikasi sebagai planet. Pada 24 Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional memutuskan untuk mengubah status Ceres menjadi "planet katai".


__ADS_1


__ADS_2