
...Cinta adalah sebuah kenyataan untuk mereka yang berani...
...Bukan milik mereka yang hanya bisa memuji dalam hati dan mengagumi dalam mimpi...
Kedua Iblis petinggi miliknya sudah dikalahkan. Para petinggi adalah jantungnya Iblis seratus juta jiwa. Ketika para petinggi belum dikalahkan, maka tubuh utama Iblis seratus juta jiwa tidak akan mampu tersentuh.
Sihir apapun yang menerpanya tidak akan mempan untuknya. Dihadapan onggokan daging besar seperti biasa, ketika kelahiran salah satu dari mereka akan lahir.
Para Iblis rendahan ataupun petinggi, mereka akan berdiri tepat dihadapannya. Bersikap menyambut sosok iblis baru yang akan keluar dari dalam onggokan itu.
Dihadapan onggokan itu terdapat potongan tubuh manusia. Itu adalah bentuk persembahan mereka. Tentakel itu mulai menjuntai, mengambil potongan daging manusia itu lalu menelannya.
Selang setengah jam setelahnya, tepat ditengah onggokan daging itu. Jari jemari dengan kuku panjang mulai keluar dari dalam sana.
Menampakan satu tangan pucat, detik kemudian sebuah wajah muncul dari dalam sana dengan tanduk di samping kepalanya.
"Aaaarghhhhh!" Teriak sosok itu memenuhi ruangan.
Para Iblis mulai memberinya hormat. Barsh maju mendekati Iblis itu, tangan kanannya membawa secangkir darah. Darah dari manusia yang masih ia simpan. Darah Itu adalah milik Syena.
"Selamat datang, Tuan Rauw!" Ucap Barsh bersimpuh.
Iblis bernama Rauw itu meminum darah yang disuguhkan Barsh, lalu melempar wadahnya asal. Iblis itu kembali berteriak sambil menatap ke arah langit-langit atap.
Teriakannya kali ini memunculkan ke enam tangan dari balik punggungnya. Barsh beserta para iblis lainnya dibuat takjub rasanya melihat itu.
Setelah teriakan itu, Rauw memilih pergi dari sana. Mungkin ia masih lapar, biasanya iblis baru akan berada dalam ruang persediaan.
Sebuah tempat dalam Silver Alaska untu menyimpan mayat-mayat manusia hasil mangsa an.
"Dia adalah Rauw, saudara baru kalian!" Suara Tuan mereka menggema.
Hal itu membuat para iblis bersimpuh takut rasanya.
"Baik Tuan, kami mengerti!" Ucap Barsh.
Iblis seratus juta jiwa itu menghilang bersama dengan onggokan daging tempat dimana Rauw baru saja dilahirkan.
Barsh berdiri dari simpuhannya lalu berbalik menatap para petinggi. Hari ini mereka akan membicarakan hal yang penting, satu rencana perihal penangkapan Harith.
_________
__ADS_1
Beralih ke arah markas, terlihat saat ini Syena berada di dapur. Rey baru saja pergi bersama seluruh rekannya yang lain. Para Musketeers itu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hanya Syena dan Debora saja saat ini yang sedang berada didalam markas.
Rey pergi menemui Harith untuk sebuah rencana katanya. Sedangkan Justice dan Riley, mereka pergi ke peternakan Riley. Rutinitas memberi makan Khufra. Mikhail, tentu saja ia akan menemui madam geralda.
Sekalipun Kastil Rensuar tempat mereka belajar diliburkan. Namun Mikhail adalah Musketeers yang haus akan ilmu.
Itulah mengapa ia sangat senang apabila berada didalam ruangan madamnya. Madam Geralda, ahli peracik ramuan Rensuar sekaligus guru pemegang pelajaran racikan. Orang yang paling Mikhail kagumi.
Syena sibuk membuatkan segelas matcha hangat untuk Debora. Gadis itu masih belum bangun sejak tadi. Rey berpesan pada Syena, bahwa ketika Debora bangun nanti ia harus memberinya segelas matcha hangat.
"Akhirnya selesai!" Ujar Syena riang ketika usai menuangkan air panas dalam gelas berisi matcha.
Syena mengaduk gelas itu, kepulan asap dari dalam sana masih menguar. Dalam nampan itu ada segera matcha, juga beberapa sarapan pagi dari kentang dan daging.
Syena meraih nampannya lalu membawanya ke kamar Debora. Ketika Syena membuka pintunya, rupanya gadis itu masih terlelap disana.
Sejenak Syena meletakkan nampannya d atas meja. Tangannya terulur ke arah Debora, menggoyangkan tubuhnya. Mencoba membangunkan gadis itu.
"Kakak bangunlah.." Lirih Syena padanya.
Hal itu Syena lakukan beberapa kali. Sampai pada akhirnya kelopak mata itu terbuka, lalu menatap ke arah Syena.
"Ya Syena?" Tanya Debora yang masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Sejenak Debora menatap makanan itu lalu tersenyum. Bagaimana Syena tau bahwa ia sangat menyukai matcha tiap bangun pagi. Padahal seingat Debora, ia sama sekali tak pernah memberitahu kan itu pada Syena ataupun Riley.
"Segelas matcha dan sarapan pagi kakak!" Jelas Syena sambil menunjuk ke arah nampannya yang penuh.
"Wah kelihatannya lezat sekali!" Puji Debora.
"Tapi, bagaimana kau tau aku sangat menyukai matcha tiap bangun pagi?"
Kali ini Debora menunjuk ke arah gelas berisi match disana. Namun pertanyaan itu membuat Syena terkekeh.
"Kalian berdua saling menyukai, tetapi kakak sama sekali tak mampu menebak matcha ini dari siapa?"
Debora menaikkan salah satu alisnya pertanda bahwa ia tak mengerti perihal apa yang sedang Syena katakan.
"Ini pesan dari kakak Rey! Katanya ketika Debora bangun tolong buatkan segelas matcha hangat untuknya."
Debora dibuat tertegun mendengar itu. Rupanya Rey mengawasinya selama ini. Ia memperhatikan dengan baik tiap kebiasaan Debora selama ini.
"Apa kalian berdua kekasih kak?" Pertanyaan dari Syena membuatnya terkejut.
__ADS_1
Semalam Riley sudah membuatnya bersemu atas pertanyaan yang ia lontarkan. Sekarang Syena, astaga rasanya Debora tak ingin menjawab itu semua.
"Benarkah kak?" Tanyanya lagi pada Debora.
"Tidak Syen, kita hanya sekedar teman."
Syena mengangguk mendengar itu. Debora meraih gelas itu lalu meminum isinya.
"Kemana orang-orang?" Tanya Debora disela-sela menikmati matchanya.
"Kakak Rey dia sedang menemui Kaisar. Untuk yang lainnya mereka pergi seperti biasanya."
Debora bingung disini, untuk apa Rey menemui Kaisar saat ini.
"Untuk apa dia menemui Kaisar saat ini?" Tanya Debora pada Syena.
"Entahlah kakak aku juga tidak tau itu!"
Jawab Syena asal, Debora kembali melahap makanannya. Sesekali ia melontarkan pertanyaan juga candaan. Keakraban antara dirinya dan Syena hampir mirip dengan Rey rasanya.
________
Diatas balkon istana putih terlihat tiga jubah putih sedang menatap serius ke arah Rensuar dibawah sana. Mereka adalah Rey, Harith dan Axcel.
"Paman jika aku ingin pergi ke Alaska lagi apakah boleh?" Tanya Rey sambil melipat kedua tangannya.
"Mengapa kau ini hobi bunuh diri Rey?" Protes Axcel padanya.
"Aku tidak bisa berdiam diri disini walau hanya sebentar. Sebab disana, pasukan laknat itu pasti aka membuat jantung baru. Serahkan para petinggi padaku, sisanya tentang para iblis rendahan itu urusan kalian."
Harith kembali membuang nafasnya kasar saat ini. Baginya tidak ada yang boleh keluar dari dalam Rensuar, lalu menaklukan Silver Alaska seorang diri.
"Kita akan tetap disini Rey! Sekuat apapun dirimu, tubuh manusia mu itu tidak akan mampu menahan kekuatan kami lama." Jelas Harith.
"Lalu apakah kau menyuruhku diam saja disini? Tidak akan aku tidak akan melakukan itu. Ketiga Baron dalam tubuhku sudah ku kuasai. Rensuar juga telah diserang, saat ini mari kita tunjukkan pada mereka bagaimana kah kekuatan seorang Arlert ini."
Ujar Rey, Harith diam mendengar itu. Tak lama. netranya mulai kembali ke arah Axcel. Disana Leonin itu atau apa yang harus ia lakukan.
...Yang bisa saya lakukan hanyalah memperjuangkan kebenaran dan keadilan...
...Dunia tidak akan dihancurkan oleh mereka yang melakukan kejahatan...
...Tetapi oleh mereka yang menontonnya tanpa melakukan apa pun...
__ADS_1